NovelToon NovelToon
Penyesalan Terlambat Sang Mantan Suami

Penyesalan Terlambat Sang Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: Reenie

Theo Falcon menganggap Zarlin Rahesa tidak lebih dari seorang ibu rumah tangga yang membosankan dan parasit. Demi ambisi dan pesona Bianca Amsel, Theo memfitnah, mengabaikan, dan bahkan menceraikan Zarlin tanpa memberinya sepeser pun. Dengan sebuah koper dan hati yang hancur, Zarlin pergi. Theo mengira Zarlin akan sangat terpukul. Namun, ia sangat salah. Zarlin menghilang dan kembali sebagai sosok yang sama sekali tidak dikenali, satu-satunya pewaris sebuah konglomerat yang cemerlang.

Situasi menjadi semakin kacau ketika Tristan Avalanka, CEO paling disegani dan dihormati dari perusahaan besar itu, berdiri di garis depan untuk melindungi Zarlin. Ketika bisnis Theo runtuh dan topeng Bianca terbongkar, Theo hanya bisa berlutut di tengah hujan deras, merangkak untuk memohon maaf kepada mantan istrinya. Tetapi bagi Zarlin, pintu pengampunan telah tertutup rapat, dan penyesalan Theo... sudah terlambat.

Follow tiktok : aricia.agestis6

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reenie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. Makan Siang

Zarlin perlahan berdiri dari ranjang setelah Theo menguncinya dari luar. Dia melangkah ke depan cermin besar, menyingkirkan lengan bajunya. Di sana, bekas lima jari Theo terlihat, memar merah kebiruan yang terasa sangat ngilu saat disentuh.

Zarlin menyeka air matanya dengan putus asa. Tatapan matanya berubah menjadi benci.

"Kau mau aku memasak untuk ibumu dan selingkuhanmu, Theo?" Zarlin berbisik pada pantulannya di cermin, senyum dingin nan misterius terukir di bibirnya.

"Baik. Aku akan memasak hidangan terakhir yang paling berkesan untuk kalian. Mari kita lihat, apakah kalian sanggup menelannya saat seluruh dunia kalian hancur setelah siang ini."

Zarlin melangkah keluar melalui pintu penghubung balkon, lalu turun menuju dapur melalui tangga belakang.

Saat menatap kompor dan seisi dapur ini, ingatan Zarlin mendadak berputar ke belakang. Ke masa tiga tahun yang lalu. Tahun pertama pernikahan mereka adalah masa-masa yang indah.

Theo dulu adalah pria yang hangat atau sering disebut green flag. Dia selalu memeluk Zarlin dari belakang saat Zarlin memasak, mengecup keningnya sebelum bekerja, dan berjanji akan memberikan dunia pada Zarlin begitu bisnisnya sukses.

Demi cinta dan janjinya pada Theo, Zarlin rela menyembunyikan identitasnya sebagai putri tunggal Rahesa Group. Dia memilih memakai daster sederhana, rambut digulung asal-asalan, dan menghabiskan waktu di rumah demi memastikan Theo pulang dalam keadaan nyaman.

Zarlin berhenti bersolek, berhenti memakai gaun-gaun mewah, demi menyesuaikan diri dengan Theo yang saat itu masih merintis dari bawah.

Tibalah menginjak tahun kedua, segalanya berubah. Falcon Corp mulai berkembang pesat, tentu saja berkat pengembangan dana dan analisis pasar rahasia yang Zarlin kirim lewat perantara tanpa sepengetahuan Theo.

Sayangnya, kesuksesan itu justru memupuk ego Theo. Dia mulai bosan melihat Zarlin yang selalu tampil polos, sederhana, dan berbau dapur di rumah.

Theo mulai jarang pulang, mengabaikan pesan Zarlin, dan memandang istrinya sebagai wanita rumahan yang tidak level diajak ke pesta bisnis.

Tepat di saat Theo mulai jenuh, masuklah Bianca Amsel sebagai sekretaris baru di Falcon Corp. Wanita itu berpenampilan sangat modis, wangi, berpendidikan tinggi, dan pandai bermuka dua.

