NovelToon NovelToon
Suami Yang Kau Dan Keluarga Mu Hina Adalah Pewaris Kaya

Suami Yang Kau Dan Keluarga Mu Hina Adalah Pewaris Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Demi menguji ketulusan, Aldi Pratama menyamar sebagai pria biasa selama dua tahun pernikahan. Namun, Kirana beserta keluarganya yang gila gengsi terus menghina dan merendahkannya. Batas sabar Aldi habis; ia mengungkap identitas aslinya sebagai pewaris tunggal konglomerat raksasa Pratama Group, menceraikan Kirana, dan memiskinkan keluarganya.
Kejatuhan itu seketika menghancurkan hidup Kirana—ibunya meninggal karena syok, adiknya dipenjara, dan ia harus bertahan hidup sebagai pedagang sembako miskin. Di titik nadir inilah Kirana bertobat total dan belajar bersyukur. Takdir kemudian mempertemukan mereka kembali lewat program sosial. Meski dipisahkan jurang kasta yang permanen, Aldi diam-diam memberi perlindungan rahasia karena belum bisa melupakan Kirana sebagai cinta pertamanya, sementara Kirana menjalani takdirnya dengan keikhlasan dan penyesalan abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 17: Langkah Kaki di Kegelapan

Suasana di dalam Grand Ballroom menjadi begitu hening hingga suara detak jarum jam dinding hotel mewah itu seolah bisa terdengar dengan jelas. Semua mata kini tertuju pada koridor tengah ballroom yang kosong, menanti kedatangan sang 'kuli gudang' yang menurut cerita Rendy telah mencoreng nama baik perusahaan.

Rendy berdiri dengan dagu yang sedikit diangkat, bersiap untuk memberikan penghinaan terakhir pada Aldi di depan seluruh jajaran petinggi pusat. Sementara Soni sudah menyiapkan mental untuk menertawakan mantan bosnya itu sekali lagi.

Kirana menggenggam kedua tangannya kuat-kuat di depan dada, air matanya mulai mengalir perlahan. Dia merasa sangat hancur karena membayangkan Aldi akan diseret masuk ke dalam ruangan ini dengan pakaian seragam abu-abunya yang kotor dan berdebu, dipermalukan di hadapan ratusan orang kelas atas termasuk direksi pusat.

Namun, beberapa detik kemudian, langkah kaki yang mantap dan tegas terdengar bergema dari arah luar pintu utama.

Suara ketukan sepatu kulit berkualitas tinggi itu terdengar begitu berwibawa, ritmenya sangat stabil, memancarkan aura dominasi yang sangat kuat bahkan sebelum sosoknya terlihat.

Dua orang pengawal tertinggi pusat membuka pintu ganda lebar-lebar, lalu membungkuk hormat hingga sembilan puluh derajat ke arah pria yang berjalan masuk di antara mereka.

Ketika sosok itu melangkah masuk ke bawah sorotan lampu sorot utama ballroom, seluruh ruangan seketika menahan napas dalam-dalam. Beberapa manajer senior bahkan langsung terbelalak lebar dengan mulut yang terbuka tidak percaya.

Pria yang berjalan masuk itu bukan mengenakan seragam abu-abu logistik yang kotor. Pria itu mengenakan setelan jas formal tiga potong (three-piece suit) berwarna biru gelap yang dijahit khusus dengan benang sutra terbaik, jam tangan platinum langka melingkar di pergelangan tangan kirinya, dan rambut hitamnya tertata sangat rapi, menonjolkan garis rahangnya yang tegas dan tampan. Aura wajahnya tidak lagi memancarkan keramahan manajer biasa, melainkan dingin, tajam, dan penuh dengan otoritas mutlak dari seorang penguasa tertinggi.

Pria itu adalah Aldi Pratama.

Kirana yang melihat sosok suaminya melangkah masuk dengan penampilan se-luar biasa itu langsung membeku di tempat.

Matanya membelalak tidak percaya, air matanya tertahan di pelupuk mata. M-Mas Aldi...? Kenapa... kenapa dia berpakaian seperti itu? Jam tangan itu... jas itu... otak Kirana mendadak macet, menolak untuk memproses pemandangan di depannya.

Ibu Ratna dan Riko yang berdiri di kejauhan langsung lemas, pegangan tangan Ibu Ratna pada tas sewaannya terlepas hingga tas itu jatuh ke lantai. "A-Aldi...? Itu beneran si Aldi menantu miskin kita?! Gak mungkin! Ini pasti mimpi!" igau Ibu Ratna dengan bibir yang bergetar hebat.

Rendy dan Soni adalah dua orang yang paling syok di ruangan itu. Wajah Rendy yang tadinya pucat kini berubah menjadi abu-abu seperti mayat. Seluruh tubuhnya gemetar hebat melihat Aldi berjalan dengan begitu santai namun penuh tekanan ke arah mereka.

Aldi melangkah melewati barisan manajer yang langsung membungkuk hormat padanya tanpa sadar. Dia berhenti tepat di depan Bapak Subroto.

Bapak Subroto, sang Direktur Utama Eksekutif yang ditakuti oleh seluruh anak perusahaan, langsung menegakkan tubuhnya, meletakkan tangan di dada, lalu membungkuk dengan penuh rasa hormat yang mendalam kepada pria muda di hadapannya.

"Selamat malam, Tuan Muda Aldi Pratama. Seluruh dokumen bukti kejahatan dan manipulasi dana yang dilakukan oleh Rendy Wijaya dan Soni telah kami amankan sesuai perintah mutlak Anda," ucap Bapak Subroto dengan suara lantang yang menggema di seluruh penjuru ballroom.

Kalimat dari Direktur Utama pusat itu seperti petir di siang bolong yang menyambar kewarasan Rendy, Soni, Kirana, dan seluruh keluarganya. Tuan Muda... Aldi Pratama?!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!