NovelToon NovelToon
KEJEBAK CINTA

KEJEBAK CINTA

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Obsesi / Persahabatan / Keluarga & Kasih Sayang / Mengubah Takdir / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bunny0065

"Tanpa kita sadari, perasaan ini tumbuh seiring berjalannya waktu."

— Naura dan Rahsya —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunny0065, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lirik Rasa

Jantung Naura nyaris copot dari tempatnya, hampir saja mengalami insiden jatuh.

Perlahan, Rahsya menarik mundur, membawa Naura ke dekapan.

"Sorry. Gue iseng," bisik Rahsya.

Dengar pengakuan tak terduga itu, Naura mencubit keras perut Rahsya sehingga korban cubitannya meringis kesakitan.

"Gue hampir jatuh! Hampir  masuk rumah sakit juga karena ulah kejahilan lo. Siap lo biayain pengobatan gue seandainya gue beneran terjun!" marah Naura.

"Ya enggak."

Dongkol, Naura menginjak punggung kaki Rahsya.

*

Kevin menunduk gusar di depan wali kelas, manggut-manggut mengiyakan kemarahan Bu Salma.

"Capek ngomong sama kamu, bandel. Sekarang ambil buku paketnya," titah Bu Salma.

"Siap, Bu."

Gibran cekikikan geli menyaksikan Kevin pergi memasang wajah kecut.

"Rasain," lirih Gibran.

Pintu di belakang punggungnya ditarik tutup. Kevin menghembus kasar, membendung rasa kesalnya yang tidak terlampiaskan.

"Rahsya, Rahsya, dan Rahsya! Semua mulut doyan banget sebut namanya," gerutu Kevin.

Remaja mengenakan almamater abu itu menjambak rambutnya frustasi. Kepala dan hatinya panas, sejauh ini susah menerima kenyataan bahwa Rahsya selalu unggul di mata siapapun.

Begitu mendapati Rahsya kembali dengan tangan kosong, Kevin menurunkan tangan ke sisi badan, rahangnya mengeras. Geram.

"Lo punya dendam kesumat apa sama gue hingga segini tega laporan ke Bu Salma," desis Kevin.

"Perasaan lo aja ngerasa gue benci sama lo," jawab Rahsya.

Naura mematung di tengah dua cowok sedang berselisih. Apa yang terjadi?

..."Feeling gue banyak benarnya. Jawaban lo selalu basi. Ayolah, kenapa enggak berterus-terang sama gue prihal selama ini lo diam-diam iri," tuduh Kevin....

Rahsya menyembunyikan belah tangan ke saku celana, tersenyum malas meladeni pemimpin kelas. "Bukan gue yang iri, tapi lo."

Mata Kevin memancarkan api kemarahan, balasan pendek Rahsya sempurna membungkam mulutnya.

Tak mampu melawan saingan beratnya, Kevin melengos pergi.

"Ganteng-ganteng debat," celetuk Naura.

"Tipikal cowok idaman lo minus tempramen?" tanya Rahsya.

Naura berbalik. "Apa? Lo mau daftar jadi kandidat calon suami gue?"

"Enggak."

"Cowok aneh. Mana kelas gue?"

Rahsya menggerakkan dagu. "Samping lo."

Naura kembali berbalik, hendak menyentuh gagang pintu, namun urung saat pergelangan tangannya dicekal Rahsya.

Naura menepis jemari Rahsya.

"Lo ngambek gara-gara permintaan barusan gue tolak? Baper," ledek Rahsya.

Naura menatap lekat. "Lo ngatain gue baper? Enggak berkelas banget." Lalu menghempas tangan, memutar handle pintu, melesak masuk ke dalam kelas.

Penghuni kelas Sebelas- A, terpaku memandang paras cantik teman baru mereka.

"Dari mana saja Naura?" tanya Bu Salma.

"Tadi ke kamar mandi dulu, Bu," bohong Naura.

"Tapi kamu enggak sampai tersesat?Mengingat hari ini adalah hari pertama kamu ada di asrama."

"Enggak, kok, Bu. Saya aman-aman aja."

"Syukurlah. Sekarang, silakan, kamu  perkenalkan diri ke teman-teman barumu," tukas Bu Salma.

