Saat Salsa membuka matanya perlahan ia menangkap sesosok pria yang sangat amat di kenalnya.
"Raihan!?" Batin nya bersua.
Setelah koma hampir 3 bulan akhirnya Salsa kembali sadar. Dia melupakan banyak hal terutama pria yang bersanding dengannya di atas pelaminan. Salsa salah mengenali sosok suami sebelum kecelakaan terjadi dan suami setelah dirinya koma.
Dua sosok yang berbeda, namun keduanya menyandang status yang sama sebagai suaminya.
Raihan merupakan suami pengganti bagi istri kakaknya. Salsa adalah sahabat baiknya yang menikahi kakak kandungnya. Lalu saat Salsa ingat kembali, akankah ia menerima adik iparnya sebagai pengganti suaminya....???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Frisca Dewy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB20
Raihan membelai wajah istrinya, ia tak mampu menahan air matanya.
" Sabar Rai, saya yakin Salsa itu gadis yang kuat, dan juga kamu. Kalian pasti bisa melewati ini semua. " Kata dokter Alvin.
" Entahlah dok, setelah ini saya tidak tau lagi harus bagaimana. " ujar Raihan sambil mengusap wajahnya.
" Yg harus kamu lakukan tetap berada di sisinya, karena dia adalah istrimu sekarang, kamu harus ingat itu. " ujar dokter Alvin sebelum meniggalkan mereka.
Raihan terduduk di sofa dengan menundukkan kepalanya di tahan kedua tangannya.
' Apa yg harus ku lakukan sekarang , Sa ! apa aku sanggup jika kau membenciku, Salsa ? '
Raihan menghubungi Mama dan juga mertuanya, memberitahu mereka keadaan Salsa saat ini.
Raihan membaringkan tubuhnya di sofa, ia meletakkan lengannya di keningnya. Tak lama kemudian terdengar suara ketukan di balik pintu kamar.
Dengan segera Raihan membukakan pintu dan melihat wajah Mamanya yang terlihat panik, di susul sang Papa.
" Rai, apa yang terjadi ! Sayang ?" tanya Mamanya sambil meraih tangan Raihan.
" Apa, Salsa baik-baik saja ! Nak ?" timpal Papanya.
" Rai, nggak tau, Pa. " jawabnya sambil menahan kesedihannya.
Mama Intan mendekati Salsa, ia menatap lekat wajah menantunya yang terlihat begitu tak berdaya. Raihan dan Papanya duduk di sofa, Papanya merasa bersimpati melihat wajah putra nya yang begitu terlihat lelah.
" Maaf, Sayang, karena kita tidak ada disisi mu saat keadaan terpuruk mu. " kata Mama Intan sambil membelai rambut Salsa.
" Kau pasti sangat terluka, hatimu pasti sangat hancur, maafkan kita semua, Nak, maafkan Alex, Sayang karena meninggalkanmu seperti ini. " tambah mamanya dengan air mata berlinang.
" Jadi, apa Salsa sudah ingat segalanya Rai ?" tanya sang Papa.
" Sepertinya begitu, Pa. Sejak tadi ia terus saja memanggil namanya Alex. " jelas Raihan
" Kau sudah mengatakan segalanya padanya ?" tanya Papanya lagi
" Sudah, Pa, tapi dia menolak untuk percaya, dan terus saja mengatakan kalau aku sedang berbohong padanya. " ucap Raihan
" Kau harus kuat, Nak, demi Salsa dan juga demi dirimu sendiri, Papa percara padamu. " ujar Papanya.
Mamanya mendekati Raihan lalu memeluk sang purta, ia memahami rasa penderitaan putranya. Salsa dan Alex memiliki arti yang amat penting dalam hatinya, jadi melihat penderitaan Salsa saat ini pasti membuatnya lebih menderita.
" Bertahan lah Sayang, kita semua disini bersamamu. " pelukan mamanya adalah obat ampuh baginya, rasa hangat menyelimuti hatinya.
" Istirahatlah, mama akan menjaganya disini. kau bisa tidur di ruang tamu. " Perintah Mamanya, namun Raihan menolak, ia ingin tetap di sana menjaga Salsa hingga sadar.
" Lebih baik Papa dan Mama yang istirat. Rai akan tetap disini " pinta Raihan.
Setelah kedua orang tuanya keluar, Raihan duduk di samping Salsa dan tanpa sadar ia malah tertidur di samping Salsa sambil terus menggenggam tangannya.
Pukul tiga subuh Salsa terjaga, ia melihat Raihan tertidur dengan posisi yang tidak begitu nyaman. Salsa menatap wajah Raihan lalu menyentuh rambutnya.
' Kenapa takdir terus saja mempermainkkanku Rai ! kenapa setiap orang yang kucintai direnggut dariku. Apa aku tidak layak mendapatkan kebahagiaan dan cinta dari seseorang. ' batin Salsa
' Pertama dirimu, sekarang bahkan Kak Alex, apa salahku Rai, tolong, ini terlalu menyakitkan, aku bahkan melupakannya Raihan ' lirih Salsa dalam hati.
