NovelToon NovelToon
Istri SAH Yang Disia-siakan

Istri SAH Yang Disia-siakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cerai / Identitas Tersembunyi
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Irmayani Mursid

Aku bertahan di rumah ini karena aku mencintaimu, Ardi. Tapi mulai malam ini, demi harga diriku, jangan harap aku akan diam saja saat keluargamu menginjak-injakku lagi."

​Selama lima tahun, Sarah adalah menantu yang tak dianggap. Dia penurut, pendiam, dan selalu mengalah. Namun, ketika cinta dibalas dengan pengkhianatan ego, Sarah memutuskan untuk melawan. Ini bukan cerita tentang istri lemah yang menangis meratapi nasib, melainkan kisah Sarah yang mulai menuntut balik harga dirinya di dalam rumah tangga yang penuh tekanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irmayani Mursid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 Akhir Status Babu

Sejak malam jamuan makan itu, atmosfer di rumah terasa berbeda.

Ardi semakin jarang pulang dengan alasan kesibukan proyek. Sementara itu, Ibu Widya dan Rika justru semakin sering datang ke rumah Sarah.

Mereka mengira Sarah masihlah wanita penurut yang bisa mereka jadikan samsak pelampiasan ego kapan saja.

Namun, mereka tidak tahu bahwa Sarah yang sekarang bukan lagi Sarah yang dulu.

Sore itu, hujan rintik-rintik membasahi halaman.

Sarah sedang duduk di ruang tengah. Dia menikmati secangkir teh hangat sambil membaca sebuah majalah bisnis ketika pintu depan terbuka tanpa ketukan.

Ibu Widya masuk dengan menenteng tas mahal barunya, diikuti oleh Rika yang sibuk mengunyah permen karet.

Tanpa permisi, Ibu Widya langsung melemparkan jaket rajutnya ke atas sofa tepat di sebelah Sarah.

"Sarah! Ambilkan Mama air es. Di luar hujan tapi hawanya pengap sekali, bikin gerah. Sekalian itu jaket Mama digantung di kamar, jangan sampai lecek," titah Ibu Widya dengan nada memerintah yang sangat natural.

Beliau seolah sedang berbicara pada pembantu harian.

Sarah tidak bergerak. Dia bahkan tidak mengalihkan pandangannya dari halaman majalah yang sedang dibacanya.

Dia perlahan menyesap tehnya, lalu meletakkan cangkir porselen itu ke atas meja dengan ketukan pelan yang konstan.

Melihat tidak ada pergerakan, Rika mendengkus kencang.

"Heh, Sarah! Kupingmu dipasang tidak? Mama menyuruhmu ambil air, malah asyik baca majalah. Sejak kapan kamu sok tahu membaca majalah keuangan begitu? Mengerti juga tidak!"

Sarah perlahan menutup majalahnya. Dia mendongak, menatap Rika lalu beralih ke Ibu Widya.

Tidak ada lagi binar ketakutan atau mata yang berkaca-kaca. Yang ada hanyalah tatapan datar, dingin, dan kosong.

"Kalau Mama haus, dispenser ada di dapur. Tinggal tekan tombolnya, airnya keluar sendiri," ucap Sarah.

Suaranya terdengar sangat tenang namun membawa aura yang mencekam.

"Dan Mbak Rika, kalau tangan Mbak tidak sanggup untuk mengambilkan jaket Mama, biarkan saja jaket itu di sana. Rumah ini bukan hotel, dan aku bukan pelayan kalian!"

Ibu Widya terbelalak. Beliau langsung berdiri dari duduknya, menunjuk wajah Sarah dengan jari yang gemetar karena syok.

"Kamu... kamu berani bicara begitu pada Mama?! Ardi benar-benar salah memilih istri! Semakin hari kamu semakin kurang ajar!"

"Ardi tidak salah memilih istri, Ma. Tapi kalian yang salah menilai kesabaranku selama lima tahun ini," balas Sarah seraya berdiri tegak.

Postur tubuhnya yang tinggi dan anggun seketika mengintimidasi kedua wanita di hadapannya.

Rika mencoba membela ibunya. Dia maju mendekati Sarah dengan wajah menantang.

"Jangan sombong ya, Sarah! Kamu itu cuma menumpang hidup di rumah adikku! Rumah megah ini, baju yang kamu pakai, semuanya dibeli pakai uang Ardi! Kalau bukan karena Ardi, kamu mungkin sudah jadi gelandangan di luar sana!"

Sarah memandangi Rika dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan meremehkan. Senyum tipis tersungging di bibirnya.

"Menumpang hidup?" Sarah terkekeh pelan. Sebuah kekehan yang membuat Rika mendadak merinding.

"Mbak Rika tidak sadar kalau barang-barang mewah yang Mbak pakai hari ini dibeli dari uang yang kalian peras dari Ardi setiap bulan?

Tanpa aliran dana dari rumah ini, kalian bahkan tidak akan bisa mempertahankan gaya hidup sok kaya kalian itu. Sadar diri, Mbak, siapa benalu yang sebenarnya di sini."

