Jgn lupa follow ig Ltvianagusani ya💜
Kiran yang begitu menyukai Aksa, ia akan melakukan hal apapun untuk mempermalukan orang tersebut. Kiran dan Gengnya terkenal sangat suka membully di Sekolah SMP PANCADHARMA.
Kedatangan Nadine sedikit membawa perubahan kepada 2 teman dekatnya. Nadine merupakan siswa pindahan dari Sekolah SMP luar negeri, gadis cantik nan lembut ini memiliki sifat tidak tegaan dengan oranglain. Sehingga, meskipun terbilang gadis yang baik, namun Nadine tidak bisa mentolerir sifat yang menurutnya diluar batas.
Sementara itu, Aksa yang merupakan pewaris dari Perusahaan Adhitama, ayah dan ibunya menjodohkan Aksa dengan anak dari teman orangtuanya. Lantas, apakah Aksa akan menerima perjodohan tersebut? atau Aksa akan menikah dengan siapa nantinya? Biar gak penasaran yokk ikuti smpai selesai ceritanya🤗💐
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yourlovaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 20 : Sherly si tukang kompor
Melihat Aksa yang tersenyum kepada mereka, rasanya mereka ingin teriak dan melompat-lompat di dalam ruangan karena baru pertama kali mendapati Aksa yang biasanya cuek, akan tetapi hari itu tersenyum kepada mereka walaupun senyuman itu hanya sekilas.
“Arggghhhhhh, ganteng banget ganteng banget.”
“Demi apa? baru ini loh gue disenyumin cowok sejuta umat.”
“Gak bisa, ini gak bisa. Senyumannya buat gue salting banget aarrggghhh.”
“Kok bisa ya, ada cowok setampan ini. Mana habis basahin rambut pula, ihhh.”
Mereka berempat memuji ketampanan Aksa dalam batin mereka. Namun, Ibu Aksa melihat anaknya seperti sedang mencari seseorang.
“Sayang,, ada apa?. Kamu lagi cari apa?.” tanya Ibunya
“Mau sesuatu? Nanti Papa belikan.” Ucap Ayah dan Ibunya
“Nggak Mah, Pah. Aksa gak pengen apa-apa.” jawab Aksa
“Loh terus? Kalo gak mau apa-apa kenapa gak bisa diem?. Nyari siapa kamu?.” Tanya Ibunya kembali
“Kalau mau buah-buahan, gue bawain lo buah. Kalau mau nanti gue ambilin.” tawar Kiran
“Gak, gue gak pengen makan apapun. Terima Kasih.” tolak Aksa
“Ohh, okey. Tapi dimakan ya buahnya.” jawab Kiran
Tanpa menjawab sepatah katapun, Aksa hanya menganggukkan kepalanya. Akan tetapi pandangannya masih tetap tertuju di depan pintu. Sementara Kiran merasakan dirinya malu dihadapan orangtua Aksa dan teman-temannya karena tawarannya ditolak. Namun ia berusaha menepisnya dengan hanya tersenyum tipis.
“Mah, Ansell gak jadi kesini? Katanya mau kesini lagi.” tanya Aksa kepada Ibunya
“Barusan ngirim Mama pesan.”
“Apa katanya?.”
“Katanya sudah di Taman Rumah Sakit, bentar lagi kesini.”
“Lah, ngapain di Taman? Bukannya masuk aja malah nyantai di Taman.”
“Dia lagi nunggu teman-temannya Azelle sayang. Teman-teman kamu semua udah di Taman, tapi lagi nungguin teman Azelle yang duanya belum ada.”
“Ohhh,, jadi dia kesini bareng Azelle?.”
“Mungkin. Emangnya kenapa?.”
“Bener-bener tuh anak. Bucinnya udah gak ketolong astagaaa.”
“Bucin?.” tanya Ayah dan Ibunya serentak
“Iyaa, katanya sih bucin tuh budak cinta.”
“Hahaha, ada-ada aja anak jaman sekarang.” ucap Ibunya
“Kirain Ayah apaan, hahaha.”
“Mah, Ansell nya masih lama gak dibawah?.”
“Mama juga kurang tahu sayangg, ada apa?.”
“Yaudahh, Aksa telfon dia aja.”
Aksa pun mengambil handphone miliknya dan segera menelfon Ansell yang masih berada dibawah.
Drrrttt,,drrrttt,drrttt.
“Nsel, handphone kamu bunyi.”
“Ha?,, Ohh, Aksaa.”
“Yaudah, diangkat dulu.”
“Apaan?.” tanya Ansell kepada Aksa
“Buseett, nih anak kurangajar banget ya.” jawab Aksa dari seberang telfon
“Hahaha, iyaa ada apa lo nelfon gue? Lo rindu ya sama gue?.”
“Dihhh sok geer lo!.”
“Terus apaan?.”
“Lo nya masih lama gak di Taman?.”
