NovelToon NovelToon
Manuver Nine

Manuver Nine

Status: sedang berlangsung
Genre:Drama / Musik / Light Novel
Popularitas:127
Nilai: 5
Nama Author: Awazaki Chiru

Daniel, Minami dan Latifa. Tiga sahabat yang bermimpi membangun sebuah roket bersama. Impian besar ini mereka rancang sedari mereka masih berada di sekolah dasar. mereka berambisius untuk membangun roket bersama.

Namun kondisi Latifa begitu kritis, disaat-saat terakhirnya, Latifa ingin impian mereka tetap berjalan meski tanpa dirinya.

Daniel dan Minami berjanji untuk menuntaskan misi besar yang diberikan Latifa sebelum dirinya tiada.

ini adalah kisah tiga sahabat yang bermimpi membawa umat manusia selangkah lebih maju.

ManuverNine.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Awazaki Chiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Virgo

"kau siapanya Latifa, hah" teriak orang itu.

"Tenang dulu, tenang dulu!" Daniel mencoba menenangkan orang yang baru saja meneriakinya itu.

"AKU TANYA LAGI, KAU SIAPANYA LATIFA?" dia semakin mengeraskan suaranya. seisi kelas mulai memperhatikannya.

"Sepertinya aku dalam kondisi yang bahaya" Gumam Daniel.

"bu-bukan siapa-siapa. kok" Daniel meyakinkan bahwa Latifa bukanlah siapa-siapanya.

"Lalu mengapa Kakak kelas bisa datang kemari, mereka berdua adalah primadona di sekolah ini. mengapa mereka berdua bisa mengenal orang sepertimu" Orang itu menjelaskan posisi Minami dan Latifa di sekolah itu.

"Minami sialan, kenapa dia tak cerita kalau mereka adalah orang yang disanjung di sekolah ini" Gumam Daniel.

"Cepat jelaskan, apa hubungan kau dengan mereka" dia mulai mencengkram kerah leher Daniel.

"Weh weh weh.. santai!!" Daniel mulai panik. ia bingung harus bereaksi apa.

tak lama guru datang, seisi kelas langsung kembali ke tempat duduknya masing-masing termasuk orang yang mengancam Daniel itu. sialnya dia malah duduk di samping Daniel.

"Astaga, Mengapa dia duduk disampingku!" Gumam Daniel.

Pelajaran ke-2 sangat buruk, bagi Daniel. Ia tak menyangka bisa mendapat musuh di hari pertamanya bersekolah.

"Kok hidupku sial terus, sih." Gumam Daniel.

...

Pelajaran ke-2 akhirnya selesai dan akan dilanjutkan ke pembelajaran ke-3.

Guru di pelajaran ke-3 ternyata tidak datang. itu membuat seisi kelas bisa bersantai dengan kata lain jamkos.

"Kok bisa, dihari pertama sudah ada jam kosongnya!!" Daniel tak menyangka kalau sekolah sebergengsi ini ternyata ada jam kosongnya.

"Ku pikir di sini akan belajar tanpa henti, ternyata ada jam kosongnya juga, toh" Daniel mengambil buku di dalam tasnya dan kembali mengerjakan soal Olimpiade Sains yang keluar tahun 2025.

"kadang aku bosan dengan hanya mengerjakan soal-soal ini. terlalu mudah untukku." Daniel kembali menyombongkan dirinya, meski dia hanya bergumam.

Tak lama orang yang sebelumnya memarahi Daniel kembali ke mejanya. ia sekarang ingin berbicara serius dengan Daniel.

"Aku tanya untuk yang ke tiga kalinya, siapa kau!"

Daniel terdiam dan tak mengerti apa yang orang itu maksud.

"Sebelum kau marah, Lebih enak jika kau mengatakan namamu!" Daniel perlahan ingin menenangkan kondisi dengan cara menanyakan namanya agar suasana tidak begitu serius

"itu tidak penting!" Jawab orang itu.

"Kalau gau gak ngasih tau namamu, aku juga gak akan cerita" Ucap Daniel.

"Aghhh... Baiklah, namaku Chiru." Jawabnya dengan kesal.

"Chiru, Ya. nah gitu dong, biar enak aku manggil kamu" Ucap Daniel.

"Tidak penting! sekarang ceritakan siapa kamu, kenapa bisa mengenal mereka berdua, bahkan bisa akrab dengan mereka!" Chiru masih bersikeras untuk mengetahui hubungan Daniel Dan Latifa.

"Yaudah, karna kamu udah ngasih tau nama kamu, aku akan cerita!" Daniel mulai bercerita siapa dirinya dan apa hubungan dia dengan Latifa.

...

"Jadi begitu... aku dan mereka hanya teman semata" Daniel menceritakan segalanya yang diperlukan agar Chiru tidak marah.

"Jadi. kalian hanya teman semasa kecil, kan? tak ada hubungan spesial?" Chiru perlahan paham dengan kondisinya.

