Burhan menikahi Tania karena perjodohan, Tapi ini adalah awal neraka untuk Tania, menikahi Burhan yang tak pernah mencintai dirinya, har-hari Tania dilalui dengan hinaan, cacian dan perselingkuhan Burhan.
Bagaimana perjuangan Tania untuk kembali bangkit, ikuti kelanjutan ceritanya di novelku ya. Berjudul "Buat Apa Aku Kau Pilih Tapi Akhirnya Aku Kau Bully di Novel Toon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20 MANTAN YANG DATANG
Tania yang sehabis mengupas buah-buahan meletakannya dimeja tamu didepan Burhan.Yang sedang membuka Handphonenya.Mata Burhan mendadak besar melihat siapa yang mengirim pesan kepadanya.
"Desi?! Burhan membenarkan duduknya dan mencoba membuka isi pesan tersebut"
"Hai Mas Burhan, apa kabar aku kangen sama kamu Mas,masih ingat sama aku, saat ini aku sudah di Jakarta, aku sudah cerai dan aku kembali ke Indonesia.Kalau boleh Aku ingin ketemu kamu di cafe Berlin malam ini kalau kamu tak membenci aku"
Burhan melihat jam tangannya,waktu sudah menunjukan pukul setengah sembilan,dia tidak segera untuk mengiyakan ajakan itu karena hari ini dia baru pindah dan tak. mungkin meniggalkan Tania yang baru tinggal disini,bagaimanapun dia harus melihat keseriusan Desi kepadanya.
Burhan menutup handphonenya dan memulai memakan buah yang disodorkan Tania kepadanya yang sedang sibuk mencuci piring didapur.Dia berusaha menenangkan hatinya, bayangan ibunya terbayang ketika Buk Seno sakit.
"Burhan Desi sudah mengkhianati kamu Nak, jangan kaun harap perempuan yang mudah ingkar janji,selamanya kamu tak akan bahagia" Dada Burhan sesak buah yang dimakannya terasa gambar padahal buah mangga yang dimakannya sangatlah manis.
"Kamu kembali Desi,apa tujuan kamu kali ini,kenapa kau datang dan merindukan aku setelah aku harus menyerah kepada permintaan Mamaku menikahi gadis yang tak aku cintai tapi berbudi kepada Mamaku,haruskah dia aku korbankan demi hati dan perasaanku.
"Mas... Mas kenapa,kok peluh Mas bercucuran" Burhan tersentak kaget ketika mendengar suara Tania yang sudah menyodorkan tissu ke hadapannya.
"Apa AC kurang dingin ya Mas?" Burhan mencoba mengatur nafasnya.
"Tidak karena habis makan kali" Burhan berusaha menutupi perasaannya.
"Iya kali" Tania mengangguk berpaham mengerti dengan apa yang dikatakan suaminya.
"Sudah kamu tidur sana aku mau duduk disini dulu tidak usah temani aku,aku ingin sendirian"
"Baiklah Mas aku sholat dulu"
"Terserah kamu mau apa Tania kamu bebas,asal jangan nganggu aku.
Tania berdiri lalu menatap Burhan,"Aku tidak akan menganggu kamu" Tania pun pergi menuju kamar mereka untuk melaksanakan sholat.
"Ting... "
"Ting... "
Terdengar pesan di handphone Burhan beruntun,diapun membuka pesan Whatapps itu dan ternyata dari pesan yang sama yaitu Desi.
"Kenapa pesan aku dibaca saja Mas, atau engkau memang tidak merindukan aku Lagi"
Burhan kembali terdiam membaca pesan tersebut dan memutuskan untuk membalasnya"
"Selamat datang kembali ke Indonesia Desi,Maaf aku sedang sibuk banyak kerjaan"
"Oh Ya sesibuk apa dirimu sehingga kini kau mengabaikan tawaranku, atau sudah ada pengganti aku dihatimu Burhan"
"Sudahkah Desi hari ini mungkin bukan keberuntungan aku untuk bertemu dengan kamu, karena aku harus menyelesaikan pekerjaanku"
"Baiklah kalau begitu bola harus aku jemput,😊"
Desi menyelesaikan pesannya dengan icon tersenyum.
Burhan menutup handphonenya dia tak ingin lebih lama lagi membalas pesan Desi,dia rindu,dia masih cinta dan kini Desi kembali tanpa status.
"Ah.... apa yang harus aku lakukan, Mama pasti akan mengamuk jika tahu aku bertemu dengan Desi dan dia bisa jantungan lagi"
Burhan merasakan sesak yang teramat di dadanya, karena berada diantara kerinduan dan kondisi Mamanya, dan Desi apakah sudah tahu bahwa dia sudah menikah.
Pergumulan hati berperang dalam dirinya, setidaknya hari ini dia telah menolak untuk menemui Desi dengan halus.Burhan mencoba berdiri dan meletakan piring buah yang adi ada di mejanya.
