NovelToon NovelToon
Cinta Dalam Perjodohan

Cinta Dalam Perjodohan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Obsesi / Beda Usia / Pernikahan rahasia / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: Marica

Maaf untuk para readers jika kalian merasa bingung saat karya ku ini berganti judul. Setelah aku pikir-pikir judul Izinkan aku mencintaimu kurang pas dengan isinya jadi aku ganti dengan judul Cinta Dalam perjodohan.

Erlangga Bayu Pramuja, anak bungsu dari Egi Pramuja dan Monica Alandra Putri Pramuja, Si Playboy, pemain cinta, dan pecinta one night stand.

Dijodohkan oleh keluarganya dengan perempuan yang polos dan dari keluarga yang sederhana. Akan tetapi siapa sangka Erlangga akan jatuh hati dan dibuat jungkir balik oleh gadis yang jauh dari tipenya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perbedaan Alana dan Dinda

Erlangga masih menikmati batang bernikotin di dalam ruang VIP salah club malam. Pikirannya masih tertuju pada perempuan yang akan menjadi istrinya.

“Ada apa. Dari tadi gue perhatikan lo kayaknya lagi gak mood?” tanya Zaki.

“Gue dijodohin,” jawab Erlangga tanpa basa-basi.

Zaki dan Hendri saling bertukar pandang. Dua kata itu berhasil membuat Zaki dan Hendri tergelak. Kedua laki-laki itu merasa itu adalah hal yang sangat lucu.

“Apa? Lo dijodohin?” Zaki bertanya balik pada Erlangga untuk memastikan jika pendengarannya tidak salah.

Diamnya Erlangga pun menjawab pertanyaan Zaki. Hal itu berhasil membuat Zaki dan Hendri tergelak kembali.

Erlangga hanya terdiam. Anak bungsu Egi Pramuja itu tidak peduli dengan tawa kedua temannya.

Erlangga mengepulkan asap rokok dari mulutnya lalu mematikan rokoknya pada asbak yang ada di atas meja.

“Seksi gak? Lebih cantik dari Dinda atau perempuan-perempuan yang lo kencani selama ini gak?” Pertanyaan yang Hendri lontarkan terkesan sedang meledek dirinya.

Erlangga masih terdiam. Rasanya malas untuk menjawab pertanyaan dari Hendri. Erlangga sudah bisa menebak kedua temannya itu hanya akan menertawakan dirinya jika mereka tahu gadis seperti apa yang maminya pilihkan untuknya.

“Gue balik ya,” pamit Erlangga.

“Tumben? Ini masih jam 3 pagi,” ucap Zaki.

“Dia lagi belajar jadi suami rumahan,” ejek Hendri.

Sudut bibir Erlangga tertarik ke atas lalu melempar bungkus rokok yang sudah kosong.

“Yang penting gue sudah punya calon pendamping.” Erlangga balas mengejek Zaki dan juga Hendri. “Dari pada lo berdua?” Erlangga tersenyum seolah sedang mengejek kedua sahabatnya itu.

“Gue balik, semua ini gue yang bayar,” ucap Erlangga sebelum keluar dari ruang VIP club malam itu.

“Thanks,” ucap Zaki dan Hendri bersamaan.

Erlangga keluar dari club malam. Langkahnya menuju ke tempat mobilnya terparkir. Saat akan masuk ke dalam mobil, seseorang menghalanginya.

“Erlangga.”

Hanya mendengar dari suaranya saja, Erlangga sudah tahu siapa yang menghalanginya masuk ke dalam mobil.

“Dinda.”

Erlangga menutup pintu mobilnya kembali. Ia mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam mobil.

“Ke mana saja kamu?” tanya Dinda. “Aku dari tadi nelepon kamu, chat kamu, bahkan aku sampai nyariin kamu ke tempat ini.”

“Sibuk,” jawab Erlangga singkat.

“Sibuk apa sampai kamu tidak bisa sekedar membalas chat dari aku?” tanya Dinda. “Sibuk sama perempuan yang akan menjadi calon istri kamu?” tebak Dinda.

“Nah, itu kamu tahu,” ucap Erlangga tanpa rasa bersalah sedikitpun.

Dinda yang sudah dari tadi menahan rasa kesalnya kini sudah tidak bisa lagi menahan emosinya. Dinda pun mencengkram kerah kemeja Erlangga.

“Santai, Din.”

“Aku dari tadi nyariin kamu, aku rela nungguin kamu di sini. Tapi kamu enak-enakkan jalan sama perempuan lain.” Nada bicara Dinda terdengar sangat kesal.

“Kamu anggap aku ini apa?”

“Kamu kemarin bilang mau jadiin aku sebagai istri kamu. Tapi kenapa kamu malah jalan sama perempuan itu?” Dinda benar-benar meluapkan emosinya kepada Erlangga.

“Sorry, Din. Aku gak bisa menikah dengan perempuan yang tidak mami restui,” ucap Erlangga santai.

