NovelToon NovelToon
ALEEYA (Berawal Dari Talak 3)

ALEEYA (Berawal Dari Talak 3)

Status: tamat
Genre:Cerai
Popularitas:3.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Tiny Flavoi

Aleeya telah dijatuhi talak tiga oleh suaminya karena melakukan kesalahan yang tidak disengaja.

Namun setelah Marco menyadari bahwa kesalahan itu tidak sepenuhnya salah Aleeya, ia pun ingin kembali rujuk.

tapi apalah daya, Marco terlanjur menjatuhkan talak tiga pada Aleeya. jadi menurut hukum agama, Aleeya bukan perempuan yang halal lagi untuk Marco nikahi lagi, kecuali Aleeya menikah dahulu dengan pria lain lalu bercerai, maka ia akan kembali halal untuk Marco nikahi kembali.

Marco meminta Marcell untuk menjadi suami kontrak Aleeya.

akankah Marcell menyetujui permintaan kakaknya itu ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiny Flavoi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tidak jadi bekerja

sudah satu Minggu Aleeya dan Marcell tinggal dirumah kontrakan. rumah yang hanya memiliki satu ruang tamu tanpa perabotan, satu kamar dengan kasur lantai beserta lemari pakaian berbahan plastik, satu dapur dan satu kamar mandi yang dibuat sehemat mungkin.

kursi atau sofa yang seharusnya berada diruang tamu diganti dengan karpet gulung ala kadarnya. Dapur yang seharusnya menjadi tempat menyenangkan untuk memasak, tapi kini hanya tersedia kompor dua tungku biasa serta peralatan memasak sederhana lainnya. dan dikamar mandi pun hanya tersedia ember berukuran sedang sebagai penampung air dan kloset jongkok.

Awalnya terasa sulit buat Aleeya menerima kenyataan ini. dari kecil ia sudah terbiasa hidup mewah dan tidak pernah kekurangan. meskipun ia bekerja dikantoran sebagai staff biasa, itu semata-mata hanya untuk mengisi waktu saja karena Aleeya tidak mau tinggal bersama kedua orangtuanya di New York.

" bangun, Cell !! ini sudah siang, aku akan berangkat kerja. Marcell ayo cepat bangun !!"

Aleeya sudah dengan setelan kantornya tengah menggoyang-goyangkan tubuh suaminya yang masih meringkuk diatas karpet ruang tamu.

" hhmmm."

Marcell hanya melenguh tanpa membuka matanya yang masih terpejam.

" ayo bangun !! kau mau mengantarku tidak ?"

Aleeya memegang pipi Marcell dan kembali membangunkannya. namun ia terkejut saat menyadari tubuh suaminya itu mendadak panas.

" Cell, kamu demam ?"

punggung tangan Aleeya berpindah ke dahi Marcell. dan ternyata memang benar, suhu tubuh suaminya itu panas.

" kamu demam Cell. tunggulah, aku akan mengompres mu dengan air dingin."

aleeya pun segera beranjak ke dapur mengambil wadah lalu mengisinya dengan Air kran. setelah itu membawa kain berbahan handuk untuk mengompres dahi Marcell agar suhu tubuhnya segera turun.

" sebaiknya kamu pindah ke kamar, Cell. sudah satu Minggu kamu tidur di karpet lantai ini. lihatlah ! kamu sakit kan ?!"

" hhmmm.. aku tidak apa-apa. kamu kekantor naik taksi ya, aku ga bisa mengantar mu."

lirih Marcell masih menyembunyikan tubuhnya dibalik selimut.

" aku tidak jadi masuk kerja."

" lho kenapa ? aku baik-baik saja, sana pergi !!"

Marcell sedikit membentaknya. rasa pusing dikepalanya ia tahan dulu agar Aleeya tidak terlalu mengkhawatirkan keadaan nya.

" aku tidak bodoh, marcell. jelas-jelas kamu ini sakit masih saja menyangkalnya. lihatlah ! badanmu ini demam. mana ada orang demam dikatakan sehat."

oceh Aleeya gemas melihat tingkah Marcell yang selalu keras kepala dan menganggap enteng itu.

" oke, aku memang demam. tapi aku masih kuat melakukan apapun sendiri. aku tidak perlu bantuan mu. sana pergi !! jangan jadi karyawan yang buruk dengan sering membolos atau terlambat datang."

Marcell malah menggurui dengan menasehati Aleeya.

" oke fine, aku akan berangkat sekarang. aku tidak akan peduli lagi apakah kamu sakit ataupun sebaliknya. dasar keras kepala !! "

Aleeya pun beranjak ke kamar untuk mengambil tasnya.

Marcell melepas balutan selimut ditubuhnya. ia berusaha bangun hendak ke kamar mandi. namun baru saja tiga langkah tiba-tiba pandangannya berubah kabur, kepalanya terasa berputar-putar dan tubuhnya oleng seperti ada gempa. ia berusaha berpegangan pada dinding namun pusing dikepalanya membuat ambruk seketika.

Aleeya yang mendengar suara ambruk dari kamarnya itu langsung keluar. dan mendapati suaminya sudah tersungkur dilantai.

"Marcell !!"

dengan sekuat tenaga Aleeya membopong Marcell ke kamarnya. merebahkan tubuhnya yang lemah diatas kasur lantai yang sudah satu Minggu ini mau tidak mau menjadi tempat ternyaman untuknya.

dengan cekatan Aleeya membuat bubur untuk Marcell. lalu menyuapinya dengan sangat hati-hati.

