NovelToon NovelToon
Maafkanlah Aku Istriku

Maafkanlah Aku Istriku

Status: tamat
Genre:Poligami / One Night Stand / Selingkuh / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:635.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Watilaras

Prasetya kaget ketika ia menyadari bahwa dirinya telah tidur dengan seorang wanita yang tidak lain adalah sekertarisnya sendiri.

Prasetya kemudian memberikan uang kepala Kinanti sebagai tutup mulut. Asalkan, Kinanti tidak menceritakan apa yang telah mereka lakukan bersama kepada istri sah Prasetya yaitu Haningrum.

Haning, pangilan istri sah Prasetya adalah seorang istri setia dan religius. Ia juga telah memberikan Prasetya seorang anak laki-laki.

Bagaimana kisah rumah tangga Prasetya selanjutnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Watilaras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa bersalah

Prasetya POV

"Papa!"

Sebuah suara anak kecil perempuan terdengar melengking di belakangku.

Ketika aku hendak pergi meninggalkan lokasi proyek yang baru saja aku kunjungi.

Aku pun kemudian menoleh ke belakang, kearah sumber suara. Dan di sana, berdiri seorang anak kecil berjenis kelamin perempuan.

Wajahnya sangat cantik. Berkulit putih bersih dan rambutnya ikal panjang. Ketika aku memandangi wajah anak kecil dengan seksama. Rasa rasanya, aku sangat familier dengan iris matanya.

Iris matanya hitam pekat, seperti iris mata ku. Dan wajah itu, wajahnya juga tidak asing. Aku melihat berwajah mirip dengan ku juga.

"Papa." Panggil lagi anak tersebut sambil terus menatap tajam ke arah ku.

"Kamu memangil ku Papa. Kenapa kamu memangil ku Papa? Aku bukan Papa mu." tegas ku pada anak perempuan kecil tersebut.

"Tidak! Kamu adalah Papa ku. Jangan mengelak, Anda adalah Papa ku, dan aku adalah anak mu." Paparnya.

"Oya, aku tidak punya anak perempuan. Aku hanya punya anak laki-laki." Kata ku padanya.

"Tidak! Anda juga punya anak perempuan. Tapi anda tidak mau mengakuinya." Jawabannya dengan wajah sedih dan bibir yang mulai mencebik, hendak menangis. Dan, perkataan anak kecil itu semakin membuat aku bigung.

"Nama mu siapa? Ibu mu di mana?" Tanya ku padanya.

"Aku belum punya nama. Tapi aku punya Ibu dan Papa. Papa ku adalah anda. Dan Ibu ku adalah dia, dia ada di belakang anda." Ucapnya, sambil mengarahkan telunjuknya ke suatu arah. Saat ia mengatakan Ibunya ada di belakang ku. Aku pun kemudian menoleh ke belakang.

Dan, tepat di belakang ku, Kinanti berdiri membeku sambil memegangi perutnya yang kini sudah membuncit besar.

"Kinanti!" Seru ku pada Kinanti. Saat aku kembali menghadap ke depan untuk menatap anak kecil perempuan yang memangil ku Papa. Anak kecil perempuan itu kini sudah tidak ada lagi berada di hadapan ku.

Kemudian, ku edaran pandangan mata ku ke keseluruh area pada tempat itu, untuk mencari cari sosoknya. Tapi nihil, anak kecil itu sepertinya sudah menghilang.

"Pak!" Pangil Kinanti pada ku.

"Apakah Bapak mencari anak kecil tadi? Tanya Kinanti pada ku dengan pandangan mata sayu.

"Ia, dimana dia, kenapa bisa tiba-tiba menghilang."

"Dia tidak menghilang Pak. Dia tidak pergi, dia ada bersama ku. Dia masih ada di sini, di dalam kandungan ku. Anak kecil tadi adalah anak mu Pak Prasetya." Tutur Kinanti sambil mengelus elus perutnya yang kian membesar itu.

"Dia hanya ingin Bapak akui sebagai anaknya. Dia sangat mencintai mu, karena kau adalah Ayahnya. Sapalah dia, dan akui dia. Dia hanya butuh pengakuan mu." Tutur Kinanti lagi.

