Chen Mo terlahir kembali di dunia kultivasi dengan sebuah sistem yang awalnya dianggap rusak dan tak berguna. Namun, seiring perjalanannya, ia menemukan bahwa sistem itu sebenarnya adalah Sistem Pemurnian Langit—warisan kuno yang bertujuan menjaga keseimbangan energi dunia.
Dengan fondasi yang disempurnakan secara unik, Chen Mo melewati berbagai tantangan: memenangkan kompetisi, masuk sekte terkuat, mengungkap rencana jahat organisasi kegelapan, hingga akhirnya memahami misi sejatinya. Ia tidak hanya berjuang untuk menjadi kuat, tapi juga mempelajari bahwa kekuatan sejati terletak pada keseimbangan, bukan penaklukan.
Cerita ini mengikuti perjalanannya dari pendatang tak dikenal hingga menjadi penjaga keseimbangan yang dihormati, melintasi alam yang lebih luas dan memegang tanggung jawab menjaga harmoni seluruh alam semesta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DARK SISTEM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20: KEBANGKITAN RUBAH AWAN
BAB 20: KEBANGKITAN RUBAH AWAN
Malam perlahan turun di Hutan Belakang Sekte Awan Hijau.
Angin sejuk berhembus di antara pepohonan.
Chen Mo duduk bersila di atas batu besar sambil menjalankan Teknik Pernapasan Awan Tenang.
Energi spiritual di sekitarnya perlahan berkumpul.
Masuk ke dalam tubuhnya.
Disaring.
Dimurnikan.
Lalu menyatu dengan fondasinya yang semakin kokoh.
Di sampingnya, Rubah Awan Kecil sedang meringkuk tidur.
Sesekali telinganya bergerak.
Meski terlihat santai, binatang roh itu tidak benar-benar lengah.
Sejak sore tadi, ia terus mengikuti Chen Mo ke mana pun pergi.
"Kau benar-benar memutuskan tinggal bersamaku, ya?"
gumam Chen Mo.
Rubah kecil membuka satu mata.
Lalu menutupnya lagi.
Seolah berkata bahwa pertanyaan itu tidak penting.
Chen Mo tertawa kecil.
Namun beberapa saat kemudian...
Telinga rubah tiba-tiba berdiri tegak.
Mata birunya langsung terbuka.
Tubuh mungilnya menegang.
"Grr..."
Chen Mo segera menyadari ada yang tidak beres.
"Ada apa?"
Rubah kecil menoleh ke arah semak-semak.
Tatapannya penuh kewaspadaan.
Detik berikutnya, layar sistem muncul.
【Peringatan】
【Bahaya Mendekat】
Mata Chen Mo menyipit.
Belum sempat bereaksi, sebuah bayangan melompat keluar dari balik pohon.
"Waktunya membayar harga kesombonganmu!"
Suara yang sangat familiar terdengar.
Zhang Hu.
Chen Mo langsung menghela napas.
"Kenapa lagi kau?"
"Aku akan mengalahkanmu!"
"Aku baru saja makan malam."
"Apa hubungannya?!"
"Aku sedang santai."
Wajah Zhang Hu langsung menghitam.
Setelah berhari-hari menyusun rencana, berlatih, dan menghabiskan Batu Roh untuk membeli ramuan penambah tenaga...
Chen Mo justru terlihat tidak menganggapnya ancaman.
"Itu karena kau tidak tahu seberapa kuat aku sekarang!"
teriak Zhang Hu.
Ia langsung meminum ramuan yang dibelinya.
Aura tubuhnya meningkat drastis.
Energi spiritual berputar liar di sekitarnya.
Beberapa ranting bahkan patah akibat tekanan tersebut.
Chen Mo sedikit terkejut.
"Kau benar-benar minum itu?"
"Tentu!"
"Itu terlihat seperti ide buruk."
"Diam!"
Zhang Hu langsung menyerbu.
Kecepatannya jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya.
Dalam sekejap ia sudah berada di depan Chen Mo.
"Tumbukan Angin!"
Energi spiritual meledak.
Serangan meluncur lurus ke arah dada Chen Mo.
Namun kali ini berbeda dari masa lalu.
Berkat peringatan rubah dan sistem, Chen Mo sudah siap.
Ia menarik napas panjang.
Teknik Pernapasan Awan Tenang langsung bekerja.