" setelah makan kita ke dokter ya..."

ucap Aleeya seraya meniupkan bubur panas dalam mangkuk yang dipegangnya.

" aku tidak apa-apa. untuk apa ke dokter."

ucap Marcell masih tak tau diri.

" tidak apa-apa bagaimana, kamu sakit Marcell. aku istrimu, biarkan aku mengurusmu."

ungkap Aleeya gemas dengan sikap Marcell yang selalu keras kepala itu.

telapak tangan Marcell menyentuh lembut pipi Aleeya.

" maafkan aku Aleeya. aku belum bisa membuatmu bahagia. tapi bila kamu ingin kembali pada Marco bilang saja. aku akan menandatangani nya."

desih Marcell menatap intens kedua mata wanita yang kini ada dihadapannya.

" dengan kamu mempertahankan ku saja aku sudah bahagia. aku sudah memilih dirimu untuk menjadi imam ku."

dan senyuman dibibir Marcell pun perlahan merekah. Aleeya pun tersenyum seraya menyuapkan sendok berisi bubur buatannya pada suaminya tersebut.

" jangan tidur di karpet lagi ! aku ingin berbagi kasur tipis dan kecil ini bersamamu."

ucap Aleeya.

" aku takut kamu merasa sesak bila harus tidur bersama di kasur ini. makanya aku mengalah tidur di karpet depan."

ungkap Marcell sambil menyantap suapan bubur dari tangan Aleeya.

" tidak masalah yang penting bersamamu."

jawab Aleeya tersipu. rona merah diwajahnya tak mampu ia sembunyikan lagi.

" kenapa dengan wajahmu ? apa perona pipinya terlalu tebal ? sehingga tampak seperti Pikachu begitu."

tanya Marcell meledek dan mendapat cubitan keras diperutnya oleh Aleeya.

" aawww !!"

Marcell meringis kesakitan.

" makanya jangan meledek !! enak saja aku disamakan dengan Pikachu. ayo habiskan buburnya !! setelah ini kita akan ke dokter."

ucap Aleeya lalu kembali meraih bubur dalam sendoknya yang disuapkan pada mulut Marcell yang otomatis terbuka.

" gara-gara aku, kamu jadi tidak pergi ke kantor."

" ssttt!! jangan banyak bicara Marcell. udah sakit masih saja bawel."

" siapa yang bawel, aku kan ha---- aaww... kepalaku pusing sekali."

Marcell kembali memijat-mijat pelipisnya.

" tuh kan ku bilang juga apa. jangan banyak bicara ! ayo cepat habiskan buburnya !!"

kali ini Marcell pun menurut karena kepalanya benar-benar pusing serta perutnya yang sedikit mual.

setelah selesai makan, Aleeya pun segera memesan taksi online untuk mengantar Marcell berobat ke klinik yang tidak begitu jauh dari rumah kontrakannya.

.

.

.

.

1
Darra A Cheh
Kecewa
Widya Zahira
Luar biasa
Jumiah
jangan sampai marcel mau dua2 nya ..klo mau dua2 ,mendingan kmu aleya mengalah ,kmu aleeya ntti akan ketemu yg lebih baik ,aleeya orang baik ketemu nya yg baik jua
ya thor...lanjut..
Jumiah
aq salut bangat sma aleya...
klo marscel sampai memilih sabrina,
marchel pastikan menyesal ...
Jumiah
aq salut sma kmu al ...
klo sampai marscel melepas mu aly pasti menyesal...marscel ..
Jumiah
thor pertemukan jua alya sma orang yg tulus cencitai alya ,suatu saat nya ntti marscel menyesal ...lanjut thoe...
Nur Laili
😢😭😭😭😭
Nnek Titin
hatikuuu ngiluuuu saking sedihnyaa
Nnek Titin
seruuuuu
Suminto Hadi
good
Vr_n 16
sakit banget gak sih di posisi sabrina
soalnya dia gak tau apa2 dan gak jahat pula
dia hanya emosi krn tersakiti

author, buat cerita khusus utk sabrina dong
kyaknya seru deh, soalnya dia ada di posisi tersakiti, di kecewakan dan kehilangan kepercayaan utk org yg di cintainya
Alya Yuni
Smoga Marcell dan Aleeya bhgia brsama keluarga brunya
Alya Yuni
Dsar si Marco jhat
Alya Yuni
Prmpuan ko bodoh amat si mau nikah 3 kali dsar bodoh
Alya Yuni
Prmpuan ko mau nya gitu mau nikah brpa si
prmpuan yg bodoh mau rujuk blik di suruh lki lain bru rujuk balik
trllu ribet
Alya Yuni
Ribet bngat si klo agama Katolik mau rujuk blik tinggl memprbharui pemberkatn bkn suruh prmpuan nikah dng lki lain bru rujuk
lki yg bodoh maunya gitu
Rahmawaty❣️
Ya jelas bedalah yg obral dan yg mahal😁😁
Rahmawaty❣️
Kata² mutiara nya bagus²
Rahmawaty❣️
wihhh kost'an 200 pintu😅
Rahmawaty❣️
Wahhhh trnyta suster mila baik . Maaf ya mila aku sempet suudzon sma dirimu😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!