Salsa melepaskan pegangan Raihan perlahan, ia melepaskan jarum hinfus yang terpasang di tangannya. Ia turun dari tempat tidur berjalan menuju kamar mandi.
Salsa memercikkan air dari wastafel ke wajahnya. Ia menatap balik pantulan wajahnya di cermin.
' Kak, maafin aku kak Alex, karena telah melupakanmu begitu lama, terima kasih atas cinta yang kaka berikan padaku selama ini, aku akan terus menjaganya di dalam hatiku. ' batin Salsa.
Raihan terbangun. Ia terkejut mendapati Salsa tak berada di tempat tidur.
" Sa, Salsa.... " panggilnya. Ia bergegas berlari menuju kamar mandi.
Saat kamar mandi terbuka Raihan melihat Salsa sedang berdiri menghadap cermin. Salsa menoleh dan menatap Raihan. Perlahan Raihan mendekatinya lalu berdiri sangat dekat di hadapannya sampai membuat Salsa harus sedikit mendongak untuk tetap menatap matanya.
" Apa kau baik-baik saja ? apa yang kau lakukan ? kenapa kau melepas jarum hinpusnya ? " Tanya Raihan bertubu-tubu.
Salsa hanya metatap mata Raihan tanpa mengatakan apa pun cukup lama.
" Kenapa kau melakukannya Rai ?" kata Salsa tiba-tiba.
" Salsa... "
" Kenapa kau melakukannya Raihan ? kenapa kau.... kenapa kau menikahiku.... ? Kata Salsa yang sudah mulai menangis.
" Rai, aku, aku adalah istri kaka kamu, lalu kenapa kau menikahiku Raihan. ? Kenapa ! Rai ? kenapa kau melakukan itu ! Raihan ?...." terisk Salsa.
Raihan hanya bisa terdiam tak mampu mengatakan apa pun. Apa yg harus di katakannya.
' Kau ingin jawaban yang seperti apa Salsa. haruskah ku katakan aku melakukannya demi melindungimu, atau demi Alex, atau karena sebenarnya aku juga mencintaimu, jawaban mana yang ingin kau dengar Salsa. ?'
.
.
.
.
BERSAMBUNG....
*pemeran utama wanita yang membuat kesalahan sangat sangat fatal pergi meninggal suami tapi tetap saja pemeran utama pria yang dibuat berjuang mencari pemeran utama wanita dan akhirnya dengan swmudah itu dimaafkan dan kealahan itu dianggap selesai
*perpisahan, pemeran utama wanita baik saja hidupnya, tidak terlalu pilusing memikirkan keadaan suaminya, bisa bergurau dengan teman lelakinya, bisa berkerja dengan santai tapi pemeran utama pria kalian buat menderita, hancur berantakan, tidak terurus, pokok pemeran utama pria kalian buat kayak orang bodoh, yang tidak bisa hidup tanpa istri durhaka ya
* pemeran utama wanita bebas pergi dan dia pula cari, hidup tenang2 saja, bergurau dengan teman lelakinya, tidak mau susah memikirkan suaminya, tidak mau susah datang minta maaf pada suami, enak sekali pemeran utama wanita disini, buat kesalahan fatal tapi dia yang diperjuangkan, dengan mudah dimaafkan, dan hidup happy2 saja
*dan kasian sekali pemeran utama pria dibuat jadi karakter bodoh istri pergi sesuka hati tapi dia jua yang harus berjuang cari istri, dan dia harus mudah memaafkan, dia dibuat menderita, kacau balau, hancur, berantakan, terus memikirkan istrinya
susah sekali cari keadilan dalam novel jika novelis adalah wanita
*pemeran utama wanita pergi meninggal suami (fakta ini adalah kesalahan sangat fatal) dengan mudah dimaafkan dan dia pula yang dikejar2 bukan dia yang kembali dan meminta maaf
*perpisahan pemeran utama pria kalian buat menderita, tidak terurus, berantakan, tidak ada semangat hidup dan terus2 kayak orang bodoh mencari istri tapi pemeran utama wanita kalian cerita baik2 saja hidupnya kalian hadirkan teman lelaki yang baik padanya, dia bisa bergurau dengan teman lelakinya, tenang harinya, tidak terlalu ambil pusing suaminya
* pemeran utama wanita yang melakukan kesalahan tapi tetap saja pemeran utama pria yang menderita, merasa bersalah, dan berjuang dan begitu gampang memaafkan istri nya
aku mau nanya author jika author diposisi raihan, pasangan author pergi sesuka hatinya, dia disana baik2 saja tampa memikirkan mu dan bisa bergurau dengan teman wanitanya, sedangkan author menderita, menangis memikirkan dan mencarinya dan apakah author mau berjuang untuk suami kayak itu, mudah memaafkan dan mau nerimanya kembali dengan semudah itu
buka hati kalian lihat dari sudt pria juga (jangan egois hanya lihat dari sisi wanita) jelas raihan korban, dia menderita dan dia pula yang berjuang dan semudah itu dimaafkan
dimana keadilan jika semua wanita (novelis wanita) hanya melihat dari sudut pemeran utama wanita
lanjuuutt author
ceritanya seru bgtt..untung ajh aku gk jdi berhenti bca..