NovelToon NovelToon
Menantu Benalu Ini Ternyata Hacker Jenius

Menantu Benalu Ini Ternyata Hacker Jenius

Status: tamat
Genre:Menantu Pria/matrilokal / Kebangkitan pecundang / CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:763.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: AsSekop

Datang sebagai menantu pria dengan status sebatang kara, Stefan hanya dianggap benalu dan sampah di rumah mertuanya. Selama tiga tahun Stefan mendapat cacian dan hinaan dari keluarga istrinya, Lionny. Pasca kecelakaan tragis yang membuatnya harus kehilangan ingatan, Stefan hanya bisa numpang makan dan tidur, bahkan nyaris seperti orang gila.
Keadaan tidak kunjung membaik. Stefan ingin bunuh diri. Lantas dihabiskannya lebih dari seratus obat dan vitamin dari dokter sekalian minum. Bukannya mati karena over dosis, ingatannya malah kembali.
Setelah melewati titik terendah dalam kehidupannya, sang menantu benalu pun bangkit untuk mengubah takdirnya, menjadi bos sukses, kaya, dan dikagumi!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AsSekop, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Serba bisa

Dari sore hingga malam ini Stefan stay menunggu orderan di tempat biasa, menemani John yang seperti sudah merasa kehilangan seorang teman, padahal baru ditinggal dua tiga hari.

“Aku ingin mengumpulkan uang, terus beli laptop," kata John penuh harap.

“Kau sekarang kan sudah cukup tahu soal dunia IT. Manfaatkan ilmu kau itu, John.”

“Banyak pekerjaan freelance di internet. Lagipula, aku sudah mulai bosan kerja di atas aspal. Kalau bisa aku ingin kerja di depan laptop saja.”

“Semangat, Kawan. Beli laptop yang speknya bagus. Biar tidak gonta-ganti lagi.”

“Siap!” Tiba-tiba John mengerutkan kening sembari mengusap dagunya. John melemparkan sebuah pertanyaan yang cukup menarik. “Kau kan pintar IT. Seharusnya kau sudah kaya raya, Stef.”

Sebelumnya John sudah pernah melempar pertanyaan seperti itu kepada Stefan, atau mungkin jawaban waktu itu belum memuaskan hati John sehingga harus mengulanginya kembali.

“Kau harus ingat, John. Aku tidak ingin mencari uang dengan cara kotor. Jika mau, tentu sekarang aku punya duit milyaran, tapi, apa seterusnya aku akan hidup tenang?”

Stefan bekerja bukan hanya soal duit, tapi pembentukan karakter, bagaimana dia bisa menjadi seorang pria cerdas dan berwibawa, serta dihormati oleh banyak orang.

Dengan kejeniusannya, bisa saja dia membobol sebuah mesin ATM tanpa harus menyentuhnya secara langsung. Jika mau, dia dengan mudahnya menyedot saldo para nasabah yang tak terhitung jumlahnya.

Saat ini, Stefan hanya ingin memperbaiki namanya di mata orang yang sudah merendahkannya. Meski berulang kali dihina dan ditertawakan, Stefan tak menyerah, akan terus berusaha.

....

Alifha seorang gadis berkerudung itu tampilannya saja melankolis, tapi mulutnya pedas juga. Ketika dia melihat Kay dan Frans sedang duduk-duduk di depan kos, Alifha mendekati mereka.

“Wahai manusia tanpa busana! Berhentilah kalian berdua menjahili Stefan dan menertawakannya. Apa kalian berdua tahu kalau dia programmer di kantorku?”

Kay dan Frans tercengang.

“IT?” Bola mata Kay membulat seperti donat.

“Kau bercanda! Dia itu hanya seorang ojol menyedihkan yang sok tinggal di kos elit mahasiswa.”

Tak lama kemudian Stefan pun tiba. Deruman mesin sepeda motor milik mertuanya ini mati, lalu Stefan turun. Dia agak terkejut, kenapa Alifha seperti guru BK di hadapan Kay dan Frans?

“Jol? Kau programmer?” Kay bangkit lalu mendekati Stefan.

“Kalau iya, kami berdua mau minta tolong. Soalnya beberapa hari belakangan seperti ada yang menyadap ponsel kami berdua. Aneh sekali.”

“Betul. Kami dibuat malu oleh hacker itu. Bantulah kami.

Dua pria ini memelas.

