NovelToon NovelToon
After 41 Days Marriage

After 41 Days Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Komedi / Detektif / Trauma masa lalu / Keluarga & Kasih Sayang / Mata-mata/Agen / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:15.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tris rahmawati

(21+ Harap bijak dalam memilih bacaan)
Tidak pernah terbayangkan oleh Dilvina keputusan nya untuk pergi ke negara lain meninggalkan pernikahan yang di anggap nya telah gagal dan penuh rasa sakit malah menyambut masalah lain yang lebih parah.

Sebuah kisah kekelaman masa lalu keluarga nya hadir kembali, para pembunuh ayah nya penghancur masa depan keluarga nya saling melingkar berkesinambungan hadir Bersama masa lalu sang suami JULIAN ANDERSON yang merupakan seorang agen rahasia di sebuah organisasi dulu, kini Jullian hadir kembali berusaha untuk memperbaiki pernikahan mereka yang berawal dari keterpaksaan dan perjodohan itu, akankan semua masalah terselesaikan? apakah mereka akan kembali bersama?

“Aku menjadi tahu kenapa Mama memilih Jullian sebagai menantu nya, ya tidak lain mama pasti tahu semua ini akan terjadi!”



“Dan sekarang kau datang? untuk apa lagi Jullian!”


💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20

Dilvina mengaktifkan mode awas, manik nya terus memperhatikan keadaan rumah Sophia duduk di jok lebih maju mungkin saja sesuatu akan terlihat olah nya, namun pintu tampak tertutup begitu pun jendela Dilvia selalu berharap semoga semua selalu akan baik-baik saja.

20 menit berlalu Jullian belum juga datang, Dilvina mulai jengah, ia kembali menegakkan tubuh mengedarkan pandangan nya ke sekitar interior mobil, ia bedecak kagum ya mobil yang cukup mewah.

Dilvi melihat sesuatu di cabil belkang, tangan Dilvi pun menjulur panjang ke arah cabin penumpang itu, ada beberapa buah koran tergeletak di sana, Dilvi mengambil itu lumayan untuk mengisi kejengahan.

Harian Filliphino, begitu lah judul besar kertas abu-abu itu, di tulis menggunakan bahasa asli ,tangan nya terus bergerak membalik kertas-kertas lebar itu, tidak terlalu menarik terlalu banyak pembahasan politik, namun Dilvi tetap saja membaca apa saja itu, stop Caviarez island manik Dilvi melebar sepotong gambar pulau indah terpampang di sana, Dilvi meremang segera menghempaskan koran itu.

Bagaimana bisa pulau itu menjadi judul besar di halaman destinasi traveling, mendadak ada banyak hal di kepala Dilvi, namun rasa takut nya lebih besar dari rasa penasaran, tidak peduli apapun itu, yang terpenting Ibu adik nya dalam keadaan baik-baik saja, terlepas apapun yang terjadi di pulau itu sekarang mereka tidak ada lagi hubungan nya.

Semenit kemudian Jullian sudah terlihat sedang berjalan menuju mobil, Dilvina menatap lelaki itu dari jauh, wajah tampan dengan tatapan serius, garis-haris rahang yang rapi, tubuh atletis di sebalik kaus.

“Kenapa dia memakai kaus, apakah tidak jadi ke kantor?”gumam Dilvina.

Pintu mobil pun terbuka lelaki itu perlahan masuk ke dalam nya, dàmn aroma musk yang menyeruak tajam menelusup ke hidung Dilvi dan lolos menembus ke warasan nya.

“Kenapa kau memakai pakaian santai, bukan kah kau akan ke kantor!”selidik Dilvina menatap serius manik nya.

“Aku akan menghabiskan hari ini bersama mu” tersenyum lelaki itu, lagi-lagi sukses membuat Dilvina mengerucuti bibir nya.

“Apa’an sih?” ia mengulum senyum mengalihkan wajah nya.

Jullian terkekeh melihat wanita itu bersemu malu, tangan nya siap memasang seat belt nya bersiap akan pergi. “Aku tidak akan bekerja hari ini, kita akan mencari tempat tinggal dulu!” mobil pun siap melaju.

“Jull tunggu!” tangan Dilvina menyantuh di lengan lelaki itu mengintrusi, “Mereka akan pergi!” terlihat seorang lelaki bertopi keluar dari pintu, langkah nya terburu-buru memutar jalan menekan tombol remot lalu masuk ke dalam nya, dari sisi pintu sebelah Sophia masih mengunci pintu rumah seperti nya siap akan pergi juga.

Wajah Sophia terlihat tidak baik, Dilvi segera mwncari ponsel nya mungkin saja ada yang terjadi dan Sophia menghubungi nya, manik kedua nya terus memantau dengan tangan Dilvi terus bergerak di ponsel.

