NovelToon NovelToon
Terikat Janji dengan Mantan Mesum

Terikat Janji dengan Mantan Mesum

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Percintaan Konglomerat / Dark Romance / Mantan / Romansa
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Ladies_kocak

Di bawah nama besar Marga Vareksa—keluarga yang dikenal memiliki kekuasaan tak terbatas, koneksi ke segala penjuru, dan hati yang sekeras batu—Areksa Vareksa kini berdiri di puncak kekuasaan sebagai CEO termuda dalam sejarah perusahaan. Dingin, tajam, tak segan menyingkirkan siapa saja yang berani mengganggu jalannya. Bagi dunia luar, ia adalah sosok yang menakutkan; kejamnya mewarisi setiap tetes darah keluarganya, tak ada ruang untuk belas kasih—apalagi cinta.

Namun takdir punya cara paling kejam untuk membalas masa lalu.

Ia dijodohkan dengan putri dari keluarga konglomerat sekelas Vareksa. Dan saat wajah gadis itu terlihat jelas, dunia Areksa seakan berhenti berputar: Zevanna. Mantan kekasihnya—yang pernah ia sakiti, yang pernah ia tinggalkan tanpa kata, yang masih menyimpan luka mendalam akibat sifatnya yang liar dan tak terkendali.

Zevanna juga sama terkejutnya atas perjodohan itu dengan Areksa, si mantan mesum. Salah satu yang Zevanna benci. Akankah mereka bersatu kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ladies_kocak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Telepon dari masa lalu

Keesokan paginya, Zevanna terbangun gara-gara sinar matahari yang menerobos masuk dari celah gorden. Ia menoleh ke samping dan mendapati sisi ranjang Areksa sudah kosong dan rapi, cuma menyisakan keharuman parfum maskulin yang samar-samar.

Pas Zevanna turun ke lantai bawah buat sarapan, ia nggak melihat keberadaan suaminya sama sekali. Pak Haris, sang kepala pelayan, langsung menyambutnya di ruang makan dengan senyum ramah.

"Tuan Muda sudah berangkat ke kantor dari jam enam pagi tadi, Nyonya," ujar Pak Haris seolah tahu Zevanna lagi celingukan mencari seseorang. "Tapi, Tuan menitipkan ini buat Anda."

Pak Haris menyerahkan sebuah kotak beludru hitam kecil dan paper bag dari apotek ternama. Zevanna membukanya dengan dahi berkerut. Di dalam kotak beludru ada kartu akses perak dengan cip khusus, sementara di dalam paper bag berisi beberapa botol vitamin dan obat lambung dosis tinggi.

Sebuah catatan kecil dengan tulisan tangan yang rapi tapi tegas terselip di antaranya:

Kartu itu buat akses ke perpustakaan pribadi di lantai tiga sama rumah kaca di belakang. Kamu boleh ke mana aja di dalam area rumah ini biar nggak mati kebosanan. Tapi jangan coba-coba melangkah keluar dari pagar utama tanpa pengawal. Kalau kamu nekat melanggar, siap-siap aja aku bikin nggak bisa jalan.

Jangan lupa minum vitaminmu. Aku males lihat wajah pucatmu pas pulang nanti. Jelek banget tahu nggak, Nana.

- A.V.

Zevanna meremas kertas catatan itu, perasaannya mendadak campur aduk. Areksa tetaplah pria otoriter dengan segala larangan anehnya, tapi cara cowok itu memberi kelonggaran dan memastikan kesehatannya terasa seperti bentuk perhatian yang membingungkan. Dia mengurungnya, tapi sekaligus menyediakan fasilitas super nyaman di dalam sangkarnya.

Dia juga memanggil namanya dengan sebutan Nana. Nama panggilan khusus saat mereka masih pacaran dulu. Tapi sekarang nama itu terasa nggak berarti apa-apa. Zevanna menganggap Areksa cuma lagi menyindirnya secara halus.

Menjelang sore, Zevanna menghabiskan waktunya di rumah kaca yang ada di halaman belakang benteng Dharmawangsa. Tempat itu dipenuhi berbagai jenis anggrek langka dan tanaman hias yang terawat banget. Duduk di kursi rotan sambil membaca buku, Zevanna hampir saja lupa kalau statusnya sekarang adalah istri dari pernikahan kontrak yang rumit.

Sayangnya, kedamaian itu mendadak rusak pas ponselnya berdering. Nomor nggak dikenal tertera di layar. Zevanna mengernyit, lalu menggeser tombol hijau.

"Halo?"

"Zevanna... ini aku."

Suara bariton di seberang telepon seketika bikin buku di tangan Zevanna merosot jatuh ke lantai. Napasnya langsung tercekat. Bayangan masa lalu yang coba ia kubur dalam-dalam mendadak bangkit lagi dengan sangat jelas.

