Bersiaplah untuk mengetahui rupa langit yang sesungguhnya, wahai manusia.
~
Seorang anak laki-laki berusia 13 tahun bernama Evan, mendapat kabar buruk tentang neneknya, neneknya terkena penyakit stroke ringan. Evan benar-benar tak percaya akan kabar itu, sosok yang terkenal lincah dan aktif walau sudah tua, pandai menari pula, bisa terkena penyakit separah itu. Saat Evan dan dua sepupunya, Yoel dan Yosua, tak sengaja mengunjungi dunia Langit menggunakan buku portal, mereka menemukan rahasia-rahasia yang selama ini disembunyikan oleh keluarga mereka, termasuk alasan kenapa nenek mereka bisa terkena penyakit tersebut. Bersama sang pemandu, Farraz, mereka menjelajahi dunia Langit bersama-sama. Untuk cerita lengkapnya, simak terus dalam cerita ini. 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rainhard Frealdo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kisah Sesungguhnya & Kepergian Nenek
“Jadi kau adalah wanita itu, wanita yang pada masa pacaran mengunjungi rumah pacar laki-laki engkau selama tepat 30 menit lamanya di bagian Barat, dan yang pada saat menikah harta engkau dirampas oleh suamimu sendiri di bagian Selatan?” tanya Farraz serius, sambil menyelidik.
Ibu mengangguk pelan, itu berarti benar.
“Astaga, tak aku sangka. Tapi hei, kenapa para penduduk di sini tak mengingat wajahmu, melupakanmu, seharusnya mereka heboh ketika kamu datang ke sini. Aku pun merasa demikian, saat aku melihat wajahmu di dunia Langit Biru bagian Selatan, aku seolah tak mengenal anda, dan tiba-tiba aku pun mengetahuinya karena anakmu, Evan, mengatakan bahwa orang yang ada di dalam penjara itu ayahnya,” kata Farraz.
Ibuku terlihat sedih, tak kuasa untuk menjawab.
“Ini sudah saatnya yang tepat, kak. Ceritakan lah pada mereka," pamanku memegang pundak ibuku.
Kemudian ibuku meneteskan air mata, perlahan air mata itu jatuh ke atas kristal hitam. Ibuku berkata dengan perlahan, “Baiklah, aku akan menceritakannya, segalanya.”
...***...
“Saat aku masih pacaran dengan laki-laki itu, hampir setiap hari aku mengunjungi rumah laki-laki itu. Ia selalu menyuruhku untuk keluar dari rumahnya setelah aku berada di rumah nya selama 30 menit agar orang-orang lain mengira itu sebuah keajaiban, ataupun mungkin lebih dari kata ‘keajaiban’, keluar setelah aku berada di rumahnya selama 30 menit, tak lebih, tak kurang walau sedetik. Benar saja, setiap aku keluar aku pasti disambut oleh orang-orang lain, terlebih-lebih lagi Ardelio, dia langsung memainkan gitar nya di atas atap dengan kursinya yang bisa terbang, seluruh keluargaku pun juga tahu akan hal itu. Tak lupa pacarku itu memberikan aku perhiasan setiap kali aku hendak keluar dari rumah dia.”
“Saat aku menikah dengan laki-laki itu, hal buruk terjadi. Aku sering meminta suamiku untuk membeli perhiasan, mengingat ia memberikan perhiasan padaku setiap hari saat masih pacaran. Dan semenjak itu suamiku pun turun peringkat dari orang terkaya nomor satu di dunia Langit Hitam menjadi orang terkaya nomor dua di dunia Langit Hitam. Karena dia seorang pemimpin dunia Langit Hitam, dia merasa malu karena dirinya tidak menjadi orang terkaya nomor satu. Niat jahat dari diri suamiku pun muncul seketika. Dia mulai merampas harta aku satu persatu. Harta, kekayaan, dan semacamnya telah menggelapkan hatinya, seolah dulu sebenarnya ia tak benar-benar mencintaiku, melainkan cinta dengan uang. Hari pun berlalu, keajaiban tiba! Ada seseorang yang secara tak sengaja melihat kejadian ketika aku dimaki-maki oleh suamiku, dan seseorang yang aku maksud adalah ... adikku sendiri. Adikku dengan cepat melapor pada pemimpin dunia Langit Biru. Pemimpin dunia Langit Biru marah, kemudian dengan sigap dia menahan suamiku, lalu mencoba memusnahkannya, karena begitulah sanksi bagi seorang pemimpin yang melakukan kesalahan, sayangnya pemimpin dunia Langit Biru gagal karena tubuh suamiku keras, kuat. Tak ada pilihan lain, akhirnya pemimpin dunia Langit Biru membawa suamiku ke penjara yang berada di dunia Langit Hitam bagian Selatan, sampai mendapat sihir yang bisa memusnahkan suamiku dalam sekejap. Setelah orang-orang mengetahui kejadian itu, Ardelio pun mulai memainkan nada gitar gembira dan sedih setiap 30 menit sekali untuk mengenang kejadian yang terlampau unik itu.”
