NovelToon NovelToon
Dewa Abadi Season 2

Dewa Abadi Season 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Iblis / Romansa / Fantasi Timur
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Kemenangan gemilang dan gunungan harta yang dibawa pulang oleh Zeng Niu dan "Kelompok Perampok Tersenyum" ke Sekte Angin Merah harus dibayar dengan harga yang menentang surga. Kematian tragis Pangeran Pertama, Di Tian, di Lautan Bintang telah menghancurkan kedamaian Alam Abadi.

Kaisar Langit Di Shitian, penguasa Benua Tengah, terbangun dari meditasinya dengan amarah kosmik. Mesin perang terbesar dan paling menakutkan di Alam Abadi pasukan dewa dari Istana Pusat kini digerakkan dengan satu tujuan pasti: meratakan Sekte Angin Merah dan menghapus seluruh Benua Utara dari peta keberadaan.

Saat kebahagiaan sekte berubah menjadi kengerian massal, Zeng Niu tidak memiliki pilihan selain bersiap menghadapi badai kehancuran yang ia tarik sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: Kedatangan Leluhur Gongsun

Pusaran darah yang ditinggalkan oleh pelarian Raja Perang Di Cang perlahan menutup, membawa serta gema suara agung dari Kaisar Langit Di Shitian. Langit Benua Utara yang tadinya tertekan oleh Hukum Bumi kini kembali longgar. Udara dingin berhembus, menyapu bau darah dan sisa-sisa energi kosmik yang terbakar.

Di Puncak Pedang, Leluhur Jiu Zui menatap ruang kosong tempat portal itu menghilang. Ia menggaruk jenggotnya yang acak-acakan.

"Di Shitian... anak itu ternyata sudah mencapai Kaisar Raja Tahap Menengah," gumam Jiu Zui santai. "Untung saja dia sedang dalam pengasingan tertutup untuk mencoba menembus Tahap Akhir. Jika tubuh aslinya yang turun tadi, aku mungkin harus mengeluarkan sedikit keringat."

Mendengar ucapan pamannya, Ketua Sekte Jiu Feixue hanya bisa terdiam. Keringat dingin masih membasahi punggungnya. Ia baru menyadari bahwa selama ribuan tahun, sekte yang ia pimpin ternyata dijaga oleh monster tua yang bisa menantang penguasa alam semesta.

"Guru Tua," panggil Zeng Niu, mendarat di samping Jiu Zui dengan jubah hitam yang berkibar. "Berapa lama waktu yang kita miliki sebelum kaisar bodoh itu keluar dari pengasingannya dan membawa seluruh bala tentaranya kemari?"

"Paling cepat lima tahun, paling lambat sepuluh tahun," jawab Jiu Zui, menoleh pada Zeng Niu. "Di ranah Kaisar Raja, gangguan sekecil apa pun saat mencoba menerobos bisa berakibat fatal. Dia hanya bisa mengirimkan proyeksi jiwanya tadi. Istana Pusat mungkin akan mengirim jenderal tingkat Nirvana atau Kaisar Bumi lainnya, tapi tanpa Di Shitian sendiri... mereka tidak akan berani menyentuh gunung ini secara langsung selama aku masih bernapas."

Zeng Niu menyeringai biadab. Matanya menyala dengan ketamakan murni.

"Lima tahun? Itu waktu yang lebih dari cukup bagiku untuk mengasah pedang. Dan sebelum mereka datang lagi..." Zeng Niu menunjuk ke arah reruntuhan Kota Penghakiman Surga yang tersebar di pegunungan sekitar. "...kita punya lautan harta yang harus dipanen!"

Di bawah komando Zeng Niu dan koordinasi Mo Tian, puluhan ribu murid Sekte Angin Merah menyebar layaknya wabah belalang.

Kota Penghakiman Surga yang terbelah itu adalah benteng perang kelas Primal. Temboknya terbuat dari tulang dewa-iblis yang sangat berharga untuk bahan alkimia dan pandai besi. Puing-puingnya dipenuhi oleh ribuan meriam spiritual, formasi pengumpul Qi, dan jutaan zirah emas milik prajurit Istana Pusat.

Bagi prajurit Istana Pusat yang selamat dari jatuhnya kota, penderitaan mereka baru saja dimulai. Mereka, yang biasanya ditakuti di seluruh Empat Benua, kini dikepung oleh murid-murid Angin Merah yang menggunakan taktik kotor: jaring formasi peredam Qi, bubuk racun pelumpuh tingkat rendah (warisan ajaran Su Mei yang ditiru Zeng Niu), hingga pukulan karung goni dari belakang.

"Copot zirahnya! Jangan sampai lecet, itu bisa dijual mahal!" teriak Wang Chen dari atas sebuah bukit puing.

Di tengah kekacauan itu, Zeng Niu tidak ikut memunguti zirah prajurit. Ia melesat langsung menuju puing-puing menara utama—tempat di mana Di Cang sebelumnya berdiri.

