SANG NAGA PURBA (Garis Darah yang Terbuang)
Di Benua Canglan, garis darah adalah segalanya. Terlahir dari pasangan prajurit kuat Klan Chi, bayi Chi Tian justru dibuang ke kasta terendah karena Altar Naga tidak memberikan respon sedikit pun. Dianggap sampah tak berguna, ia ditinggalkan untuk mati.
Belasan tahun berlalu, Chi Tian kembali menyamar di balik jubah hitam dan zirah perak, siap membalas dendam di Arena Penyisihan.
Namun, empat klan agung tak pernah menyadari kebenaran mengerikan ini: Altar Naga hari itu bukannya mati, melainkan darah Chi Tian terlalu tinggi dan agung untuk dijangkau oleh altar biasa.
Mereka pikir telah membuang sebuah sampah, tanpa tahu telah melepaskan seekor Naga Purba yang siap meruntuhkan seluruh takhta kesombongan benua!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HARGA SEBUAH KEMENANGAN
Tian Xue menatap sedingin es ke arah tiga sosok Laba-Laba Berwajah Gorila Peringkat 4 Puncak yang kini mengurung posisi mereka.
Udara di sekeliling terasa membeku, pekat oleh aura kematian dan bau asam memuakkan yang menyengat paru-paru.
Otak analitis Tian Xue berputar cepat, menghitung segala probabilitas.
Ia sadar, meskipun dirinya bekerja sama secara penuh dengan Lu Shi, mustahil bagi mereka berdua untuk bisa mengalahkan ketiga Beast bermutasi ini secara terang-terangan.
Sekalipun mereka memaksakan diri membakar esensi darah dan berhasil membunuh satu atau dua di antaranya, energi mereka dipastikan akan terkuras habis—menjadikan mereka mangsa empuk bagi Beast yang tersisa.
Namun, berlawanan dengan perhitungan realistis Tian Xue, wajah Lu Shi justru menyunggingkan seringai liar.
"Lelaki Bodoh..." bisik Lu Shi pelan.
Mata gadis anggun itu berbinar tajam dan buas saat menatap tiga monster raksasa di hadapan mereka.
"WUOOOHHH! Lihat formasi mereka! Ini bukan lagi pertarungan biasa untuk bertahan hidup, tapi sebuah ajang pembantaian!"
Entah mengapa, di tengah situasi kritis antara hidup dan mati ini, wajah Lu Shi tampak begitu bahagia dan bersemangat.
Sikap gila dan barbar gadis itulah yang justru membuat benak Tian Xue perlahan menjadi jauh lebih tenang. Setidaknya, rekan bertarungnya tidak akan menjadi beban mental.
Tian Xue mengembuskan napas perlahan melalui celah bibirnya.
"Ya... Tapi jika kita gegabah, bukan aku, melainkan kaulah yang bakal dibantai pertama kali."
SHIIII! SHIIIII!
Tanpa memberikan ruang untuk bernapas, ketiga Beast Peringkat 4 Puncak itu bergerak serentak.
Mulut-mulut gorila mereka terbuka lebar, melontarkan gelombang jaring sutra tebal bertabur asam secara bersamaan dari tiga sudut yang mematikan!
WUUUHHHH! WHUUSSHHH!
Tian Xue dan Lu Shi bergerak cepat bagaikan dua bayangan hantu.
Keduanya berulang kali melenting secara sinkron, melompati dahan-dahan pohon raksasa demi menghindari jaring beracun yang sanggup melelehkan batuan granit tersebut.
Di tengah gerakan menghindarnya yang sangat presisi, fokus Tian Xue tidak pernah terpecah.
Matanya menyipit tajam bak sebilah pedang, terus menganalisis dan mencari di mana letak kelemahan tersembunyi dari tempurung tebal punggung sang Beast.
"Lu Shi! Bisakah kau memberiku sedikit waktu? Alihkan perhatian mereka sepenuhnya kepadamu!" seru Tian Xue seraya mendarat stabil di atas sebuah dahan raksasa.
Lu Shi melenting melayang, mendarat tak jauh dari Tian Xue lalu menatap pemuda itu dengan sudut mata menyipit tajam.
"Apa kau yakin, Bodoh? Terakhir kali aku melihatmu bertarung semalam, caramu berkorban tubuh sama sekali tidak meyakinkan untuk dipakai berpikir taktis!"
Tian Xue hanya menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan keyakinan mutlak. "Percayalah padaku."
Lu Shi mendengus pelan, namun tatapan matanya seketika berubah menjadi sangat serius. "Baiklah! Jangan buat aku menyesal!"
