KARYA EVENT ANAK GENIUS S2
Senyum bahagia di hari pengantin Syahnaz harus lenyap saat dirinya menerima kenyataan bahwa pengantin prianya membatalkan pernikahan secara sepihak.
Karena depresi dan butuh ketenangan, Syahnaz malah terjebak di sebuah bar yang membuatnya terlibat skandal dengan Presdir yang di isukan penyuka sesama jenis.
Tidak pernah ada dalam benak Syahnaz bahwa dirinya akan hamil setelah itu, merasa bahwa dirinya malu, ia memilih meninggalkan Indonesia dan berkarir di Melbourne.
Tapi siapa sangka, sembilan tahun kemudian, dia dipertemukan dengan Presiden Direktur itu kembali disaat sang anak hasil hubungan satu malam itu mempertanyakan dimana ayahnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 03. U Can Fix This, Baby?
POV Zach.
•
•
•
Aku menjalankan mobilku menuju hotel terdekat, ingin ku bawa kemana wanita manis ini, dia masih dalam kondisi mabuk berat.
Aku alergi terhadap wanita, bahkan kehilangan gairah, namun entah kenapa, wanita bernama Nanas ini benar-benar membuatku bergairah, rasanya, aku mendapat umpan bagus malam ini.
Sesampainya di hotel, aku langsung memesan kamar VIP, setelah mendapatkan kartu akses kamarku, aku menggendong Nanas menuju kamar yang berada di lantai dua.
Tidak peduli, siapapun yang memandang kamu, malam ini hanya ada milikku dan Nanas seorang.
Setelah sampai di kamar aku langsung menidurkan Nanas di ranjang, ranjang king size yang mampu menahan goncangan sewaktu-waktu.
Aku berdiri memandangi tubuh Nanas, sampai akhirnya Nanas bangkit dan mencium leherku, ah wanita agresif, ah tidak, dia tidak mencium leherku dan menyedotnya.
Tak lama kemudian dia menjatuhkan dirinya ke ranjang dalam posisi mabuk, aku melonggarkan dasi dan melepas kemeja, bekas ini memberikan tanda merah yang kentara.
"U can fix this, Baby?" bisikku mendorong Nanas tertidur dan berbisik ke arahnya.
Nanas mengangguk, aku melepas kemejaku dan kini hanya tersisa pakaian dalam, ah rasanya aku benar-benar bergairah, aku mulai melepas pakaian Nanas dan kini terlihat bentuk tubuhnya.
Dan kau tahu apa yang terjadi selanjutnya? Sesuai apa yang di pikiran semua orang, kami melakukan itu.
"And you lost virginity, baby girl."
•
POV Nanas.
Aku membuka mata perlahan, hari sudah benar-benar siang, aku tidak tahu dimana aku sekarang, cahaya matahari masuk memancar melewati sela jendela.
Ini bukan dikamarku, Mama, Papa? Abang? Apa Bang Reza semalam menjemputku, aku menetralkan pandangan, merasakan sakit di area bawah dan aku sadarku aku tidak memakai pakaian apapun kecuali selimut.
"AH!"
"Kenapa kau begitu berisik!"
Pria itu terbangun, dia juga dalam kondisi tidak memakai apapun, aku menutup kamarku dan rasanya dia berjalan ke kamar mandi, aku baru membuka mataku saat memastikan dia sudah memakai handuk.
"Tidak usah khawatir begitu, kau sudah melihatnya semalam," jawab pria ini begitu santai.
"Kau melakukannya?"
"Kau yang memintanya, sayang.
HAH? BAGAIMANA INI?
"Kau Gila! Apa yang aku akan katakan pada orang tuaku nanti, aku anak perempuan satu-satunya."
"Itu bukan urusanku," jawabnya kemudian mulai memakai pakaiannya.
Begitu santainya pria ini menjawab, aku rasanya sangat kesal, ku raih bantal dan melemparnya kepada pria ini, namun dia berhasil menahan tanganku.
"Tenang, sayang, namaku Zach, aku lihat ini?" Dia memperlihatkan tanda merah di lehernya. "Kau yang membuatnya." timpanya.
"Mana mungkin!" Disentuh pria saja aku tidak mau, apalagi melakukan itu, apa yang sudah aku lakukan?
"Sudahlah, semalam begitu enak, andaikan waktu bisa lebih lama, kalau kau ingin disini, silakan saja," jawab Zach berjalan keluar.
Air mataku jatuh, kehilangan kehormatan segampang itu menurutnya, padahal kehormatan adalah hal yang paling berharga, tapi ini tentu salahku aku tidak dapat menjaga kehormatan ku sebagai seorang wanita.
"Tunggu!"
"Apalagi?"
"Antarkan aku ke BAR, mobilku ada disana," jawabku kemudian berdiri. "Jangan melihat!"
Aku masuk ke toilet dan membersihkan diri, aku yakin sekali dia melakukannya tanpa pengaman, bagaimana ini, kalau benih ini berkembang nantinya.
Aku membersihkan diri kemudian memakai pakaianku sebelum akhirnya berjalan bersamanya keluar dari kamar hotel, tidak ada jawaban lain yang terlintas.
Aku lupa dimana tasku yang berisi ponsel dan dompet, sesampainya di mobil ternyata tasku ada disana, aku meraih ponsel dan sudah banyak panggilan tak terjawab dari Bang Reza, Mama dan Papa.
Apa yang akan aku katakan nanti?
•
•
•
TBC
beri keajaiban dong ..
bukan sok bener sendiri... tapi bok jangan seperti itu.
kita menjelek² kan orang... belum tentu kita bagus dan baik.
setiap orang memang punya pemikirannya sendiri²... tapi tidak perlu menghujat to menjatuhkan orang lain.
berkaca pada diri sendiri... apa yang kurang to yang baik pada diri kita... dan moga² hati kita d jauhkan dari PENYAKIT HATI.
maaf bila kata² to tulisan saya menyakitimu...buka membela siapa²...hanya mengingatkan. moga jadi lebih baik dan sehat selalu. 🙏🙏🙏🙏☺☺