NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tirimu Adalah Balas Dendamku

Menjadi Ibu Tirimu Adalah Balas Dendamku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Valencia Adelia atau Cia selalu menjadi korban perundungan Amora Luca Alessandro, ratu sekolah sekaligus putri keluarga terkaya di kota. Bertahun-tahun dihina dan disakiti membuat Cia menyimpan dendam yang mendalam.
Sadar tak akan pernah bisa mengalahkan Amora secara langsung, Cia memilih cara yang tak terduga. Ia mendekati Dixon Luca Alessandro, ayah Amora yang kaya dan berkuasa, hingga berhasil menjadi istrinya.
Kini, Cia bukan lagi gadis lemah yang bisa diinjak sesuka hati. Ia telah menjadi ibu tiri Amora. Dari dalam rumah yang sama, Cia mulai menjalankan balas dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

Hari yang dinantikan akhirnya tiba. Sesuai dengan permintaan Cia yang menginginkan privasi, Nyonya Elena menyewa sebuah kapel bergaya gotik klasik yang terletak di kawasan privat pinggiran kota. Tidak ada jepretan kamera media, tidak ada karpet merah yang dipadati ribuan sosialita. Suasana di dalam kapel terasa begitu khidmat, hanya dihadiri oleh kerabat inti keluarga Alessandro dan beberapa orang kepercayaan Dixon, termasuk Asher yang berjaga dengan setelan formalnya.

Di dalam ruang rias pengantin, Cia berdiri menatap pantulan dirinya di cermin besar. Hari ini, ia menjelma menjadi sesosok wanita yang sanggup menghentikan detak jantung siapa pun yang memandangnya.

Meskipun acara digelar tertutup, Nyonya Elena tetap memesankan sebuah gaun pengantin mewah berbahan sutra eksklusif berwarna putih gading. Gaun bertipe A-line itu melekat sempurna di tubuh ramping Cia, dengan detail brokat halus yang merambat indah di sepanjang lengan transparannya. Bagian lehernya berpotongan V-neck rendah yang sopan, mengekspos tulang selangka Cia yang indah. Rambut hitamnya ditata dengan sanggul modern yang anggun, menyisakan beberapa helai anak rambut yang membingkai wajahnya. Riasan wajahnya sengaja dibuat bertema flawless natural menonjolkan sepasang mata cantiknya yang jernih namun menyimpan misteri, serta bibir ranumnya yang dipulas lipstik merah muda lembut. Cia tampak begitu suci, rapuh, sekaligus teramat menawan bak seorang dewi yang turun dari khayangan.

Pintu kapel besar yang terbuat dari kayu jati berukir perlahan terbuka. Alunan syahdu musik organ gereja mulai menggema, memenuhi setiap sudut ruangan yang tinggi.

Cia melangkah perlahan di atas altar yang bertabur kelopak mawar putih. Di ujung altar, Dixon Luca Alessandro sudah berdiri tegap menunggunya.

Pria berusia 39 tahun itu terlihat teramat tampan, gagah, dan memancarkan karisma yang luar biasa matang. Dixon mengenakan setelan tuksedo hitam buatan penjahit terbaik di Italia, dipadukan dengan kemeja putih bersih dan dasi kupu-kupu hitam. Potongan rambutnya yang rapi mempertegas rahangnya yang kokoh dan tegas. Gurat-gurat usia yang matang di wajahnya tidak sedikit pun mengurangi ketampanannya, justru menambah kesan dominan, berwibawa, dan kokoh bagai seorang raja yang siap melindungi wilayahnya.

Saat Cia tiba di hadapannya, Dixon sempat terpaku selama beberapa detik. Sepasang mata elangnya menatap lekat-lekat wajah cantik Cia di balik kain tudung transparan veil Dada bidang Dixon berdesir hebat sebuah perasaan asing yang bergejolak kuat meruntuhkan dinding es yang selama belasan tahun ini ia bangun.

Dixon mengulurkan tangan kekarnya, menyambut jemari lembut Cia yang sengaja dibuat sedikit bergetar halus. Mereka berdua berbalik menghadap pendeta yang sudah siap memimpin prosesi sakral ini.

"Dixon Luca Alessandro, apakah engkau bersedia menerima Valencia sebagai istrimu, mengasihinya dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit, dan berjanji akan setia kepadanya seumur hidupmu?" tanya pendeta dengan suara yang berwibawa.

Dixon menatap lurus ke depan, rahangnya mengeras sesaat sebelum ia menjawab dengan suara baritonnya yang berat, dalam, dan penuh penekanan mutlak. "Ya, saya bersedia."

