Season 1
Berawal dari sebuah pertemuan yang di penuhi pertengkaran hingga mereka berdua tanpa sadar sama-sama saling takut kehilangan. Namun, kisah mereka tidaklah mudah, Davino Alexander yang memiliki sifat tempramental jatuh cinta pada Aluna Salsabila yang memiliki sikap keras kepala yang tinggi. Banyak sepak terjang yang terjadi di hubungan mereka berdua. Sanggupkah Davino menghadapi tingginya sikap keras kepala dari Aluna dan sanggupkah pula Aluna merubah sifat Davino yang tempramental?
Season 2
Johan Saputra yang tidak lain asisten dari Davino, jatuh cinta dengan sahabat Aluna yaitu Mila yang memiliki otak yang sedikit gesrek. Kesabaran Asisten Jo di uji saat menghadapi sikap Mila yang benar-benar di luar wanita normal pada umumnya tetapi mampu membuat hari-hari Asisten Jo menjadi lebih berwarna.
Jangan lupa ikuti keseruan mereka dan tinggalkan jejak kalian.
Salam sayang dari Author Recehan 😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
03
Banyak bisik-bisik yang mulai terdengar di lantai bawah sesaat setelah lift yang di naiki Tuan Davin dan Asisten Jo itu bergerak naik.
"Apa itu bos kita yang baru? Ternyata ganteng banget," Mila berteriak heboh.
"Iya ya, kalau ganteng macho gitu mah aku mau dong jadi istrinya," tambah Citra
"Ye, gue juga mau kalau gitu mah," Nia tak mau kalah.
"Yaelah, bocah-bocah pada kesambet apa sih pagi-pagi gini pada ngerumpi disini. Gak takut pada di marahi si mata sipit apa?" Aluna datang membuyarkan ke haluan mereka bertiga. Mereka bertiga lalu menarik Aluna mendekat.
"Elo tau gak Lun? ternyata bos kita yang baru itu masih muda,macho ganteng banget lagi," kata Mila antusias.
"Iya Lun. Asistennya juga gak kalah ganteng, gue jadi istrinya gak cuma mau tapi mau bangeett "
"Astaga, anak-anak pagi hari udah pada halu aja. Ingat kita kerja woyy kerja!" Kata Aluna sambil berlalu pergi. Ketiga anak itu pun mengikuti Aluna dari belakang seperti anak ayam yang mengikuti induknya.
"Elo sih Lun belum lihat orangnya. Coba kalau udah lihat dijamin klepek-klepek deh," Citra mengompori Aluna namun Aluna tidak menanggapi. Mereka berempat naik ke lantai lima di mana tempat mereka berempat bekerja.
"Haishh ganteng atau enggak sama aja. Yang penting cowok tuh tanggung jawab bukan cuma ganteng aja," kata Aluna kemudian duduk di kursi kerjanya. Namun ketika akan duduk dia merasa nyeri di lututnya.
kenapa gue bisa lupa kalau celana gue bolong dan lutut gue luka sih. Batin Aluna. Diamnya Aluna pun tak luput dari perhatian mereka bertiga.
"Kenapa Lun?" tanya Citra saat melihat Aluna tidak jadi duduk. Mereka bertiga pun kompak melihat ke lutut Aluna. Mereka kaget melihat celana Aluna yang bolong juga ada bekas darah yg telah kering di lututnya.
"Loe habis tabrakan?" tanya Nia khawatir.
"Masak pembalap jatuh si," Aluna menatap tajam Mila. Mila yang merasa ditatap tajam Aluna cuma nyengir sambil mengangkat tangannya sambil menunjukkan tanda peace.
"Elo pikir pembalap bukan manusia apa? Ini tuh gara-gara pasangan homo sialan!" umpat Aluna sambil meremas kertas yang di pegangnya.
"Pasangan homo?" tanya mereka bertiga bingung.
"Ya, sang majikan dengan apem tersembunyi dan sang asisten yang bucin sama tuannya," Aluna semakin meremas kertas yang sudah tak berbentuk itu. Ketiga temannya itu pun cuma diam karena belum paham dengan apa yang Aluna katakan.
"Kalau aja gue ketemu lagi pengen gue remas-remas itu mulutnya yang kaya cabe bubuk level dewa naga bonar," Aluna mengerutukkan giginya karena terlalu gemas juga menahan emosi.
"Terus gimana kelanjutannya?" tanya Mila, meski belum paham tapi dia mencoba mencari tahu.
dasar bocah-bocah kepo. Umpat Aluna dalam hati.
"Ya gue yang luka. Motor gue lecet tapi gue yang harus tanggung jawab padahal mobilnya cuma lecet seperti sehelai rambut doang,"
"Emang berapa sih ganti ruginya?" tanya mereka bertiga penasaran.
"Yaelah, kenapa kalian kalau lagi kepo, kompak gini sih," Aluna memejamkan matanya. Sebenarnya dia sangat lelah karena semalam dia harus begadang menunggu ibunya yang sedang dirawat dirumah sakit.
"Dua puluh... " Aluna menghentikan ucapannya karena dia mulai mengingat sesuatu.
"Dua puluh ribu?" tanya Nia yang mulai penasaran.
"Dua puluh ribu emang mau beli soto Mbok Jum sama gorengan dua biji sama es teh doang!" Sewot Aluna.
"Terus berapa?"
"Dua puluh juta," jawab Aluna santai.