Menara itu terbelah miring akibat tebasan Jiu Zui, namun bagian dasarnya yang dilapisi Baja Bintang masih utuh. Niat Ketiadaan Zeng Niu langsung mendeteksi fluktuasi energi yang sangat pekat dari balik reruntuhan tersebut.

Dengan satu ayunan Nisan Petir Asura, Zeng Niu menyingkirkan puing-puing baja seberat puluhan ribu ton. Sebuah pintu brankas raksasa yang segelnya telah rusak akibat Niat Kaisar Raja kini terbuka lebar.

Zeng Niu melangkah masuk. Ruangan itu adalah perbendaharaan pribadi Raja Perang Di Cang.

"Raja Perang dari Istana Pusat... mari kita lihat apa yang kau sembunyikan," gumam Zeng Niu.

Matanya langsung tertuju pada sebuah altar kecil di tengah ruangan. Di atasnya, melayang tiga potong kristal yang memancarkan cahaya abu-abu buram. Kristal itu tidak memancarkan Qi elemen apa pun, namun ruang di sekitarnya tampak melengkung secara tidak wajar.

Zeng Niu merasakan Dantiannya bergejolak keras. Benih Dunia di dalam Lautan Ketiadaannya meronta-ronta, seolah kelaparan melihat kristal abu-abu tersebut!

"Kristal Kekacauan!" seru roh pedang Lei Ling di benak Zeng Niu. "Niu! Itu adalah batu pembentuk alam semesta! Kaisar Bumi menggunakannya untuk menstabilkan hukum dimensi mereka. Benda ini seratus kali lebih langka daripada batu roh tingkat dewa! Pantas saja Benih Duniamu bereaksi!"

Zeng Niu tidak ragu sedetik pun. Ia meraup ketiga Kristal Kekacauan itu. Tanpa membuang waktu, ia menelan salah satunya secara langsung.

BLAM!

Seketika, energi primordial yang liar meledak di dalam Dantiannya. Benih Dunia yang tadinya hanya berupa pusaran galaksi kecil, kini menyerap energi kekacauan itu dengan rakus. Di tengah pusaran tersebut, sebuah "akar" transparan yang sangat tipis mulai tumbuh, menancap langsung ke Lautan Ketiadaan milik Zeng Niu!

Dantiannya meluas dua kali lipat! Fluktuasi kultivasi Zeng Niu melonjak, membuat fondasinya di Soul Transformation Tahap Akhir menjadi sekeras berlian kosmik.

"Luar biasa," Zeng Niu menghembuskan napas yang mengandung kabut abu-abu. "Jika aku bisa mendapatkan lebih banyak Kristal Kekacauan, Benih Dunia ini akan benar-benar bertunas sebelum aku menembus Ascendant!"

Selain kristal tersebut, Zeng Niu menemukan jutaan batu roh tingkat puncak, berbagai gulungan teknik tingkat Surga milik keluarga kekaisaran, dan sebuah plakat emas yang memancarkan Niat Hukum Ruang.

Plakat itu bertuliskan: [Lelang Kosmik Bintang Tiga – Undangan VIP Kaisar].

Di sudut plakat, terukir peta koordinat yang menunjuk ke sebuah wilayah netral di antara Benua Tengah dan Langit Selatan.

"Lelang Kosmik?" Zeng Niu menyipitkan matanya. Sebuah senyum perlahan mengembang.

Sekte Angin Merah saat ini memiliki puluhan juta zirah emas, pedang, dan artefak milik Istana Pusat. Harta-harta ini terlalu "panas" dan mencolok untuk digunakan sendiri. Mereka butuh tempat untuk "mencuci" barang jarahan tersebut dan menukarnya dengan sumber daya yang benar-benar mereka butuhkan, seperti Kristal Kekacauan atau pil terobosan untuk para murid. Lelang skala kosmik ini adalah tempat yang sempurna!

Satu jam kemudian, Zeng Niu kembali ke pelataran utama Sekte Angin Merah.

Namun, ia disambut oleh sebuah pemandangan yang cukup menghibur.

Di depan aula utama, seorang pria tua berjubah hijau mewah sedang berlutut hingga dahinya menyentuh lantai marmer. Pria tua itu berkeringat deras, seluruh tubuhnya gemetar hebat layaknya daun tertiup badai. Kultivasinya berada di Soul Transformation Tahap Akhir, sebuah ranah yang cukup untuk menjadi penguasa di sudut Benua Utara.

Dia adalah Leluhur Gongsun, pemimpin tertinggi Klan Formasi Kuno Gongsun.

Di belakangnya, Tuan Muda Gongsun Yun dan dua tetuanya (yang sebelumnya dijadikan pekerja oleh Zeng Niu) berlutut dengan wajah pucat pasi dan tubuh kurus kering.

"Yang Mulia Ketua Sekte Jiu Feixue! Yang Mulia Paman Muda Zeng Niu! Ampuni klan kami yang buta ini!" ratap Leluhur Gongsun dengan suara serak.