" iya, kami hanya teman semasa kecil, gaada hubungan spesial (harusnya)" Ucap Daniel.

"Begitu. baguslah.." setelah mengatakan itu, Chiru pergi begitu saja meninggalkan Daniel.

"Yah, gitu doang kesan pertamanya? dari marah-marah jadi diem tiba-tiba" Daniel menghela nafas lega karna masalah ini sudah selesai tanpa luka.

"aku gak mau sampe berantem di hari pertamaku!" Ucap Daniel.

...

Sepulang sekolah Daniel bergegas pergi menuju belakang sekolah tempat Restoran Pak Mil untuk bekerja.

Daniel berganti baju dan segera melayani orang yang baru saja sampai.

"Ini keseharian baruku, aku akan menggunakannya sebaik mungkin" Daniel mengantarkan pesanan demi pesanan. hingga saat ia mengantarkan pesanan meja 10, di sana ternyata ada Chiru yang baru saja pulang. Daniel mendekatinya dan menyapanya.

"Ini pesananya, Chiru" Daniel meletakkan Matcha ice dan Soft Bun. menu baru dari Pak Mil.

"Lho, kamu kerja di sini, Daniel?" Chiru terkejut melihat Daniel bekerja di restoran belakang sekolah.

"Iya, aku direkrut oleh pak Mil." Ucap Daniel.

''Lah serius? Paman merekrut kamu?" Chiru terkejut karna Pak Mil atau Pamannya merekrut seorang murid SMA.

"Lah, Pak mil itu paman kamu?" Tanya Daniel

"Iya dia pamanku, aku sampe terkejut kamu bisa bekerja di sini, dan terkejut lagi aku kalau kamu ternyata direkrut olehnya." Ucap Chiru

"Emangnya kenapa sampai sampai kau terkejut?" Tanya Daniel.

"Pamanku pernah bilang kalau dia gamau ada karyawan dari anak sekolah, apalagi masih SMA. pelet apa yang kau gunakan kepada pamanku?" Jelas Chiru.

"tidak tidak. aku gak pake pelet apa-apa, mungkin pamanmu berubah pikiran aja,." Daniel tak percaya bahwa ia orang yang dipilih pak mil.

"Dulu ia pernah mempekerjakan anak SMA, namun ada insiden yang membuatnya tak ingin lagi mempekerjakan anak sekolah. tapi entah kenapa kau dipilih untuk membantunya" Chiru bercerita kisah kelam yang dialami Pak Mil.

"Memangnya kejadian apa?" Daniel penasaran.

Tapi Daniel harus mengantarkan pesanan lain, alhasil dia tak bisa berbicara banyak dengan Chiru. sebelum mengambil pesanan lain, Chiru memperingatkan kepada Daniel jangan terlalu dekat dengan Latifa. Chiru tidak senang. Daniel hanya tersenyum dan kembali bekerja.

...

Pukul 8 malam, Latifa datang ke Restoran untuk memesan makanan. Daniel ingin menghampirinya, namun teringat ancaman Chiru yang mengerikan. Daniel mengurungkan niatnya dan kembali ke dapur.

disisi lain Latifa celingak-celinguk mencari keberadaan Daniel. Latifa ingin berbicara namun Daniel tidak ada di sana. Pesanan Latifa selesai dan ia pulang begitu saja.

"Kenapa aku takut, sih? Lagian Chiru bukan siapa-siapanya Latifa, Kan?" Gumam Daniel.

"Kalau aku langgar takutnya dia malah ngadu ke Pak Mil dan aku malah dikeluarkan" Daniel memikirkan hal mengerikan. ia benar-benar tak ingin dikeluarkan, baginya bekerja di Restoran pak mil sudah sangat nyaman, ia tak ingin pergi. tapi jika begini terus, persahabatan antara dirinya dan Latifa bisa saja renggang, Daniel lagi-lagi dihadapkan dengan pilihan sulit.

"Apa yang harus aku lakukan." Gumamnya.

...

Pukul 10 malam, seperti biasa ia pulang dengan membawa makanan. sesampai di rumah seperti biasa juga ayah menunggunya. namun karna hari ini ia dapat jatah kue Matcha, Daniel berbohong kalau hari ini ia tak dapat makanan, ia hanya dapat minuman, ayah kecewa karna tidak ada makanan.

"Kenapa gak ada disisain sih" Ucap Ayah..

"Apasih, ini kan dikasih dan sisa, terima aja lah" Jawab Daniel.

Daniel pergi masuk ke dalam kamarnya dan menyantap makanannya diam-diam. ia tak ingin berbagi jika soal matcha.

Malam itu di tutup dengan kegelisahan Daniel, ia bingung harus menuruti Chiru demi pekerjaannya atau tetap bertemu dengan Latifa demi persahabatannya.

1
miilieaa
kenapa latifa lari ke hutan? mending di mall aja gaes 🤭🤣
miilieaa
ayo Daniel ceritakan padaku jugaaa🤭
AkuNulis: Daniel blak blakan, nanti cerita hal ga penting 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!