BRUSSSSHHH!
Seketika, sebuah lonjakan aura misterius yang sangat dahsyat meledak keluar dari dalam tubuh Lu Shi!
Udara di sekitar gadis itu bereaksi hebat, memunculkan badai gelombang energi murni berwarna putih kehijauan yang amat pekat.
Dari belakang pinggulnya, manifestasi sembilan ekor energi berbulu halus mengembang megah menutupi langit!
Garis Darah Rubah Ekor Sembilan!
Tian Xue sedikit tersentak di tempatnya.
Sepanjang hidupnya, ia hanya tahu bahwa Benua Canglan adalah wilayah mutlak kekuasaan klan-klan bergaris darah naga.
Ia sama sekali tidak menyangka bahwa di dalam belantara Hutan Purba ini, ada pewaris garis darah kuno langka lainnya yang begitu mengerikan!
"Aku belum bisa mengendalikan wujud ini terlalu lama!" teriak Lu Shi.
Suaranya kini bergema dengan nada ganda yang liar dan mistis.
"Sebelum aku bergerak memancing kemarahan mereka, sebaiknya kau gunakan otak bodohmu itu jauh lebih cepat!"
BRUSH! BRUSH! BRUSH!
Tanpa menunggu balasan, Lu Shi melompat menerjang maju ke arah tengah formasi musuh.
Setiap kibasan dari sembilan ekor energinya menyemburkan ledakan daya tempur ke segala arah, menghantam dahan dan batuan demi menciptakan kerusuhan visual.
Taktik itu berhasil. Ketiga monster raksasa itu langsung memusatkan seluruh kebencian dan serangan mereka ke arah Lu Shi!
Di satu sisi, Tian Xue menyaksikan betapa kuat dan dominannya tekanan garis darah milik Lu Shi.
Namun tanpa menunda waktu sedetik pun, Tian Xue kembali memfokuskan penglihatannya.
Ia terus mengamati setiap lekuk pergerakan Laba-Laba Berwajah Gorila, membedah struktur anatomi mereka saat bergerak merenggangkan kaki. Ia sangat yakin, sekuat apa pun seekor Beast, pasti memiliki titik lemah vital.
Akan tetapi, tempurung atas ketiga monster itu sangat keras. Serangan gelombang energi Lu Shi sama sekali tidak menembus pertahanan punggung mereka!
"Bodoh! Apa kau tetap akan menontonku menari dengan santai, hah?!" jerit Lu Shi penuh kekesalan saat merosot menghindari tebasan mematikan dari kaki beruas musuh. "Energi garis darahku sudah di ambang batas! AAAAHHH!"
Tian Xue tidak membalas.
Bagi seorang Xue Tian, dalam pertarungan hidup dan mati, fokus adalah segalanya. Ia sepenuhnya menutup pendengarannya dari ocehan Lu Shi, membiarkan nalurinya menyatu dengan irama pertempuran.
Tepat saat salah satu Beast melompat tinggi ke udara dengan seluruh kaki terbuka lebar—bersiap menerkam posisi Lu Shi dari atas—cahaya matahari pagi merembes tipis menerangi bagian bawah perut monster tersebut.
Di sanalah Tian Xue melihatnya.
Sebuah garis halus memanjang berwarna merah gelap membujur di bagian bawah tempurung perut sang Beast. Bagian itu tidak tertutupi zirah!
"Lu Shi! Arahkan seluruh serangan mematikanmu ke garis merah gelap di bawah perutnya!" teriak Tian Xue menggelegar, memberikan instruksi kilat.
Lu Shi menelisik tajam dengan pandangannya saat berada di udara. "Garis merah katamu?!"
Gadis itu menggertakkan giginya menahan beban energi. "Baiklah! Kalau pengamatanmu ini meleset, orang pertama yang akan kudatangi setiap malam sebagai hantu adalah kau, Tian Xue!"
BOOOOM!
Seketika, Lu Shi memusatkan seluruh sisa energi dari sembilan ekornya ke ujung jemarinya.
Sebuah tembakan gelombang energi murni yang amat padat menghantam telak bagian perut Laba-Laba Berwajah Gorila yang sedang melayang di udara tanpa pertahanan!
WRAAAAKKKK!
Jeritan histeris yang memekakkan telinga menggelegar dari mulut sang Beast!
Bagian lunak di perut bawahnya yang merupakan titik lemah vital langsung tertembus telak hingga hancur. Monster raksasa itu roboh dan tumbang seketika menghantam tanah!
Kini, tersisa dua Beast lainnya yang mematung terkejut.