“Hmm, gak tahu. Kenapa?,, Ohh,, jangan bilang lo udah gak sabar ya nungguin Nadine. Ciee, ciee yang udah mulai suka sama Nadine. Pelan-pelan Pak Sopir,, Hahahaha.”
“Jangan ngaco lo!!.”
“Lah, terus kenapa nanyain gue?.”
“Beliin gue pizza ya, gue pengen makan pizza soalnya.”
“Ngidam lo?.” tanya Ansell sedikit bercanda
“Pala mu itu!!.”
“Hahaha. Iyaiyaa nanti gue beliin.”
“Okayy, Thanks.” Aksa pun mematikan telfonnya
“Loh, katanya gak pengen apa-apa. Tadi ditanyain Papa pengen beli apa malah dijawabnya gak pengen apa-apa.” ucap Ayahnya
“Gak gitu Pah. Aksa gak enak kalau Papa turun ke bawah, jadi nyuruh Ansell aja mumpung dia nya masih dibawah.” jawab Aksa
“Ohhh...”
Ketika sedang menunggu kedatangan Nadine dan Sherly, Ansell pun menelfon Nadine.
“Hallo Nad.”
“Iyaa,, ada apa Nsell?.” jawab Nadine dari seberang sana
“Kalian udah kemari kan?.”
“Iyaa, nih udah di jalan. Dikit lagi nyampe, emangnya ada apa Nsell?.”
“Gue nitip sesuatu boleh gak?.”
“Boleh-boleh, mau nitip apa emangnya?.”
“Beliin Aksa pizza ya, Aksa pengen banget makan pizza. Soalnya dia lagi ngidam.”
“Hahaha, ada-ada aja deh lo.”
“Boleh nggak? Kalo lo keberatan, nanti gue keluar aja mau beli punya dia.”
“Nggak papa kok, nanti gue beliin.”
“Okeyy, Makasih ya Nad.”
“Sama-sama.” Nadine pun menutup telfonnya
“Ada apa Nad?.” tanya Sherly
“Kita mampir beli pizza dulu ya.”
“Buat siapa?.”
“Ansell nitip buat Aksa katanya.”
“Ohh okay.” jawab Sherly sambil tersenyum
“Gue tahu maksud lo Nsel, hahaha.” batin Sherly
“Napa lo senyum-senyum?.” tanya Nadine keheranan
“Hah? Gak papa kok.”
“Hmm..”
Selang beberapa menit, mereka pun mampir di tempat pizza.
“Nad, lo mau beli satu doang?.” tanya Sherly
“Iyaa, kan cuman Aksa doangg yang mau makan.”
“Beli 2 atau 3 gitu aja lah Nad, kita kan banyak.”
“Hallahh, bilang aja kalo lo juga mau kalee.”
“Hehehe, tuh lo tahu.”
“Iyaiyaa. Mbak pesan pizza nya 3 sama burgernya 25 ya Mbak.”
“Buseettt, lo merajuk apa begimana Nad. Banyak banget beli burgernya.”
“Gue suka banget sama burger, jadi gue lebihin buat kalian juga. Masa iya gue doang yang makan sementara kalian nengok doang.”
“Wessshhh, holang kaya mah bebas ya Nad.”
“Matamu itu, lo juga kaya yaa. Jangan ngadi-ngadi.”
“Hehehe.”
“Ini pesanannya Mbak.” ucap Kasir nya sambil memberikan pesanan Nadine
“Berapa totalnya Mbak?.”
“Jumlah seluruhnya 378 juta ya Mbak.”
“Ohh iyaa,, ini Mbak.” ucap Nadine sambil memberikan black card miliknya
“Baik, Terima Kasih Mbak.”
“Sama-sama.”
Setelah membayar pesanannya, mereka pun bergegas menuju ke Rumah Sakit.”
“Nad, sekali beli harganya 378 juta. Apa gak kemahalan? ginjal gue ketar-ketir nih.”
“Apaan sih, biasa aja kali Sher ah. Kek lo bukan kaya gue aja.”
“Hehehe, tapi jujur gue kaget dengar harganya loh. Lebih kaget lagi black card lo American Express.”
“Udah Sher, gak usah sok miskin. Lo juga punya black card kali ah.”
“Iyaa punya, tapi bukan American Express ke lo, hehehe.”
“Sama aja ih, sama-sama black card. Udah ah, napa pada bahas black card.”
“Hahahaha,, eh ngomong-ngomong lo anak tunggal ya, Nad?.”
“Iyaa, emang nya kenapa?.”
“Wallahh, pantesan. Anak tunggal toh, makanya baru SMP udah megang black card.”
“Hmm...”
Mereka pun tiba di Rumah Sakit. Disaat Nadine sedang memakirkan mobilnya, Ansell merencanakan sesuatu.
“Eh guyss.” panggil Ansell kepada teman-temannya dan Azelle
“Hmm?.”