"Sebaiknya aku tidur atau melakukan kesibukan biar aku tidak kepikiran dengan Desi,aku harus ada dirumah malam ini" Burhan masuk ke kamarnya dan dilihatnya Tania sedang sholat dan dilanjutkannya dengan mengaji.
Suara Tania yang merdu membuat jantung Burhan berdebar bahwa dia mendapatkan istri yang benar-benar sholeha.Burhan duduk di sofa kamarnya mendengarkan Tania mengaji entah kenapa tiba-tiba dia lupa akan pikirannya yang tadi memikirkan Desi.Sampai Tania mengakhiri bacaannya Burhan sedikit terkesima.
Tania membuka mukenah yang dipakainya rasanya dia ingin mandi malam ini karena tadi pas makan malam dia sedikit gerah.Tania mengambil handuknya dan pergi menuju kamar mandi dan tidak menghiraukan Burhan yang seolah sibuk dengan sesuatu di handphonenya.
Guyuran air membasahi tubuh Tania yang sedang mandi dengan kesegaran yang menenangkan badan.Beberapa saat selesai mandi tercium wangi shampoo yang digunakan Tania dengan balutan handuk di rambutnya Tania keluar dari kamar mandi.
Dia mulai menyiapkan selimut bedcover yang tebal untuk tidurnya dilantai."Mas bolehkan aku memakai satu bantal kamu yang ada di kasur?"
"Hmm ambil saja berapa kamu suka"
"Makasih Mas"
"Hmm"
Tania mengambil satu Bantal di kasur Burhan dan diapun bersiap untuk tidur tapi sebelum tidur dia menanyai Burhan jika butuh sesuatu.
"Mas apakah kamu mau teh panas, atau ingin sesuatu aku buatkan"
"Tidak aku sedang ngak mood aku mau langsung tidur habis ini karena besok aku harus ke kantor ada meeting disana"
"Iya Mas, Mas pakai baju apa besok biar aku siapkan"
"Tidak usah,bagaimana kamu mengerti selera pakaian aku,setelah kau mencuci dan menyetrika pakaianku,letakan saja disana di lemari selanjutnya biar aku yang cari sendiri."
"Baik Mas,kalau gitu aku tidur dulu Mas"
Tania membuka handuk di rambutnya yang sudah mulai kering,Tania mengibaskan rambut itu yang sangat tebal dan lurus.Burhan memperhatikan dengan sudut matanya.Tania pun merebahkan badannya di bedcover tersebut.
Sedangkan Burhan juga mulai menguap tanda dia ingin tidur.Berlahan dia keluar dan mematikan semua lampu ruangan tamu yang tersisa hanya lampu didapur.Setelah itu dia mulai memasuki kamar nya lagi dan merebahkan tubuh yang sedikit lelah hari ini.
Berlahan Burhan memejamkan matanya tapi kembali dentingan Pesan kembali terdengar lewat Handphone nya.Burhan menahan diri agar pesan itu tidak dibukakan walau pun dalam notifikasi dia melihat itu dari Desi.
"Burhan mematikan Handphonenya dan berusaha memejamkan matanya,walau agak sulit,Burhan berusaha mengosongkan pikirannya dari Desi.Akhirnya menjelang jam Dua dini hari Burhan tertidur.
Kamar itu sepi dan sunyi dengan dengan cahaya lampu tidur yang remang.Pasangan suami istri itu tertidur pulas.Menjelang subuh Tania terbangun seperti kebiasaannya bersiap untuk mandi dan melaksanakan sholat shubuh, setelah itu membuat sarapan untuk suaminya yang akan berangkat kekantor hari ini.
Aktivitas seperti yang dilakukan oleh Tania dirumah ibunya tetap dilakukannya disini,Karena sudah menjadi kebiasaan.Pagi ini Tania membuat sarapan Nasi goreng dan telur karena hari ini dia berniat akan belanja kepasar untuk kebutuhan sehari-hari mereka selama satu minggu.
Burhan yang sudah dibangunkan oleh Tania, nampak keluar dengan pakaian rapi dan bau parfum yang sangat wangi,duduk dimeja makan dan meneguk teh yang sudah dibuatkan oleh Tania.
"Ini uang untuk keperluan dapur kamu bisa belanja di supermarket bawah atau di pasar,ingat pandai-pandai menggunakan uang masak seperlunya saja"
"Uang untuk ibu kamu akan aku kirim setiap bulannya,sedangkan uang untuk kamu akan aku berikan perminggu,aku akan banyak dikantor jadi aku akan berusaha makan malam dirumah Kalau lembur aku akan makan dikantor"
"Dan ingat jangan bertandang kerumah tetangga ngerumpi"
"Baik Mas" Burhan akhirnya berangkat dan meninggalkan Tania dirumah yang juga bersiap akan ke pasar untuk belanja kebutuhan makanan buah dan sayur.