NovelToon NovelToon
Married With Mafia

Married With Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis
Popularitas:284.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rizkaaa

Terbit : 10 July 2020
Nama Author : Rizkaa
SLOW UPDATE!



Kehidupan mengajarkan kita untuk terus berjuang, sama halnya dengan gadis bernama Crystal. Ia hidup dengan penuh rintangan, kebohongan, ketakutan, dan terakhir yaitu kehilangan.

Saat ia sudah hampir merasakan bahagia, dunia seolah membalikkan kehidupan Crystal secara paksa. Ketakutan karna diancam dan kehilangan seseorang yang dicintainya, Crystal juga sudah melewatinya.

“Mom akan terus melindungimu, son.”

Kata terakhir sebelum ia benar - benar pergi dan kehilangan cintanya.



Ikuti terus ceritanya dan jangan lupa tinggalkan Like , Komen dan Votenya ya guys:)

Yuhuuu....
Enjoy baby!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizkaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dunia milik berdua

Crystal mengerjapkan matanya beberapa kali, ia berusaha menyatukan kesadarannya. Crystal meraba tempat tidur disampingnya. Ternyata sudah bangu**n, gumamnya pelan.

“Ah iya, aku sudah ada janji dengan Berlin.” Crystal menggaruk tengkuknya, kemudian meraih ponsel diatas nakas untuk melakukan video call dengan Berlin.

Tut... tut... tut...

“Oh tuan putri, rupanya kau sudah bangun sepagi ini.” Seulas senyum Berlin berikan untuk menyapa Crystal. “Kau tau ini hari libur bukan?.”

Crystal mengangguk, “Kau lupa? aku sudah berjanji akan menemanimu membeli kado ulang tahun.”

“Yatuhan aku melupakannya, 2 hari lagi adikku akan ulang tahun.” Berlin menepuk jidatnya sendiri.

“Bersiaplah kita akan bertemu ditempat biasa, bye.” Tanpa menunggu lawan bicaranya, Crystal memutuskan sambungan teleponnya.

Crystal bangkit dari tempat tidur, ia bergegas membersihkan diri didalam kamar mandi. Tanpa ia sadari sedari tadi Harry memperhatikannya diambang pintu.

“Kau akan pergi tanpa mengajakku, lihat saja apa kau bisa keluar tanpa izinku.” Harry menggeleng kepalanya sedangkan bibirnya masih terus saja menyunggingkan senyum.

Crystal dengan cepat menyelesaikan mandinya, ia terlihat sangat bahagia karna bisa menghabiskan waktu bersama sahabat lamanya.

“Sejak kapan kau ada disitu?.” Tanyanya saat sudah keluar dari kamar mandi.

“Aku bahkan mendengar percakapanmu dengan Berlin.”

“Aku akan pergi bersamanya, apa boleh?” Tatapan puppy eyes yang biasa Crystal berikan jika meminta sesuatu. “Boleh ya?.”

Harry nampak berpikir sejenak, “Ehm, tapi aku akan ikut!.”

“Tidak! Aku tidak akan membiarkan Berlin menjadi orang ketiga.” Crystal mencebik, ia berlalu dari hadapan Harry begitu saja.

“Aku akan mengajak Joenathan untuk bergabung.”

“Siapa dia?.”

“Sahabatku. Oh ya aku bahkan lupa mengenalkanmu pada mereka berdua.” Harry menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Baiklah, aku akan bersiap dulu.”

*

“Kita ke kedai kopi terlebih dulu.” Ucap Crystal saat sudah menduduki kursi disamping kemudi.

“Kenapa kita kesana, bukankah kau akan membeli kado ulang tahun?.”

“Aku dan Berlin biasa minum kopi terlebih dulu.” Crystal menggeleng kepalanya pelan. “Kau tidak suka kopi?.”

“Sedikit.”

“Kau akan menyukainya. Kalau kopi diminum sedikit demi sedikit rasanya akan berbeda, apalagi jika kau menikmatinya perlahan - lahan.” Crystal tersenyum, seperti mengajarkan materi pada muridnya.

“Kau sangat menyukai kopi?.”

“Ya. Siapa yang tidak menyukainya.”

Harry hanya menganggukkan kepalanya berkali - kali, jauh dilubuk hatinya ia merasa sangat beruntung karna bisa memiliki wanita seperti Crystal. Meskipun Crystal mempunyai banyak masalah tapi ia tetap tersenyum.

Sementara Crystal, ia kembali mengingat bagaimana dulu ia bisa menikmati secangkir kopi dengan Adrine. Terkadang Crystal juga minum kopi bersama Robert meskipun hanya sesekali, kenangan itu sangat menyayat hatinya. Crystal yang sekarang hanya seorang sebatang kara yang ditinggal mentah - mentah oleh keluarganya.

“Cintaku, kita sudah sampai.” Harry mengguncang pelan bahu Crystal pelan.

“Eh iya, maafkan aku.” Crystal membuka self betnya, kemudian turun dari dalam mobil.

Mereka berdua menasuki kedai kopi yang terkenal di London, tangan hari memeluk pinggang Crystal posesif sementara matanya hanya fokus pada wajah cantik Crystal.

Berlin melambaikan tangannya, “Hei, disini!."

Crystal dan Harry menghampiri meja tersebut. Seketika suasana disana menjadi canggung. “Ehm, tuan..."

“Panggil aku Harry saja, jangan terlalu formal saat diluar pekerjaan." Seulas senyum hangat Harry sematkan dibibirnya.

