NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Selama tiga tahun, Ye Chen hidup sebagai menantu benalu di keluarga Su. Dia mencuci pakaian, memasak, dan menerima setiap hinaan tanpa melawan demi melindungi istrinya yang dingin namun cantik jelita, Su Yuhan. Semua orang memanggilnya anjing pecundang, tanpa tahu bahwa di dalam nadinya mengalir darah keluarga paling berkuasa di ibu kota.
​Ketika sebuah konspirasi mengancam nyawa istrinya dan mertuanya memaksanya untuk bercerai demi menikahkan Yuhan dengan tuan muda kaya, sebuah liontin giok peninggalan ibunya menyerap darah Ye Chen dan membangkitkan Warisan Tabib Naga Sakti. Di saat yang sama, iring-iringan Rolls-Royce hitam dari ibu kota tiba di depan rumahnya.
​Mulai hari ini, sang naga telah membuka matanya. Mereka yang pernah menghinanya harus berlutut!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: Harga Sebuah Kekuatan dan Kebuntuan Bisnis

​Begitu sedan Bentley Mulsanne milik Keluarga Tang mengantarkan Ye Chen kembali ke dekat area perumahannya, pemuda itu meminta diturunkan di persimpangan jalan yang sepi.

​Setelah mobil mewah itu melaju pergi dan menghilang di tikungan, postur tubuh Ye Chen yang sedari tadi tegak lurus tiba-tiba limbung.

​Ia buru-buru bersandar pada dinding bata di gang sempit. Wajahnya yang tenang seketika memucat.

​"Uhuk!"

​Ye Chen terbatuk pelan, memuntahkan setetes darah merah gelap ke telapak tangannya. Dadanya terasa sesak, seolah ada ribuan jarum kecil yang menusuk-nusuk pembuluh darahnya dari dalam.

​Ia menarik napas panjang, memaksakan True Qi (Qi Sejati) yang tersisa di dantian-nya untuk berputar menstabilkan jantungnya.

​"Aku terlalu memaksakan diri," gumam Ye Chen sambil tersenyum pahit, menghapus noda darah di sudut bibirnya.

​Kenyataannya, meskipun Teknik Penakluk Naga dan ingatan Tabib Naga Kuno memberinya pengetahuan tingkat dewa, tubuh fisik Ye Chen saat ini masih sangat lemah. Ia baru saja mencapai Tahap Pembentukan Fondasi semalam.

​Sentilan udara yang mementalkan Master Wu pagi tadi memang adalah teknik Pelepasan Qi Eksternal—kemampuan khas seorang Grandmaster Sejati. Namun, Ye Chen bukanlah Grandmaster Sejati! Ia menggunakan teknik rahasia dari warisannya untuk memadatkan seluruh energinya dalam satu serangan demi menggertak pria itu. Ditambah lagi dengan penggunaan paksa 36 Jarum Pengekang Naga untuk menyembuhkan Master Tang, energi spiritual di tubuhnya nyaris terkuras habis.

​"Di dunia modern ini, energi spiritual (Reiki) di udara sangat tipis. Aku tidak bisa terus-terusan mengandalkan kekerasan murni untuk menyelesaikan masalah sebelum tubuh fisikku benar-benar mencapai Alam Grandmaster. Jika tidak, meridianku akan hancur lebur sebelum aku sempat membalas dendam ke Ibu Kota," pikir Ye Chen waspada.

​Ia menyadari, mulai sekarang ia harus lebih mengandalkan kecerdasan, koneksi, dan ilmu medisnya, serta menyimpan kekuatan tempurnya hanya untuk kartu as di saat kritis.

​Setelah beristirahat selama belasan menit dan napasnya kembali normal, Ye Chen berjalan santai menuju Grup Kosmetik Su.

​Di ruang kerja CEO Grup Kosmetik Su.

​Su Yuhan duduk bersandar di kursi kerjanya dengan raut wajah sangat lelah. Di depannya, tumpukan dokumen berserakan. Tangan kirinya memijat pelipisnya yang berdenyut sakit.

​Cklek.

​Pintu terbuka. Ye Chen masuk membawa secangkir teh chamomile hangat dan meletakkannya perlahan di atas meja Yuhan.

​"Kau terlihat sangat lelah. Apa yang terjadi? Bukankah utang bank sudah lunas kemarin?" tanya Ye Chen dengan nada lembut.

​Yuhan menatap cangkir teh itu, lalu menatap suaminya dengan senyum lelah. Entah sejak kapan, kehadiran pria ini tidak lagi membuatnya kesal, melainkan memberikan sedikit ketenangan.

​"Uang lima ratus juta di kartu itu memang menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan, Ye Chen. Tapi bisnis tidak selalu bisa diselesaikan hanya dengan uang," Yuhan menghela napas berat. "Pagi ini, tiga pemasok utama bahan baku kosmetik kita tiba-tiba memutus kontrak secara sepihak."

