kematian membuat dia hancur, namun kematian orang yang disayang juga yang membuat dirinya bangkit.
Berjuang dan bertarung menjadi jalan hidupnya yang baru, jalan hidup menuju keabadian. Anak polos yang menjadi harapan bagi semua manusia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartimbulSiregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Dalam kekagetannya sosok hitam itu mengeluarkan pukulan jarak jauh yang mengandung tenaga dalam tinggi.
"Wwwuuutttt!!
Angin tenaga dalam dari pukulannya berderik.
"Bammmm!!!
"Aaaaakkkhhhhh!!"
Jeritan kesakitan dan kematian dari seorang perempuan yang terkena pukulan itu mengagetkan seisi rumah.
Puluhan pengawal rumah itu langsung melompat dan naik keatas kamar, sosok itu benar-benar terkurung. Semua pengawal itu sudah memegang senjata dan siap membantai pencuri itu.
"Sial...!!" Gumam sosok itu dan terbang berniat untuk melarikan diri. Tapi langkahnya terhenti saat puluhan anak panah menyerangnya, anak panah itu berasal dari pengawal rumah megah itu.
Sosok itu melenting indah dan mendarat di tanah, belum sempat dia bernapas lega puluhan pengawal sudah mengurungnya dan seperti tak membiarkannya untuk lolos. Tak akan memberikan dia ruang untuk melarikan diri.
"Hiatttttt!!"
Puluhan pengawal itu menyerang dengan pedang ditangan, mereka menyerang bersama-sama dan membabi buta, tapi sosok itu bukanlah sosok biasa, dia berhasil menghindari semua serangan dari pengawal rumah itu.
"Desssss ... Baaaammm...!!"
Bahkan setiap dia menyerang selalu saja jeritan kesakitan dari pengawal yang terdengar, hanya sebentar beberapa pengawal sudah terbaring tewas di tanah.
Pengawal yang masih hidup ragu untuk menyerang, mereka mengurung sosok hitam itu tapi tak berani untuk menyerang.
"Mundur kalian semua! Kalian bukan lawan nya."
Suara keras dari dalam rumah terdengar yang diikuti dua sosok terbang dengan langkah yang ringan.
"Sial, aku sepertinya lagi apes hari ini. Tapi bagaimana pun juga aku harus bisa meloloskan diri!" gumam sosok itu
"Ragil, aku saja yang menghadapinya. Kau duduk santai saja." ucap salah satu yang baru datang itu.
"Tidak Gopal, kita sama-sama saja. Dengan begitu kita akan mudah meringkus nya." jawab Ragil yang tak mau menerima perintah dari Gopal.
"Hehehe!!"
"Baiklah"
Dua orang yang baru datang itu mendekat kearah pencuri itu.
"Hey kau! Apa yang membuatmu begitu memiliki nyali menyantroni rumah ini? Aku kagum dengan keberanianmu, Tapi sayang, kau tak akan bernapas untuk esok hari." kata Ragil.
Sosok itu diam, dia menyiapkan tenaga dalamnya, dia mengenal dan mengetahui Ragil dan Gopal, julukan mereka di dunia persilatan sepasang maut.
Sosok itu bukan takut, tapi kalau harus bertarung dia pasti akan mengalami luka yang tak ringan, bukan juga tak mungkin dia akan tewas.
"Tak ada jalan lain selain bertarung, selain itu aku akan mencoba untuk melarikan diri." gumam sosok hitam itu.
"Jangan berpikir untuk melarikan diri, kau akan mati disini. Kuburanmu telah kau gali sendiri" ucap Ragil.
Ragil mengalirkan tenaga dalam ke tangan nya, tangannya mulai menghitam, begitu juga dengan Gopal, dia melakukan hal yang sama mengalirkan tenaga dalam ke seluruh tubuhnya.
"Baik, majulah kalian." ucap sosok hitam itu.
Ragil dan Gopal maju bersamaan, keduanya mengeroyok sosok hitam itu. Sosok hitam itu hanya mampu bertahan, dia tahu untuk menyerang harus dengan strategi yang sempurna.
"Bammmm ... Desss...!!"
Dentuman keras selalu terdengar setiap kali tenaga dalam mereka berbenturan.
Ragil bersalto ke udara dan memukul arah kepala, sosok itu menghindar ke kanan tapi Gopal sudah memprediksi dan menyiapkan pukulan terkuatnya.
