NovelToon NovelToon
Ayah Untuk Anak Kembarku

Ayah Untuk Anak Kembarku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:265.7k
Nilai: 5
Nama Author: Shakeena

Silvira, wanita berparas cantik yang ditinggal meninggal suaminya, ia memiliki putra kembar yang pintar namun selalu merindukan kasih sayang ayahnya.

Silvira tak sengaja bertemu mantan kekasihnya waktu kuliah dulu. Namun sang mantan sudah berkeluarga, dia sebenarnya sangat menginginkan mantan kekasihnya itu kembali, namun keinginan itu ditepis jauh-jauh setelah mengenal istrinya, dan dia mendapat hidayah untuk belajar agama lebih baik menjadi wanita sholiha agar mendapat pasangan yang sholih pula.

Siapakah lelaki yang memikat hatinya? Bahagiakah kehidupannya selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#21

Sesuai rencana, hari Ahad itu Silvira diantar Azam dan juga bersama si kembar, pergi ke kota M. Selain untuk mengurus bisnis, mereka juga hendak mengunjungi kakek dan nenek si kembar dari papanya. Mereka naik Range Rover milik Azam. Mereka berangkat pagi-pagi sekali agar tidak kesiangan sampai di kota M. Karena perjalanan ke sana sekitar dua jam dari rumah mereka.

"Mas, eh itu, mau nanya," ucap Silvira.

"Nanya apa? Kamu lapar?" tanya Azam.

"Belum lapar sih, itu lho kalau sekarang ini orang tua Mas Adam tetap jadi mahram aku nggak? Biasanya mereka selalu peluk aku ketika aku berkunjung, dulu sih aku gak mikir, sekarang kepikiran saja, boleh gak bersalaman Papinya mas Adam,"

"Hmm mertua itu mahram selamanya sejak kalian akad nikah dulu, jadi boleh bersalaman," jawab Azam.

"Oh gitu, jazaakallaahu khayran Mas, sudah mau antarin aku," ucap Silvira.

"Waiyyaki, mertua kamu itu sudah tahu kalau kita menikah?" tanya Azam.

"Iya Mas, aku sudah kasih tahu dan mengundang mereka, namun tidak bisa datang karena Papi saat itu kurang sehat," jawab Silvira.

"Hem, eh itu anak-anak di belakang pules tidurnya, rupanya mandi subuh bikin mereka ngantuk," ucap Azam sambil melirik ke kaca melihat Farhan dan Fahri tidur di kursi belakang.

"Iya Mas, nanti mau sarapan dimana?"

"Kamu aja yang tentuin, Mas gak begitu tahu sini,"

"Baiklah, nanti kalau sudah mau masuk kota saja, ada tempat makan yang enak," sahut Silvira.

Mereka akhirnya singgah di rumah makan untuk sarapan. Setelah perut mereka terisi, Azam melajukan mobilnya lagi, kali ini menuju klinik kecantikan Silvira.

Sesampainya di sana mereka disambut adik ipar Silvira dan beberapa karyawannya yang hampir tidak mengenalinya, karena terakhir kali Silvira belum berjilbab, namun sekarang dia menutup auratnya secara kaffah.

"Ya ampun Mba, aku hampir gak kenal, sudah jauh berubah sekarang," ucap Aditya adiknya Adam.

"Hehehe, iya Dit, ini kenalkan suami Mba, Mas Azam," ucap Silvira, kemudian Azam dan Aditya saling bersalaman. Fahri dan Farhan juga langsung memeluk Om nya itu. Mereka sangat menyayangi Aditya karena wajahnya mirip dengan Papanya Rahimahullah.

"Kita ke ruanganku yuk Mba, mari Mas, anak-anak juga, Om sudah kangen banget sama kalian," ucap Aditya sambil menggiring mereka masuk ke ruangannya. Sesampainya di ruang kerjanya, Aditya mempersilahkan mereka duduk di sofa dan mengambilkan minuman untuk mereka.

"Ini Mba, laporan bulan lalu, sudah aku siapkan, silakan dicek," ucap Aditya.

"Iya, Mba lihat ya," sahut Silvira sambil menerima laporan itu, dia memeriksa angka demi angka, halaman demi halaman.

"Alhamdulillah, bagus Dit, income kalian tertinggi bulan lalu diantara semua cabang, semoga bulan ini dan selanjutnya lebih baik lagi ya," ucap Silvi sambil menutup buku laporan itu.

"Aamiin," ucap Aditya.

"Eh iya, aku sebenarnya ke sini mau minta tolong sama kamu,"

"Apa yang bisa aku bantu Mba?" tanya Aditya.

"Begini, semua klinik ini kan punya Mas Adam Rahimahullah, dan sudah diwariskan ke Fahri dan Farhan. Sepeninggal mas Adam kan aku yang kelola, tapi sekarang aku sudah menikah, aku juga punya tugas di rumah, sebagai istri dan ibu, jadi aku gak bisa lagi muter-muter antar kota ngecek klinik, kemarin juga sudah ada kepala cabang kan, tapi masih belum cukup buat membantuku. Jadi aku mau minta tolong ke kamu, untuk kelola cabang ini dan di kota S, yang di kotaku dan kota apel tetap aku yang pegang. Kamu kelola sampai si kembar dewasa dan bisa mengelola sendiri," ucap Silvira.