"Davin?" bisik Zevanna dengan suara bergetar hebat.

"Iya, ini aku, Zev. Aku baru aja mendarat di Jakarta begitu dengar berita pernikahan gilamu sama Areksa," suara Davin terdengar panik dan menuntut. "Bilang sama aku, kamu dipaksa kan? Areksa mengancam kamu pakai kondisi Kakek? Zev, dengar ya, kita bisa kabur dari sini. Aku bakal jemput kamu—"

"Jangan gila kamu, Davin!" potong Zevanna cepat, suaranya naik satu oktav karena panik. Ia menoleh ke kanan dan kiri, sadar betul kalau beberapa pengawal Vareksa lagi berjaga nggak jauh dari rumah kaca. "Semuanya sudah terlambat. Aku sudah sah jadi istrinya Areksa."

"Cuma istri kontrak, Zev! Aku tahu bajingan itu cuma mau manfaatin kamu!" Davin mendesis emosi. "Ketemu aku malam ini di kafe tempat biasa kita nongkrong dulu. Cuma sebentar. Kalau kamu nggak datang, aku nekat datang ke rumah Vareksa sekarang juga!"

"Davin, jangan—"

Pip.

Sambungan telepon langsung diputus sepihak.

Zevanna berdiri dengan tubuh gemetar sambil mencengkeram ponselnya erat-erat. Davin itu sahabat kecilnya yang tumbuh bareng di panti asuhan. Dulu waktu Zevanna masih pacaran sama Areksa, Davin-lah yang terus-terusan mengingatkan kalau Areksa cuma memanfaatkannya. Tapi Zevanna saat itu tutup mata dan telinga karena sudah terlanjur terpesona sama pria ugal-ugalan dan kasar kayak Areksa.

Awalnya hubungan mereka berdua aman-aman saja layaknya sepasang kekasih yang saling cinta. Tapi mendadak Areksa memutuskan hubungan secara sepihak, bahkan pamer foto mesra sama Valerie. Waktu itu Zevanna belum tahu kalau Valerie itu sepupunya, dia cuma menganggap Valerie sebagai saingan di segala hal. Nggak lama habis itu, Areksa pergi ke luar negeri tanpa kabar dan malah menuduh Zevanna berhubungan gelap sama Davin.

Tapi...

Entah kenapa hubungan Areksa dan Valerie malah merenggang sekarang. Zevanna sendiri nggak tahu apa penyebab pastinya. Yang jelas, kenangan selama delapan tahun berpisah dari Areksa rasanya kayak hilang dan buntu begitu saja.

Kedatangan Davin di Jakarta saat ini benar-benar kayak bom waktu yang siap meledakkan pernikahan kontraknya yang baru seumur jagung. Areksa pasti langsung mikir macam-macam kalau tahu dia masih kontak sama Davin.

Zevanna tahu risiko besarnya. Kalau dia nekat menemui Davin, Areksa pasti tahu lewat sistem keamanan rumah ini. Tapi kalau dibiarkan, Davin pasti nekat datang ke sini, dan kemarahan Areksa bakal jauh lebih mengerikan—bisa-bisa sisa perlindungan melayang begitu saja.

Dengan tangan mengepal kuat, Zevanna akhirnya mengambil keputusan. Dia harus menyelesaikan masalah ini sama Davin sekali dan buat selamanya. Dia harus menyelamatkan Davin dari kegilaan Areksa. Sudah cukup Davin membantunya dari dulu.

Tanpa Zevanna tahu, di saat yang bersamaan, sebuah mobil sedan hitam baru saja melewati gerbang utama. Areksa Vareksa sedang duduk di kursi belakang dengan tatapan mata yang mendadak menggelap habis menerima laporan sadapan telepon dari tim keamanannya.

"Kamu berani main di belakangku ya, Dear? Hukuman apa coba yang pas buat kamu, hm? Kayaknya seru deh kalau kamu sampai hamil anakku. Anak yang bakal mengikatmu selamanya di sisiku," batin Areksa sambil tersenyum miring.

"Kamu yang mulai permainan ini, Dear. Jadi kamu juga yang harus menghentikannya. Kamu kan tahu sendiri watak asliku gimana. Lihat kamu dipandang pria lain sebentar aja sudah bikin aku ingin menghabisi pria itu. Karakter lugu apa lagi yang mau kamu perlihatkan ke aku, Dear? Kenapa sih aku nggak bisa melupakanmu sedikit pun?"

Areksa tertawa sinis di bangku belakang mobil, sampai-sampai sopirnya menahan napas karena takut. Tuan mudanya kelihatan mengerikan sekarang—campuran antara marah dan cemburu berat. Sang sopir cuma bisa berdoa dalam hati, semoga nyonya muda mereka selamat dari amarah tuan mudanya kali ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!