Beberapa saat yang lalu, Leluhur Gongsun sedang bermeditasi di klannya ketika ia merasakan tekanan dari Kaisar Bumi Di Cang. Ia mengira Sekte Angin Merah telah rata dengan tanah. Namun, yang ia saksikan melalui mata batinnya justru adalah Kota Penghakiman Surga yang terbelah dua oleh satu tebasan jari seorang monster misterius!

Menyadari cucu bodohnya sedang berada di sekte yang menaungi monster tersebut, Leluhur Gongsun nyaris mengalami penyimpangan Qi. Ia langsung terbang dengan kecepatan maksimal, membawa separuh dari perbendaharaan klannya untuk memohon ampun.

Zeng Niu berjalan santai melewati Leluhur Gongsun, lalu duduk di salah satu kursi kayu di teras aula.

Di sampingnya, Zhao Ying berdiri dengan anggun. Roda Bintang 7 di punggung dewi es itu memancarkan aura Ascendant Tahap Menengah yang langsung menekan jiwa Leluhur Gongsun, membuatnya semakin yakin bahwa sekte ini adalah sarang naga yang menyamar.

"Leluhur Gongsun," sapa Zeng Niu ramah, memutar-mutar plakat undangan lelang di tangannya. "Cucumu sangat rajin. Dia membantu kami menyambung lima puluh meriam kapal perang. Aku berniat merekrutnya menjadi pekerja tetap di sini."

Leluhur Gongsun menangis dalam hati. Tuan muda jenius kebanggaan klannya direndahkan menjadi "pekerja"? Namun ia tidak berani membantah.

"Paman Muda Zeng Niu bermurah hati!" Leluhur Gongsun segera menyodorkan lima cincin penyimpanan tingkat tinggi ke depan. "Ini adalah permintaan maaf dari Klan Gongsun! Di dalamnya terdapat tiga juta batu roh tingkat puncak, cetak biru Formasi Pembunuh Naga Kesembilan, dan sepuluh ton Logam Bintang Murni! Tolong lepaskan cucu saya yang tidak berguna ini!"

Zeng Niu melambaikan tangannya, dan kelima cincin itu langsung masuk ke kantongnya tanpa ragu sedikit pun.

"Permintaan maaf diterima," senyum Zeng Niu. "Tapi, Leluhur Gongsun, klan kalian adalah klan pembuat formasi terbaik di Benua Utara, bukan? Kebetulan, Sekte Angin Merah kami sedang melakukan renovasi besar-besaran."

Mata asura Zeng Niu menyipit licik. "Mulai hari ini, Klan Gongsun akan beraliansi dengan Sekte Angin Merah. Kalian akan mengirimkan seratus master formasi terbaik kalian untuk membangun susunan pertahanan di sekeliling pegunungan ini. Dan tentu saja, kalian akan melakukannya secara sukarela tanpa bayaran. Anggap saja ini investasi masa depan. Bagaimana?"

Leluhur Gongsun menelan ludah. Itu bukan aliansi, itu adalah paksaan! Namun, menolak berarti kematian di tangan sekte yang memiliki pelindung tingkat Kaisar Raja.

"K-Klan Gongsun... menerima kehormatan ini!" jawab sang Leluhur pasrah, menundukkan kepalanya dalam-dalam.

Konflik dengan klan arogan diselesaikan tanpa pertumpahan darah tambahan, hanya dengan pemerasan yang sempurna. Sekte Angin Merah kini memiliki tenaga ahli gratis untuk memaksimalkan seluruh pertahanan yang mereka rampas dari Istana Pusat.

Zeng Niu berdiri, menatap Jiu Feixue yang masih memijat pelipisnya melihat kelakuan biadabnya dalam bernegosiasi.

"Ketua Sekte Nenek," ucap Zeng Niu santai. "Aku akan menyerahkan urusan pembangunan ulang gunung ini padamu dan para murid. Aku harus pergi selama beberapa bulan."

Jiu Feixue mengerutkan kening. "Pergi? Ke mana kau mau membawa masalah lagi kali ini?"

Zeng Niu melemparkan plakat emas undangan lelang itu kepada Zhao Ying, yang menangkapnya dengan mudah.

"Kita punya gunung barang curian yang harus dijual, dan fondasiku membutuhkan lebih banyak batu kosmik," ucap Zeng Niu, menatap langit selatan. "Aku dan Ying'er akan pergi ke Langit Selatan. Waktunya melihat seberapa kaya para kultivator di pusat perdagangan Alam Abadi!"

1
Abidin Ariawan
kalo dari Utara semut ,, lha putra mu apa🤣,, mosok gajah. udah pikun
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
saniscara_Patriawuha
hancurrrrkannnn sudahhhhhhh...
saniscara_Patriawuha
serapppppppp semuaaaaa.....
saniscara_Patriawuha
gassssdddd keunnnnnnn deuiiiiii...
Rhaka Kelana
harusnya sungkem atau cium tangan sama bapak mertua bukan malah ngajak gelut...ajak ngopi bareng...kena sentil kan..🤣🤣🤣🤣
Rinaldi Sigar
lanjut
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
😄😄😄😄😄
Rinaldi Sigar
lanjut
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭🤭
saniscara_Patriawuha
lumayannnnm lahhhh...
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!