NovelToon NovelToon
Mendadak Menikahi Mantan

Mendadak Menikahi Mantan

Status: tamat
Genre:Suami ideal / Dijodohkan Orang Tua / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tunangan Sejak Bayi / Romansa / Cintapertama / Tamat
Popularitas:422.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rositi

Dijodohkan sejak bayi, kemudian sempat dekat bahkan pacaran, sebelum akhirnya terpaksa memilih berpisah, Calista tidak menyangka jika pada akhirnya, ia akan kembali bahkan menikah dengan Sabiru, pria berusia 33 tahun yang sempat membuatnya sibuk menghindar.

Sebab demi melindungi Calista yang usianya terpaut enam tahun lebih muda darinya, Sabiru yang selalu bertaruh segalanya asal Calista baik-baik saja, berakhir mengalami patah tulang kaki maupun tangan kanan, selain pengusaha muda sangat bertanggung jawab itu yang juga sampai terkena cacar. Keadaan tersebut membuat Calista dan Sabiru harus secepatnya menikah, agar Calista bisa merawat Sabiru dengan leluasa, seperti yang Calista harapkan.

Menjalani pernikahan karena keadaan yang memaksa, dengan sosok yang pernah ada rasa dan selalu menjadikannya sebagai satu-satunya cinta. Ingin menghindar, tapi rasa peduli apalagi rasa sayang makin lama jadi makin besar. Semua itu membuat Calista menjalani setiap detik waktu yang dimiliki dengan dada berdebar-debar. Terlebih, sekadar menatap saja, Sabiru selalu melakukannya penuh cinta.
💗Merupakan bagian novel : Muslimah Tangguh Untuk Sang Mafia & Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta yang Kejam 💗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3 : Pengantin Baru

Malam makin larut, tapi di ruang rawat Sabiru, pengantin baru itu masih ditawan kecanggungan. Baru saja Sabiru meminta Calista untuk naik ke ranjang rawatnya dan tiduran di sebelahnya.

“Emang enggak sempit? Nanti Mas jadi enggak nyaman karena efek luka terlebih operasi yang Mas jalani saja, sudah enggak karuan.”

“Memangnya tubuhmu sebesar apa? Ini masih sangat muat, sekalian pengin peluk lagi!” mohon Sabiru yang kali ini sampai merengek. Terlebih tak bisa ia pungkuri, luka bekas operasinya sedang terasa sakit-sakitnya.

Tentu Calista tidak bisa menolak karena alasan dirinya membuat mereka menikah secepatnya pun agar mereka bisa melakukan segala sesuatunya dengan leluasa. Karenanya, meski masih sangat canggung dan masih sangat terpaksa, Calista melakukannya.

Sabiru sengaja membangun keromantisan dalam hubungan mereka. Tangan kirinya yang masih bisa bergerak dengan leluasa, sudah langsung merangkul punggung Calista. Sesekali, tangan tersebut juga akan mengelus maupun membelai. Dan selama itu juga, Calista akan memberikan refleks terkejut karena mungkin wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu belum terbiasa. Kini saja selain canggung sekaligus sangat tegang, Calista tak hentinya bersin.

“Coba jangan tegang biar kamu enggak bersin-bersin,” lirih Sabiru sambil menatap serius kedua mata Calista yang berada tepat di bawahnya. Karena kini, jarak wajah mereka tak kurang dari satu jengkal. Namun, Calista yang balas menatapnya langsung sibuk menggeleng.

“Sssstttt!” refleks Sabiru menahan sakit atas keadaan kaki maupun tangan kanannya.

“Mas Bi ... aku panggilin perawat, ya?” sergah Calista langsung siaga. Ia segera duduk, dan Sabiru yang kesakitan dan sibuk menahan rasa sakitnya, berakhir membenamkan wajah di pangkuannya.

“Mas ...?”

“Enggak ... sepertinya sekarang memang lagi masa sakit-sakitnya,” balas Sabiru tetap bertahan pada posisinya, sementara tangan kirinya berpegangan erat pada tepi ranjang.