Energi dalam tubuhnya menjadi stabil.
Pikirannya tenang.
Gerakannya mengalir seperti air.
Wush!
Tubuhnya bergeser sedikit.
Serangan Zhang Hu hanya mengenai udara.
"Apa?!"
Zhang Hu membelalak.
Sebelum sempat bereaksi, Chen Mo memutar tubuh.
Kemudian mendorong bahunya.
Brak!
Zhang Hu terlempar beberapa meter.
Debu beterbangan.
Namun ia segera bangkit kembali.
Wajahnya penuh ketidakpercayaan.
"Mustahil!"
"Kau bahkan belum naik tingkat!"
Chen Mo mengangkat bahu.
"Aku juga heran."
Itu bukan jawaban yang ingin didengar Zhang Hu.
Dengan marah ia menyerang lagi.
Namun semakin lama pertarungan berlangsung, semakin jelas perbedaannya.
Energi Zhang Hu kuat.
Tapi tidak stabil.
Ramuan yang diminumnya membuat aliran energinya kacau.
Sebaliknya, energi Chen Mo mengalir sangat tenang.
Sangat teratur.
Setiap gerakannya sederhana.
Namun efisien.
Setiap serangannya tepat sasaran.
Akhirnya...
Brak!
Satu pukulan mendarat di dada Zhang Hu.
Pemuda itu terjatuh keras ke tanah.
Wajahnya pucat.
Napasnya kacau.
Ramuan yang diminumnya mulai memberikan efek samping.
"Kau..."
"Aku..."
Zhang Hu menunjuk Chen Mo dengan tangan gemetar.
Chen Mo mengangguk sopan.
"Ya."
"Kau curang!"
"Aku berdiri di sini."
"Itu tetap curang!"
Chen Mo mulai merasa kasihan.
Kekalahan tampaknya telah memengaruhi kesehatan mental Zhang Hu.
Saat itulah Rubah Awan Kecil tiba-tiba melompat.
Ia mendarat tepat di dekat Zhang Hu.
Zhang Hu terkejut.
"Pergi!"
Rubah itu tidak pergi.
Sebaliknya...
Krak!
Ia menggigit sepatu Zhang Hu.
"AAAH!"
Zhang Hu langsung melompat.
Rubah kecil bergelantungan di sepatunya seperti predator ganas.
Meski ukurannya hanya sebesar kucing.
"Lepaskan!"
"Grrr!"
"Lepaskan kataku!"
Krak!
Sepatu mahal Zhang Hu robek.
Setengah bagian terlepas.
Chen Mo terdiam.
Rubah terdiam.
Zhang Hu juga terdiam.
Kemudian wajah Zhang Hu berubah pucat.
"Itu sepatu baruku..."
Suara hatinya terdengar hampir menangis.
Rubah kecil justru tampak bangga.
Ekornya bergoyang pelan.
Seolah baru saja memenangkan perang besar.
Melihat situasi semakin memalukan, Zhang Hu akhirnya mundur.
Atau lebih tepatnya...
Kabur.
Dengan satu sepatu utuh dan satu sepatu rusak.
Rubah kecil bahkan sempat mengejarnya beberapa langkah sebelum kembali.
Chen Mo akhirnya tertawa keras.
"Itu pemandangan terbaik minggu ini."
Rubah kecil mengangkat kepala bangga.
Jelas ia menganggap itu pujian.
Malam kembali tenang.
Chen Mo duduk di atas batu.
Rubah Awan Kecil melompat ke sampingnya.
Untuk pertama kalinya, binatang roh itu tidak menjaga jarak.
Ia duduk tepat di dekat Chen Mo.
Melihatnya, senyum tipis muncul di wajah pemuda itu.
Selama tiga tahun berada di dunia kultivasi, ia selalu menghadapi semuanya sendirian.
Sistem tidak bisa diajak bicara.
Sebagian besar murid meremehkannya.
Dan musuh terus bermunculan.
Namun sekarang...
Setidaknya ia memiliki satu teman yang bisa dipercaya.
Meskipun teman itu suka menggigit sepatu orang.
Jauh di dalam hutan, aura misterius yang telah bangkit beberapa hari lalu kembali berdenyut.
Lebih kuat.
Lebih gelap.
Dan tanpa disadari Chen Mo, peristiwa yang akan mengguncang Sekte Awan Hijau perlahan mulai mendekat.