NovelToon NovelToon
Dikhianati Sahabat Dan Kekasih Kini Aku Dewa Kematian

Dikhianati Sahabat Dan Kekasih Kini Aku Dewa Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Tiga tahun lalu, Sony kehilangan segalanya dalam satu malam akibat pengkhianatan sahabatnya dan mantan kekasihnya, Dimas dan Rina. Perusahaan keluarganya direbut, kedua orang tuanya dibunuh secara tragis, dan Sony dijebloskan ke dalam penjara paling kejam dengan tuduhan palsu. Namun, di tempat yang seharusnya menjadi akhir hidupnya itu, Sony justru bertemu dengan seorang guru misterius yang mewariskan ilmu bela diri tingkat dewa dan keterampilan medis kuno kepadanya. Setelah menghabiskan waktu di luar negeri, membantai para petarung terkuat hingga dijuluki Dewa Kematian, Sony kini menginjakkan kakinya kembali di tanah kelahirannya. Dengan kekuatan mutlak di tangannya, Sony bersiap untuk memberikan mimpi buruk dan membalas dendam kepada siapa saja yang telah menghancurkan hidupnya tanpa sisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Dua pria bertopeng baja itu melangkah maju secara bersamaan dari balik bayangan Viktor.

Sring.

Suara gesekan tajam bergema saat keduanya mencabut pedang panjang melengkung dari sarungnya.

Bilah pedang mereka yang berwarna hitam pekat tampak tidak memantulkan cahaya lampu ruangan sama sekali.

Sony berdiri diam sambil memperhatikan pergerakan kedua sosok tinggi besar tersebut.

"Si Kembar Hitam?"

"Nama yang lumayan keren untuk dua orang pria yang memakai topeng konyol."

Sony berucap santai sambil memiringkan kepalanya sedikit ke kiri.

Salah satu dari pria bertopeng itu menggeram rendah mendengar nada ejekan dari Sony.

"Mulutmu sangat besar untuk ukuran seorang bocah yang akan mati."

Suara pria di sebelah kanan terdengar sangat berat dan serak dari balik topeng bajanya.

"Kami sudah memenggal ratusan kepala petarung hebat di dunia bawah tanah."

"Dan kepalamu akan menjadi koleksi termudah yang pernah kami dapatkan."

Pria di sebelah kiri menambahkan dengan nada penuh kepuasan tersendiri.

Viktor tertawa pelan sambil berjalan mundur menjauhi area tengah ruangan bawah tanah itu.

Dia menaiki tangga kecil menuju balkon kaca atas agar bisa menonton pertarungan dengan aman.

"Cepat selesaikan bocah itu, jangan buang-buang waktu saya malam ini."

Viktor berteriak dari atas balkon sambil menyalakan cerutu barunya.

"Baik, Tuan Viktor."

Kedua pria bertopeng itu menjawab serempak tanpa menoleh sedikit pun dari target mereka.

Wush.

Tanpa peringatan tambahan, keduanya langsung melesat maju dengan kecepatan yang sangat mengejutkan.

Lantai beton di bawah tumpuan kaki mereka sampai retak karena tekanan dorongan yang sangat kuat.

Sony menyipitkan matanya rapat-rapat sambil terus memantau pergerakan mereka berdua.

"Aktifkan Mata Dewa."

Sony bergumam singkat di dalam hatinya untuk membaca pola serangan musuhnya secara langsung.

[Sistem Pemberitahuan: Mata Dewa Aktif]

[Memindai koordinat gerakan dan ritme serangan kombinasi target]

[Peringatan: Target menggunakan teknik serangan silang berkecepatan tinggi]

Layar biru transparan muncul sekilas di pandangan Sony memperlihatkan garis-garis merah proyeksi tebasan.

Pria di sebelah kanan mengayunkan pedangnya secara mendatar menuju leher Sony.

Sring.

Sementara pria di sebelah kiri menyerang dari bawah mengincar bagian perut Sony secara diagonal.

Serangan kombinasi itu menutup dua sudut pelarian utama Sony secara sempurna.

"Kombinasi yang cukup bagus."

"Tapi gerakan kalian masih terlalu gampang untuk aku tebak."

Sony melompat mundur sejauh dua langkah dengan gerakan yang sangat ringan.

Trang.

Dua bilah pedang hitam itu saling bertabrakan di udara kosong tempat Sony berdiri sebelumnya.

Percikan api berkilat terang saat dua logam tajam itu bergesekan sangat keras.

Pria di sebelah kanan terkejut melihat sasaran tebasannya berhasil lolos dengan mudah.

"Kecepatan reaksinya tidak masuk akal."

"Dia bisa membaca arah tebasan kita sebelum pedang ini bergerak penuh."

Pria itu berbisik cepat pada saudara kembarnya di sebelah kiri.

"Jangan beri dia ruang untuk bernapas, serang terus tanpa henti."

Pria di sebelah kiri langsung memutar tubuhnya dan melayangkan tendangan lurus ke dada Sony.

Bugh.

Sony menahan hantaman sepatu boot tebal itu menggunakan kedua lengan tangannya yang disilangkan.