Di depan Zarlin, Bianca bersikap manis bak sahabat. Namun di kantor, Bianca pelan-pelan meracuni pikiran Theo. Bianca selalu ada di samping Theo saat rapat, memujinya, dan memosisikan diri sebagai wanita karier mandiri yang paham kerasnya dunia kerja, berbanding terbalik dengan Zarlin yang dianggap Theo hanya tahu cara menghabiskan uang di rumah.

Dua tahun sudah Theo bermain di belakangnya, terbuai oleh pesona Bianca dan racun-racun manipulatifnya hingga Theo benar-benar lupa diri.

...*Ting tong!*...

Suara bel rumah yang berbunyi nyaring membuyarkan lamunan Zarlin. Tubuhnya menegang hingga jantungnya berdetak lebih cepat. Mereka sudah datang.

Zarlin buru-buru merapikan pakaiannya dan menurunkan lengan bajunya untuk menutupi memar biru bekas cengkeraman Theo. Dia melangkah ke pintu depan dan membukanya.

Di ambang pintu, berdiri dua wanita yang paling ingin Zarlin hindari. Ratna, ibu mertuanya yang selalu menuntut, dan Bianca Amsel yang tampil sangat anggun dengan dress ketat berwarna hitam, menjinjing tas bermerek yang Zarlin tahu dibeli menggunakan kartu kredit suaminya.

"Lama sekali buka pintunya! Sengaja membuat mertuamu ini kepanasan di luar?!" ketus Ratna langsung saat melangkah masuk tanpa menyapa Zarlin.

Bianca tersenyum manis, namun tatapan matanya dipenuhi kemenangan saat melihat wajah pucat Zarlin.

"Hai, Zarlin. Maaf ya kami agak awal datangnya, soalnya Theo bilang ada jamuan bisnis penting hari ini. Oh ya, kamu sudah masak kan? Aku sengaja tidak sarapan dari kantor karena ingin mencicipi masakan rumahmu," ujar Bianca dengan nada yang terdengar ramah tapi menyindir.

"Semua sudah siap di meja makan," jawab Zarlin datar, menahan diri dengan sekuat tenaga agar tidak menampar wajah palsu di depannya.

Dari lantai atas, Theo turun dengan setelan jas yang sudah rapi, senyumnya langsung mengembang melihat ibunya dan Bianca. Namun, saat tatapannya berpapasan dengan Zarlin, raut wajahnya kembali berubah dingin dan penuh ancaman, seolah memberi peringatan agar Zarlin tidak macam-macam siang ini.

Mereka bertiga kemudian duduk di meja makan mewah. Zarlin mulai menghidangkan masakan yang dia buat. Tidak seperti biasanya yang hanya memasak sayur biasa, kali ini Zarlin menyajikan hidangan kelas atas, Wagyu Tomahawk Steak dengan siraman saus truffle hitam, foie gras panggang yang lembut, serta pencuci mulut berupa dessert cokelat dan beberapa buah. Semua bahan mewah itu dibeli menggunakan tabungan pribadi Zarlin yang sebenarnya melimpah.

Mata Ratna dan Bianca membelalak melihat kemewahan hidangan di atas meja. Aroma gurih daging premium yang berpadu dengan keharuman yang mahal langsung memenuhi ruangan, sangat menggugah selera.

"Wah, Zarlin... ini luar biasa sekali! Sejak kapan kau bisa memasak makanan semewah ini?" puji Bianca murni karena terkejut, meskipun nadanya tetap dibuat seolah dia yang paling tahu standar makanan mahal.

Ratna mendengkus, walau air liurnya hampir menetes.

"Paling juga dia menghabiskan uang anakku demi pamer hari ini. Theo, lihat kelakuan istrimu, boros sekali!"

Theo sempat terpaku melihat hidangan itu, namun demi menjaga gengsi di depan Bianca, dia berdeham angkuh.

"Sudahlah, Ibu. Ini kan demi menyambut Ibu dan rekan bisnis kita nanti. Biar dia ada gunanya sedikit di rumah ini."

Zarlin hanya berdiri di sudut ruangan dengan tangan terlipat di depan dada. Senyum misterius masih bertengger di bibirnya.

"Silakan nikmati makanan itu, Theo. Karena itu dibeli dengan sisa kebaikanku yang terakhir," batinnya.

Theo memotong daging wagyu yang sangat empuk itu, lalu menyuapkannya ke dalam mulut. Matanya berbinar seketika. Rasa gurih yang lumer di lidah, berpadu sempurna yang kaya rasa.