Pendeta kemudian beralih menatap Cia. "Valencia, apakah engkau bersedia menerima Dixon Luca Alessandro sebagai suamimu, mengasihinya dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit, dan berjanji akan setia kepadanya seumur hidupmu?"

Cia mendongak, menatap profil samping wajah Dixon yang begitu tegas dari balik kain tudungnya. Di dalam hatinya, sebuah bisikan dingin bergema: Gue bersedia masuk ke dalam hidupmu, Dixon. Untuk menghancurkan putrimu.”

"Ya... saya bersedia," ucap Cia dengan nada suara yang teramat lembut, manis, dan terdengar begitu tulus di telinga semua orang yang hadir, termasuk Nyonya Elena yang sudah menyeka air mata bahagianya di kursi barisan depan.

Setelah keduanya saling menyematkan cincin berlian murni di jari manis masing-masing, pendeta tersenyum hangat dan melambaikan tangannya pelan. "Dengan ini, kalian berdua telah sah menjadi sepasang suami istri di hadapan Tuhan dan hukum. Mempelai pria, silakan buka tudung mempelai wanita dan ciumlah istrimu."

Atmosfer di atas altar seketika berubah menjadi teramat intim dan menegangkan.

Dixon memutar tubuh tegapnya hingga mereka kini saling berhadapan. Dengan gerakan yang perlahan dan sangat hati-hati, jemari kekar Dixon terulur untuk menyibak kain tudung transparan yang menghalangi wajah Cia ke belakang kepala gadis itu. Begitu kain tersingkap, kecantikan Cia yang tanpa cela langsung menyapa indra penglihatan Dixon dalam jarak dekat.

Dixon menundukkan tubuh tegapnya sedikit, memperpendek jarak di antara mereka hingga Cia bisa merasakan hangatnya embusan napas pria itu yang beraroma kayu cendana. Kedua tangan Dixon bergerak naik, menyentuh lembut kedua sisi bahu ramping Cia, menguncinya agar tidak bergerak mundur.

Cup.

Bibir kokoh Dixon mendarat dengan lembut dan penuh penekanan di atas kening mulus Cia. Kecupan itu berlangsung cukup lama, terasa begitu hangat, protektif, dan sarat akan rasa kepemilikan yang mutlak. Dixon seolah-olah sedang menorehkan stempel tak kasatmata di kening gadis itu, menegaskan kepada dunia bahwa mulai detik ini, Valencia adalah miliknya yang paling berharga dan tidak boleh disentuh oleh siapa pun.

Di bawah kecupan hangat sang miliarder, Cia perlahan memejamkan sepasang matanya. Tubuhnya dibuat sedikit menegang pasrah, memberikan respons akting pengantin baru yang malu-malu dan tersentuh.

Namun, di balik kelopak matanya yang tertutup rapat, batin Cia bersorak puas penuh kemenangan yang bergemuruh dahsyat. “Permainan resmi dimulai hari ini, Tuan Dixon Luca Alessandro. Selamat atas pernikahan kita... dan selamat datang di awal dari kehancuran putri tercintamu, Amora.”

Sebelum meninggalkan kapel gotik yang sunyi itu, Nyonya Elena bersikeras agar sepasang pengantin baru itu mengabadikan momen pernikahan mereka. Di depan altar yang bertabur kelopak mawar putih, Dixon dan Cia berdiri berdampingan.

Dixon berdiri tegap dengan satu tangan terselip di saku celana tuksedonya, sementara tangan lainnya melingkar protektif di pinggang ramping Cia. Cia, dengan gaun putih gadingnya yang menjuntai indah, berdiri merapat ke dada bidang Dixon, memegang buket bunga lili putih dengan senyum malu-malu yang teramat manis.

Cekrek!

Kilatan lampu kamera menangkap potret sempurna itu. Sebuah foto yang memperlihatkan kontras yang luar biasa memikat: seorang pria matang berusia 39 tahun yang gagah, dingin, dan berwibawa, berdampingan dengan seorang gadis muda yang tampak begitu suci, rapuh, dan cantik tanpa cela.

Kini, foto berbingkai perak eksklusif itu sudah terpajang kokoh di dinding marmer kamar utama kediaman megah Dixon. Sebuah kamar super luas berdesain minimalis modern dengan dominasi warna hitam, abu-abu, dan putih, yang mencerminkan karakter pemiliknya.

Malam harinya, atmosfer di dalam kamar tidur utama itu terasa begitu canggung hingga pasokan udara seolah menipis. Cia baru saja selesai membersihkan diri dan mengganti gaun pengantinnya dengan gaun tidur satin panjang berwarna salem yang longgar namun tetap terlihat sopan. Rambut hitamnya dibiarkan terurai basah di bahunya.