Melihat celah momentum yang terbuka lebar saat kawanannya tumbang, Tian Xue bergerak kilat.
Ia mendesak seluruh simpanan kekuatannya hingga menembus batas mutlak fisiknya. Di dalam nadinya, gejolak garis darah Naga Purba meledak sepenuhnya!
Aura kusam berwarna hitam keemasan membumbung tinggi menyelimuti tubuh Tian Xue.
Dua Beast Peringkat 4 Puncak yang tersisa mendadak terpaku kaku, merasakan tekanan hierarki garis darah kuno yang sangat agung dan menekan jiwa binatang mereka.
WUSH!
Tian Xue melompat tinggi ke atas awan debu, memanfaatkan momentum kelumpuhan mental musuh untuk melepaskan jurus andalan secara brutal.
Hantaman Gempa Naga!
BOOOOOOM!
Dua Beast di bawah langsung tertekan hebat oleh daya hantam udara dan gelombang kejutan dari atas.
Meskipun kulit keras punggung mereka tidak terluka, hantaman dahsyat itu sukses merusak keseimbangan dan membuat kaki-kaki mereka goyah!
Lu Shi yang menyaksikan hal itu langsung merosot lemas ke tanah, staminanya terkuras habis dan wujud ekor sembilannya meredup total.
Tian Xue mendarat di tanah dengan mulus.
Tanpa menyia-nyiakan momentum sesaat itu, ia melesat sekencang angin puyuh menyerang salah satu monster dari arah depan!
Dengan memusatkan seluruh daya dorong fisik Peringkat 3, Tian Xue melayangkan tinju uppercut yang luar biasa keras dari bawah.
Daya hantamnya memaksa tubuh bagian depan Beast raksasa itu terangkat dan terpelanting ke udara!
Saat perut bawah monster itu terekspos telak di depan matanya, Tian Xue melompat tanpa ragu-ragu. Jemari bercakar naganya menghantam tepat di garis merah gelap bagian perut bawah sang Beast!
BOOOOM!
WRAAAAKKKK!
Pukulan cakar naga itu menembus organ vitalnya secara presisi! Beast kedua itu meraung kesakitan dan tewas seketika dengan isi perut yang hancur berantakan.
Namun di detik yang sama, kewaspadaan Tian Xue sedikit lengah.
Beast ketiga yang tersisa memanfaatkan celah saat Tian Xue masih melayang turun. Kaki beruasnya yang panjang dan setajam tombak besi melayang kilat menyambar dari arah samping!
SREEETTTT!
"AAAKKKHHH!"
Tusukan tajam kaki beruas itu menembus tepat di perut bagian samping Tian Xue!
Darah segar menyembur deras mewarnai udara. Pemuda itu meringis menahan kesakitan yang luar biasa saat tubuhnya terlempar dan terseret keras di atas tanah berpasir.
Melihat perut samping Tian Xue tertusuk fatal, Lu Shi yang berada dalam posisi terkapar kritis tidak tinggal diam.
Dengan sisa-sisa tenaga dan setetes darah terakhirnya, ia memusatkan energi yang tersisa lalu menembakkannya secara beruntun ke wajah Beast terakhir!
BOM! BOM! BOM!
Tembakan energi rubah itu meledak di wajah sang Beast.
Meskipun serangannya terlalu lemah untuk melukai kulit keras sang monster, ledakan beruntun itu berhasil menyilaukan mata dan mengalihkan perhatian sang Beast dari Tian Xue.
"BODOOOOOOH! LARI!" jerit Lu Shi dengan napas yang putus-putus.
Tian Xue menggertakkan giginya rapat-rapat hingga gusi berdarah. Ia menekan luka terbuka di perut sampingnya dengan tangan kirinya.
Beruntung, tusukan mematikan tadi tidak mengenai organ vitalnya, dan kaki monster itu tidak mengandung racun.
Melihat perhatian Beast terakhir itu berhasil teralihkan sepenuhnya, Tian Xue sadar mereka sudah tidak mungkin sanggup meladeni satu monster lagi dengan kondisi sekarat.
Dengan memicu sisa-sisa garis keturunan naganya, Tian Xue berlari kencang menghampiri Lu Shi yang sudah lemas tak berdaya.
Tanpa banyak bicara, Tian Xue merengkuh pinggang gadis itu dan memopong tubuh Lu Shi ke atas bahu kanannya yang utuh.
Sambil menekan pendarahan di perutnya, Tian Xue membalikkan badan dan berlari secepat kilat menembus rimbunnya Hutan Purba—melarikan diri menjauh dari zona perburuan maut tersebut!