Itu adalah makanan terbaik yang pernah dia rasakan seumur hidupnya. Bianca dan Ratna pun mulai makan dengan lahap, tak henti-hentinya hingga lidah mereka merasakan kemewahan masakan Zarlin.

"Ini benar-benar enak, Theo. Kau beruntung punya pelayan rumah tangga yang pintar memasak," bisik Bianca manja, sengaja mengeraskan suaranya agar Zarlin mendengar kata pelayan.

Di tengah suasana makan yang begitu nikmat dan penuh tawa palsu di antara mereka bertiga, ponsel Theo yang diletakkan di atas meja mendadak bergetar. Tidak hanya sekali, tapi berkali-kali.

...*Bzzzt... Bzzzt... Bzzzt...*...

Theo mengernyitkan dahi. Dia meletakkan pisau dan garpunya, lalu meraih ponsel tersebut. Layarnya menampilkan nama Sekretaris Keuangan Utama Falcon Corp.

Saat Theo mengangkat telepon itu, ekspresi wajahnya yang semula penuh kepuasan langsung berubah menjadi pucat pasi. Tangannya yang memegang ponsel mulai bergetar perlahan, dan potongan daging mewah yang baru saja dia kunyah mendadak terasa hambar, bahkan menyumbat tenggorokannya hingga dia kesulitan bernapas.

"A-apa? Apa maksudmu dana investasi ditarik total?!" suara Theo memekik panik, membuat Ratna dan Bianca langsung menghentikan makan mereka.

Dari sudut ruangan, Zarlin perlahan melangkah maju, menatap kekacauan yang baru saja dimulai dengan tatapan tajamnya.

"Kau akan merasakan apa yang aku rasakan, Theo." batin Zarlin.

1
👀 | 𝕽𝖊𝖓𝖆~🪽•̩̩͙*˚⁺‧͙
kenapa bang? selama ini gapernah liat istrimu mengemudi kah?🤭
👀 | 𝕽𝖊𝖓𝖆~🪽•̩̩͙*˚⁺‧͙: harusnya kutambahkan 'mantan'
total 1 replies
☠️⃝ MULIANA ѕ⍣⃝✰
dan bianca yg bodoh, masih aja mau hidungnya di tarij sama lelaki bo doh itu /Facepalm/
☠️⃝ MULIANA ѕ⍣⃝✰
kunci kesuksesan mu hanya pada zarlin. tapi kamu membuangnya. ya, salah sendiri 🤪🤪
Miu.Nuha
langsung takut dn mengelak 🤭
itu justru malah menguatkan kebenaran...
Miu.Nuha
Iya 🤧
semoga lancar proses perceraiannya !!
Ibu Rasyidd
semangar thorr
Ibu Rasyidd
betul itu zarlin, karna kalau udah di atas pas jatuh beuuhh pasti langsung hancurr
Mommy tulipp
Kalau sang ayah tahu bakal marah besar
Mommy tulipp
Mungkin perempuan yg dimaksud Bik Sumi itu Bianca, makanya dia berpikir tdk mirip dengan foto kalau itu adlh Zarlin
Mommy tulipp
Tristan mengingat semua permasalahan Zarlin
Mommy tulipp
Berarti Paulus tahu tentang keluarga Zarlin yang mempunyai perusahaan ya thor? Yang tdk tahu itu hanya Theo dan ibunya
Mommy tulipp
Sepertinya Paulus ini ayah yang tegas
Ibu Rasyidd
selamat menikmati karma theo💪
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
ternyata kasih uang ke Theo itu cuma rencana zarlin ya,🤣🤣🤣🤣
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
moga aja pak paulus tahu kebenaran soal hubungan zarlin dan Theo, Thor, jangan lama lama kebongkar nya
Rain Aricia: Okei kak, tunggu aja kelanjutannya😁🙏
total 1 replies
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
udah cerai pak, mau jagain gimana/Smug/
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️
jangan sombong dulu Theo, kamu harus ingat kalau di langit, masih ada langit
PrettyDuck
bloon tapi angkuh.
dah nikmati aja karmamu 🤪
PrettyDuck
kok gitu? apa hubungannya sama rahasia dia sama reno?
PrettyDuck
wkwk, bianca juga lagi stres ketempelan mokondo /Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!