Di sudut lain, Dixon baru saja keluar dari walk-in closet mengenakan kaus hitam santai dan celana panjang senada. Begitu keluar, langkah kaki pria itu sempat tertahan melihat sosok Cia yang sedang duduk di tepi ranjang king-size mereka.

Sifat kaku dan dingin Dixon seketika kembali mendominasi. Pria itu berdeham rendah, mengalihkan pandangan elangnya ke arah dokumen di meja kerja sudut kamar, menyembunyikan rasa canggung yang mendadak menyerang egonya. Selama belasan tahun, kamar ini adalah wilayah privasinya yang tak tersentuh oleh wanita mana pun.

Melihat perubahan sikap Dixon, Cia tahu ini adalah panggungnya untuk mulai menanamkan pengaruh sebagai istri yang sempurna. Ia harus menjadi sosok yang sangat perhatian agar pertahanan es Dixon runtuh sepenuhnya.

Cia berdiri dari ranjang, melangkah perlahan mendekati meja kecil di dekat dispenser kamar. Dengan gerakan yang anggun dan telaten, ia menuangkan air putih hangat ke dalam gelas kaca.

"Tuan Dixon..." sapa Cia lembut, suaranya merdu memecah keheningan malam. Ia berjalan menghampiri Dixon yang berpura-pura sibuk membolak-balik berkas, lalu menyodorkan gelas tersebut dengan kedua tangannya. "Ini air hangatnya. Tuan pasti lelah setelah mengurus acara dan jadwal kantor yang padat hari ini. Diminum dulu, Tuan."

Dixon menghentikan gerakan tangannya. Ia mendongak, menatap lekat-lekat wajah polos Cia yang menatapnya dengan pandangan penuh ketulusan dan rasa hormat seorang istri. Kilat dingin di mata Dixon sedikit mencair melihat perhatian kecil yang sudah sangat lama tidak pernah ia rasakan dari seorang wanita.

Dixon menerima gelas itu, jari-jari kekarnya sempat bersentuhan dengan kulit dingin Cia, menciptakan letupan arus tak kasatmata di antara mereka. "Terima kasih, Valencia," ucap Dixon dengan suara baritonnya yang berat dan datar, mencoba mempertahankan wibawanya yang kaku. Pria itu meneguk airnya hingga tandas.

Cia mengambil kembali gelas kosong itu, lalu tersenyum sangat manis sebuah senyuman yang sengaja ia latih di depan cermin apartemennya untuk memikat sang singa. "Sama-sama, Tuan. Oh ya, karena sekarang kita sudah... sudah sah menjadi suami istri, apakah saya masih harus memanggil Tuan dengan sebutan 'Tuan Dixon'?" tanya Cia dengan nada sedikit ragu dan malu-malu, menundukkan kepalanya seolah takut salah bicara.

Dixon terdiam sesaat, menatap puncak kepala Cia yang terurai wangi aroma mawar. Dada bidangnya berdesir aneh mendengar ucapan gadis itu. "Panggil saja Dixon jika kita sedang berdua di kamar," jawab Dixon pendek, nadanya masih terdengar kaku namun tidak sedingin biasanya.

"Baik, Mas Dixon..." cicit Cia luhur, sengaja memilih panggilan yang lebih intim untuk meruntuhkan dinding pembatas di antara mereka. Ia berbalik untuk menaruh gelas, dan di saat memunggungi Dixon, sepasang mata jernih Cia seketika menggelap, memancarkan kilat kelicikan yang teramat pekat.

“Nikmati pelayanan dari istri barumu ini, Mas Dixon,” batin Cia bersorak penuh kemenangan, melirik foto pernikahan mereka di dinding dengan seringai iblis yang tersembunyi. “Gue bakal bikin lo bertekuk lutut dan sangat ketergantungan sama perhatian gue, sampai lo nggak akan pernah sadar kalau racun dendam gue perlahan sedang merayap masuk untuk menghancurkan putrimu dari dalam rumah ini.”

