NovelToon NovelToon
Return To You

Return To You

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Wanita Karir
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Delapan tahun merajut kasih, hubungan Zacheriyya Tengiz dan Evander Vale-Knight hancur lebur dalam satu malam akibat pengkhianatan yang tak termaafkan.

Alih-alih menyesal, Evander justru menyebut tindakan kejamnya sebagai pembalasan ego yang setimpal atas kesalahan masa lalu.

Terluka dan murka, Zacheriyya pergi dengan sumpah tidak akan pernah memaafkan pria itu sampai ia mati.

Dua tahun berlalu dalam pelarian, takdir dengan kejam mempertemukan mereka kembali.

Rasa cinta yang dulu membara kini telah sepenuhnya bermutasi menjadi kebencian yang dingin dan mematikan. Pertemuan tak terduga ini seketika menyulut kembali sumbu dendam lama dan perang ego yang sengit di antara keduanya.

Mereka kini berdiri berseberangan sebagai dua mantan kekasih yang saling membenci setengah mati, siap saling menjatuhkan lewat tatapan tajam dan kata-kata berbisa.

Di tengah pusaran benci dan luka lama yang kembali menganga, siapakah yang akan hancur terlebih dahulu dalam permainan rasa yang berbahaya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#32

Sore hari menyelimuti Markas Komando EOD Pusat Los Angeles dengan pendar jingga yang hangat. Sebelum pergerakan menuju area lembah taktis untuk simulasi menginap malam nanti, seluruh peserta diberikan waktu istirahat satu jam untuk merapikan perlengkapan pribadi.

Di area tangga luar dekat asrama peserta, Evander duduk bersama Lucas, Daniel, dan beberapa peserta pria lainnya.

Mereka sedang sibuk memeriksa tali sepatu boots, mencocokkan jam tangan taktis, dan mendiskusikan pembagian tugas kelompok untuk simulasi lapangan.

"Nanti malam pasti dingin sekali di lembah," keluh Daniel sembari mengencangkan tali tas punggungnya. "Kurasa kita harus membawa ransel ekstra untuk pakaian hangat."

"Tenang saja, yang penting kita tidak ceroboh saat menyisir area simulasi peledak," sahut Lucas, lalu matanya melirik Evander yang sedang santai menyesap air dari botol minumnya.

Tiba-tiba, seorang peserta pria berlari kecil mendekati kerumunan mereka. Pria itu menghentikan langkahnya, menatap Evander dengan cengiran penuh makna.

"Evander!" panggil peserta itu dengan suara yang cukup nyaring. "Calon istri dan calon bayimu memanggilmu di depan!"

Gema kalimat itu membuat seluruh peserta pria di sana menoleh serentak.

Evander mendadak menghentikan sedotan airnya. Sebuah senyuman manis dan hangat mengembang seketika di bibirnya yang tampan.

Zacheriyya... batinnya bersorak puas. Ia mengira kekasih cantiknya itu sudah tidak sabar ingin menemuinya setelah insiden push-up dan tepukan bokong di lapangan tadi siang.

"Di mana?" tanya Evander cepat, langsung berdiri dari duduknya sembari merapikan kaos latihannya.

"Di dekat pintu masuk area asrama bawah," jawab peserta itu seraya menunjuk ke arah gerbang lorong.

"Baiklah, terima kasih," sahut Evander riang.

Dengan langkah tegap dan senyuman percaya diri, Evander melangkah menuju arah pintu masuk. Namun, begitu kakinya melewati belokan gerbang utama dan matanya menangkap sosok wanita yang berdiri di sana... senyuman manis di wajah Evander lenyap tak berbekas dalam kurun waktu satu detik.

Bukan Zacheriyya yang berdiri di sana.

Melainkan Gabriella Margareth.

Wanita itu berdiri dengan gaun hamil yang membalut ketat perut besarnya yang kian membuncit.

Wajahnya yang terpoles riasan tebal memancarkan aura nekat.

Dua minggu lalu di rumah sakit, Evander sudah memberi peringatan keras tepat di depan pintu kamar rawat Zacheriyya—Tampaknya wanita ini benar-benar tidak memiliki rasa takut.