“Hemm, tidak ada, Sophia hanya mencari ku tadi malam, pagi ini tidak!”

“Memang nya ada apa?” tatap lelaki itu.

“Ah, tidak! Baiklah aku akan ke dalam mengambil beberapa pakaian dan barang-barang penting milik ku, sebaik nya di simpan di café saja” Dilvi melepas seat bel, membuka pintu dan turun.“Tunggulah di sini, aku tidak akan lama, pastikan kau tidak akan pergi ketika aku masuk ke dalam!” wanita itu pun tersenyum ia membalikkan kata-kata Jullian tadi.

Dilvi sukses membuat Jullian lagi-lagi mengulas senyum, Jullian merasa tertarik untuk ikut ke dalam,dia pun turun mengikuti langkah Dilvi yang baru membuka pintu dan berjalan masuk.

“Kenapa kau ikut masuk!” Dilvi berhenti di tangga memutar ke belakang.

“Tidak ada hanya memastikan kau baik-baik saja!”

Dilvina berdehem lalu berjalan lagi naik ke atas untuk kemudian melangkah masuk ke kamar nya, Jullian masih mengedarkan pandangan ke seisi ruang menaiki satu persatu undakan ke atas, rumah rua yang sangat klasik namun cukup baik, ia menelisik kesekeliling .

“Hey Coco” sapa Jullian mendapati Coco sedang makan di sebelah kamar.

Netra Jullian terus mengedar menelisik ke seisi ruangan, rumah ini di dominasi tentang Sophi barang-barang hingga figura-figura yang terpampang rapi semua nya adalah Sophia.

Kali ini Jullian berhenti ia terkesiap melihat sebuah Figura Sophia bersama seorang lelaki, Jullian pun memutar ulang lelaki yang memakai topi bersama Sophia tadi. “Damian La Rigaz, shít bagaimana bisa?”

“Dilvina!”panggil lelaki itu.

“Hemm…sebentar!”Sahut nya dari dalam kamar.

Tatapan Jullian dingin ia seperti baru menemukan sesuatu hal, nafas nya mulai terdengar tak beraturan, Jullian pun mengayunkan langkah nya berjalan ke arah kamar Dilvi yang terbuka, “Dilvina, bawalah yang penting-penting, aku pastikan lagi kau tidak akan pernah kembali ke sini!”

Dilvi terperangah, ia yang sedang memasukan barang-barang ke dalam tas pun menoleh.

“Ada apa?”

“Cepat pergi dari sini, ayo bawalah yang penting-penting sisa nya kita bisa beli yang baru!”

“Jullian! Ada apa!” sengit Dilvina perlahan bangkit.

“Selasaikan cepat, Dilvi!”

“Iya hanya ini, sudah semua! katakan pada ku ada apa?” tatap Dilvi penuh selidik.

Jullian tidak menindahkan ia malingkan wajah nya benar-benar masih tidak percaya atas kebenaran yang baru di ketahuinya.

“Ayo!”Jullian melangkah ke dalam kamar mengambil alih tas Dilvi dan mengangkat nya, “Cepat turun sekarang!” ia pun keluar kamar mengintonasi tegas Dilvi.

Dilvina terperangah di tempat, “Ada apa?” mengehal nafas nya lalu menghembuskan lalu mengikuti langkah lelaki itu, Dilvi menutup pintu-pintu lalu berhenti di samping kamar membungkuk mengusap Coco lalu bangkit lagi untuk segera turun.

Jullian berdiri di luar mobil nya, lelaki itu terus memperhatikan Dilvi dari jauh, manik nya serius. “Sudah! Ayo naik!”

Dilvina mengangguk perlahan melangkah pelan siap masuk ke dalam mobil, kini lelaki itu menjadi tampak lebih serius ia menyibukkan diri dengan ponsel, menunggu seseorang mengangkat panggilam nya.

“Shit kemana dia!” Felix lagi-lagi tidak mengangkat telephone, di tempat yang jauh Felix tampak tergelak mendapati panggilan dari Jullian, ia fikir Jullian akan menanyakan tentang pelaku yang meletakkan ramuan perangsang, Felix sengaja ingin menutup kasus itu begitu pun Sophia.

“Ada apa Jull, ada masalah?” selidik Dilvina

“Tidak! Apa kau merasa ada yang aneh dengan Sophia, sudah berapa lama ia menikah dengan lelaki itu!”

Pertanyaan Jullian benar-benar membut dulvi berkerut dahi, “Ada apa sih! Aku tidak akan menjawab jika kau tidak mengatkan nya!”

“Apakah kau tidak tau siapa lelaki itu!”

“Kenapa aku harus tahu, yang ku tahu dia hanya suami teman ku, titik!”