“Aku takut kalau suamiku bisa bebas dari penjara, kemudian mencari-cari aku tanpa ampun. Maka dari itu aku memutuskan untuk diam-diam keluar dari dunia Langit. Tetapi sebelum itu aku mengeluarkan sihir penghapus ingatan mengenai wajahku pada seluruh penduduk dunia langit kecuali aku dan keluargaku, agar mereka tak heboh ketika aku kembali ke sini, jika mereka heboh, itu membuatku semakin mengingat kejadian menyakitkan itu dan itu membuatku tak akan tenang, hanya itu yang bisa kulakukan, aku sebenarnya ingin menghapus ingatan pada mereka mengenai kehidupanku, tapi aku tak bisa, aku tak pandai menggunakan sihir penghapus ingatan. Saat aku hendak pergi dari dunia Langit, rupanya di belakang ku ada ibuku, ayahku, adikku, dan istrinya adikku, mereka diam-diam membuntuti aku, bilang bahwa kalau tak baik jika aku pergi sendiri dari dunia Langit.”
“Setelah sampai di Bumi, aku mulai menciptakan sebuah rumah menggunakan sihir, untuk tempat tinggal aku dan seluruh keluargaku, yang saat ini telah menjadi tempat tinggal ibu dan ayahku. Dan saat itu aku merasa mual, juga muntah, saat di cek menggunakan sihir, rupanya aku hamil, sudah 3 hari anakku, Evan, ada di dalam perut, aku bahagia mengetahui fakta itu.”
“Adikku bekerja sebagai ahli fisika di Bumi. Bagaimana caranya ia diterima kerja? Tentunya dengan menggunakan sihir, dia buat orang yang mewawancarai dia menerimanya kerja begitu saja. Aku bekerja sebagai penjual nasi kuning, dan aku juga menggunakan sihir agar nasi kuning nya enak, dan membuat banyak orang yang beli.”
“Empat tahun kemudian, Evan sudah berumur tiga tahun, Yoel sudah berumur dua tahun. Istrinya adikku lahir untuk yang kedua kalinya. Di saat itulah ibuku membuat keputusan, yang sebenarnya telah dibuat setelah Yoel lahir, yaitu melakukan sihir ledakan paling hebat. Saat istri adikku sedang tidur, ibuku dengan diam-diam memegang perut istri adikku, mengugurkan anak yang ada di dalam perut itu yang berumur 1 bulan, untuk menciptakan sihir ledakan paling hebat, karena ibuku berpikir dia dapat melenyapkan suamiku menggunakan sihir itu, karena hanya itu sihir yang paling kuat. Ibuku memberitahu mengenai hal itu lewat surat, dirinya tak kuasa untuk memberitahu menggunakan mulut. Saat adikku membaca surat itu, adikku marah pada ibuku, karena ibuku diam-diam menggugurkan anak nya. Tapi istrinya adikku justru sebaliknya, dia justru menerimanya, dia mengerti kalau hal itu dilakukan untuk melenyapkan suamiku agar aku hidup lebih tenang. Bayangkan, dia rela anaknya gugur demi aku, padahal dia ibu kandungnya sendiri! Adikku tiba-tiba menyadari kalau marah tiada gunanya, jadi adikku pun berhenti marah, kemudian pasrah. Untungnya, keajaiban menghampiri adikku dan istrinya adikku, istrinya adikku hamil kembali, setelah 9 bulan berlalu lahirlah Yosua. Saat itu Evan sudah berumur 6 tahun, Yoel berumur 5 tahun. Dan di saat itu juga kami pisah tempat. Kami menjalani kehidupan masing-masing, tidak bersama lagi seperti pada saat kami pertama kali ke Bumi.”