Evander menghentikan langkahnya beberapa meter di hadapan Gabriella. Alih-alih mengusirnya dengan emosi meledak-ledak, Evander justru menyilangkan kedua tangannya di dada, memasang raut wajah tengil dan santai yang teramat menjengkelkan.

"Kau lagi?" sindir Evander dengan nada lantang yang memantul di dinding lorong. "Kau tahu, Gabriella... aku bisa saja meledakkan perutmu itu jika kau berani datang ke sini hanya untuk mengganggu ketenanganku!"

Gabriella mengelus perutnya, matanya menatap Evander dengan raut wajah penuh drama dan kepasrahan yang dibuat-buat.

"Evander, tolong jangan ragukan niat baikku..." ujar Gabriella dengan suara yang dibuat bergetar lembut. "Aku datang ke sini bukan untuk mengganggumu. Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih karena keluargamu telah menjagaku selama ini... dan aku kemari untuk meminta maaf secara langsung pada Zacheriyya."

Evander menaikkan sebelah alisnya. Binar matanya berkilat curiga. Tiba-tiba? Licik sekali wanita ini, batin Evander menyeringai sinis.

"Apa maksudmu?" tanya Evander berpura-pura polos, memiringkan kepalanya.

"Aku hanya ingin datang dan bertemu dengan putri dari mantan suamiku," sahut Gabriella dengan senyuman penuh arti yang terselubung. "Ada hal penting yang harus diselesaikan."

Evander mengangguk-angguk kecil, sama sekali tidak merasa terancam. "Oh, begitu? Baik. Ikut aku."

Evander berbalik badan dan melangkah santai menuju tangga asrama, menuntun Gabriella menuju lantai atas—area khusus kamar para pelatih.

Gabriella mengikutinya dari belakang dengan senyuman kemenangan yang mengembang tipis di bibirnya.

°°°°

Di depan pintu kamar Cherry, Evander menghentikan langkahnya.

TOK! TOK! TOK!

Evander menggetok pintu kayu itu tiga kali. Tak lama kemudian, gagang pintu memutar.

Zacheriyya melangkah keluar dengan celana panjang taktis dan kaos hitam berlengan panjang. Wajahnya masih terlihat agak pucat dan lelah akibat hari pertama menstruasinya.

Namun, begitu mata Zacheriyya menangkap sosok Gabriella yang berdiri tepat di samping Evander, alisnya langsung bertaut rapat.

Rasa kaget dan jengkel terpancar jelas di iris matanya. Zacheriyya menatap Evander tajam, secara implisit menuntut penjelasan kenapa pria itu justru membawa wanita ulat ini ke depan kamarnya.

Evander hanya memberikan anggukan kecil—isyarat agar Zacheriyya tenang dan mengikuti alurnya.

"Ada apa?" tanya Zacheriyya tiba-tiba dengan nada suara dingin dan menusuk.

Gabriella melangkah satu tindak ke depan, mengelus perut besarnya dengan raut dramatis. "Zacheriyya... ayahmu... Theodore... dia tidak mengakui anak yang sedang kukandung ini."

Zacheriyya menatapnya datar tanpa ekspresi.

"Lalu?" sambung Evander cepat, ikut menimpalinya dengan raut wajah pura-pura penasaran, membantu memancing arah pembicaraan wanita manipulatif di hadapannya ini. "Apa hubungannya dengan kedatanganmu ke sini, Gabriella?"

Gabriella menghela napas panjang, lalu memasang wajah penuh keprihatinan yang dibuat-buat sembari menatap Evander.

"Kau tidak tahu, Evander?" tanya Gabriella dengan nada meledak-ledak yang kelewat penuh percaya diri. "Saat dia berpisah denganmu dulu, aku baru saja tahu hari ini... rahasia paling besar dan paling menjijikkan milik Zacheriyya!"

Zacheriyya menyipitkan matanya.