“Tapi kamu tidak bisa melakukan ini padaku, aku mencintaimu. Setidaknya berikan aku waktu untuk membuktikan pada keluarga kamu jika aku layak untuk menjadi istrimu,” pinta Dinda.

Erlangga menyingkirkan tangan Dinda yang sedang mencengkram kerah kemejanya.

“Tapi aku yang sudah gak punya banyak waktu lagi. Lagi pula dari awal hubungan kita itu hanya karena kita saling membutuhkan. Jadi ... jangan berharap hubungan kita bisa lebih dari ini,” ucap Erlangga.

“Tapi aku gak bisa jauh dari kamu.” Wajah Dinda nampak sudah sangat putus asa.

“Aku sudah terlanjur sayang sama kamu, Erlangga.” Mata Dinda sudah berkaca-kaca membuat Erlangga menjadi tidak tega.

Erlangga berdecak kesal. Itu alasan Erlangga tidak ingin terikat dengan sebuah hubungan. Rasanya dirinya serasa di dalam penjara.

“Ayo masuk! Aku anterin kamu pulang,” ajak Erlangga.

Erlangga melingkarkan tangannya ke pundak Dinda lalu membawanya masuk ke dalam mobilnya. Erlangga berjalan ke sisi lain mobilnya, lalu masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku kemudi.

Erlangga melajukan mobilnya meninggalkan area club malam itu bersama mobilnya serta Dinda.

Erlangga mengemudikan mobilnya. Sesekali mata Erlangga melirik ke arah Dinda yang masih terisak.

“Nih, kayaknya kamu butuh ini.” Erlangga memberikan kotak tisu kepada Dinda.

Dinda menerima kotak tisu yang diberikan oleh Erlangga. Dua lembar tisu Dinda ambil untuk mengusap air matanya.

“Sudahlah, berhenti menangis! Nanti dikira aku ngapa-ngapain kamu,” suruh Erlangga.

“Aku sedih karena kamu mau meninggalkan aku. Apa bagusnya perempuan itu sehingga mami kamu lebih memilih perempuan itu?” tanya Dinda

“Dia itu baik,” ucap Erlangga.

“Apa aku kurang baik?” tanya Dinda.

Jauh dari sangat kurang baik.

“Bukan hanya baik. Dia juga pintar.” Erlangga kembali memuji Alana.

“Apa aku tidak pintar?” tanya Dinda lagi.

Dia lebih pintar dan cerdik. Kamu memang pintar tapi lebih terkesan licik.

“Dia gadis mandiri.”

Eh?

Erlangga tidak tahu kenapa dirinya terus memuji Alana di depan Dinda.

“Apa aku juga kurang mandiri? Aku bekerja untuk membiayai hidupku dan juga adikku,” ucap Dinda.

“Apa dia lebih cantik dariku?” tanya Dinda.

“Tidak juga. Kamu itu lebih cantik dan seksi,” jawab Erlangga.

Tapi Alana cantik hatinya.

“Jika aku lebih dari perempuan itu ... terus kenapa mami kamu tidak setuju jika kamu menikah dengan aku?” tanya Dinda.

Perut Erlangga merasa bergejolak mendengar penuturan Dinda. Erlangga tahu jelas sifat dua perempuan itu sangat jauh berbeda. Dan yang pasti Alana jauh lebih baik dari Dinda. Hanya saja Erlangga belum tahu, apakah Alana bisa memuaskan dirinya di atas ranjang atau tidak?

Mendadak pikiran liar Erlangga datang. Sialnya justru pikiran liar itu ia bayangkan bersama Alana.

“Kamu kok diam saja? Kamu dengarin gak sih apa yang aku katakan?” omel Dinda.

“Sudahlah aku tidak ingin berdebat, sebentar lagi kita nyampe,” ucap Erlangga.

“Kamu nanti nginep ya,” pinta Dinda.

“Ya gak bisalah. Apa kata orang nanti jika aku menginap di rumah kamu,” ucap Erlangga. “Lagi pula selama ini aku juga gak pernah menginap di rumahmu.”

“Sejak kapan sih kamu peduli dengan omongan orang lain?” tanya Dinda.

Sejak aku kenal sama itu bocil.

Eh?

“Kamu kenapa sih dari tadi diam terus?” Dinda bertanya pada Erlangga.

“Aku cuma lelah, Din.”

Dinda merasa heran dengan sikap Erlangga, tidak biasanya Erlangga bersikap tidak peduli pada dirinya.

Tidak lama Erlangga memberhentikan laju mobilnya tepat di depan gerbang rumah yang ditinggali oleh Dinda.

“Sudah sampai. Turun gih,” suruh Erlangga.

“Kamu beneran gak mau nginep? Adik aku biasanya kalau malam minggu suka nginep di rumah temannya,” ucap Dinda.

“Lain kali saja,” jawab Erlangga.