Demikian lah cerita tersebut.
Akhirnya aku dan dua sepupuku mengetahui kisah sesungguhnya, segalanya.
***
Aku pun mendapat tiga hal penting dari cerita tersebut. Pertama, pamanku, bibiku, dan ibuku bukanlah orang yang terpilih oleh pemimpin, melainkan sebaliknya, tinggal dan besar di dunia Langit Biru, Yoel memang benar. Kedua, anak yang dimaksud dalam surat yang ditulis oleh nenekku adalah Yoel, bukan aku. Dan yang ketiga, orang yang melaporkan kejadian KDRT tersebut adalah pamanku, adiknya ibuku sendiri.
“Begitulah kisah sesungguhnya, nak. Maafkan ibu yang telah lama merahasiakan segalanya padamu,” ucap ibuku perlahan, hendak memelukku. Ibuku menangis, dalam pelukan hangat padaku.
Aku menerima pelukan ibuku, kami berpelukan di atas Langit Hitam ini, dan ditonton oleh dua sepupuku, Farraz, kakek, dan pemimpin.
Aku dan dua sepupuku benar-benar telah mengetahui kisah sesungguhnya itu, segalanya.
***
Di dekat portal menuju Bumi, di dunia Langit Hitam bagian Selatan.
“Kapan-kapan ke sini lagi, nak," ucap kakek itu.
“Jangan lupakan kami dan tempat ini anak-anak," ujar Farraz.
Aku dan dua sepupuku mengangguk, itu sudah pasti.
Aku, dua sepupuku, pamanku, bibiku, dan ibuku mulai memasuki portal itu.
Kami telah kembali menuju Bumi.
***
“Ah, syukurlah kalian datang,” kata kakekku, dia turun ke tempat kami berdiri sekarang, di ruangan bawah tanah yang berukuran 2 x 7 meter ini. Tapi kakekku terlihat amat panik.
“Eh, memangnya ada apa gerangan, kek?” tanya Yoel.
“Ibu jatuh di kamar mandi!” seru kakekku, ia terlihat semakin panik.
Apa! Nenek jatuh di kamar mandi, astaga!
Kami semua pun pergi dari ruangan bawah tanah, menuju kamar mandi.
Di kamar mandi, terlihat nenek tengah tak sadarkan diri.
“Ya ampun, IBU!” pamanku menggendong nenekku dari kamar mandi ke tempat tidur, membaringkannya.
Pamanku mengecek nafas nenekku melalui hidungnya, setelah itu mengecek denyut jantung nenek, perlahan dia memegang nya, memastikannya agar tak salah.
Tapi setelah itu pamanku menangis.
Eh, kenapa pamanku menangis? Apa jangan-jangan!
“Ibu telah tiada,” kata pamanku, masih menangis.
Ya ampun, apa kami tak salah dengar?!
Memang tak salah. Lihatlah, badan nenek seperti tak bergerak, dingin, kaku.
Waktu telah menunjukan pukul 22:15, di saat itulah kami semua menangis, sebab nenekku telah pergi.
Tetapi kami juga mengucapkan terima kasih padanya...
Karena ia berhasil membuat ibuku tenang...
Lebih tepatnya, dia berhasil melakukan sihir yang belum pernah bisa dilakukan penduduk dunia Langit, sihir ledakan paling hebat.
Selamat jalan nenek...
Nenekku...
Ia sungguh luar biasa
Di kala orang lain belum berhasil melakukan...
Sihir beresiko itu
Ia justru menunjukkan keberhasilannya
Ia rela berkorban
Agar ibuku tak diselimuti ketakutan...
Seumur hidup ibuku
Terimakasih kami...
Tersampaikan pada nenekku...
Yang lebih dari kata 'sangat besar'
^^^BERSAMBUNG...^^^
AUTHOR MINTA MAAF JIKA ADA KESALAHAN SEPERTI CERITA TIDAK NYAMBUNG, ADANYA TYPO (SALAH KETIK), DAN LAIN-LAIN 🙏
JANGAN LUPA:
✔️ LIKE
✔️ VOTE
✔️ BERI HADIAH
✔️ KOMEN
✔️ TAMBAHKAN KE FAVORIT
semngat dalam berkarya semoga semakin sukses dengan karya karyanya