NovelToon NovelToon
Sistem Check-in Tiada Tanding

Sistem Check-in Tiada Tanding

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Di dunia modern di mana kultivasi berjalan beriringan dengan teknologi, Chen Mo adalah siswa jenius dengan nilai teori sempurna yang bermimpi menjadi kultivator hebat.

Namun, kenyataan pahit menghantam di hari kelulusan saat Upacara Kebangkitan menunjukkan bahwa dia hanya memiliki Bakat Rank F—level terendah yang dicap sebagai "sampah".

Kekecewaannya bertambah ketika teman masa kecilnya, Su Mengqi, yang membangkitkan Bakat Rank S, langsung memutuskannya demi mengejar masa depan bersama para elit.

Meskipun diremehkan oleh semua orang dan masuk ke Akademi Naga Bintang yang bergengsi hanya karena jalur akademis, Chen Mo tidak putus asa, terutama setelah dia secara tak terduga membangkitkan "Sistem Check-in".

Melalui sistem ini, dia mendapatkan hadiah tak terbatas mulai dari pil langka, teknik kuno, hingga uang tunai hanya dengan melakukan check-in di berbagai lokasi akademi.

Diam-diam, di balik tembok akademi yang penuh cemoohan, Chen Mo mulai menumpuk kekuatan dan kekayaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Suasana di ruang kelas dasar pagi ini terasa sangat berbeda dari biasanya.

Tidak ada lagi wajah murung atau tatapan putus asa dari para murid Rank E dan Rank F.

Mereka semua berkumpul di depan papan pengumuman digital raksasa yang menempel di dinding kelas.

Suara bisik-bisik dan gumaman penuh ketidakpercayaan terdengar saling bersahutan.

Chen Mo melangkah masuk ke dalam kelas dengan wajah datar dan tangan di dalam saku celana.

"Saudara Chen! Kau akhirnya datang!" panggil Wang Bo yang langsung berlari menghampirinya.

Wajah murid kurus itu memerah karena terlalu bersemangat, napasnya sedikit terengah-engah.

"Kau harus melihat papan pengumuman peringkat bulan ini, ini benar-benar gila!" ucap Wang Bo menarik lengan seragam Chen Mo.

Chen Mo mengikuti arah tunjukan Wang Bo dengan tatapan santai.

Di layar digital itu, nama Chen Mo dan Wang Bo bertengger gagah di urutan nomor satu dan nomor dua.

Poin kontribusi misi mereka mencapai angka seratus ribu, memecahkan rekor poin tertinggi sepanjang sejarah ujian praktik kelas dasar.

Sementara itu, kelompok Lin Feng dan Su Mengqi berada di urutan paling bawah dengan poin nol besar.

"Itu hanya efek dari beberapa batang rumput liar yang kita bawa kemarin," respon Chen Mo dengan nada bosan.

"Beberapa batang rumput liar katamu? Ginseng Tulang Besi itu membuat petugas pusat misi nyaris pingsan kemarin sore!" balas Wang Bo heboh.

"Mereka langsung memberikan kita poin maksimal tanpa banyak bertanya lagi."

Beberapa murid kelas dasar lain mulai menatap Chen Mo dengan pandangan penuh kekaguman dan rasa hormat.

Brak!

Pintu kelas ditendang terbuka dari luar dengan sangat keras, membuat seluruh murid terlonjak kaget.

Guru Zhao melangkah masuk dengan napas memburu dan wajah merah padam menahan amarah.

Rokok elektronik yang biasanya bertengger di bibirnya kini entah berada di mana.

Pria paruh baya itu berjalan lurus menuju papan pengumuman dan menekan beberapa tombol dengan kasar.

"Semuanya diam dan kembali ke tempat duduk kalian masing-masing sekarang juga!" bentak Guru Zhao.

Layar pengumuman itu seketika berubah menjadi gelap, menyembunyikan daftar peringkat yang baru saja membuat heboh.

"Peringkat yang kalian lihat barusan adalah sebuah kesalahan sistem, itu tidak sah," ucap Guru Zhao dengan suara lantang.

Murid-murid kelas dasar saling pandang dengan raut wajah kecewa, namun tidak ada yang berani memprotes.

Wang Bo menundukkan kepalanya dalam-dalam, tubuhnya mulai gemetar ketakutan melihat kemarahan wali kelasnya itu.

Chen Mo tidak bergerak dari tempatnya berdiri, dia justru bersilang dada menatap Guru Zhao.