”Ah iya, maafkan aku. Aku hanya sedikit canggung."

“Katanya kau akan mengajak temanmu, dimana dia?." Crystal menoleh pada Harry yang duduk disebelahnya.

“Dia akan datang sebentar lagi," Jawabnya pelan, tangannya terulur untuk menggenggan tangan Crystal dibawah meja. “Itu dia."

“Hei, apa kau mengencani mereka berdua sekaligus?." Nadanya terdengar mengejek, Joenathan mendudukkan bokongnya dikursi tepat ditengah Berlin dan Harry.

“Omong kosong!." Harry meninju sahabatnya pelan. “Dia Crystal dan dia Berlin." Ucapnya memperkenalkan.

“Aku Joenathan, kalian bisa memanggilku Joe." Joe memperkenalkan diri dengan gayanya yang dingin dan sedikit angkuh.

“Sombong!." Kata pertama yang keluar dari bibir Berlin.

“Menarik". Joe tersenyum miring.

“Kalian mau memesan kopi?." Crystal membuka pembicaraan untuk mengakhiri suasana canggung diantara mereka berempat.

“Flat white."

“Flat white." Ucap Joe dan Berlin bersamaan.

“Ehm, kau akan memesan apa." Crystal menyentuh tangan Harry lembut, tatapannya pun ikut melembut.

“Samakan saja denganmu, aku menyukai apapun yang kamu sukai." Harry mengusap tangan Crystal pelan.

Crystal memanggil pelayan, kemudian memesan kopi Flat white dan Espresso untuk mereka berempat. “Oh iya, kau akan membelikan adikmu apa?."

“Aku juga tidak tau, sepertinya aku akan membelikannya tas saja." Berlin menumpu dagunya diatas meja.

Crystal hanya menganggukkan kepalanya, sedetik setelahnya mereka tidak ada yang bersuara. Hanya tarikan nafas dari keempatnya yang terdengar jelas.

*

“Kita akan ketoko disebelah sana saja." Crystal menarik tangan Harry menuju satu toko yang menurutnya menarik.

Senyum mengembang dibibirnya tidak pernah ia hilangkan, Crystal begitu senang mengunjungi mall karna setelah sekian lama ia baru bisa menginjakkan kakinya disana.

“Semua yang kau mau, aku akan membelikannya." Bisik Harry, kemudian tangannya melingkar dipinggang Crystal.

“Tidak, aku dan Berlin hanya ingin membeli kado ulang tahun untuk adiknya. Oh dimana Berlin dan Joe?" Crystal menoleh kekanan dan kekiri mencari sosok sahabatnya itu.

“Mereka pasti tidak jauh dari sini. Cepat pilihlah apa yang mau kau beli."

“Pak tua menyebalkan."

“Hei kita hanya berselisih 4 tahun, dan kau sudah memanggilku pak tua?." Harry menarik dagu Crystal untuk menghadapnya.

“Ya kau memang pak tua yang menyebalkan." Crystal menarik hidung mancung Harry gemas.

Harry hanya tergelak, baru kali ini ia melihat Crystal tertawa selepas itu. “Gadis nakal, apa kau tidak akan membelikan hadiah untuk Mommy dan Daddy?."

“Ah iya, tapi aku tidak tau apa yang harus aku belikan untuk mereka." Crystal kembali mencari barang untuk ia berikan pada Felicia dan Adam.

“Mommy dan Daddy suka apa saja sayang." Harry meninggalkan satu ciumannya dipipi kanan Crystal.

Crystal mengerucutkan bibirnya, “Harry, ini tempat umum! "

“Dunia ini milik kita berdua sekarang."

Crystal hanya mengerucutkan bibirnya, ia muak dengan tingkah kekanakan Harry yang semakin menjadi - jadi.

-

Jangan lupa tinggalkan Like dan Votenya guys.

Salam manis dari Author😘

1
Daia
lanjut lagi
Fey SheWolf
ceritanya bagus thor tapi sayang hax awal saja ketika sang kakek blm muncul 😏 setelahx menjadi rusak menurut saya karena dzn yg saya nilai chris itu lebih mirip ke istri indosiar yg lemah 🤣
Fey SheWolf
salah satu mafia bodoh setelah Damian terdapat di novel ini 🤦🏼‍♀️ sekian banyakx novel mafia yg gw baca bru 2 novel ada mafia bodoh yg hobby selingkuh dan sering terjebak dlm urusan ranjang 🤣 dimana mana mafia itu kalo sdh jatuh cinta gak mudah dkt dgn wanita lain thor termasuk sahabatx 😏
Yesintha Ginting
semangat thorrr
I am bad
kok jadi teringat Sean ya😕
Cuni Cuni
i❤️ momi
Mlly Ferli
mulai ada getaran ya harry
Fitriani Fitri
lanjut thorrr.......jangan di dengarkan orang sirik itu thorrr....
Nengah Oka
Candra putri cantik banget.
regra amanda
lanjut thorr
Nengah Oka
novel ya bagus
cuman terkesan buru² cerita ya
GK ada pagi siang MLM,
Tri Maryati
nyimak thor
Mien Mey
ah bodoh kabur mlh blik lg
Daia
Lanjut🙏
Daia
lanjut🙏
Daia
lanjut thor🙏
Ruron kristina
ljt thor
Daia
lanjut
Marny Ritto
semangat up nya thor
Dwi Handayani
semangat othor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!