“Ada apa?.” tanya mereka
“Nanti kalo Nadine datang, biarin pizza nya dibawain sama Nadine ya.”
“Kenapa emangnya?.” tanya Andra
“Pizza nya kan buat Aksa, nah makanya biarin dibawain sama Nadine.”
“Ohh, gue tahu maksud lo.” ucap Alvaro
Ketika mereka sedang merencanakan sesuatu, Azelle melihat Nadine dan Sherly. Tampak dari kejauhan mereka berdua membawa banyak makanan dan air minum dari kemasan botol.
“Wehh, liat noh. Nadine bawa pizza nya gak cuma satu doangg. Banyak banget bawaannya.” ujar Azelle
“Buseettt, ceritanya Nadine merajuk apa begimana nih.” ucap Alvaro
“Buruan atur strateginya Nsell, keburu mereka dateng.” ucap Andra
“Okeokee,, kalian bawain yang lainnya. Gue bakal ngambil pizza dari Nadine dua, dan sisanya yang satu biarin dibawain Nadine. Nanti yang ditangannya gue suruh kasih ke Aksa. Kalian paham kan?.”
“Paham-paham.” ucap mereka serentak
“Udah buruan hampiri mereka.” ucap Ansell
Mereka pun menghampiri Nadine dan Sherly untuk membantu membawakan makanan dan minuman mereka.
“Sini kita bawain yang lainnya.” ujar Azelle
“Iyaa, Terima Kasih.” ucap Sherly
Mereka pun mengambil bagian mereka satu persatu. Azelle mengambil buah-buahan, Alvaro membantu Sherly membawakan burger, dan Andra membawakan air minum. Sementara Ansell mengambil dua pizza dari tangan Nadine dan hanya menyisakan satu kotak pizza ditangan Nadine.
“Maaf ya, kita terlambat banget. Kalian udah lama nungguin kita ya?.” tanya Nadine
“Akhh,, santai aja kali Nad. Kita juga belum lama kok nyampe nya.”
“Ohh, maaf ya.”
“Udah, santai aja. Gak papa kok.”
“Ngomong-ngomong banyak banget yang dibeliin Nad.” ucap Andra
“Bener, perasaan gue Cuma nitip pizza buat Aksa doangg. Kenapa malah banyak banget.”
“Merajuk lo ya?.” tanya Alvaro
“Hahaha, nggak ih. Tadinya emang cuma mau beli satu aja, tapi kata Sherly beli lebih aja soalnya kita banyak belom lagi Sherly demen juga sama pizza.”
“Ohh, ternyata ada maunya juga lo Sher.” celetuk Azelle
“Hahaha, kapan lagi dapat kesempatan dibellin Nadine. Iyakan Nad?.”
“Bisa aja lo.”
“Terus burger sebanyak ini?.” tanya Andra
“Ya buat kita makan bareng juga, gue suka banget sama burger. Makanya gue lebihin juga buat kalian.”
“Wahhh, Terima Kasih ya Nad.” ucap Andra
“Jadi gak enak nih. Perasaan gue cuma nitip pizza nya Aksa doangg, tapi malah dibeliin juga buat kita.” ujar Ansell
“Akhh,, gak papa Nsell. Ikhlas gue kok traktir kalian.”
“Saking ikhlas nya ratusan di bayar ya Nad.” kompor Sherly
“Apa sih Sher, udah deh. Diem napa.”
“Apa? Ratusan apa?.” tanya Azelle
“Ratusan juta lah. Total pizza sama burgernya aja 378 juta.” ucap Sherly dengan santainya
“Buseettt, Nad. Lo bener-bener merajuk apa begimana nih? Merajuknya orang berduit beda ya.” ucap Alvaro
“Ho’oh, tau gini mending beli satu aja Nad. Gak usah pikirin kita-kita, ya kan?.” ucap Andra
“Apa sihh, udah lah. Gak usah dipikirin, emang gue yang suka belanjain kalian kok.”
“Ini duit lo gak bakal ditanyain kan Nad?.” tanya Azelle
“Nggak kok, tenang aja.”
“Mana ada, pasti gak ditanyain lah. Orang Nadine nya aja anak tunggal pasti dimanjain lah sama orangtua nya, umur segini aja udah megang black card American Express.” tambah Sherly
“Buseett, kaya bener lo Nad.” ucap Ansell
“Bener-bener diratukan sama dimanjain ini mah.” ucap Andra
“Anak tunggal gitulohh.” ucap Sherly
“Wellahh, pantesan. Anak tunggal kaya raya ini mah, makanya baru Sekolah SMP aja udah megang black card American Express.”
“Pasti pas Sekolah Dasar megang black card juga lo kan, Nad? tanya Andra
“Udah lah, gak usah bahas itu. Sher bisa diem gak lo?.”
“Hahaha, iyaiyaa Maaf Nad.”