"Kesalahan sistem dari mana tepatnya, Guru Zhao?" tanya Chen Mo memecah keheningan yang mencekam itu.

"Ginseng Tulang Besi dan Daun Darah Merah itu diverifikasi langsung oleh petugas pusat misi, bukan oleh sistem otomatis."

Guru Zhao menatap Chen Mo dengan tatapan penuh kebencian yang sangat mendalam.

"Jangan berpura-pura polos di depanku, Chen Mo!" tunjuk Guru Zhao tepat ke wajah pemuda itu.

"Bagaimana mungkin dua orang murid Rank F rendahan bisa mendapatkan herbal tingkat menengah dari zona dalam Hutan Kabut Hitam?"

"Kalian pasti mencurinya dari perbekalan murid elit lain, atau kalian membelinya di pasar gelap untuk memanipulasi poin!" tuduh Guru Zhao terang-terangan.

Tuduhan itu sangat konyol dan tidak masuk akal, namun Guru Zhao menggunakan otoritasnya untuk menekan kebenaran.

Chen Mo menghela napas panjang, merasa sangat lelah meladeni orang bodoh yang tidak tahu kapan harus menyerah.

"Guru Zhao, jika kau ingin memfitnahku, setidaknya gunakan sedikit logika di otakmu yang dangkal itu," balas Chen Mo datar.

"Uang dari mana aku bisa membeli herbal seharga ratusan ribu koin bintang di pasar gelap?"

"Dan murid elit mana yang cukup bodoh untuk membawa herbal mentah ke dalam hutan alih-alih membawanya pulang?"

Beberapa murid kelas dasar tanpa sadar menganggukkan kepala mereka, menyetujui logika masuk akal dari Chen Mo.

Wajah Guru Zhao semakin memerah karena malu disudutkan oleh muridnya sendiri di depan kelas.

"Diam kau! Aku adalah gurumu, keputusanku adalah mutlak di kelas ini!" teriak Guru Zhao kehilangan kesabaran.

"Aku akan menghapus semua poin kontribusimu dan Wang Bo, kalian berdua akan mendapat nilai nol bulan ini!"

"Siapa yang memberimu hak untuk mengubah poin kontribusi misi resmi dari akademi secara sepihak, Guru Zhao?"

Sebuah suara bariton yang berat dan berwibawa tiba-tiba terdengar dari arah pintu masuk kelas.

Semua orang menoleh serentak dan langsung menahan napas mereka karena terkejut.

Seorang pria tua dengan seragam biru tua berhiaskan medali emas berdiri di ambang pintu.

Beliau adalah Wakil Kepala Sekolah Liu, salah satu dari tiga orang paling berkuasa di Akademi Naga Bintang.

Di belakangnya, dua orang instruktur senior berjalan mengekor dengan sikap sangat hormat.

Guru Zhao langsung memucat seputih kertas, lututnya nyaris lemas melihat kedatangan petinggi akademi tersebut.

"W-Wakil Kepala Sekolah Liu! Sebuah kehormatan besar... apa yang membawa Anda datang ke kelas dasar yang kotor ini?" sapa Guru Zhao dengan nada gemetar.

Wakil Kepala Sekolah Liu tidak memedulikan sapaan menjilat itu, dia melangkah masuk dengan tatapan tajam.

"Petugas pusat misi melaporkan ada dua murid kelas dasar yang membawa herbal tingkat menengah yang masih sangat segar."

"Mereka bilang herbal itu memiliki sisa aura embun dari Hutan Kabut Hitam, yang membuktikan barang itu baru dipetik kurang dari dua puluh empat jam."

Wakil Kepala Sekolah Liu menatap lurus ke arah Guru Zhao dengan raut wajah sangat dingin.

"Dan sekarang aku mendengar seorang guru kelas dasar mencoba membatalkan poin mereka tanpa alasan yang jelas."

"Apakah kau mencoba menyalahgunakan kekuasaanmu, Guru Zhao?" tegur pria tua itu dengan suara berat yang menekan.

"T-tidak, Tuan! Saya hanya curiga mereka menggunakan cara curang," elak Guru Zhao dengan keringat dingin yang mengucur deras.

"Mereka hanyalah murid Rank F, tidak mungkin mereka bisa bertahan di zona dalam hutan beracun itu!"

