Sebuah kecelakaan tragis telah merenggut nyawa adiknya. Zion pria yang tengah bertekad membalaskan dendam atas kematian adiknya. Butuh bertahun tahun lama baginya hingga akhirnya ia menemukan orang itu.
Rasa benci yang amat membara di hatinya menjadikan adik dari sang musuh menjadi korban atas kekejaman nya. Aluna, gadis yang tidak tahu apapun itu selalu tersiksa dengan semua perlakuan kejam Zion. Terlebih, ia harus ikut terikat dalam sebuah pernikahan yang membuatnya semakin tersiksa.
"Ini saja belum cukup untuk membalas perbuatan kakakmu itu!." Tekan pria itu dengan mata dingin serta senyum devil nya.
Seiring berjalannya waktu, apakah Aluna sanggup untuk bertahan dengan sikap kasar pria kejam itu?
Simple Story...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Caramelyouuu3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 20
Flashback on..
Zion tengah berada di dalam ruang kerjanya, tak ada yang ia lakukan selain menatap langit-langit atap seraya meneguk segelas wine di tangannya. Wajah bodoh Luna selalu terlintas di pikirannya, dengan cepat ia membuang jauh-jauh pikirannya yang selalu mengingat wajah Luna.
Jika di pikir-pikir, Zion sendiri masih bingung kenapa ia harus menghukum gadis tidak berdosa yang tidak tahu apapun seperti Luna. Bahkan Zion merasa bimbang dengan hatinya, dulu ia sangat berambisi untuk membalaskan dendam kepada orang yang telah menyebabkan adiknya tewas dengan menyiksa adik dari musuhnya namun saat ini entah mengapa hatinya merasa kalau dendam itu sudah ia anggap sebagai angin lalu.
Tak menutup kemungkinan kalau Zion telah jatuh cinta dengan Luna, namun pria berparas kejam dan dingin itu tidak ingin menunjukkan ke siapapun baginya menjaga imeg nya di luaran sana sebagai pria kejam dingin yang tidak berperasaan. Ia tak mau di cap sebagai pemakan omongan sendiri oleh Dallas. Bukan itu saja, Zion tidak ingin musuh-musuh nya nanti akan tahu kelemahannya.
Zion berdehem di dalam ruangan bernuansa klasik nan elegan yang tidak terdapat seorang pun kecuali hanya dirinya di sana.. memikirkan bagaimana dengan kejamnya sikapnya itu kepada Luna.
"Apa aku terlalu berlebihan?" Batinnya sendiri di dalam hati..
"Apa ini salahku? Gadis bodoh itu tidak tahu apapun, kenapa aku harus menyiksanya? dan kenapa wajah bodoh menyebalkan miliknya selalu terlintas di pikiranku?" Gumam Zion dalam hati sambil sesekali meneguk minuman nya..
Beberapa menit kemudian, Jack datang menemui Zion di ruang kerjanya bersama dengan Dallas,
"Permisi tuan, apa kau memanggil kami berdua kemari? Ada yang ingin tuan bicarakan dengan kami?" Tanya Jack dengan sopan sambil membungkukkan badannya namun tidak dengan Dallas,
Dallas hanya menatap Zion dengan wajah malas, ia heran kenapa semua orang sangat takut kepada Zion yang tidak seberapa dibandingkan dirinya.. "Jika kau ingin bertanya tentang dia, kakak dari gadis yang kau siksa maka akan ku katakan aku tidak punya informasi apapun.." Ucap Dallas langsung tak ingin berlama-lama berada di ruangan Zion.
"Duduk!!"
Kedua pria itu pun langsung duduk di sofa berhadapan langsung dengan Zion yang memasang wajah yang sulit di jelaakan,
"Katakan padaku, apa aku salah jika menyiksa gadis bodoh itu?"
Tanya Zion tanpa basa basi..
Dallas pun menautkan dahinya, mendengar apa yang Zion katakan.. "Apa aku tidak salah dengar? Kenapa kau bertanya seperti itu?" Dallas jelas tidak mengerti, ia berpikir apakah Zion sudah insaf..
"Kalian berdua yang mengerti aku.. Jack, kau telah bekerja denganku selama bertahun-tahun..
coba jawab pertanyaanku, apa aku salah jika menyiksa gadis itu?" Lagi-lagi Zion bertanya kepada Jack,
Jack pun terlihat terbata-bata..
"Ji-jika yang tuan maksud adalah menyiksa nona Luna, saya akan mengatakan kalau tuan memang salah.." Ucap Jack takut, jika Zion akan marah padanya..
"Ya.. aku setuju dengan Jack.."
"Apa kalian berdua menyalahkan ku?" Tanya Zion marah, dan menarik kerah baju milik Jack..
Dallas pun yang melihat perilaku aneh sahabatnya itu langsung melayangkan pukulan tepat di pipi Zion, yang membuat pria itu tersungkur dengan darah yang mengalir di sudut bibirnya..
"Kau sudah tidak waras Zion!! Kenapa kau memukul Jack? Dia hanya menjawab pertanyaanmu saja." Geram Dallas,
Zion menyeka darah yang mengalir di sudut bibirnya dan berdiri.. "Kalian berdua menyalahkan ku?"
Dallas membuang wajahnya kasar,
"Zion sadarlah, kau tengah mabuk sekarang.. jika kau ingin bertanya apapun tentang Luna bicarakan saja besok, kembali ke kamarmu dan istirahat.." Kata Dallas yang tampak khawatir dengan Zion, yang sudah banyak meneguk wine..
Zion tampak sempoyongan, namun berusaha untuk berdiri dengan tegap.. "Tidak-tidak.. jawab pertanyaan ku dulu, apa aku salah jika menyiksa gadis bodoh itu?" Tanya Zion masih berusaha untuk sadar sepenuhnya namun sebenarnya ia sudah benar-benar tidak sadar..
Dallas berdecak,
"Ya, itu memang salahmu.. Luna tidak tahu apapun tentang kejadian itu, dia sudah sangat tersiksa atas perlakuanmu padanya. Apa jika dengan kau menyiksa Luna, arwah adikmu akan tenang dan bisa kembali bangkit? Tidak ada gunanya Zion.. Minta maaf kepada Luna atas perbuatan kejam mu padanya," Jawab Dallas emosi, ia tidak perduli apakah Zion mendengar jelas dirinya atau tidak karena saat Zion sedang dalam keadaan mabuk,
Bruuukkkk...
Zion menjatuhkan dirinya ke lantai karena tidak mampu menahan berat badannya sendiri, kepalanya terasa sangat pusing dan berat akibat ia terlalu benyak menegak alkohol nya.. Dallas terlihat menekan dahinya pelan, merasa kalau Zion sangat membuatnya repot..
Dallas dan Jack pun akhirnya membawa tubuh besar Zion dengan kesusahan ke dalam kamar nya, sesekali Zion tampak mengigau dengan suara yang cukup jelas terdengar di telinga Dallas..
"Maaf.........."
"Maafkan aku............
"Maafkan akuuuuu.............
"Ini adalah kesalahanku, bukan kesalahan mu....... jangan marah kepadaku..........."
Dallas yang mendengar itu pun tampak merasa kalau Zion tengah menyesali perbuatan nya kepada Luna.. meskipun dalam keadaan mabuk dan tidak sadarkan diri..
Flashback off........
.
.
.
.
bersambung