"Iya Mba, in syaa Allah aku bantu," ucap Aditya.

"Nanti setelah si kembar bisa mengelola sendiri, cabang di kota S akan diambil lagi, dan cabang yang ini Mbak alihkan ke kamu," imbuh Silvira.

"Gak perlu begitu Mba, aku diizinkan kelola bisnis Mas Adam sudah senang," ucap Aditya.

"Hey, kamu kan sudah bantuin kami dari awal, jadi anggap saja itu ungkapan terima kasih dari kami, setuju ya," ucap Silvi memaksa.

"Baiklah terserah Mba Silvi saja," ucap Aditya akhirnya pasrah.

"Tapi aku mau kesepakatan kita ini dibuatkan akta notaris ya, biar nyaman aja," ucap Silvira.

"Iya Mba, kalau gitu biar nanti dibuatkan Mba Adisti aja, tapi kita juga perlu pendapat Mami Papi kan ya,"

"Iya, rencananya aku juga mau ke sana, sekarang mungkin aku ke sana ya, ikut yuk, sekalian ketemu Mba Adis, kita selesaikan semua hari ini kalau bisa,"

"Baik Mba, yuk," ucap Aditya.

"Naik mobil kita aja yuk biar sekalian," ajak Azam. Aditya pun menyetujui dan ikut di mobil Azam. Aditya duduk di samping Azam, mereka berbincang dengan akrab. Silvira yang duduk di belakang bersama si kembar, tersenyum senang melihat Azam yang cukup gampang mengakrabkan diri.

Mobil Azam memasuki halaman rumah orangtua Adam. Mereka turun dari mobil dan disambut mami yang sedang menyiram bunga.

"Assalamualaikum Mi," sapa Silvira.

Namun mami terdiam masih tidak mengenalinya karena wajah Silvira tertutup cadar.

"Mami, ini mba Silvira," ucap Aditya yang tau maminya bingung.

"Waalaikumusalam, oh anakku Rosa," ucap mami seraya memeluk Silvira.

"Rosa?" ucap Azam bertanya-tanya.

"Iya Mas, jadi istriku namanya juga Silvi, Silvia. Jadi kalau di rumah ini Mba Silvira dipanggil Rosa, biar beda dengan istriku," kata Aditya menjelaskan.

"Oh iya namanya Silvira Rosalina," ucap Azam baru sadar.

Mami juga memeluk dan menciumi Fahri dan Farhan, yang keduanya mirip anaknya, Adam.

Mami kemudian melihat ke arah Azam. Lalu Silvira cepat-cepat memperkenalkannya.

"Mami, kenalkan ini suami saya, Mas Azam," ucap Silvira.

"Oh iya, Nak, terima kasih ya sudah mau menjaga cucu-cucuku dan anakku Rosa," ucap mami. Azam hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

"Yuk masuk yuk, papi di dalam," ajak mami. Merekapun masuk ke dalam mengikuti mami, dan duduk di ruang tamu. Mami segera memanggil papi yang duduk di ruang tengah.

"Papi, ada Rosa sama suaminya," ucap mami. Kemudian papi dan mami menuju ruang tamu.

"Opa..!!" seru Farhan dan Fahri yang berhambur ke pelukan papi. Si kembar itu sangat menyayangi opanya, karena sejak kecil sering dimanjakan opanya.

"Cucu-cucu opa sudah tambah besar," ucap Papi. Kemudian Silvira dan Azam mendekatinya.

"Papi," ucap Silvira sambil mencium punggung tangan Papi.

"Sehat Nak?" tanya papi.

"Alhamdulillah, ini kenalkan suami saya, Mas Azam," ucap Silvira. Kemudian Azam bersalaman dan memperkenalkan diri.

"Kamu bantu mami di belakang yuk, para pria biar berbincang dj sini," kata mami kepada Silvira. Silvira lantas menoleh ke arah Azam, seakan menanyakan, bagaimana Mas.. gak papa kah aku tinggal. Azam yang seakan tahu arti pandangan istrinya, langsung menjawab..

"It's okay.."

1
Cis Siu
bAgus banget
Citra Julinar
💜💜💜
Rita Piliang
musiknya terlalu dominan dr pada audio pembacanya
Nina Hani Anissa
Luar biasa
Inchess qopsie
perasaan kecelakaan mulu deh🙏😊
Lia Fitria
Semoga Azam sepat sembuh & tidak amnesia
Lia Fitria
Beruntung ya Silvira punya adek ipar yang ju"r
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
udah mampir n baca 👍👍👍💪💪💪
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
alhamdulillah... semua dikasih kemudahan dan rezeki berlimpah banyak keturunan..❤❤❤
wa fiiki baarokalloh ukhti Shakeena..
Nurhayati
next.....next.....
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
hamidunkah silvira?
Siti Fathonah
lanjuuuttt
Siti Fathonah
lanjuuuuttt thorrrrr
Siti Fathonah
lanjuuuuttt
Siti Fathonah
lanjuuuuttt thorrr
Siti Fathonah
lanjuuuuttt
Syifa Syifa
ko jarang up nya
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
seneng liat rasa persaudaraan mereka... maa Syaa Allah
Nurhayati
lanjut
🌷𝙈𝙗𝙖 𝙔𝙪𝙡 ☪
good job silvira👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!