1
Syafiq
kok AQ seng Wedi,atek JK suwe update 😍
merry
aduhh gmnn nyelamatin dri kmu cia,, blm apa ap kmu dh di tmpar di tonjok jugaa,, pyn trik licik gk cia klo ada kluar kn buat ngibulin para penjhtt ituuu
Erna Wati
smga cia bisa slmat . dn Dixon mnyadari ksalahan nya mngejar maaf cia sampe dpt
sunaryati jarum
Dengan diculiknya Amara oleh Serena dan Amora malah semakin cepat terbongkarnya kebusukan dan keburukan kalian, bahkan skandal mengobral tubuh demi kontrak Serena dan aborsi Amora segera terbongkar
merry
di culik tu kmu cia,, bgs sii klo pyn pemikiran bgtu bongkar kebusukan Amora dan mma nya dan mntn Dixon bisa jdi arts krn y bgtu lhh liat gmn Dixon liat sinyal besar didlm keluarga ya🤔🤔🤔tp skrg cia selmt gk ya sm para penculikan itu
merry
ngatain cia jalang pdhl cia gk jual diri atau pergaulan bebas dan hamil smpai abrosi semuanya itu ada di diri kmu amora
Anita Rahayu
Buat 2 medusa kejebak rencananya sendiri sampai hk dapat harta gono gini😤😤😤😤😤😤😤😤🙏🙏🙏🙏🙏✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊✊
sunaryati jarum
CIA tidak bodoh lho dan penakut seperti dulu, apapun yang kalian rencanakan dan ucapkan diketahui olenya,kau tidak tahu Amora di kamarmu telah di pasang perekaman tersembunyi.🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Mantaaap
merry
bnr lg kt cia klo emng sibuk berati salh sndri lepas in lki sekaya sempurna kyk Dixon org mah di jaga in malah di lepas🤭🤭🤭ternyata ank dan emk sm ya gk sabar kpn cia bongkar kelakuan mrk tuu
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: Serena emang bodoh sih harusnya sebagai istri pengusaha kaya raya tinggal menikmati hidup bukannya ngangkang demi popularitas yang sifatnya semu senjata makan tuan tuhh tiap kata-kata nya kembali padanya dikira Cia cwek yg gampang direndahkan justru dia sendiri yg ketakutan rahasianya bakal terbongkar🤣🤣
total 1 replies
merry
gk mau pergi juga kmu cia tp gpp juga sii msk hrs kalah sm mntn ya🤭🤭🤭cm klo kmu pyn niat kbur pas Dixon dgn cinta gmn ya reaksi y Dixon 🤔🤔🤔🤔 lbh frustasi ap ngamuk ubek ubek dunia buat cariin kmu 🤔🤔🤔
Sapna Anah
untungnya ada cctv
Erna Wati
pergi yg jauh aja. dulu smga kmu hamil pas pergi smpe Dixon mnyadari kslahan nya dn minta maaf 🙏
chiara azmi fauziah
wkwkwk🤣🤣🤣🤣
merry
pergi cia jgn dstu lkimu gk menghargai kmu sbgai istri ya,, pdhl bisa mntn tdr dihotel kn pagi dtg gk hrs inap drmh klian,, tp viral kn tu kelakuannya Amora nnti viral pasti khdpt Dixon dan mntn pasti di korek sm netizen😆😆😆😆tar kebongkar dech kebusukannya ap ajj
❥␠⃝ ͭ🍁MI-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
kesempatan Cia adu domba mereka kalo perlu keluarin kartu As Amora juga skandal Ibunya itu gak mungkin dia murni sebagai model pasti ada embel-embel nya kelakuan Amora menurun dari Ibunya hemm jadi ragu jangan2 dia bukan anak kandung Dixon🤣🤣
merry
pergi cia,, bls Dendam gk harus kmu yg trun tangan x,, lkimu mata y msh buta gmpng di tipu sm ank dan mntn istri ya,,, klo gk pergi yg ada kmu jdi korban kejhtnn mrk cia bukti y Amora brni telan racun trs lkimu maafkan,, bsk bsk kmu ditabrak atau di dorong dr tangga nnti blg gk sngja trs lkimu maafin trs ajj bgtuu lm lm kmu yg ke alam baka cia,,, bgs pergi seblm pergi bngkr Amora pnh aborsi lwt media bngkr ya jgn ddpn lkimu gk bkln percaya 🙏🙏🙏🙏🙏
merry
kudu kbur cia,, percm kyk y ush mu gk berhasil
sryharty
cia wanita bodoh kata saya,,ngapain bertahan di situ
toh Dixon ga menghargai kamu
mending kamu pergi
balas dendam bisa lewat apa aja
jarak jauh pun bisa
kamu punya bukti2 aborsi Amora
kamu bisa kirim bukti itu ke Dixon,
ngapain harus merendahkan diri sendiri
kalo Dixon cinta sama kamu pasti akan cari kamu
merry
di luar dugaan ternyt Amora selain jht ternyta pergaulan y bebas menfaatkn ksh syg daddy ya,, gmn Dixon tau kbnrann y trs cia pergi dr hdp ya,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!