“Seenggaknya kalau bilang ke perawat pasti dikasih obat atau minimal saran harus gimana-gimananya?” yakin Calista.

“Yang aku butuhkan cuma kamu. Kamu obat sekaligus vitaminku. Aku beneran enggak butuh yang lain asal aku punya kamu dan kamu bersamaku, Li!” yakin Sabiru masih merintih di pangkuan Calista.

“Mau aku peluk lagi? Tapi susah karena Mas saja miring ke kiri,” khawatir Calista sambil mengelus-elus punggung Sabiru.

Calista baru mendekap Sabiru yang akhirnya agak duduk hingga jauh lebih gampang Calista peluk, tapi mendadak ada yang datang menerobos masuk.

“Ada yang datang ...?” lirih Calista sempat mengira yang datang merupakan perawat yang hendak kontrol. Namun, ternyata seorang wanita berhijab layaknya Calista, dan Calista kenali sebagai Yasnia.

Yasnia merupakan karyawan teladan sekaligus orang kepercayaan Sabiru. Masalahnya, cara Yasnia yang asal menerobos masuk tanpa salam bahkan meski kini mereka sudah berhadapan, membuat Calista sangat tidak nyaman.

“Assalamualaikum Pak Sabiru?” sapa Yasnia sambil buru-buru membawa dua kantong karton yang dibawa ke nakas di sebelah. “Sekarang bagaimana keadaan Bapak? Pak Sabiru sudah merasa lebih baik?” lanjutnya setelah meletakan tasnya di sofa kecil dekat nakas. Ia menatap saksama Sabiru yang masih bertahan dalam pelukan Calista.

“Ini aku sama sekali tidak disapa bahkan sekadar melalui tatapan? Memang sih, suasananya memang remang. Namun masa iya, aku yang segede ini enggak kelihatan?” pikir Calista.

“Memangnya ada yang mendesak yah, Yas?” tanya Sabiru susah payah fokus meski kini, sebenarnya ia sedang sangat kesakitan.

“Sebentar, Pak. Saya panggilkan perawat dulu. Bapak kesakitan begitu, saya mana bisa membiarkannya!” sergah Yasnia buru-buru menekan nurse call bahkan meski Sabiru melarang.

Anehnya, sampai detik ini Calista sampai tidak diajak komunikasi oleh Yasnia. Termasuk itu ketika akhirnya suster yang datang dan apa-apa serba Yasnia yang serba tanya sekaligus meminta solusi, pergi.

“Si Yasnia apa banget, sih, ya? Memangnya dia pikir, alasan aku ada di sini dan sampai sekarang masih ditahan-tahan mas Sabiru apa, kalau bukan karena hubungan kami sudah sah? Baru kali ini ada karyawan yang bikin aku ingin ceramah. Caranya beneran enggak sopan,” batin Calista langsung terdiam tak percaya ketika Yasnia dengan tegas meminta Calista pergi dari sana.

“Yasnia!” tegas Sabiru.

“Saya tegaskan lagi, tolong tinggalkan kami sekarang juga karena ada beberapa hal penting yang harus kami bahas!” tegas Yasnia masih dengan keputusannya.

“Yasnia, tolong jaga sikap kamu. Dari awal kamu datang, kamu sudah sangat tidak sopan. Nona Calista istri saya. Kami sudah menikah dan otomatis status Nona Calista sekarang juga bos kamu!” tegas Sabiru tidak bisa untuk tidak emosi. Menahan rasa sakit di lukanya saja sudah membuatnya jadi emosional, ditambah Yasnia yang bersikap seolah wanita itu tuannya.

“Posisi kami masih pengantin baru! Dan saya tegasin lagi, tolong jaga sikap kamu khususnya kepada istri saya! Orang yang tahu sikap kamu pasti akan beranggapan kamu minim sopan santun!”

Calista merasa aneh pada cara interaksi Sabiru dan Yasnia. Selain yang Calista tahu selama hidupnya, Sabiru hanya mengejarnya. Sabiru tak pernah dekat dengan wanita mana pun, sementara status Yasnia Calista ketahu merupakan karyawan Sabiru. Namun setelah Sabiru menegaskan status Calista dan Sabiru merupakan pengantin baru, Yasnia terlihat sangat terkejut bahkan sakit.

