🌸 Sequel dari "Meminjam Rahim Adikku" 🌸
Terlambat menyadari perasaan nya membuat Ardan Kusuma Wijaya harus kehilangan gadis yang sebenarnya dia cintai karena sudah terlanjut dinikahkan dengan pria pilihan keluarganya.
Ayana Azahra harus rela menikah dengan pilihan keluarga nya,saat tidak dapat memenuhi syarat dari sang Ayah untuk membawa calon suami pilihan nya sendiri diwaktu yang sudah ditentukan.
Namun apa jadinya jika baru satu hari menikah Ayana sudah ditinggal pergi oleh sang suami yang kabur bersama kekasihnya??
Bagaimana juga dengan Ardan yang sudah berniat melupakan Ayana,namun sehari sebelum kepulangan nya mengetahui fakta tentang pernikahan gadis itu??
Akankah Ardan melupakan Ayana dan kembali kenegaranya??
Atau berjuang untuk membawa Ayana kedalam mahligai pernikahan bersama dengan nya??
yukkk simak kisahnya disini...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19.Belum Siap Menerima
"Ardan,"jawab Ardan sembari membalas jabatan tangan Khalif atau biasa dipanggil Alif oleh keluarga dan orang terdekatnya.
"Ya sudah,Alif tinggal kekamar dulu ya,belum sholat isya soalnya tadi nggak kaburu.'ujar Alif pamit undur diri dulu untuk masuk kekamarnya.
"Iya silahkan Dek."jawab Ardan mempersilahkan calon adik iparnya berlalu.
'Adek ipar,oh ya ampun kenapa jadi pede begini.' gumam nya dalam hati
Tidak lama dari kepergian ALif dari sana,Ayana pun kembali datang dengan pakaian yang sudah berganti dengan gamis ala rumahan yang jauh lebih santai tentunya.
"Ayo silahkan diminum nak Ardan,maaf hanya ini yang bisa kami suguhkan."ucap Bunda Aluna memecah keheningan.
"Iya Bu,terima kasih.Maaf,Bapak nya kemana ya Bu?"tanya Ardan karena sedari tadi tidak melihat pria paruh baya yang merupakan ayah dari wanita yang berniat dia khitbah nantinya.
"Oh Bapak?kebetulan Bapak sedang pergi dinas keluar kota.Mungkin besoknlusa baru pulang,memang kenapa ya?"tanya Bunda Aluna penasaran dengan pertanyaan pemuda didepan nya kini.
Ayana sendiri hanya bisa menyimak sembari menundukkan kepalanya.Ayana masih bingung harus menanggapi seperti apa akan apa yang akan Ardan lakukan.
Ingin menyela juga konon katanya pamali.Sangat tidak disarankan bagi seorang wanita menolak pria yang datang berniat melamarnya.
Ayana hanya bisa menautkan jari jemarinya dan saling meremas demi menetralkan rasa gugup nya.
"Tidak Bu,hanya ingin bersilahturahmi saja.Seperti nya sudah terlalu larut Bu,saya pamit dulu kalau begitu.In Sha Allah setelah Bapak ada dirumah saya datang lagu Bu."ucp Ardan berpamitan kepada wanita paruh baya itu.
"Iya Nak silahkan,kami akan menyambut baik siapapun yang ingin datang bersilahturahmi."jawab Bunda Aluna,meski masih bingung kemana arah pembicaraan dari pemuda itu.
"Antarkan sampai depan Ay,"titah Bunda Aluna dan diangguki oleh Ayana.
Ayana pun ikut keluar rumah setelah Ardan melangkah keluar.Keduanya tampak berjalan beriringan dengan Ayana berada dibelakang Ardan.
"Aku pulang dulu ya,kabari jika Bapak sudah pulang."ucap Ardan setelah tiba didekat mobilnya.
"Untuk apa?kenapa harus memberi tahu jika Ayah sudah pulang?"
"Tentu saja untuk meminta putri mereka pada pemilik nya,mumpung masih ada waktu,pikirkan dan pertimbangkan ajakanku tadi."ujar Ardan yang kini tidak akan pernah menyerah meski Ayana kurang merespon baik niatnya.
"In sha Allah,tapi nggak janji."lirih Ayana ragu.
"Ya sudah,aku pulang ya.Assalamu'alaikum."
'Eh tunggu,"ucap Ayana menghentikan langkah Ardan.
"Kenapa?masih kangen ya?"tanya Ardan berbinar.
"Bukan,hape aku mana?Kakak janji kan akan mengembalikan hape aku jika aku mau diantar pulang."jawa Ayana yang seketika membuat Ardan sedikit kecewa.
"Oh,ponsel?"gumam nya.
Ardan pun merogoh saku celana bahan yang dia kenakan untuk mengambil ponsel milik Ayana namun seketika tangan nya terhenti terulur demi mengingat ada sesuatu yang tertinggal.
"Ini,tapi bisa minta tolong miscallin hape aku nggak?aku lupa nyimpan dimanA."ujar Ardan menyerahkan ponsel Ayana namun meminta gadis itu menghubungi ponselnya.
Tanpa berpikir panjang Ayana pun membuka kunci layar ponselnya dan menekan aplikasi panggilan telpon.
"Sebutin nomor ponsel Kakaknya."titah Ayana sembari menekan beberapa timbol nomor telpon yang Ardan sebutkan.
Dan tidak lama dering ponsel pun terdengar yang berasal dari saku jas yang ada disandaran kursi kemudi.
Ardan pun bergegas mengambil ponselnya yang berbunyi didalam saku jasnya.Ardan tersenyum puas setelah mendapatkan nomor ponsel baru Ayana karena yang dulu tampaknya sudah tidak digunakan gadis itu karena tidak pernah aktif lagi sejak satau tahun yang lalu.
Dan Ardan tentu saja masih menyimpan nomor itu meski tidak pernah aktif lagi.Dan kini pria itu sudah mendapatkan kontak Ayana yang baru untuk mempermudah dirinya berkomunikasi dengan nya.
"Ini sudah ada,terima kasih."ujarnya menunjukan ponsel miliknya.
"Iyq Kak,sama sama."
"Aku pamit ya,ingat.Pertimbangkan permintaanku tadi."
"Iya Kak,in sha Allah."
"Baiklah,aku pergi ya,Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Ardan pun masuk kedalam mobilnya dan mulai melajukan mobil itu meninggalkan halaman rumah Ayana.
Sejenak Ayana termenung mengingat apa yang yang tadi dibicarakan dengan Ardan.Dan tidak lama kemudian memutuskan untuk kembali masuk kedalam rumah.
"Siapa pria itu Kak?apa niat dia datang kemari dan meminta bertemu dengan Ayah?"
Ayana terkesiap,saat masuk kedalam rumah Ayana sudah dihadang oleh sang Bunda dan dicecar pertanyaan yang jujur sulit untuk Ayana jelaskan.
Rasanya,Ayana masih belum siap saat harus kembali menghadirkan lawan jenis didalam hidupnya.
Kegagalan dimasa lalu selalu saja menjadi penghalang kala dirinya akan melangkah maju kemasa depan.
...***...
🌸 Jangan lupa tinggalkan jejak ya,like,komen dan subscribe...Biar Othor lebih semangat lagi,terima kasih 🥰🥰🥰 love sekebon untuk kalian ♥️♥️♥️*
lanjut extra part nya Thor 🙏🙏🙏
mantap Ardan..aq suka caramu membasmi ulat bulu..
, jodoh kt tdk tahu akan berlabu kepada siapa.tp klu sdh menetapkan suatu pilihan memang harus tegas.