Kdrt? Dibenci keluarga? Hidup tersiksa? Itu semua telah aku rasakan, sakitnya hidup di bawah tekanan rumah tangga, disiksa, dan di permainkan, aku telah mengalami itu semua.
Bagiku, pernikahan pertamaku hanyalah status belaka, nyatanya, pernikahan itu adalah neraka bagiku.
Aku mencoba untuk bertahan saat itu, tapi apalah dayaku. Takdir memang tidak mengijinkan ku untuk hidup bersama dengan pria itu.
Tragedi kecelakaan yang menewaskan David-suami pertamaku, membuat aku harus benar benar merasakan kerasnya dunia. Aku harus berjuang seorang diri, mencari nafkah untuk anakku, dan juga diriku.
Hingga akhirnya, aku kembali menemukan sosok pria yang telah mengisi hari hariku, yang menemaniku, dan tanpa aku sadari telah menyelinap masuk kedalam hatiku.
Pria itu tanpa aku sadari, sedikit demi sedikit telah mengobati rasa sakit dan luka ku.
Dan dari sinilah kisah ku dimulai, kisah dimana aku harus berusaha mengobati luka di hatiku. Aku akan kembali bangkit dan menata kehidupanku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niluh Deviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemarahan David
"mmm.. itu, aku, aku hanya merindukan rumahku"
"Benarkah?" Damian terdiam sesaat "Apa itu bukan karena perjodohan ini"
"Ti..tidak Damian"
"Gloria.." Gloria menatap lekat manik Damian. "Apa kau menyukaiku?"
Deg
"Damian.. apa yang kau katakan"
Damian tersenyum seolah mengetahui apa yang Gloria rasakan. Yah, ia menyadari perasaan Gloria yang lebih dari seorang teman kepadanya. Tapi, mau bagaimana lagi perasaan tidak bisa di paksakan.
Damian mengusap kepala Gloria dan membuat gadis itu membeku seketika.
"Lupakanlah persaanmu. Bagiku kau adalah adiku dan selamanya akan seperti itu" Kata Damian sambil tersenyum.
"Baiklah"
Gloria tersenyum miris melihat kepergian Damian. Dalam hati Gloria sangat berharap Damian melupakan perasaannya sebagai seorang kakak dan adik.
Gloria bangkit dari duduk nya.
"Sudahlah Gloria, Damian hanya perlu waktu" Katanya memberi harapan pada dirinya sendiri.
🍁🍁🍁
Jam berdetak semakin larut. Joana telah terlelap di atas sofa dan kembali terbangun saat ia merasa tenggorokan nya kering.
Joana duduk dan mengumpulkan kesadarannya. Sambil mengerjakan matanya Joana menatap kearah ranjang yang masih rapi. "David belum pulang?" Guam Joana yang menyadari bahwa pria itu belum kembali dari kantor.
Joana melirik jam yang sudah menunjukan pukul dua belas lebih dua puluh menit. Joana berusaha tidak peduli dengan David. Ada atau tidak ada nya pria itu tidak akan pernah bisa mengubah apapun di hidup nya.
Di tempat lain.
David yang tengah frustasi kini memilih untuk berdiam diri di salah satu night club terbesar di tempat itu. Ia melihat banyak wanita dengan pakaian seksi yang meliuk liukan tubuh mereka mengikuti alunan musik yang memecah telinga.
Beberapa wanita lainnya sibuk menempel di tubuhnya sambil menggodanya. David yang tengah kesal sama sekali tidak tergoda dengan hal itu.
Ia kembali meneguk minumannya untuk kesekian kalinya. Ia merasa kepalanya sudah pening dan pengelihatannya mulai memburam. Ia merasa kesadarannya sedikit demi sedikit mulai hilang.
"Apa kau sama sekali tidak tertarik padaku tuan? Anda sangat tampan dan terlihat sangat kaya. Saya yakin anda tidak akan berubah jelek dan miskin setelah menghabiskan malam bersama" kata wanita dengan mini dres berwarna merah tua itu. David terkekeh membalas perkataan wanita yang tengah memainkan rambutnya.
"Apa hanya sebatas itu kemampuan mu? Kau bahkan tidak bisa membuatku 'on' dasar!"
Merasa kesal dengan perkataan David. Wanita yang tadi menggodanya dengan tenang kini berubah menjadi sangat liar.
Ia berusaha menguasai bibit David dengan lidahnya. David mulai kesal ia membenci wanita yang begitu agresif.
David mendorong tubuh wanita itu.
"Enyahlah dari hadapanku. Aku ingin muntah melihat mu!"
Dengan kesal wanita itu pergi dari depan David.
Ingatan itu kembali terputar di benak David. Undangan itu jelas menulis kan nama kekasihnya dan pria lain.
David mengeratkan genggamannya pada gelas yang berisi minuman itu.
PRANG
David melempar nya begitu saja dan membuat suara pecahan yang sangat nyaring. Banyak orang yang mengalihkan pandangannya kepada David.
David memutuskan untung kembali pulang membawa kekesalan dan kemarahannya.
..
David menelan bel rumah berulang kali namun tidak ada yang membuka pintu. Ia mulai kesal dan kembali menekan bel dengan cepat.
Ckek.
"David kau sudah--"
BRUK
"Aakh.. David"
"Diam kau! Dasar jal*ng tidak berguna aku akan membuatnya menyesal.!!"
"Aaarrrgghhh...." David mengerang keras. Joana berusaha berdiri.