"Ini berita valid dari sumber terpercaya!" lanjut Gabriella setengah berteriak, menunjuk wajah Zacheriyya dengan jarinya. "Dia pernah mengandung dan mengaborsi janinnya secara diam-diam! Apa kau tetap mau kembali dengan wanita murahan seperti Zacheriyya, Evander?! Wanita yang pernah hamil anak pria lain dan bahkan tega menggugurkannya?!"

BINGOOO!

Sudah tebakan Evander seratus persen tepat! Wanita ini sengaja menyeret perut besarnya jauh-jauh ke Markas EOD Pusat hanya untuk melayangkan berita sampah dan fitnah murahan demi menjatuhkan Zacheriyya di depan matanya.

Sebelum raut kebingungan Gabriella berkembang lebih jauh, Evander justru tersenyum amat tipis, menjawab dengan nada yang teramat santai dan tenang.

"Aku tahu," sahut Evander singkat.

Gabriella membeku seketika. "A-apa?"

Zacheriyya yang tak mau kalah bersahut-sahutan dengan Evander langsung menyilangkan tangannya di dada, menatap Gabriella dengan tatapan sangat rendah.

"Lalu... apa urusannya denganmu, Sialan?"

Wajah Gabriella memerah padam karena konfrontasi itu tidak berjalan sesuai rencananya. "Kau... kau murahan, Zacheriyya! Kau tidak pantas bersama Evander!"

"Lalu siapa yang pantas? Kau? Hm?" cibir Zacheriyya tajam.

"Kau?!" sahut Evander menyambung kalimat Zacheriyya tanpa jeda, kini melangkah satu tindak mengikis jarak dengan Gabriella.

Aura kepemimpinan dan dominasi Evander mendadak berubah menjadi teramat pekat dan membunuh. "Dia hamil anakku! Dan dia mengalami keguguran juga karenaku! Kau benar-benar tidak ingin hidup lagi rupanya, Gabriella."

Mata Gabriella membelalak lebar, napasnya tercekat hebat. "A-apa... anakmu?!"

"Kupikir peringatan di rumah sakit kemarin cukup membuatmu mundur untuk mengganggu kehidupanku," bisik Evander dengan suara bass yang begitu dingin hingga sanggup membekukan darah.

Tanpa peringatan dan tanpa ampun, tangan kanan Evander yang kekar melayang cepat—melingkar tepat di leher Gabriella!

Brak!

Evander mencekik leher Gabriella, mendorong wanita itu hingga punggungnya membentur dinding koridor di depan mata Zacheriyya! Cengkraman jemari Evander begitu kuat, namun sengaja ditahan pada batas yang cukup untuk membuat Gabriella kesusahan bernapas tanpa membahayakan nyawanya.

"E-Evan... uhuk!" Gabriella bergetar hebat, kedua tangannya yang gemetar berusaha memegang pergelangan tangan raksasa Evander yang mencengkeram lehernya. Perut besarnya naik-turun, matanya membelalak penuh ketakutan luar biasa.

"Kau benar-benar ingin kurobek hidup-hidup rupanya..." desis Evander dengan binar mata liar yang penuh kilatan amarah murni.

Zacheriyya yang menyaksikan pemandangan itu dari ambang pintu sama sekali tidak panik. Ia hanya bersandar di kusen pintu, menatap penderitaan Gabriella dengan lirikan mata bosan yang teramat dingin.

"Cherry, ambilkan pistolmu di dalam," ujar Evander tanpa menoleh, suaranya terdengar sangat tenang namun penuh instruksi gila. "Biar kutembak kepala wanita ini sekarang juga. Aku sudah kelewat muak melihat mukanya."

Zacheriyya terkekeh pelan—sebuah tawa kecil yang terdengar amat kejam di telinga Gabriella. "Pistolku ada di dalam lemari. Mau yang kaliber berapa, Evan?"

"A-apa... uhuk! Jangan... tolong...!" jerit Gabriella terputus-putus, dadanya memburu, air mata ketakutan mendadak menetes deras membasahi pipinya yang berbalut bedak tebal.

Tubuhnya bergetar hebat bagaikan daun kering dihempas angin. Wanita yang tadinya datang dengan kepala tegak dan penuh kesombongan itu kini ketakutan di bawah cengkraman sepasang kekasih gila di depannya.