​Kening Ye Chen sedikit berkerut. "Memutus kontrak? Apakah mereka tidak takut membayar denda penalti?"

​"Mereka lebih memilih membayar denda daripada berbisnis dengan kita," jawab Yuhan, suaranya bergetar menahan marah. "Aku menyuruh sekretarisku menyelidiki hal ini. Ternyata... Keluarga Utama Su dari Provinsi Jiangbei yang menekan mereka. Keluarga Utama telah mengeluarkan 'Perintah Boikot'. Siapa pun di Jiangcheng yang berani memasok bahan mentah ke Grup Su cabangku, akan dihancurkan oleh mereka."

​Ye Chen terdiam. Matanya memancarkan kilatan dingin yang tak kasat mata. Keluarga Utama Su... Su Wenyuan. Jadi mereka mulai bermain secara ekonomi.

​"Besok malam, ada Malam Dana Tahunan Kota Jiangcheng," lanjut Yuhan, menyandarkan kepalanya ke kursi. "Semua pengusaha elit, pimpinan daerah, dan pemasok besar akan hadir di sana. Itu adalah satu-satunya kesempatanku untuk mencari pemasok baru yang tidak takut dengan ancaman Keluarga Utama. Tapi..."

​"Tapi kau takut paman dan sepupumu, Su Jian dan Su Ming, akan menggunakan acara itu untuk mempermalukanmu bersama Keluarga Utama?" tebak Ye Chen tepat sasaran.

​Yuhan mengangguk pelan. Mengingat kelicikan pamannya dan reputasi kejam Tuan Muda Su Wenyuan dari provinsi, Malam Dana itu jelas adalah jebakan yang sudah disiapkan untuknya. Namun, jika ia tidak datang, pabriknya akan berhenti berproduksi minggu depan.

​Ye Chen berjalan memutari meja, lalu berdiri di belakang kursi Yuhan. Tangannya yang hangat perlahan memijat kedua bahu istrinya yang kaku.

​"Jangan khawatir. Besok malam, aku akan menemanimu," ucap Ye Chen tenang. Pijatannya yang menggunakan sedikit sisa True Qi membuat otot-otot Yuhan yang tegang seketika rileks.

​"Tapi Ye Chen..." Yuhan menoleh ke belakang, menatap suaminya dengan cemas. "Mereka bukan preman jalanan seperti Keluarga Wang atau Serigala Hitam. Keluarga Utama punya kekuasaan politik dan miliaran aset. Kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah di pesta kelas atas."

​"Aku tahu," Ye Chen tersenyum percaya diri. "Kita tidak akan menggunakan kekerasan. Kita akan menggunakan produk."

​"Produk?" Yuhan mengerutkan dahi kebingungan.

​Ye Chen melepaskan pijatannya, mengambil selembar kertas kosong dari meja Yuhan, lalu meraih pena. Tangannya bergerak cepat, menuliskan deretan nama bahan herbal tradisional.

​"Grup Su saat ini memproduksi krim pencerah dan anti-penuaan, bukan? Formulasi yang kalian gunakan terlalu bergantung pada bahan kimia impor," jelas Ye Chen sambil menulis. "Ini adalah kelemahannya. Saat rantai pasokan bahan kimia itu diputus, pabrik mati."

​Yuhan menatap deretan tulisan Ye Chen. Akar Angelica, Biji Teratai, Lidah Buaya Liar, Ekstrak Mutiara Bubuk...

​"Ini... ini bahan obat tradisional Tiongkok (TCM) biasa," ucap Yuhan ragu. "Ye Chen, aku tahu kau pandai memasak, tapi kosmetik modern tidak bisa dibuat seperti merebus sup. Tidak ada yang mau mengoleskan jamu ke wajah mereka."

​Ye Chen terkekeh. "Di dalam medis kuno, ada sebuah resep rahasia yang disebut Salep Kecantikan Dewi Luo. Konon, selir-selir kaisar di zaman Dinasti Tang menggunakannya untuk mempertahankan kulit seperti remaja meski usia mereka sudah empat puluh tahun."

​Tentu saja Ye Chen berbohong sedikit soal asal-usulnya. Resep sebenarnya berasal dari Kitab Medis Kehidupan dan Kematian. Itu adalah versi sangat disederhanakan dari Pil Penahan Usia yang biasa digunakan oleh para kultivator wanita di dunia bela diri.

​"Bahan-bahan ini sangat murah dan bisa didapatkan di pasar herbal mana pun di Jiangcheng. Keluarga Utama Su tidak akan bisa memboikot pasar tradisional. Besok pagi, suruh tim riset lab-mu mencampurkan bahan-bahan ini sesuai takaran yang kutulis, lalu dinginkan pada suhu 5 derajat Celcius selama enam jam."

