Ketika langit malam berkedip dan suara mekanis yang dingin bergema di benak miliaran manusia, Bumi tidak lagi sama. Kiamat tidak datang membawa api dari neraka atau wabah mematikan, melainkan sebuah layar biru transparan yang melayang di udara.
Era damai telah dihancurkan oleh "Sistem". Manusia secara paksa ditarik ke dalam arena kelangsungan hidup semesta, di mana monster bermunculan dari bayang-bayang dan hukum rimba menjadi satu-satunya aturan. Beradaptasi, berevolusi, atau mati.
Yudha, seorang mekanik penyendiri yang lebih nyaman berbicara dengan mesin daripada manusia, secara tidak sengaja meretas anomali sesaat sebelum kiamat dimulai. Berkat sebuah kubus hitam misterius yang ia temukan di pasar loak, Sistem salah mengidentifikasinya dan memberikannya kelas yang belum pernah tercatat dalam sejarah integrasi: Mekanik Kosmik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30: Penyatuan Sektor dan Teror Langit
Pesan balasan Yudha di Obrolan Regional bagaikan bongkahan es raksasa yang dilemparkan ke dalam kawah gunung berapi. Selama beberapa menit pertama setelah Lin Tian mengirimkan pesan tersebut, forum yang biasanya dipenuhi caci maki dan kepanikan itu mendadak sunyi senyap.
Tidak ada yang berani mengetik satu huruf pun.
Menolak aliansi dengan Ratu Merah adalah satu hal, tetapi secara terbuka menyatakan bahwa pasukan kanibal Tingkat 7 dari Aliansi Binatang Sektor 8 hanya akan menjadi bahan bangunan untuk tembok markas? Itu adalah tingkat keangkuhan yang melampaui akal sehat manusia di era kiamat ini.
Namun, bagi Yudha, itu bukanlah sebuah keangkuhan. Itu adalah perhitungan matematis murni.
Di dalam Tatanan Besi Hitam, roda tatanan baru berputar dengan efisiensi yang mengerikan. Delapan puluh tawanan dari Serikat Langit Putih kini telah ditelanjangi dari martabat masa lalu mereka. Dengan tubuh terantai, mereka mengangkut berton-ton baja rongsokan dan bebatuan di bawah pengawasan Arya dan sisa murid luar.
Di sudut lain halaman, Lin Tian dan Lin Chen mulai menjalankan peran mereka sebagai Tetua Penegak Hukum. Mereka mengumpulkan Bara dan sepuluh penjaga inti yang paling setia.
"Kekuatan murni otot kalian memiliki batas!" suara Lin Tian menggema tegas, mengoreksi kuda-kuda Bara yang sedikit goyah. "Jika kalian hanya mengandalkan angka pada Atribut Kekuatan Sistem, kalian akan mati kehabisan napas melawan musuh Tingkat 5. Pusatkan energi Sistem itu di perut kalian! Ubah menjadi Qi! Padatkan hingga terasa seperti bola besi panas!"
Bara mengertakkan gigi, keringat sebesar biji jagung mengucur dari dahi botaknya. Ia mencoba menekan aliran energi liar dari kristal yang baru saja ia serap. Secara perlahan, aura kemerahan mulai menyelimuti tubuh besarnya.
Xianxia dan teknologi mulai melebur menjadi satu di dalam benteng ini. Sistem memberikan energi dan kekuatan mentah, namun pemahaman bela diri kuno yang diterapkan Yudha pada sektenya menjadikan kekuatan itu tidak terbatas.
Dua hari berlalu layaknya kedipan mata. Tatanan Besi Hitam telah mengubah seribu kilogram baja paduan khusus menjadi pelapis tambahan untuk gerbang utama, menjadikannya nyaris mustahil untuk ditembus dengan kekuatan fisik murni.
Tepat pada senja hari kedua, langit di atas Sektor 7 mendadak berubah.
WUUUUUNGGG—KRAAAK!
