Sekuel Ketos Itu Suamiku.
🍁🍁
"Nikah yuk, Bi!" ajak seorang cowok pada seorang gadis yang berjalan di dekatnya.
"Nggak mau!" balas gadis berkerudung lengkap dengan cadarnya tersebut. Menolak mentah-mentah ajakan menikah dari seorang cowok yang dia ketahui bernama Alther Davindra Bagaskara.
🍁
Siapa yang tidak mengenal cowok bernama Alther Davindra Bagaskara? Murid pindahan yang langsung menjadi most wanted di SMA Mahardika.
Wajahnya yang tampan paripurna, postur tubuhnya sesuai idaman para kaum hawa, serta praupannya yang dingin itu sungguh menjadikannya seorang pangeran di sekolah barunya. Bahkan statusnya sebagai ketua geng motor semakin menjadikan Al sebagai cowok idaman mereka.
Namun, siapa sangka jika cowok keren dan brandalan seperti Al malah jatuh hati kepada perempuan bercadar dan sangat menutup penampilan serta menjaga batasannya? Tidak akan ada yang percaya, bukan?
Siapakah perempuan yang berhasil menarik hati Al?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee_yuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 3. Memanfaatkan Anugerah
Bab. 3
"Mi, aku mau pindah sekolah," ucap seorang pria muda dengan tampilan acak-acakan namun justru terlihat sangat tampan.
"Kenapa lagi, Al? Berantem lagi kamu?" tanya wanita yang berusia hampir empat puluh tahun. Namun terlihat seperti wanita berusia dua puluh tahunan. Terlihat sangat muda sekali.
"Enggak, Mi. Aku nggak berantem lagi, kok!" balas cowok tampan itu.
"Lalu?" wanita yang bernama Rinda itu menatap putranya dengan alis terangkat.
Sedangkan yang di tatap seperti itu oleh Rinda, mencoba mengalihkan tatapannya ke arah lain. Takut jika kebohongannya diketahui dengan cepat oleh mami nya.
"Ya bosen aja, Mi. Ceweknya di sekolah sekarang itu genit-genit. Al nggak suka," ujar Al yang sebagian jujur.
Selain siswi di sekolahnya yang genit-genit dan sering kali kecentilan di depannya, ada alasan lain yang Al tidak bisa ungkapkan kepada mami nya.
"Nggak usah pindah kalau alasannya cuma itu," tolak Rinda yang kembali fokus dengan pekerjaannya. "Lagian wajar saja mereka ngejar kamu. Orang emang kamu dari bibit unggul."
Al memutar bola matanya di kala mami nya mau menyombongkan diri. Sebab, tidak sedikit orang yang menganggap mereka sebagai kakak adik, jika Al keluar berdua dengan mami nya. Pun begitu dengan papinya.
"Tapi ini penting untuk hidup, Al, Mi," bujuk Al yang tak akan berhenti sebelum kemauannya dituruti oleh wanita yang sudah melahirkan dirinya tersebut.
Rinda semakin curiga dengan kemauan putranya ini. Karena tidak biasanya Al meminta untuk pindah sekolah, jika bukan karena kasus perkelahian yang sering kali Al lakukan. Belum lagi balap liar yang selama ini Al lakukan tanpa sepengetahuan dirinya dan sang suami. Orang kepercayaan mereka lah yang mengadu kepadanya.
Rinda menutup laptopnya dan mengalihkan pandangannya ke arah Alther Davindra Bagaskara. Putra semata wayangnya dengan Arghani Natakara Bagaskara.
"Kalau kamu tidak mau terbuka sama Mami, Mami tidak ada alasan juga untuk mengabulkan permintaanmu, Al," ucap Rinda yang tidak selalu menuruti kemauan putranya jika itu tidak penting atau bermanfaat baginya.
Helaan napas terdengar dari mulut Al. 'Masa gue harus cerita bagian itu ke Mami, sih? Yang ada malah kena omel dan nggak akan dikasih pindah. Apa gue musti buat onar dulu baru diijinkan?' batin Al yang kemudian menyusun rencana agar bisa segera pindah ke SMA incarannya saat ini.
Bukan SMA incarannya sebenarnya. Tetapi ada alasan lain yang membuat Al ingin sekali untuk pindah ke SMA Mahardika.
Tidak mendapati persetujuan dari mami nya, Al memutuskan beranjak dari tempatnya.
"Mau ke mana kamu? Seenaknya main pergi setelah mengganggu Mami kerja," semprot Rinda menatap geram ke arah putranya.
"Al capek, Mi. Mau pulang aja kalau gitu," jawab Al menoleh malas ke arah mami nya.
"Nggak bisa!" cegah Rinda. "Karen a kamu udah jauh-jauh datang ke studio Mami, jadi sekalian aja kamu melakukan pemotretan hari ini. Mumpung bajunya udah jadi," usul Rinda.
"Mi! Ini pemerasan anak bukan sih namanya?" protes Al pada Rinda. "Mami sama aja jual Al, loh! Al laporin ke Kak Satya biar kena pasal ..."
"No no no!" potong Rinda cepat. "Sama sekali Mami tidak memerasmu. Tetapi karena kamu dan Papi kamu memiliki kelebihan pada wajah dan fisik kalian, jadi Mami hanya memanfaatkan apa yang sudah Tuhan anugerahkan kepada suami dan anak Mami. So, jangan protes. Oke!" tekan Rinda lalu berjalan begitu santai menuju ruang tempat penyimpan produk baru di butiknya.
"Ck! Bilang aja kalau Mami mau dapat untung yang lebih lagi. Karena nggak perlu keluar uang untuk bayar modelnya," sindir Al menatap kesal ke arah perginya Rinda.
Rupanya, ucapan Al terdengar oleh wanita pemilik tatapan yang begitu tajam. Bahkan papinya sendiri saja tidak bisa menolak keinginan wanita yang satu ini.
"Tepat sekali!" jawab Rinda enteng tanpa merasa bersalah sedikit pun kepada putranya. Al pun juga tidak bisa menolak keinginan wanita itu.
pengen tau kelanjutannya