"Tapi, jika Bapak tidak mengakuinya. Buat apa dia hidup. Lebih baik dia aku lenyapkan." Tiba tiba saja Kinanti sudah menggenggam sebilah pisau tajam dan ia langsung menancapkan pisau tajam tersebut ke perutnya yang membuncit besar.

"Tidak!!!!!"

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Prasetya tiba tiba terbangun dari tidur lelapnya dengan nafas yang terengah-engah. Keringat dingin mulai bercucuran membanjiri pelipisnya.

Ketika Prasetya terbangun, Hanin yang saat itu tidur di sisi Prasetya pun akhirnya ikut terbangun juga.

"Mas ada apa? Kenapa tiba-tiba berteriak?" Tanya Hanin, yang saat itu juga terlihat syok. Karena melihat sang suami kembali bermimpi buruk

"Astaghfirullahaladzim." Ucap Prasetya beristighfar. Kemudian Hanin mengambilkan air minum untuk sang suami, dan meminumkannya.

"Mas Pras kenapa? Mimpi buruk lagi? Kenapa Mas sering sekali bermimpi buruk." Kemudian Hanin memegang kening Prasetya. Dan ternyata saat itu Prasetya suhu badanku tinggi.

"Mas Pras sepertinya demam. Aku ambil obat dulu ya. Ada persediaan obat demam, aku masih menyimpannya di kotak obat." Dengan segera Hanin pun kemudian beranjak dari tempat tidur. Kemudian ia mengambil obat demam yang ia simpan di sebuah laci.

Dengan telaten dan penuh perhatian. Hanin mengurusi sang suami. Meminumkan obat untuk Prasetya dan kemudian ia menggantikan pakaian sang suami yang basah kuyup oleh keringat dengan baju yang baru.

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Dan keesokan harinya. Hanin yang sudah bangun sejak subuh tadi langsung mengenakan hijabnya dan kemudian Ia turun ke lantai bawah.

Sesampainya di lantai bawah, Hanin langsung ke dapur untuk membuatkan bubur untuk sang suami yang sepertinya sedang tidak enak badan.

Setelah selesai memasak. Hanin menyambangi kamar tidur sang putra. Dan seperti biasa, Hanin mengurusi Ali.

Setelah selesai dengan segala aktifitasnya pagi itu mengurus Ali. Hanin kemudian kembali ke dapur dan membawakan satu mangkuk bubur yang ia masak tadi untuk Prasetya.

Saat ia masuk ke kamarnya. Prasetya sepertinya sedang berada di kamar mandi. Sehingga Hanin meletakkan nampan yang berisikan bubur itu di atas tempat tidur.

Ketika Hanin hendak membuka pintu jendela kamarnya. Ponsel milik Prasetya yang tergeletak di atas nakas berdering.

Sepintas, Hanin memperhatikan siapa penelponnya.

Saat melihat yang menelpon sang suami adalah Kinanti. Sedikit ragu-ragu, Hanin kemudian mengangkat panggilan tersebut.

"Halo, selamat pagi Pak. Jangan lupa pagi ini jam 10 pagi kita ada rapat penting dengan klien. Saya hanya mengingatkan Pak Pras untuk tidak lupa membawa semua berkas berkas penting untuk keperluan rapat. Karena Bapak kan biasanya lupa." Tutur Kinanti yang langsung berbicara kala itu.

"Halo, Assalamualaikum Kinanti." Sapa dengan lembut Hanin pada Kinanti.

"Aaa Assalamualaikum Bu Hanin. Maaf tadi saya kira Pak Prasetya." Ujar Kinanti dari seberang telepon.

"Tidak apa apa. Terimakasih sudah mengingatkan. Mas Prasetya hari ini sedang tidak enak badan. Aku tidak tau apakah dia akan ke kantor apa tidak. Semalam badan demam. Nanti aku akan sampaikan ke Mas Prasetya tentang urusan kantor nya." Tutur Hanin dengan ramah pada Kinanti.

"Oh, baik Bu kalau begitu. Semoga Pak Prasetya lekas sembuh. Terimakasih Bu, selamat pagi."

"Pagi juga."

Baru saja sambungan telepon Kinanti terputus. Prasetya nampak baru keluar dari kamar mandi.

"Siapa yang menelpon sayang?" tanya Prasetya

"Kinanti." Jawab Hanin, sambil meletakkan ponsel milik Prasetya di atas nafas.