​Yuhan menatap selembar kertas itu seolah itu adalah jimat aneh. "Kau yakin ini berhasil? Jika hasilnya membuat kulit alergi, reputasi perusahaanku benar-benar akan hancur."

​Ye Chen mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap lurus ke dalam mata istrinya yang indah.

​"Kapan aku pernah mengecewakanmu, Yuhan?"

​Mendengar nada suara yang begitu dalam dan meyakinkan itu, jantung Yuhan berdebar lebih cepat. Ia teringat bagaimana pria ini melunasi utangnya, bagaimana pria ini datang bak dewa perang menyelamatkannya dari preman.

​Yuhan mengambil kertas itu dan mengangguk mantap. "Baiklah. Aku akan menyuruh Kepala Lab membuatnya besok pagi. Tapi ingat... di pesta besok malam, kau harus menahan emosimu. Su Wenyuan pasti akan mencoba memprovokasi kita."

​"Selama mereka hanya menggonggong, aku tidak akan memukul anjing di tengah pesta," Ye Chen tersenyum tipis.

​Tapi, lanjut Ye Chen dalam hatinya, jika anjing itu berani menggigit istriku... aku tidak peduli apakah aku kehabisan Qi atau meridianku hancur, aku akan mematahkan lehernya di depan seluruh kota!

​Di tempat lain, di ruang bawah tanah rahasia Keluarga Tang.

​Ruangan itu lembab dan gelap, hanya diterangi oleh lampu pijar yang berkedip-kedip. Master Wu, sang petarung Setengah Langkah Grandmaster yang sombong pagi tadi, kini diikat di kursi besi dengan rantai tebal. Wajahnya pucat pasi, tulang rusuknya yang patah belum diobati sama sekali.

​Pintu besi berderit terbuka. Master Tang Zhenhai masuk perlahan, kedua tangannya bertumpu di belakang punggung. Aura kuat dan segar memancar dari tubuh pria tua itu, sangat kontras dengan kondisinya yang sekarat beberapa hari lalu.

​Melihat aura itu, mata Master Wu melebar. "K-kau... kau telah menembus batas?! Kau menjadi Setengah Langkah Grandmaster?!"

​Tang Zhenhai mendengus dingin. "Semua itu berkat anugerah dari Tuan Ye. Sementara kau... anjing pesuruh Keluarga Su, datang untuk mengantarkan kematian padaku."

​"Tang Tua! L-lepaskan aku!" Master Wu meronta, rantai besinya bergemerincing keras. "Jika kau membunuhku, Asosiasi Bela Diri Provinsi tidak akan melepaskanmu! Tuan Muda Su Wenyuan juga akan menghancurkan Keluarga Tang-mu!"

​Tang Zhenhai tidak marah. Ia malah tertawa. Tawa yang terdengar sangat menyeramkan di ruangan sempit itu.

​"Asosiasi Bela Diri? Su Wenyuan?" Tang Zhenhai menggelengkan kepalanya kasihan. "Wu Tua, kau belum mengerti, bukan? Pemuda yang menumbangkanmu pagi tadi... adalah naga sejati. Jika Su Wenyuan terus mencari masalah dengannya, bukan Keluarga Tang yang akan hancur, melainkan seluruh Keluarga Su di provinsi ini yang akan terhapus dari peta."

​Tang Zhenhai memberi isyarat ke arah sudut ruangan.

​Dua algojo bertubuh besar melangkah maju dari kegelapan, membawa palu godam.

​"Hancurkan dantian (pusat energi)-nya, dan patahkan seluruh urat nadi di kaki dan tangannya," perintah Tang Zhenhai tanpa emosi. "Tuan Ye terlalu mulia untuk mengotori tangannya dengan sampah ini. Biar kita yang mengurusnya."

​"TIDAK! TANG TUA! JANGAAAAN—"

​Jeritan mengerikan Master Wu bergema di ruang bawah tanah, namun tidak ada satu pun suara yang lolos ke dunia luar.

1
yos helmi
sdh banyak cerita seperti alur ini.. tp semua ng pernah tamat.. cerita ciplakan/saduran.. jd jgn harap tamat
Marthen
dari teknik bela diri penakluk naga apakah ada sutra naga penyerap energi agar kultivadinya naik lagi kan sayang energi musuh yg terbuang....?
Arinto Ario Triharyanto
mantap ini😎
Marthen
banjir darah mewarnai pesta ulangtahun
Arinto Ario Triharyanto
tegas lugas gak pake lama... mantul 😎
Marthen
seru sekaLi.....
Marthen
keren....suka dgn jalan ceritanya.....
Fajar Fathur rizky
cepat bantai Asosiasi bela diri sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua musuhnya sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai su zheng bikin dia menyaksikan sendiri pas yechen bantai semua klan su sampai ke akar akarnya bikin su zheng mengutuk putranya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!