David berjalan menuju dapur ia mengambil minuman keras disana. Joana panik ia berusaha menghentikan David. Bisa terjadi masalah jika David mabuk dan mengamuk di dalam rumah.
"David kendalikan dirimu. Jangan buat keluargamu terbangun"
"Diam!!! Kalian para wanita sama saja! Selalu membuatku marah! Dasar tidak berguna!"
"David jangan lakukan itu. Jangan membuat masalah di rumah mu sendiri" ,
David menggretakan giginya. Ia menyimpan botol minumannya dan menatap tajam kearah Joana.
David mabuk berat. Ia membayangkan wajah Lily di wajah Joana. David mencengkram dagu wanita itu dengan keras hingga membuat Joana mengerang kesakitan.
"David lepaskan aku... David.. Akhh.."
"Aku memberikan mu apapun yang kau inginkan! Dan sebagai balasannya kau malah menikahi pria lain!! Itukah yang aku harapkan padamu huh?!"
"David.."
"Tidak!! Wanita seperti mu tidak pantas untuk dimaafkan."
"David ini aku... sadarlah David"
"DIAM KAU JAL*NG!!!" Joana tersentak kaget ketika David tiba tiba menyeretnya kekamar. Joana mulai ketakutan David biasanya akan menyiksanya jika sedang marah seperti ini.
Sesampainya di kamar David membanting tubuh Joana di ranjang. Joana memberontak dan berusaha bangun tapi usahanya sia sia
David menggagahi tubuh Joana dengan tanpa perasaan.
"David sssakit... David aakh..."
"Sakit? rasakan lah akibatnya telah mempermainkan ku!!"
"David.. lepaskan aku hiks .. hiks.. sakit aaakkhh"
"Hahaha.. apa kau menikmatinya sayang?" Tanya David sambil terkekeh dan mempercepat tempo nya.
"Davidhh.. ah..aku mo..mohon Davh..vid.. lepash.."
"Kau telah membuat keputusan yang salah telah mempermainkan ku !!" Setelah mendapat pelepasan David berdiri dan membangunkan tubuh Joana yang lemah.
David melempar tubuh Joana kelantai hingga membuat tubuh wanita itu terbentur sangat keras. Joana meringis kesakitan.
David menjambak rambut Joana.
"Dengarkan aku baik baik! Jangan berani mendekati sofa ataupun menggunakan pakaianmu. Aku mau kau tetap di lantai dan tidur di sini"
"Ta..tapi David disini sangat di..dingin"
PLAK
"Kau masih berani membantah? Dasar tidak tau diri. Apa kau mau aku merendam mu di bath up semalaman huh?" Joana menggeleng pelan. Ia menahan sakit di sekujur tubuhnya.
Sementara David merasa kepalanya sangat pusing. Dan gejolak aneh dari perutnya.
"Huueeekkk... hooeekk.." David memuntahkan isi perutnya di kaki telanjang Joana.
Joana menatap jijik kearah cairan berlendir itu. David mengusap bibirnya. Kepalanya sangat pusing ia pun sangat letih ia memutuskan untuk tidur di atas ranjang. Dan dengan sisa sisa kesadarannya David membuat suhu ruangan menjadi sangat rendah dan membuat Joana menggigil kedinginan.
Wanita malang itu terbaring lemah di atas lantai yang dingin. Tidak ada banyak apalagi selimut. Tubuhnya serasa membeku.
Joana menahan isakan tangisnya. Dalam hati ia berdoa agar David mendapat pelajarannya dan mau menerima nya walau hanya sedikit.
"Sakit.. hiks.."
Lirih Joana sambil mengusap tubuh nya yang kedinginan.
Karena lelah, kesakitan dan kedinginan Joana tak dapat mempertahankan kesadarannya. Joana pingsan dengan keadaan yang mengenaskan.
Hingga keesokan harinya.
David terbangun dari tidurnya ia melirik jam yang sudah menunjukan pukul sebelas siang. David meregang kan otot ototnya yang terasa kaku.
David menautkan alisnya ia merasakan tubuhnya hanya di balut kemeja dan tidak menggunakan celana.
"Apa wanita itu memperk*saku semalam?" David menggelengkan kepalanya menghapus pikiran konyol nya. Bagaimana ia bisa berpikir bahwa Joana lah yang memperkosa David.
David melirik kearah sofa ia tidak menemukan Joana disana. "Apa wanita itu sudah bangun?" Guamnya. Dengan sikap acuh tak acuh David tidak berusaha mengingat kejadian semalam ia berniat turun dan mandi.
tapi..
Bruk
David tersungkur di lantai ketika tubuh Joana menghalangi langkahnya.
"****"
David memperhatikan tubuh Joana tergeletak di atas lantai dengan keadaan telan*jang bulat.
David membulatkan matanya setelah menyadari kebodohannya. Ia mengira Joana adalah Lily dan memperlakukan wanita itu dengan kasar.
"Semoga dia belum mati" tanpa berpikir panjang lagi dengan keadaan setengah telanjang David membopong tubuh Joana ke ranjang.
"Dia demam" David memijat kepalanya yang terasa sangat pusing. Ia harus menghadapi masalah saat baru bangun pagi.
David berniat memanggil dokter namun ia mengurungkan niatnya setelah memihat keadaan Joana.
Dengan dongkol ia memperbaiki keadaan Joana dan membersihkan tubunhya. Setelah itu ia menghubungi Dokter.
"Ku harap pria lain yang memperkosa wanita ini!"
______
mari saling mendukung.
yuk mampir uga di novelku.
🙏🙏