"Kamu—" Rika kehabisan kata-kata. Wajahnya memerah padam karena rahasia memalukannya dibongkar begitu saja.

Ibu Widya yang tidak terima putrinya dipojokkan, ikut melangkah maju.

"Cukup, Sarah! Jangan berlagak seperti kamu yang paling berjasa! Kamu itu wanita mandul yang tidak berguna untuk keluarga ini! Mengurus anak saja tidak bisa, sekarang mau mengurus harta Ardi?!"

Kalimat "mandul" itu kembali terlontar. Dulu, kalimat itu akan membuat Sarah menangis tersedu-sedu di kamar.

Tapi hari ini, kalimat itu justru terdengar menggelikan di telinganya.

"Ma," potong Sarah dengan suara yang tegas dan tajam bagai silet.

"Ma," potong Sarah dengan suara yang tegas dan tajam bagai silet.

"Sebelum Mama menghina rahim orang lain, pastikan dulu putra kebanggaan Mama itu sudah memeriksakan dirinya ke dokter. Jangan-jangan, alasan kenapa rumah ini sepi bukan karena aku, tapi karena putra kebanggaan Mama yang sebenarnya bermasalah."

Plak!

Ibu Widya mengangkat tangannya, mencoba menampar wajah Sarah.

Namun, dengan sigap dan cepat, Sarah mencengkeram pergelangan tangan ibu mertuanya itu di udara!

Cengkeramannya begitu kuat hingga Ibu Widya meringis kesakitan.

"Lepaskan! Kurang ajar kamu, Sarah!" jerit Ibu Widya.

Sarah tidak langsung melepaskannya. Dia justru menarik tangan Ibu Widya sedikit lebih dekat, lalu berbisik tepat di depan wajah wanita tua itu.

"Jangan pernah coba-coba menyentuhku lagi, Ma. Tangan ini tidak akan ragu untuk membalas lebih keras jika Mama masih belum bisa menjaga sopan santun di rumah orang lain."

"Cukup lima tahun aku mengalah. Mulai detik ini, setiap rasa sakit yang kalian berikan akan kukembalikan dua kali lipat secara instan. Pikirkan baik-baik sebelum Mama bertindak!"

Sarah mengempaskan tangan Ibu Widya hingga wanita itu mundur beberapa langkah. Beliau hampir kehilangan keseimbangan jika tidak ditangkap oleh Rika.

Kedua wanita itu menatap Sarah dengan pandangan horor. Mereka tidak pernah melihat Sarah yang seperti ini.

Wanita di hadapan mereka seolah menjelma menjadi sosok yang sangat asing, penuh kuasa, dan tidak tersentuh.

"Pergi dari rumahku sekarang," titah Sarah dingin tanpa emosi, menunjuk ke arah pintu depan.

"Sebelum aku memanggil satpam kompleks untuk menyeret kalian keluar seperti penyusup!"

Tanpa bisa membalas lagi, Ibu Widya dan Rika segera meraih tas mereka. Mereka berjalan tergesa-gesa keluar dari rumah dengan wajah pucat dan menahan malu yang luar biasa.

Setelah pintu tertutup rapat, Sarah mengembuskan napas panjang. Dia berjalan kembali ke sofanya, merapikan setelan pakaiannya yang sedikit kusut.

Matanya menatap keluar jendela, ke arah rintik hujan yang semakin menderu.

Waktu untuk diam dan mengalah sudah benar-benar mati.

Sekarang, dia hanya perlu menunggu waktu yang tepat sampai Ardi sendiri yang mengantarkan akhir dari pernikahan ini ke hadapannya.

1
stela aza
lanjut thor lagi nanggung tau bacanya 🤭
aku
lah dalaaaaahhh semaput dia 😂😂
Alodiee: Kebayang gak kalau kamu yang di posisi dia? Pasti ikut semaput juga kan? 😂
total 1 replies
stela aza
mantap kali kau dapat kejutan bertubi-tubi,,, untung g jantungan trs kena stroke 🤭
Alodiee: Wkwkwk bener banget! Makasih ya udah setia ngikutin petualangan mereka sampai bab ini. ❤️
total 1 replies
stela aza
lanjut thor dikit bgt up-nya
Alodiee
wkwkwk sabar yahh Kak..Komentar kakak bener-bener bikin aku makin semangat buat lanjut nulis bab berikutnya. Ditunggu kelanjutannya ya!" 🥰
stela aza
lanjut thor up-nya double y
stela aza
aduh Thor ceritamu bikin gregetan udh g sabar pingin liat s kutukupret Ardi jantungngan 🤭🙏
Alodiee: Sama dong! Rahasia plot ke depan bakal bikin si kutukupret makin pusing. Stay tuned ya! ❤️
total 1 replies
stela aza
lanjut thor
stela aza
keren bgt istrinya ❤️❤️❤️
Alodiee
Kalau suka dengan ketegasan istri sah kita, jangan lupa klik bintangnya ya! Sampai jumpa di bab besok!"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!