Sebuah suara sobekan raksasa bergema, seolah kanvas langit baru saja dikoyak oleh tangan dewa yang tak terlihat. Awan kelabu terbelah, memperlihatkan garis retakan dimensi raksasa yang memanjang sejauh ratusan kilometer, membelah cakrawala.
Suara mekanis Sistem yang dingin dan tanpa emosi terdengar serempak di benak setiap entitas hidup.
[PENGUMUMAN GLOBAL: FASE EKSPANSI DIMULAI]
[Dinding pembatas antara Sektor 7 dan Sektor 8 telah runtuh.]
[Integrasi wilayah sedang berlangsung. Sistem topografi disesuaikan.]
[Peringatan: Zona Aman non-Fraksi dihapuskan. Hukum rimba mutlak diberlakukan.]
Getaran hebat mengguncang bumi. Yudha yang sedang bermeditasi di dalam bengkel utamanya membuka mata. Lengan Baja Peleburnya mendengung pelan, merespons fluktuasi energi di sekitarnya.
Melalui koneksi mentalnya dengan Inti Pengendali Wilayah, Yudha bisa merasakan perubahan topografi secara langsung. Hutan beton kota Sektor 7 yang hancur kini dipaksa menyatu dengan lanskap Sektor 8—sebuah lautan hutan purba yang dipenuhi pohon-pohon bermutasi setinggi gedung pencakar langit.
Pinggiran barat kota, yang merupakan batas wilayah Tatanan Besi Hitam, kini terhubung langsung dengan batas luar hutan purba tersebut.
"Mereka datang," gumam Yudha dengan mata menyipit tajam.
Ia memejamkan matanya kembali, mengalihkan seluruh penglihatannya pada kelima layar holografik dari Skuadron Gagak Besi yang sedang berpatroli di ketinggian lima ratus meter.
Di salah satu layar pengawasan visual, sekitar tiga kilometer dari gerbang Tatanan Besi Hitam, tepian hutan purba itu mulai berdesir hebat. Pohon-pohon besar bertumbangan, bukan karena angin, melainkan karena didorong oleh sesuatu yang sangat masif.
Dari balik rimbunnya dedaunan mutan, muncul pasukan barisan depan dari Aliansi Binatang.
Pemandangan itu cukup untuk membuat penyintas normal kehilangan kewarasan. Pasukan itu tidak sepenuhnya manusia, dan tidak sepenuhnya monster. Mereka adalah para "Penjinak Buas" yang telah menyatukan jalur genetik mereka dengan monster melalui metode Sistem yang menyimpang.
Ratusan manusia bertubuh raksasa dengan taring mencuat dan bulu tebal di sekujur tubuh berjalan tegap. Mereka mengendarai serigala tulang berukuran ganda, membawa senjata berupa kapak raksasa dan gada yang dihiasi tengkorak manusia. Di barisan depan, seorang pria berkepala separuh singa mengendus udara, matanya yang kuning menatap lurus ke arah siluet pabrik baja di kejauhan.
[Entitas Terdeteksi: Pasukan Pelopor Aliansi Binatang (Sektor 8)]
[Estimasi Kekuatan Rata-rata: Tingkat 4 - Tingkat 5]
[Pemimpin Barisan: Kael Sang Singa Berdarah - Tingkat 6 (Batas Atas)]
"Jadi itu bau dari wilayah yang memiliki Inti Epik," geram Kael, suaranya berupa campuran antara manusia dan auman hewan. Ia menjilati bibirnya yang berlumuran darah sisa mangsa sebelumnya. "Raja Darah menginginkan inti itu, dan daging penghuni benteng itu akan menjadi pesta kita malam ini. Maju!"
Ratusan monster dan manusia mutan itu mengaum serempak, memulai derap langkah yang menggetarkan bumi menuju Tatanan Besi Hitam.
Di dalam bengkel, sudut bibir Yudha tertarik ke atas, membentuk senyum pembantaian yang dingin.
