NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Pernikahan yang Ayra perjuangkan selama bertahun-tahun ternyata hanyalah kebohongan yang dibungkus cinta.
Dia begitu mencintai Arga, suaminya. Pria itu terlihat sempurna dimatanya—dewasa, perhatian, dan selalu mampu membuat Ayra merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Hingga suatu hari, semuanya hancur dalam sekejap.
Ayra menemukan fakta menyakitkan yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh Arga. Suaminya ternyata memiliki wanita lain dibelakangnya. Bukan orang asing… melainkan sekretaris pribadinya sendiri.
Yang lebih menghancurkan, hubungan terlarang itu telah melahirkan seorang anak laki-laki.
Anak yang selama ini Ayra rawat sepenuh hati. Anak yang dia peluk setiap malam. Anak yang dia anggap sebagai pelipur lara karena rumah tangganya belum juga dikaruniai buah hati.
Namun nyatanya… putra kecil itu adalah darah daging suaminya bersama wanita simpanannya.
Hati Ayra runtuh seketika. Semua kasih sayang, pengorbanan, bahkan cintanya terasa dipermainkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12 ~ Kamu Lebih Percaya Mereka?

Ayra langsung menghentikan gerakan tangannya. Spatula yang tadi ia pegang jatuh pelan ke atas meja dapur.

Deg.

Tak berapa lama, suara tangis menyusul. “Itu suara Samuel!” ucapnya panik.

Tanpa menunggu apa pun lagi, Ayra buru-buru berlari keluar dari dapur. Langkahnya cepat menaiki tangga sampai nyaris tersandung.

“Samuel!” panggilnya cemas. Sementara para pelayan dibelakang ikut panik menyusul.

Begitu sampai dilantai atas, langkah Ayra langsung terhenti. Samuel terlihat menangis keras sambil memeluk kaki Bi Imah ketakutan. Wajah kecilnya basah oleh air mata.

Sementara didepan sana, Lisa, adik Arga berdiri dengan wajah kesal dan napas memburu.

Robot mainan Samuel tergeletak dilantai dalam keadaan rusak. Salah satu tangannya patah, sementara bagian kepalanya terlepas.

“Mama…!” Samuel langsung berlari kecil memeluk Ayra begitu melihat wanita itu datang.

Ayra buru-buru berjongkok lalu memeluk tubuh kecil putranya erat.

“Ada apa sayang?” tanyanya panik sambil mengusap wajah Samuel yang penuh air mata. “Kenapa seperti ini?”

Samuel terisak sambil menunjuk kearah Lisa. “Tante Lisa jahat! Dia lusakin mainan Sam!”

“Heh! Ngomong apa kamu?!” Lisa langsung menunjuk balik dengan wajah tidak terima. “Kamu yang duluan ya!”

Ayra menatap Lisa sekilas sebelum kembali menunduk pada Samuel. “Benar apa yang dibilang Tante Lisa, Sam?” tanyanya lembut, berusaha tetap tenang.

Samuel awalnya diam sambil menunduk. Namun beberapa detik kemudian bocah itu akhirnya mengangguk pelan.

“Iya…” jawabnya lirih. “Tapi Sam nggak sengaja…”

Ayra mengusap rambutnya pelan. “Ceritakan sama Mama.”

“Sam lagi main lobot kelual… Telus nggak sengaja nablak Tante Lisa…”

“Tapi…” bibir kecilnya mulai bergetar lagi. “Tante Lisa malah malah terus buang mainan Sam sampai lusak. Jadi Sam gigit tangannya… tapi Tante malah dolong Sam…”

“Astaga…” Ayra langsung menoleh pada Bi Imah. “Benar, Bi?”

Bi Imah tampak serba salah, tapi akhirnya mengangguk pelan.

“Iya Nyonya…”

“Kan?!” Lisa langsung menyela dengan nada tinggi. “Sudah dengar sendiri? Ini salah dia duluan! Main juga nggak lihat-lihat!”

Lisa melipat kedua tangannya didepan dada dengan wajah kesal.

Ayra menarik napas panjang pelan. Wanita itu kemudian menyerahkan Samuel pada Bi Imah untuk digendong terlebih dahulu.

“Bi, tolong tenangkan Samuel.”

“I-Iya Nyonya…”

Setelah itu Ayra berdiri perlahan lalu melangkah mendekati Lisa. Tatapannya dingin.

“Tapi kamu sudah dewasa,” ucap Ayra pelan namun tajam. “Samuel cuma anak kecil dan dia sudah bilang kalau itu tidak sengaja.”

Lisa mendengus sinis.

“Halah… udahlah Mbak.” jawabnya sambil memutar mata malas. “Jangan pakai alasan ‘dia cuma anak-anak.’”

Nada suaranya berubah mengejek saat menirukan ucapan Ayra.