Tubuh Sony terdorong ke belakang sejauh tiga meter meluncur di atas lantai beton yang licin.

Srek srek.

Sepatu mahal Sony meninggalkan bekas garis hitam di atas lantai akibat gesekan tersebut.

"Rasa sakitnya lumayan juga."

Sony mengibaskan kedua lengannya yang terasa sedikit kebas akibat menahan tendangan tadi.

"Tapi hanya sebatas itu saja kemampuan legendaris kalian?"

Sony menatap mereka berdua dengan senyuman tipis yang sangat memprovokasi.

Viktor yang menonton dari balkon atas langsung berteriak marah melihat kedua pembunuhnya tertahan.

"Apa yang kalian tunggu-tunggu lagi?"

"Gunakan teknik membunuh kalian yang sebenarnya dan cincang bocah itu sekarang juga."

Suara teriakan Viktor bergema sangat keras memenuhi seluruh ruangan bawah tanah yang luas itu.

Dua pria bertopeng baja itu saling menatap satu sama lain selama satu detik.

Aura membunuh yang menguar dari tubuh mereka mendadak menjadi jauh lebih pekat dan dingin dari sebelumnya.

"Kau benar-benar berhasil memancing amarah kami, bocah."

Pria di sebelah kanan memegang gagang pedangnya dengan kedua tangan secara erat.

Sraak.

Mereka berdua memisahkan diri dan mulai berlari memutari Sony dari arah kiri dan kanan secara bersamaan.

Gerakan mereka berdua sangat cepat hingga menciptakan bayangan semu di sekitar tubuh Sony.

Sony berdiri di titik tengah lingkaran tanpa menggerakkan kakinya sama sekali.

[Mata Dewa menganalisis kelemahan fatal pada pola gerakan melingkar target]

[Titik lemah ditemukan: Sendi lutut bagian kanan target kanan dan sendi bahu kiri target]

[Target mengalami kelelahan otot akibat sinkronisasi energi berlebih]

Sony membaca setiap kata yang muncul di layar biru transparan itu dengan sangat cermat.

"Informasi sistem ini benar-benar sangat membantu dalam situasi seperti ini," batin Sony.

Wush wush.

Dua tebasan angin tajam meluncur bersamaan dari dua arah yang saling berlawanan.

Pria di sebelah kanan menebas ke arah kepala, sedangkan pria di sebelah kiri menebas ke arah kaki.

Sony tidak melompat mundur lagi kali ini untuk menghindari dua serangan mematikan tersebut.

Dia malah merundukkan tubuhnya sangat rendah hingga hampir menyentuh lantai beton.

Sring.

Dua pedang hitam itu melintas persis di atas kepala Sony memotong beberapa helai rambutnya.

Sebelum kedua pembunuh itu sempat menarik kembali pedang mereka, Sony sudah mengambil tindakan balik.

Sony menjangkau kaki kanan pria di sebelah kanannya menggunakan tangan kirinya yang sangat cepat.

Grep.

Dia menekan kuat bagian belakang sendi lutut pria itu sesuai dengan petunjuk dari sistemnya.

Krak.

"Arghhh."

Pria bertopeng kanan itu berteriak kesakitan saat sendi lututnya bergeser secara paksa dari posisinya.

Keseimbangan tubuhnya hancur total dan dia langsung jatuh berlutut ke atas lantai.

Bruk.

Pada saat yang bersamaan, Sony menegakkan tubuhnya dan melayangkan pukulan telak menggunakan tangan kanan.

Pukulan itu mengarah lurus ke sendi bahu kiri pria yang ada di sebelah kirinya.

Bugh.

"Ugh."

Pria bertopeng kiri itu tersentak hebat saat tulang bahunya retak akibat hantaman tangan Sony.

Pedang hitam di tangan kirinya langsung terlepas dan jatuh berdenting ke lantai beton.

Prang.

Hanya dalam waktu dua detik saja, kombinasi serangan mematikan Si Kembar Hitam berhasil dihancurkan total.

Sony berdiri tegak kembali sambil menatap dua pria yang sedang mengerang kesakitan di bawahnya.

"Kalian terlalu mengandalkan koordinasi gerakan sampai lupa memperkuat pertahanan individu kalian sendiri."

Sony berbicara dengan nada suara datar yang sangat tenang tanpa terengah-engah.

Viktor yang berada di atas balkon terbelalak lebar melihat dua pembunuh terhebatnya dilumpuhkan begitu cepat.

Cerutu mahal di mulutnya jatuh terlepas ke lantai tanpa dia sadari sama sekali.

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai mawar hitam permalukan ke media sebelum di bantai
kiyoe: bantai
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai jendral haris beserta keluarganya dengan cara paling kejam dan sadis
kiyoe: hehehe
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai jendral haris dengan cara paling kejam
Fajar Fathur rizky
cepat bantai Viktor dengan cara paling kejam
kiyoe: hehehe 🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai dimas dengan cara paling kejam pajang tubuhnya yang sudah tiada itu
kiyoe: mau di pajang ke mana kak tubuh nya hehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!