Wakil Kepala Sekolah Liu mendengus pelan, menatap tajam ke arah Chen Mo yang berdiri dengan santai.

Chen Mo balas menatap petinggi akademi itu tanpa sedikit pun rasa takut atau rasa hormat yang berlebihan.

Bahkan, Chen Mo sedikit menyipitkan matanya karena mengenali pria tua ini.

Dia adalah orang yang sama yang menawar darah naga purba di Balai Lelang Bulan Gelap semalam.

"Dunia ini dipenuhi oleh misteri dan keajaiban, Guru Zhao. Bakat Rank F bukanlah alasan untuk membatasi potensi seseorang," ucap Wakil Kepala Sekolah Liu penuh teka-teki.

Pria tua itu kemudian berjalan mendekati Chen Mo, mengamati pemuda itu dari atas ke bawah.

"Siapa namamu, Nak?" tanya Wakil Kepala Sekolah Liu dengan nada yang sedikit lebih lembut.

"Chen Mo," jawab pemuda itu singkat tanpa menambahkan gelar kehormatan apa pun.

Instruktur senior di belakang Liu langsung memelototi Chen Mo karena dianggap tidak sopan, namun Liu mengangkat tangannya memberi isyarat agar mereka diam.

"Chen Mo. Poin yang kau dapatkan benar-benar sah dan sudah diverifikasi oleh komite tertinggi."

"Sesuai aturan akademi, murid dengan poin kontribusi tertinggi berhak mendapatkan akses penuh ke Fasilitas Elit Menara Bintang."

"Kau dan temanmu itu diizinkan pindah ke asrama elit mulai siang ini," putus Wakil Kepala Sekolah Liu secara resmi.

Pengumuman itu bagaikan bom yang meledak di tengah ruangan kelas dasar.

Wang Bo langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan, menangis sejadi-jadinya karena tidak percaya nasibnya berubah dalam semalam.

Guru Zhao menggigit bibirnya hingga berdarah, hatinya hancur lebur melihat sampah yang dia benci kini naik ke atas angin.

Chen Mo hanya mengangguk pelan menerima keputusan itu seolah itu adalah hal yang sangat biasa.

"Terima kasih atas keadilan Anda, Wakil Kepala Sekolah," ucap Chen Mo dengan nada formalitas yang dingin.

"Satu hal lagi. Aku harap Anda bisa mendidik staf pengajar Anda agar lebih sering menggunakan otaknya daripada emosinya."

Chen Mo melirik sekilas ke arah Guru Zhao, sebuah tamparan keras yang dilontarkan tanpa kontak fisik sama sekali.

Wakil Kepala Sekolah Liu tertawa pelan mendengar keberanian pemuda di depannya ini.

"Aku akan mengurusnya. Nikmati fasilitas barumu, Chen Mo," ucap pria tua itu sebelum berbalik dan pergi meninggalkan kelas.

Guru Zhao berdiri mematung di tempatnya, menanggung rasa malu yang luar biasa besar di hadapan seluruh muridnya.

Chen Mo menepuk bahu Wang Bo, menyadarkan murid kurus itu dari tangisan bahagianya.

"Kemas barang-barangmu sekarang, Wang Bao... kita akan pindah dari asrama kumuh itu," ajak Chen Mo santai.

Saat Chen Mo melangkahkan kakinya melewati pintu kelas dasar, suara mekanis sistem yang sangat jernih kembali terdengar.

Ting!

[Anda telah membalikkan keadaan dan merebut hak elit secara mutlak.]

[Mendeteksi lokasi check-in transisi tingkat tinggi di ambang pintu Kelas Dasar.]

[Apakah Anda ingin melakukan Check-in di lokasi ini?]

Chen Mo tersenyum tipis di lorong koridor yang sepi.

"Ya. Lakukan check-in."

1
Naga Hitam
Chen Mo kaleee...
Yui: nama marganya sama soalnya/Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
bantai💪💪💪
Hadi Hadi
is good💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
$umb@k
mantap👍👍👍💪💪💪
pecinta karya orang
lanjutkan karyamu thor💪💪💪👍
Hadi Hadi
lanjut💪💪😍
Hadi Hadi
mantap💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
up😍
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
lanjutkan😍😍💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
lanjut😍
Hadi Hadi
is good😍😍💪
Hadi Hadi
kenapa lembek banget menjekelkan
Hadi Hadi
siy💪💪
Hadi Hadi
bantai💪
Hadi Hadi
selamat😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!