“Kalian berdua cukup patuh dengan omonganku tadi,” cerocos Alifha seolah Stefan sudah tahu maksud omongannya tadi itu apa.

Stefan memasukkan tangannya ke saku celana. Diawasinya wajah dua orang itu, lalu berkata, “Asal kalian berhenti mengejekku dan berhenti pula berbuat jahat padaku, kepada orang lain juga.”

“Tapi, kau janji akan mengamankan kami dari hacker jahat itu.” Frans memelas seperti pengemis. Wajahnya ketar-ketir dan penuh harap.

“Padahal, kami berdua kuliah Management Informatika.”

Stefan mengurut lehernya yang tidak kenapa-kenapa. Mendengar pernyataan itu, jidatnya berkerut tiga.

Belum sempat Stefan bicara, Alifha menyerobot lagi. “Astaga!” Alifha menepuk jidat. “Menyedihkan sekali. Bagaimana mungkin seorang mentalis bisa kena hipnotis ha?!” Alifha berkacak pinggang seperti bebek.

Stefan ingin tertawa tapi takut dosa. Kedua bibirnya mengeras menahan sesuatu. Kemudian ada dengusan kecil sekali-sekali. Karena tidak ingin membuat Kay dan Frans tersinggung karena ejekan Alifha, Stefan lantas membuang pandangannya ke arah pagar kos.

Sambil memutar hitam matanya dari kiri ke kanan, Alifha melanjutkan, “Kalian ini tak ubahnya seperti anak kecil yang mau bermain bola dengan pemain profesional, eh malah kena kolong terus dibantai habis. Jangan menilai dari cover saja!”

“Akan aku cari hackernya dan aku kasih pelajaran ke mereka. Berani-beraninya dia sudah mengecengi bocah ingusan.” Stefan naik tangga, lalu menyuruh Alifha masuk ke kosnya.

....

Pagi harinya, sebelum berangkat kerja, tiba-tiba Alifha mengetuk pintu kos Stefan. Stefan membuka pintunya.

“Ada apa, Alifha?”

Alifha menunduk. “Apa aku menganggumu?”

“Tentu tidak. Ada yang bisa aku bantu?”

Maksud kedatangan Alifha hanya ingin mencari tahu informasi tentang Stefan, kenapa bisa Stefan diperlakukan semena-mena di kantor, bahkan parahnya pisah tempat tinggal dari istrinya.

Awalnya Stefan tidak ingin menceritakan masalah pribadi dan rumah tangganya, namun ketika menilai bahwa Alifha merupakan orang baik dan bisa dipercaya, makanya Stefan perlahan menceritakan satu per satu masalahnya.

Lagipula, Alifha sudah sedikit tahu profil Stefan, yakni cucu angkat kesayangan Kakek Sanjaya yang sangat dibangga-banggakan, namun sempat terkena musibah yang mengharukan. 

Baru kali ini Stefan menceritakan privasinya kepada orang lain. Dengan menceritakan keluh kesahnya, Stefan agak merasa plong dan lega. Sebuah terapi psikologi gratis adalah dengan menceritakan problem yang tengah dihadapi kepada orang yang tepat.

Tak terasa lebih dari tiga puluh menit Alifha duduk mendengarkan cerita Stefan. Hari pun sebentar lagi masuk pukul tujuh pagi.

“Maaf sudah buat kau bercerita terlalu banyak.”

“Justru aku berterima kasih padamu, Alifha. Baru kali ini aku merasa tenang walaupun masalahnya masih tetap ada.”

Alifha senyum. “Kau harus kuat menghadapinya, Stefan. Pak Bobby hanya ingin membuatmu susah dan malu di sana.”

“Aku sempat berpikir seperti itu. Tapi, aku masih berusaha dan terus mencoba untuk mengubah penilaian mereka terhadapku. Aku ingin bisa diterima dengan baik di Keluarga Sanjaya.”

“Kuncinya hanya ada pada Kakek Sanjaya. Saranku, lebih baik kau menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi kepada Kakek Sanjaya.”

Saran yang bagus, tapi Stefan bukan bocah cengeng yang suka mengadu. Cara tersebut tidak tepat untuknya. Karena baginya masih akan ada cara lain.

“Alifha, kau jangan terlalu menampakkan diri kalau membelaku ketika di kantor. Dikhawatirkan kau akan sama seperti Grace.”