“Dilvina!” Jullian menggeram “Kau tinggal bersama istri seorang penjahat, Damian La Rigaz kau tahu dia ada residivis, anggota mereka merupakan pemasok obat-obatan terlarang di berbagai negara, beberapa kali terlibat kasus penjarahan berdarah, sayang nya mereka selalu pintar mengelabui dan mengalihkan, Damian merupakan kaki kanan seseorang, Jullian pernah hampir terbunuh di Mexico kala itu karena nya!”

Dilvina terlonjak keget,“Jullian, kau bukan sedang membahas film mafia sillica kan? cerita apa ini!”

Jullian mengusap wajah nya kasar, ia tahu Dilvina tidak akan mudah mencerna dunia mereka, “Lupakan, aku hanya minta mu untuk menjauhi Sophia, ini mungkin akan baik untuk mu dan juga dia!”

Dilvina menggeleng,“Aku tidak mengerti Jullian, aku tahu Damian bukan orang yang baik, tapi tidak seseram ini! bagaimana bisa aku menjauhi sahabat ku”

“Dilvina!” Jullian Frustasi bagaimana cara menjelaskan nya pada wanita ini, “Jika kau menyayangi teman mu maka jauhi dia, akan sulit bagi Sophia jika Damian tahu istri nya mengenal Felix dan aku!”

Dilvina masih menatap bingung, pikiran nya terus mencern,“Dilvi!” tatap Jullian manik Dilvi “Ku mohon mengertilah, akan sangat berbahaya untuk Sophia jika Damian tahu istri nya mengenal aku dan Felix” ujar nya melemah.

Wanita itu pun seketika luluh, manik Jullian seakan menghipnotis nya, Dilvina berdehem kini ia memalingkan wajah nya, “Kenapa begitu menyeramkan Jull apakah kau masih bermain-main dengan hal-hal seperti itu?”

Kekhawatian menyelimuti Dilvina seketika, ia sangat benci mendengar hal-hal semacam ini, benar-benar membangkitkan ingatan lama nya.

“Tidak, namun musuh ku mungkin masih ada”

Dilvia memejam, lihat lah dia mengatakan mungkin musuh masih ada, ketakutan Dilvina pun semakin membuncah.

“Jaga dirimu Jull, ada seseorang yang selalu berharap kau selalu akan baik-baik saja!” Dilvina menjeda ucapan nya.“Ibu mu!” dan juga aku….

.

.

.

1
Nayy
lihat peta...lihat peta...🤣🤣
Nayy
beg*
Nayy
ku baca lagi dan lagi
"fase paling tinggi mencintai adalah mengikhlaskan" tapi aq ora isok thor 😭😭
dian rahma
udh kelewat bgt ya Allah.. ini udh 2026 dan aku baru tau ada karya Ka Tris yg baru. pdhal lagi maraton reread kisah dr NadilaDimas ampek Jullian Dilvi eh ada yg baru kisah Auriga ternyata. pdhal masih pengen reread Sophie Felix abis ini,,
habis gas Auriga setelah reread semua karya Ka Tris disini... meni kangen sangaatt
dian rahma
reread ini tetap terharu tp bisa senyum juga dgn panggilan Mommy Coco untuk Sophia dr Felix..
dian rahma
ini udh 2026 dah kisah mereka masih seseru ini aku bacanya. lagi reread novel Ka Tris disini satu persatu... sekangen itu sama mereka
siska nirmala
aku baru mampir thor..baca julian setelah baca auriga, jadi penasaran kisah mama papa auriga
Nofta Putri111
semangat thoor/Applaud//Applaud/
Lila Susanti
nancyyyy /Joyful//Joyful//Joyful/
Lia Yulia
astagaaaa😂😂😂
Lia Yulia
Frans pakai jurus seribu alasan🤣🤣🤣
Nurhasanatul Laela
Luar biasa
Merri Dawati
sudah berulang klie mbaca nya saya tidak pernah bosan...benar benar bagus cerita nya
DIAN Riskawati
aku baca lagi kak,,,,kangen di tahun 2021 baca novel ini
Isnay Dewi73
Luar biasa
Herlinawati Ana
🤣🤣🤣 polos nian dikau Dilvina😂😂😂
Titin Suprihatini
ka tris akhirnya balik ke si biru
Bengkalis- Eva Okktafia
Luar biasa
Herlinawati Ana
balik lg ksni smbil nugguin On Going Anaknya biar gak gabut ya bc ksah Mommy n Daddynya aja dlu... star On 29012025 😍
Icha Okta
karyanya kak Tris gak pernah ngebosenin malah bikin kangen😘😘😘👍👍👍
Herlinawati Ana: aq juga bc ulang ni kak🤭
biar gak gabut nugguin On Going anaknya Jullian n Dilvi...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!