Sosok itu kaget saat tahu Gopal sudah menunggunya tapi dia mampu menguasai dirinya. Dia memaksa untuk menahan dengan tenaga dalamnya, karena memang tak ada lagi waktu untuk menghindar.
"Blarrrrr!!"
Kembali benturan terjadi, dan kembali dentuman terdengar, Gopal dan sosok itu sama-sama terlempar ke belakang, meskipun tak sampai jatuh tapi dari benturan itu kelihatan jika tenaga dalam kedua nya cukup berimbang.
Saat debu-debu menghilang sebuah lobang besar menganga ditanah, hasil dari benturan dua kekuatan tenaga dalam tinggi.
"Hahahaha!!"
"Tak ku sangka jika kau sekarang telah menjadi pencuri!" ejek Ragil.
Sosok itu kaget karena Ragil mengenalinya.
"Kau mencari ini kakek tua??" tanya Gopal yang telah memegang topeng dari sosok hitam itu.
"Sialan, aku ketahuan. Meskipun selamat aku pasti akan menjadi buruan dari pendekar dunia persilatan. Tak mengapa yang penting aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan." gumam sosok hitam itu.
"Aku akan mengalihkan dan segera melarikan diri secepat mungkin." gumam sosok itu.
Sosok hitam itu tak mau lagi menunggu Ragil atau Gopal menyerang, dia mengambil inisatif untuk menyerang. Sosok hitam itu melesat terbang kearah Ragil dan Gopal.
Ragil dan Gopal berpencar, mereka tahu jika menyerang dari dua arah maka sosok hitam itu tak akan mampu meladeni mereka.
"Blarrrrr!!"
Sosok hitam itu mengirimkan pukulan jarak jauh ke arah Gopal, Gopal melompat menghindar dan waktu yang sekejap itu sosok hitam itu menyerang ke arah Ragil.
Kedua nya terlibat dalam beberapa jurus sebelum Ragil memberikan pukulan ketengah tubuh sosok itu, tapi ternyata bukan hanya sosok itu yang terkena pukulan, tapi Ragil juga merasakan pukulan di pundak nya.
"Akkkkkhhhhhh!!"
Kedua nya sama-sama terlempar, sosok itu jatuh berdebum ke tanah, hal yang sama juga dialami oleh Ragil.
"Dia sudah menerima racun ku, dia tak akan mungkin bertahan jika kita menyerangnya secara terus-menerus" kata Ragil yang mulai kepayahan.
"Tapi kau sudah terluka. Kau sebaiknya istirahat, pulihkan sebentar tenaga dalam mu. Aku akan mengulur waktu." kata Gopal.
"Tidak, mari kita serang bersama-sama." tolak Ragil.
Gopal tak lagi membantah, dia menerima saran dari saudaranya itu.
Kedua nya melesat dengan kecepatan penuh.
Tapi sebuah sinar putih menghentikan gerakan mereka.
"Blarrrrr ... Bammmm..!!"
Sinar putih itu energi dari pukulan jarak jauh milik dari sosok hitam itu, pukulan jarak jauh itu menghantam tanah dan membuat debu beterbangan sehingga pandangan menjadi kabur.
"Sialan!!"maki Ragil yang melemparkan tubuhnya ke samping, Ragil kembali bersiaga untuk menyerang sosok hitam itu tapi debu menutupi pandangan mata nya.
Saat debu debu hitam itu menghilang sosok hitam yang menjadi lawan mereka telah menghilang dan tak ada lagi di halaman rumah mewah itu.
"Sialan! cari cepat. Dia tak akan mampu bergerak cepat. Dia sudah menerima racun kobra ku." perintah Ragil pada anak buahnya.
Para pengawal segera berpencar mencari keberadaan sosok hitam itu.
Sosok hitam itu memang sudah merencanakan dengan matang cara melarikan diri, dan dia berhasil dengan baik, sosok hitam itu melompat saat debu menutupi pandangan Ragil dan Gopal.
"Racun dari Ragil memang sangat membahayakan, tak bisa dipandang sebelah mata." sosok hitam itu memuji racun dari Ragil.
Sosok hitam bergerak cepat, tapi perlahan gerakan nya mulai melambat.
"Aku harus bergerak lebih cepat, aku yakin mereka akan mencariku, Secepatnya aku harus meninggalkan kota ini."
Sosok hitam itu memaksakan diri nya untuk pergi keluar dari kota bunga.
"Aku akan memberikannya kitab ini."