Melihat Gabriella yang sudah gemetaran sampai matanya mendelik panik, Evander akhirnya menghempaskan cengkeramannya.

TUK!

Gabriella merosot ke lantai, memegangi lehernya sembari terbatuk-batuk hebat, meratap dan gemetar ketakutan menatap Evander dan Zacheriyya yang berdiri berdampingan bagaikan sepasang dewa pencabut nyawa.

"Pergi dari markas ini sebelum aku benar-benar menyuruh tim peledak menanammu di bawah tanah lembah latihan nanti malam," bisik Evander dingin, menunjuk ke arah tangga turun.

Tanpa berani mengucap sepatah kata pun lagi, Gabriella merangkak bangun, memegangi perutnya, dan berjalan dengan setengah berlari menyusuri koridor dengan derai air mata ketakutan—meninggalkan lorong asrama pelatih dalam keheningan yang dipenuhi gelak tawa kemenangan tak tersampaikan.

1
Mei TResna Rahmatika
sedihh bangett part ini😭
Rosdianah 🌷: huhuhu🥲
total 1 replies
Hennyy exo
kurang banget🤭🤭

omg evander aku padamu😘😘
Rosdianah 🌷: heheh anak author 🤣
total 1 replies
Hennyy exo
sangat suka dengan alurnya dan penulisannya juga bagus mudah dipagami
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak🫶🥰
total 1 replies
Hennyy exo
pliss thor sehari upnya 4 atau 6 bab ya🤭
Rosdianah 🌷: heheh nggak janji ya kak🤭
total 1 replies
Hennyy exo
wow makn menanyang thor babnya
Hennyy exo
sumpah thor alurnya makin bagus banget😍
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak sudah stay baca🫶
total 1 replies
Hennyy exo
baca di bab ini.kaya orang gila🤣🤣🤣
gemes deh ama merka berdua
Hennyy exo
di bab ini suka banget ma alurnya
nayla tsaqif
Apa kbr Gabriella margareth,,?? 🤭
Rosdianah 🌷: tunggu kak🤭🤣
total 1 replies
Bonny Liberty
emang minus kayanya ini laki,yang bengkokin siapa,yang lurusin siapa/NosePick/berasa yang paling ...banget deh/Hammer/
Rosdianah 🌷: perlu digampar 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
yaudah sih Evander bilang jujur aja ke Cherry kalo masih suka dan gak punya hubungan sama Gabriela 🤨 balikan lagi nih pasangan serasi 😍
Rosdianah 🌷: hihi🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Ati2 cherry,, awas kena PHP,, jangan gmpang luluh,, 😌
Bonny Liberty
denger dulu dong omongan si E,biar jelas /Shy/ suka banget sok pintar 🏏
Rosdianah 🌷: hihihi🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Buat misi penyelamatan lg thor,,, mungkin bom di sekolah ponakan evan,, 🤭 q suka tokoh heroik, 🤣
Rosdianah 🌷: Ok Kakak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
baru jelas nih alur ceritanya 🫡 ternyata wanita hamil itu Gabriela dan Evander blom nikah 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: kwkwkw🤭 Semoga suka ya Kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
😍😍😍 The vale knight series lover
Rosdianah 🌷: uhuuuuuiii 🥳
total 1 replies
Bonny Liberty
maaf kisanak, bukan pecahan kaca tapi ranjau darat yang kena bayangan dirimu aja bisa meledak.../Grievance/
Rosdianah 🌷: kwkwkw🤣
total 1 replies
Bonny Liberty
kata cintanya murahan, ga sadar diri,harusnya kamu tau kurang mu apa,hubungan toxic jadinya kan,dah gitu kehilangan real love gara..gara EGO LAKI,dia ga mikir apa cewe juga punya
Rosdianah 🌷: Semoga suka cerita Baru nya kak🫶
total 1 replies
Bonny Liberty
salah satu masalah dunia EGO LAKI..LAKI../Smug/
Rosdianah 🌷: huhuhu 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!