“Kalau salah ya salah! Dan ini juga gara-gara Mbak nggak becus ngajarin anak pungut Mbak itu!” Lisa kembali menunjuk kearah Samuel tanpa rasa bersalah sedikit pun.

Plak!

Suara tamparan keras langsung menggema dikoridor lantai atas. Lisa membelalak kaget sambil memegangi pipinya. Sementara semua pelayan langsung terdiam tegang.

Ayra menatap Lisa lurus tanpa berkedip.

“Ucapkan sekali lagi,” suaranya dingin. Sangat dingin.

Lisa masih syok beberapa detik sebelum akhirnya wajahnya berubah marah.

“Mbak menamparku?!” pekiknya tidak percaya. “Mbak, aku akan adukan ini ke Mam—”

Plak!

Tamparan kedua kembali mendarat lebih keras dari sebelumnya.

Begitu suasana mulai memanas, Bi Imah buru-buru menggendong Samuel menjauh dari sana. Wanita tua itu tahu, anak kecil tidak seharusnya melihat pertengkaran seperti ini.

“Sam… ayo ikut Bi dulu ya…” bujuknya pelan. Buru-buru membawa Sam masuk kedalam kamar dan mengunci pintu.

Setelah mereka menjauh, Ayra kembali menatap Lisa dengan tatapan dingin yang belum pernah wanita itu tunjukkan sebelumnya.

“Sam memang bukan darah dagingku,” ucap Ayra pelan namun tegas. “Tapi aku menyayangi Samuel dengan tulus.”

Lisa terdiam.

“Aku mendidiknya dengan baik. Mengajarinya sopan santun, cara berbicara, dan menghormati orang lain.”

Tatapan Ayra turun menatap wajah Lisa yang masih merah bekas tamparannya.

“Sedangkan kamu…” suaranya melemah sedikit, tapi justru semakin menusuk. “Kamu tidak punya semua itu.”

Deg. Wajah Lisa langsung berubah merah padam, jelas tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Ayra.

Namun sebelum wanita itu sempat membalas, suara Nyonya Ratna menggema keras dari ujung koridor.

“Ada apa ini?!” Wanita paruh baya itu berjalan cepat mendekat dengan wajah penuh amarah.

Begitu melihat ibunya datang, Lisa langsung berubah seperti korban paling tersakiti didunia.

“Ma!” Lisa buru-buru mendekat sambil menunjukkan pipinya yang memerah. “Lihat ini! Mbak Ayra menampar aku!”

Wajah Nyonya Ratna langsung berubah gelap. Tatapannya beralih tajam pada Ayra.

“Ayra!”

“Aku tidak akan melakukannya kalau tidak ada alasan, Ma. Ini semua karena—”

“Tuh kan!” Lisa buru-buru memotong. “Dia juga bilang Mama nggak bisa ngajarin aku sopan santun yang baik!”

Ayra langsung menoleh tajam. “Lisa, jangan memutarbalikkan—”

“Dia bilang aku anak tidak beretika!” sambung Lisa cepat sambil pura-pura menangis.

“Apa?!” Amarah Nyonya Ratna langsung memuncak. Bisa-bisanya dia berbicara seperti itu terhadap ipar dan mertuanya sendiri.

"Ma, Lisa sudah membuat Sam me—" Namun sebelum Ayra sempat melanjutkan kalimatnya tamparan keras mendarat dipipi Ayra.

Plak! Tubuh wanita itu sampai sedikit terhuyung kesamping. Para pelayan langsung menahan napas kaget.

Sementara Nyonya Ratna berdiri dengan dada naik turun penuh emosi.

“Jangan kurang ajar kamu, Ayra! Kamu makin lama makin keterlaluan!” bentaknya. “Berani menampar adik iparmu sendiri didalam rumah Mama?!”

Ayra hanya berdiri diam ditempatnya. Pipi kirinya masih terasa panas akibat tamparan Nyonya Ratna. Namun dibanding rasa sakit itu, dadanya terasa jauh lebih sesak.

Sampai akhirnya suara berat Arga tiba-tiba terdengar dari arah tangga.

“Ada apa ini?!”

Semua orang langsung menoleh.

Pria itu baru saja pulang kerja. Jasnya masih melekat rapi ditubuh tinggi tegapnya, namun wajahnya langsung berubah saat melihat keadaan dihadapannya.

Tatapan Arga berhenti pada Ayra. Tepatnya pada pipi wanita itu yang memerah jelas bekas tamparan.

Langkah Arga langsung mendekat cepat. “Ra…”Kamu nggak apa-apa?”

Ayra menatap suaminya beberapa detik. Dan entah kenapa, biasanya hanya dengan melihat Arga saja hatinya akan terasa tenang.

Tapi sekarang tidak.

“Tidak,” jawabnya pelan.

Setelah itu Ayra langsung berjalan melewati Arga begitu saja menuju kamarnya.

“Ra! Ayra!” Arga spontan ingin menyusul.