“Ya, aku mengerti, Stefan. Aku akan tetap menjaga jarak. Aku harap mereka tidak tahu kalau kita bertetangga.”

Ketika sudah tiba di halaman parkir kantor, belum mati mesin sepeda motornya, ejekan bertubi-tubi menohok ke gendang telinga Stefan. Belasan karyawan yang terdiri dari security, staf kantor dan atasan sedang duduk ngopi di atas jok sepeda motor.

“Programmer andal kita sudah tiba.” Pria itu menghembuskan asap rokonya.

“Teknisi komputer”

“Tukang service AC.”

“Tukang sapu.”

“Tukang beli makan siang.”

“Pesuruh kantor.”

“Penyambung kabel putus.”

“Tukang isi tinta printer.”

“Ha-ha-ha.”

“Tukang lap meja kotor.”

“Si barista.”

“Wah asli multi-talenta yah. Bukan main!”

Stefan hanya bisa menahan napas. Pengecut? Oh, Stefan tidak takut. Sebab, jika dia melawan, tentu akan lebih berbahaya. Diam bukan berarti takut.

Stefan terus menguatkan dirinya.

Benar saja, baru tiba di depan resepsionis, Stefan sudah mendapat perintah untuk membantu teknisi yang sedang memperbaiki lift rusak.

“Cepatlah!” titah si teknisi.

Stefan bergegas masuk ke ruangannya, lalu menaruh tasnya. Terus balik lagi ke lokasi. Apa Stefan menolak? Dia tidak mungkin akan menolak. Apa Stefan lemah? Tidak berkarakter? Jelas salah. Karena jika nanti kesabarannya sudah habis, entah apa yang akan terjadi dengan semua orang di satu gedung kantor ini.

1
Achmad
ya kita akan menunggu backsound
Sopwan Gojali
masih ada krlanjutan nya
Ranasartika Lacony
makan tuh "diam"!!!! SDH dewasa ga bs bedain yg hrs dilakukan mn yg TDK.
Ranasartika Lacony
jgn balik lg si Stefan SM Lionny, ga rela aku
Ranasartika Lacony
Stefan seperti tidak menghargai dirinya sendiri, sdhlah, tinggalkan sj si Leony, toh dia jg tak begitu sayang SM Stefan, kalau mmg dia sayang SM suaminya pasti sdh curhat SM Kakek Sanjaya....
Ranasartika Lacony
harusnya Stefan kerja aja di LN, t4 Ayahnya Grace.... Kenapa msh ngotot mau kerja d Sanjaya.....
Edy Kurniawan Zonk
heddeeeh kelamaan bom nya.
jadi males baca.
UP
Edy Kurniawan Zonk
stef si paling drama, bosen thor ceritanya terlalu monoton.
kpn balas dendamnya
Edy Kurniawan Zonk
jenius dari mananya cob, nyelesain masalah aja pakek cara yang rumit padahal sdh ada cara yang super simple.
Edy Kurniawan Zonk
dengan tidak berterus terang soal cerita yang sebenarnya sama sekali tidak mencerminkan kecerdesan stef.
malah bisa di bilang bodoh tuh stef.
Wahyu Kasep
bingung gwa jadinya
Ali
,beneran si mc sampah terus si othor goblik bikin alur cerita.tolol bin bego lu thir.skip ah.kabuuuuuuuuur
OI
sepertinya harta kluarga sanjaya itu punya si steven dech soalnya kakek sanjaya kekeuh sama si steven
OI
alamat balikan lagi
Raidy Damaring
mending gak usah baca la...novel sampah..genius kok jadi Babu...harga diri gak ada...gimana caranya author menggambarkan mc...atau author yang begonya udah gak ketulungan...kalo gini anak2 sd juga bisa buat cerita
Raidy Damaring
benar2 sampah...genius tapi sampah...wajar aja dianggap benalu...
Raidy Damaring
mc Dan author bodoh kalo ya...udah diperlakukan tidak baik Masih saja bertahan ...katanya hacker handal...gak perlu susah payah tinggal dengan sekumpulan monyet kali
Dudin Syawaluddin
ini gimana pelaku utamanya betul betul g ada harga diri...sebagai laki atau suami atau orang lah...babi aja x
Ichal 1479
terlalu banyak iklan sangat mengganggu/Puke/
Mang Jangkung
penulis novel na pika sebelen ,,, si setifen iraha rek bungah na heh .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!