Dinda melingkarkan tangannya ke lengan Erlangga dan menyenderkan kepalanya ke pundak partner ranjangnya itu.

“Kita sudah beberapa hari gak main loh,” rayu Dinda.

“Lain kali saja ... aku lelah,” kilah Erlangga.

“Tapi ....”

Erlangga menarik lengannya lalu mendaratkan kecupan tepat pada bibir Dinda. Hal itu Erlangga lakukan agar Dinda segera turun dari mobilnya.

“Lain kali saja ya. Aku benar-benar lelah.” Erlangga berucap penuh kelembutan kepada Dinda.

“Dan ini uang untukmu.” Erlangga mengambil uang dari dompetnya dan memberikannya kepada Dinda.

Mata Dinda langsung berbinar saat melihat uang yang Erlangga berikan. Dinda yakin jumlah uang itu lebih dari satu juta.

“Ini buat apa? Aku gak butuh ini ... yang aku butuhkan cuma kamu,” tolak Dinda.

Huh munafik

“Ambil saja, ini bisa kamu pake untuk beli makanan,” ucap Erlangga.

“Baiklah, aku terima. Terima kasih.” Dinda menerima uang yang diberikan oleh Erlangga.

“Ya sudah aku turun dulu. Kamu hati-hati di jalan,” ucap Dinda.

“Hmmmm.”

Tanpa Erlangga duga, Dinda menarik tengkuknya dan mendaratkan kecupan di bibirnya. Dinda mengecup bibir Erlangga dengan begitu rakusnya hingga membuat Erlangga kewalahan.

Erlangga menarik diri lebih dulu. Erlangga menggerakkan tangannya untuk mengusap bekas ciuman Dinda di bibirnya.

“Santai, Din.” Erlangga merasa sedikit kesal atas tindakan yang lakukan oleh Dinda.

“Maaf, itu karena aku sangat merindukan sentuhanmu,” jawab Dinda. “Ya sudah aku turun dulu. Terima kasih untuk uangnya.”

“Hmmm.”

“Daaah.” Dinda melambaikan tangannya ke arah Erlangga.

Erlangga tidak membalas lambaian tangan Dinda. Ia segera melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.

1
irma hidayat
bisa menahan 3thn asalnya hoby nya celap celup erlangga mungkin kah bisa nahan🤭
irma hidayat
jijik erlangga, masa sebaik alana dapat yg suka celap celup
Andrea
/Rose//Rose/
Nunung
Akhirnya gol juga bara sama levia 😁😁 aku seneng banget Thor love you Thor moga sehat selalu Aamiin .
ig: Marica_Author
aaaaaaaaaaaaa
Diana Susanti
ending boleh,,, tapi extra part dooong
Diana Susanti
mantab lg up MP nya yg sudah kadaluwarsa
Roza Roza
lama Kali up nya
Siti Syarifah
woalaaaah maunye
Diana Susanti
50 jeti,,, hohohoho aku mauuuuuuuuuuu
ig: Marica_Author: Tadinya mau 100 juta, tapi kayaknya kebanyakan. Jadi 50 juta aja. Emang ya enaknya dunia halu kek gini. Mau ngapain aja juga sah sah aja
total 1 replies
suci ika rachmawati
tinggal bilang i love u
Diana Susanti
cinta nya bara nggak kehitung sama vie
Siti Syarifah
Luar biasa
Diana Susanti
cika hamil
ig: Marica_Author: tunggu part selanjutnya ya Kak.
total 1 replies
Roza Roza
kurang greget bacanya,up nya lama dan kurang panjang
ig: Marica_Author: kalau panjang takut bosan😅😅😅😅.

Terima kasih juga sarannya
total 1 replies
Nunung
Tenang levia si Mak lampir sudah mereka atasi ya .see you Thor moga sehat selalu Aamiin .
Nunung
tuh levia gimana gak baiknya bara nyari kueh sampai ke Bogor demi sang istri tercinta....hehehe padahal mah biar levia jangan marah karena habis menghukum si pelakor Arini,
Roza Roza: up nya kpan lagi ya,lagi seru2 nya
total 2 replies
Nunung
Lama lama aku gemes banget ma mereka berdua...,..aku nungguin levia lulus dari sekolahnya , biar mereka cepet cepet bisa unboxing 🤭🤭🤭🤭 . ku beri bintang 5 ya Thor 👍👍👍 top banget .
ig: Marica_Author: amin 🥰🥰🥰🥰🥰
total 3 replies
Nunung
🤣🤣🤣🤣 puas kau Arini dapat hukuman dari 3 lelaki ganteng , makanya kalau hidup itu cari yg aman aman saja Arini jangan serakah kan jadi ke bongkar semua kejahatan mu .
suci ika rachmawati: Hahaha...lanjutkan...arini biarkan membusuk d situ
total 1 replies
Nunung
Ahh Arini kamu cari masalah dan mencari kematian mu sendiri.... selamat menikmatinya . lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!