Naura mengangguk. Manik hitam jernihnya kini menyapu satu ruangan kelas.

"Pagi semuanya," sapa Naura.

"Pagi..." serentak para murid membalas.

"Perkenalkan, nama saya Naura Natasha. Biasa dipanggil Naura. Saya pindahan dari SMA Trimaran, Jakarta Selatan. Semoga, kita dapat berteman baik. Sekian."

"Salam kenal Naura..."

Setelah kelas kembali hening. Gibran mengambil gitar hitam yang bersandar di tembok.

"Mau ngapain Gib?" tanya Cakrawala, dari tempatnya duduk. Menempati bangku urutan tiga.

"Main gitar." Angga yang duduk di sebelah bangku Gibran, menyahut datar.

"Enggak salah lagi, mau nyanyi nih, anak," celetuk Irsyad.

Jreng...

Tebakan Irsyad benar. Gibran mulai memetik senar.

Pertemuanku denganmu jatuh cinta pandangan pertama ...

Betapa senangnya hatiku melihatmu selalu tersenyum ...

Izinkan aku mengenalmu sepenuh hatiku...

Cakrawala berseru. "Cieee, gombalan ala penyanyi dadakan, maknanya menyentil hati!"

"Ceritanya lo nembak, Gib? Mantap liriknya, sesuai situasi," puji Irsyad.

"Gimana, tuh, hari pertama Naura pindah sekolah ditembak Gibran, terima enggak?" tanya Kinan.

"Terima...! Terima...! Terima!"

Seruan heboh satu kelas memohon Naura agar menerima Gibran.

Di luar sini, Rahsya diam-diam menguping kehebohan di dalam kelas. Apalah mereka, mendukung Naura menerima ungkapan hati Gibran? Sial.

Rahsya menoleh cepat ke kejauhan lorong, di mana Kevin telah kembali.

"Ngapain lo di luar, kena hukum Bu Salma?" terka Kevin.

"Nunggu lo," asal Rahsya.

Begitu Kevin sejajar dengannya, Rahsya mengambil alih setengah buku paket.

"Cih, sok nungguin gue. Sekalian nih bawa semua!" titah Kevin.

"Lo siapa nyuruh-nyuruh gue? Bawa aja sendiri," tolak Rahsya, lantas mendorong pintu menggunakan kaki.

"Asem, lo, Sya!" kesal Kevin.

Naura membuka mulut, hendak memberi jawaban pasti pada teman-temannya yang menunggu sebuah putusan: Apakah Gibran diterima olehnya atau tidak. Tetapi niatnya itu tidak jadi diumumkan saat Rahsya main nyelonong lewat disusul Kevin.

"Maaf, Bu, agak terlambat, Kevin nya ngaret di perpustakaan," ucap Rahsya sambil membagikan buku kepada teman-teman.

"Bohong, Bu, orang saya ambilnya sendiri! Dia enak-enakan nunggu di-"

"Depan perpustakaan," sela Rahsya.

Dengusan Kevin keras mengudara membuat teman-temannya saling pandang, tidak mengerti penyebab mereka berdua susah akur.

Rahsya mencuri pandang ke belakang, di mana Naura tampak lucu meski tengah diam.

"Naura?" panggil Bu Salma.

Naura menoleh.

"Cari tempat duduk. Kita mulai pembelajaran," kata Bu Salma.

Sekali lagi, Naura memandang isi ruangan, lalu menemukan kursi kosong paling pojok.

Naura melangkah mantap, menuju satu kursi tersebut.

Rahsya terdiam, mengawasi di mana berakhirnya Naura duduk.

"Hei, jodoh ketua! Itu bangku gue!" seru Kevin.

Memutar tubuh, Naura menatap Kevin yang memanggil, persis dari dekat meja Irsyad.

Mengetahui Naura akan duduk di samping ketua kelas, Rahsya memasang ekspresi dingin.

1
Không quan tâm🧚‍
Gak nyangka endingnya bakal begini keren!! 👍
Naruto Uzumaki
Bosen gak ada akhirnya!
Bunny Bear: Belum juga selesai, memang alur agak lambat sih
total 1 replies
minsook123
Penuh kejutan, ngga bisa ditebak!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!