Mendengar nama Kinanti disebut oleh Hanin. Seketika membuat wajah Prasetya langsung berubah.

"Ada keperluan apa dia menelpon?" Tanya Prasetya berusaha memasang wajah datar.

"Dia mengingatkan Mas untuk tidak lupa membawa berkas berkas penting untuk keperluan meeting pagi ini kata Kinan. Apa Mas akan ke kantor?"

Prasetya kemudian kembali duduk di atas ranjang.

"Sepertinya aku tidak akan ke kantor dulu. Kepala ku masih pusing."

"Ya sudah, kalau begitu tidak usah ke kantor dulu. Untuk rapat kan Mas bisa wakilkan sama Kinanti. Mas sarapan dulu ya. Aku sudah buatkan Mas Pras bubur untuk sarapan." Hanin kemudian memberikan semangkuk bubur yang ia bawa tadi untuk Prasetya.

"Terimakasih sayang. Kamu sangat perhatian sama Mas."

"Sudah menjadi tugas ku untuk memperhatikan kamu Mas. Di makan ya, dihabiskan. Aku mau turun dulu. Mau temenin Ali sarapan." Ujar Hanin, yang kemudian melabuhkan kecupan manis ke kening Prasetya sebelum ia berlalu dari kamar.

Sepeninggal Hanin dari kamar. Tiba-tiba hati Prasetya menjadi sangat merasa bersalah.

Karena terlalu dalam memikirkan hal itu, sampai sampai membuat dirinya jatuh sakit saat ini. Dan sering bermimpi buruk.

Prasetya sendiri sangat bigung harus berbuat apa. Jika dia jujur pada Hanin perihal ia telah berzina dan bahkan telah menghamili Kinanti. Ia tidak siap dengan reaksi Hanin.

Prasetya sangat takut jika rahasia itu diutarakan pada sang istri. Justru hal itu akan menghancurkan rumah tangganya sendiri. Dan Prasetya tidak mau hal itu terjadi.

Ia sangat tidak siap untuk menerima sebuah kenyataan, yang bisa saja kenyataan itu berakhir dengan buruk.

1
falea sezi
heleh prett balikan
Yenna Waldemar
katanya kinan menjijikkan tp ciuman sambil pegang dadanya tuh.lo jg menjijikkan pras.ga usah sok suci playing victim
Safa Almira
bagus
manizt_u10
sok bijak ne, situ kn orang luar. GK ush ngasih pendapat yg u sendiri blm ngerasain, yg paling penting kesempatan itu cuma dtng 1x bukan 3/4x itu EMG dianya aja yg niat
syska
Luar biasa
Ony Syahroni
ganteng dan we cantik thor jadi gemes
Ony Syahroni
ok thor pras ganteng banget
Ony Syahroni
Lumayan
🌹YazmiN🌹
visualnya Hanin sama Pras justru cocok
kaboooooooor
🌹YazmiN🌹
Orang Prasetyanya gini jangankan Kinanti,, diriku pun mau... hehehe serius
🌹YazmiN🌹: ini bahkan udah yang kesekian kalinya baca thorrr,,. hehe nggak bisa move on
total 2 replies
Neng Alifa
bisa dimaafkan asal si Pras juga liat si Hanin ciuman SM laki laki lain. biar impas tau rasa sakitnya gimana. gt sih 😳🤭😂😂😂
Sunarti
Kenapa Kinanti jadi lemah kok malah mw si ajak kerja lagi sama Prasetya
Sunarti
gak nyangka ternyata Murad diam" mencintai Hanin dasar gak waras
Sunarti
Prasetya emang,,, guanteng bener " suami idaman tp masih ada yg di sembunyikan dr Hanin
Sunarti
Terima aja klo Bagas mw menikahi mu Kinanti daripada mung Prasetya yg gak ada kejelasannya
Sunarti
mulai nih akan ada perang dlm rumah tangga Prasetya
Sunarti
apa benar Prasetya gak mw tanggung jawab sng kehamilan Kinanti
Sunarti
biasanya dlm keadaan mabok dan melakukan tanpa sadar
Sulati Cus
khilaf itu satu kali mase😂
Putri Ayu pertiwi
ada perempuan yg berjiwa besar memaafkan suami berselingkuh tapi terkadang ada seorang istri merasa jijik dengan suami berselingkuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!