Namun baru beberapa langkah, Nyonya Ratna langsung menahan lengannya.

“Ayra menampar adikmu dua kali!”

Arga langsung menoleh pada Lisa. “Benar itu, Lis?”

Lisa langsung mengangguk cepat sambil menunjukkan pipinya.

“Iya Kak… Lihat pipiku sampai merah begini…”

Rahang Arga langsung mengeras. Pria itu mengusap wajahnya kasar sebelum akhirnya menarik napas panjang.

Tanpa banyak bicara lagi, Arga langsung berjalan menuju kamar.

•••

Didalam kamar, Ayra tengah membuka lemari sambil memasukkan pakaian-pakaiannya kedalam koper. Gerakannya cepat, tapi tangannya tampak gemetar.

Brakk. Pintu kamar terbuka.

“Ayra!”

Arga masuk dengan napas berat lalu langsung menghentikan gerakan tangan istrinya.

“Apa yang kamu lakukan?” tanyanya frustrasi. “Kamu kenapa sih, Ra?”

Ayra langsung menarik tangannya kasar dari genggaman Arga.

“Aku?” tawanya kecil penuh luka. “Aku kenapa?”

Tatapan wanita itu langsung naik menatap suaminya. “Kenapa nggak tanya saja sama Mama dan Lisa?”

“Aku sudah tanya!” balas Arga cepat. Nada suaranya mulai meninggi. “Aku sudah tahu semuanya!”

Deg.

Dada Ayra terasa makin sesak.

“Harusnya kamu bisa lebih mengontrol emosimu, Ra!” lanjut Arga. “Bukan malah bertindak seperti ini!”

Ayra langsung terdiam beberapa detik. Lalu perlahan tertawa kecil yang terdengar begitu menyakitkan.

“Jadi… Kamu langsung percaya begitu saja?”

1
You `ka
okey, nanti coba mampir..💪
Zhao_Xena: terimakasih 🥰
total 1 replies
You `ka
menyesal pun sudah percuma Arga. kamu sendiri yang membuat ayra kehilangan bayinya...😡😡
gina altira
nambah lagi masalah Arga ini
Anonim
BUNUH ARGA
You `ka
sekarang tinggal takut sendiri kan, Arga?? makannya jangan jadi orang bodoh!😡
sunaryati jarum
Laporkan Arga pada pihak yang berwajib atas tindakan kekerasan
Zhao_Xena: siap Mak/Good/
total 1 replies
Ma Em
Biar saja Ayra keguguran agar TDK punya anak keturunan dari Arga dan bisa lepas bebas tdk ada hubungan lagi dgn Arga , semoga nanti Ayra hamil lagi setelah menikah dgn lelaki yg baik dan bertanggung jawab juga cinta dan sayang pada Ayra .💪
gina altira
Arga kamu jahat
Zhao_Xena: marahin aja kak...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Arga ini suami macam apa sih! tega banget buat ayra kesakitan seperti itu 😡😡
Zhao_Xena: macam-macam kak..🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Tristan datang tepat waktu!💪
sunaryati jarum
Sebelum mobil bergerak Bima sudah datang menyelamatkan dan menangkap pelakunya
You `ka
ayo Bima cepat sampai. ayra dalam bahaya /Determined/
Zhao_Xena: nunggu minjem kostum Batman dulu kak.. biar bisa terbang..💃💃💃🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
enak banget Nyonya Ratna bicara seperti itu... dasar wanita picik!😤😤
You `ka
waduh.. bahaya sekali mamanya Tristan ini 😭😭🤣🤣
You `ka
calon mantu niih.. senggol dong..🤣🤣
You `ka
waaahh.... duren niih..🤣🤣
Ma Em
Oma jgn mau terbujuk oleh rayuan Bu Ratna karena Bu Ratna tdk mau hdp nya susah setelah Arga berpisah dgn Ayra makanya Bu Ratna tdk ada ngin Arga bercerai dgn Ayra , lbh baik Ayra secepatnya bisa berpisah dgn Arga karena Ayra sdh dapat kenalan baru untuk menjadi pengganti Arga yaitu Tristan .
sunaryati jarum
Calon jodoh sepertinya,doa mama Wijaya terkabul , bahkan nanti dapat bonus , karena Aira sedang hamil
Zhao_Xena: sepertinya begitu 🤣🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Bagus
Zhao_Xena: terimakasih banyak untuk bintang sempurnanya....🥰🥰
total 1 replies
sunaryati jarum
Bravo Aira sudah benar apa yang kamu lakukan, dibicarakan baik- baik Arga? Apa saat kamu akan menikahi Shella kamu bicarakan dengan Aira? Kalian egois tidak memikirkan perasaan Aira.Sekarang rasakan akibatnya.Numpang hidup mewah saja berani selingkuh.Dan Ratna sok- Sokan berkuasa.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!