“Hah? Mereka sudah menikah?” batin Yasnia benar-benar terkejut. Dadanya sudah langsung terasa kebas sekaligus bergemuruh.

“Si Yasnia sebenarnya kenapa, sih?” batin Calista tak mau pergi dari sana. Tak semata karena Sabiru masih kesakitan, tapi juga karena Calista merasa berhak ada di sana ketimbang Yasnia. Karena selain Calista merupakan istri Sabiru, Sabiru saja marah kepada Yasnia atas sikap karyawan itu yang semena-mena kepada Calista.

1
Sri Wulandari
lha malah buat keonaran bakar gedung tempat resepsi memangnya kalian berdua g takut nginep d hotel prodeo dasar pelakor & pebinor 😔
Sri Wulandari
blm kapok nich pebinor & pelakor blm sj para orangtua pengantin mantan mafia klu kalian g bs d bilangi sm cara baik² yg ada para mafia yg bakalan exsekusi kalian berdua hukuman mereka jauh lebih kejam😔
Sri Wulandari
pasti resepsi kejutan utk mu Calista sprti mas Kim dulu k mbk Ryuna😍😍🤗
Sri Wulandari
Yasnia sungguh tdk sopan & tdk tau malu pdhl sdh beri peringatan pak Helios sm Aqwa sj msh sj berani mengangkat telp bosnya klu Sabiru tau qm pasti d pecat karna sdh tdk sopan berani angkat telp bos mu tanpa ijinnya apalagi itu telp dr istrinya qm pasti sengaja
Sri Wulandari
Jawaban mu sangat elegan Calista membalikkan kata² lawan bicara mu dg mendoakan nya sesuai keinginan Yusnia benar² mantap & tepat sasaran 👍🤗
Sri Wulandari
msh g sadar jg Yasnia ini malah makin parah pkai guna² lg blm tau sj siapa mertua bos qm itu seorang indigo yg bs menerawang klu klrg ada mslh dg urusan tak kasatmata yg ada nti bs² balik k qm sendiri lho😔
Sri Wulandari
yasnia klu qm nekat mau merusak rumahtangga orang hati² yg ada nti qm d keluarin dr perusahaan qm kerja... apa qm g kasihan sm orangtua mu yg sakit² an apalagi qm jg punya 2 adik yg msh menjadi tanggungjawab mu.... bertaubatlah sblm qm menyesal hilangkan niat buruk mu itu utk menyakiti orang lain karna qm salah lawan
Sri Wulandari
apa Calista memutuskan hubungan dg Sabiru karna menjaga perasaan Hyera adiknya thour
ayu cantik
suka
sweetie belle
lah ini br tau hyera demen jg ama biru, baca kisah mrk kebalik2 🤣🤣
Nartadi Yana
Luar biasa
Nartadi Yana
wah bahaya lho menyumbangkan Asip tanpa tau yang meminumnya, soalnya itu akan jadi saudara sepersusuan
Nartadi Yana
udah pecat saja itu yasnia mau jadi pelakor
Nartadi Yana
nah ini masalahnya nggak tau bacanya harus yang mana dulu , bila ada urutan kapan outhornya bikin misalkan novel pertama, kedua dan seterusnya ...... aku suka 💗💗💗💗💗
sweetie belle: iy, harusnya gt jd baca jg berlanjut trus gak biz yg ini tus yg ono.. ini aja jujur aq bc dr anak2 akala dulu malahan br lanjur dr ortu mrk wkwkwk
total 1 replies
Nartadi Yana
wah si yasnia pingin jadi istri bos ini
Nartadi Yana
oh alista menghindar karena hyra suka sama sabiru baru ingat akunya
Nartadi Yana
apa alasan Calista menggindar apa ada ulet bulu dan salah paham
Mama lilik Lilik
Luar biasa
anikbunda lala
tingkahnyavsi Rain kok kaya si Azzam ya
anikbunda lala
hahahaha ... keturuanan si ojan asli ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!