"Mereka pikir Sektor 7 adalah padang rumput tempat mereka bisa berburu domba," bisik Yudha pada dirinya sendiri. "Sistem, alihkan mode kendali Gagak Besi dari 'Patroli' menjadi 'Eradikasi'."
Tinggi di udara, tepat di atas pasukan pelopor Aliansi Binatang, kelima Gagak Besi yang sebelumnya melayang tanpa suara kini melipat sayap mereka. Mata ungu badai di kepala mekanis mereka menyala terang, mengunci target masing-masing berdasarkan tanda panas tubuh.
Kael yang sedang memacu serigala tunggangannya tiba-tiba mendongak. Insting hewannya merasakan ancaman mematikan dari atas.
"Apa itu? Burung besi?" Kael menyipitkan matanya. Ia mencabut tombak tulang raksasa dari punggungnya. "Pemanah! Jatuhkan mainan rongsokan itu!"
Puluhan mutan di barisan belakang menarik busur yang terbuat dari urat monster, menembakkan hujan anak panah yang dilapisi energi busuk ke arah langit.
Namun, kecepatan jatuh Skuadron Gagak Besi melampaui perhitungan mereka.
Di udara, paruh baja dari kelima gagak mekanis itu terbuka lebar. Inti Energi Badai di dalam tubuh mereka memampatkan energi hingga ke titik ekstrem.
[Protokol Serangan: Hujan Plasma Terpusat - Diaktifkan]
ZAAAAAAPP! BOOOM!
Bukan peluru api atau ledakan fisik yang turun, melainkan lima pilar cahaya ungu kebiruan berupa plasma berdenyut tegangan tinggi. Sinar itu menembus hujan anak panah, menguapkannya dalam hitungan milidetik, lalu menghantam tepat di tengah-tengah formasi padat Aliansi Binatang.
Ledakan plasma itu tidak bersuara keras seperti bom konvensional, melainkan menciptakan gelombang distorsi udara yang membakar segala sesuatu dalam radius dua puluh meter.
Jeritan mengerikan meledak. Puluhan mutan Tingkat 4 dan serigala raksasa mereka bahkan tidak sempat bereaksi. Daging, tulang, dan zirah mereka melebur seketika begitu tersapu sinar plasma ungu tersebut, meninggalkan kawah-kawah hangus dan genangan kaca cair dari pasir yang meleleh.
Kael terhempas dari tunggangannya akibat gelombang kejut, lengan kirinya hangus terbakar parah meski ia telah mengerahkan seluruh energi pelindungnya. Matanya terbelalak penuh teror menatap lima burung besi yang kembali menukik naik ke langit dengan anggun, memutar haluan untuk serangan kedua.
"M-mundur! Menyebar! Itu bukan penjaga reruntuhan biasa!" raung Kael panik, menyadari bahwa mereka bahkan belum melihat gerbang musuh, namun sepertiga pasukannya telah musnah oleh benda sekecil burung.
Di bengkel utamanya, Yudha memutus tautan visualnya. Ia telah mengirimkan pesan yang cukup jelas.
Pembantaian pasukan pelopor ini pasti akan segera sampai ke telinga Raja Darah. Pertarungan sesungguhnya dengan penguasa mutlak Sektor 8 kini tidak bisa dihindari lagi.
Yudha berdiri, mengambil Meriam Genggam Penghancur Formasi miliknya, lalu memanggil antarmuka pengembangan Tatanan Besi Hitam. Dengan ratusan kristal yang menumpuk di gudang logistiknya, sudah saatnya ia membawa pasukan intinya dan seluruh persenjataan benteng menembus batas baru.
"Biarkan para raja binatang itu datang," ucap Yudha seraya melangkah keluar bengkel, di mana Lin Tian dan Lin Chen telah menunggunya dengan aura Qi yang membara tajam. "Kita akan menata ulang rantai makanan di dunia ini."