Lin tian seorang remaja yang tinggal bersama ayah nya seorang pemabuk. suatu hari tiba tiba ayah nya berbicara dan mengasih warisan keluarga untuk anak nya dapat berkultivasi. seperti pepatah mengatakan "di balik kekuatan hebat terdapat musuh yang kuat"
Mampu kah Lin Tian bertahan dari banyak nya musuh yang datang.
mari kita cari tau bersama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34: Membuka Gerbang Neraka
"K-Kamu... Bagaimana bisa kekuatanmu semenakutkan ini?!"
Suara Zhao Feng bergetar hebat. Kedua kakinya terasa lemas seperti kehilangan tulang penyangga. Tiga murid dalam senior yang biasanya mendominasi peringkat sekte kini telah menjadi mayat yang mendingin di atas tanah berlumpur hitam, semuanya mati hanya dalam satu sapuan pedang tanpa sempat memberi perlawanan.
Murid dalam terakhir yang tersisa, yang tadi jatuh terduduk karena ketakutan, tiba-tiba berteriak histeris. Dia memutar tubuhnya dan mencoba melarikan diri ke dalam kepekatan kabut darah dengan kecepatan penuh.
"Menyerangku lalu berpikir bisa pergi begitu saja?"
Suara Lin Tian terdengar dingin tanpa emosi.
Tangan kiri Lin Tian bergerak secara horizontal. Esensi Qi angin-emas murni menyembur dari telapak tangannya, membentuk sebilah belati angin puyuh yang melesat membelah kabut.
*SHRIIK!*
"UGHH"
Murid yang melarikan diri itu mendadak menghentikan langkahnya. Sebuah lubang kecil yang rapi menembus jantungnya dari belakang. Tubuhnya ambruk ke depan, menambah daftar korban di tanah terlarang tersebut.
Kini, di bawah sisa-sisa kabut yang mulai menebal kembali, hanya tersisa Lin Tian dan Zhao Feng.
Lin Tian melangkah perlahan mendekati Zhao Feng. Setiap hentakan sepatunya di atas tanah basah terdengar seperti detak jam kematian di telinga Murid Inti Nomor Satu faksi dalam tersebut.
"Lin Tian! Jangan paksa aku!"
Teriak Zhao Feng dengan mata memerah, setengah gila akibat kombinasi rasa takut dan keputusasaan. "Pamanku adalah Tetua Agung Zhao Kuang! Jika aku mati di sini, dia pasti akan membalikkan seluruh sekte untuk mencarimu! Kamu tidak akan bisa lolos!"
"Apakah kamu pikir pamanmu bisa melihat apa yang terjadi di dalam kabut ini?"
Lin Tian mengangkat pedang besarnya, mengarahkannya tepat ke leher Zhao Feng.
"Dan lagi... bukankah kamu sendiri yang mengatakan bahwa tempat ini adalah kuburan yang sempurna karena jimat pelacak jiwa tidak bisa berfungsi?"
Mendengar kata-katanya sendiri dilemparkan kembali ke wajahnya, Zhao Feng tertawa histeris. Menyadari bahwa memohon tidak akan mengubah takdirnya, kegelapan di dalam hatinya meledak sepenuhnya.
"Kalau begitu, mari kita mati bersama, keparat!"
Zhao Feng meremas token batu hitam berpola tengkorak di tangan kanannya dengan kekuatan penuh hingga hancur berkeping-keping. Esensi darahnya sendiri disemburkan ke atas serpihan batu tersebut sebagai tumbal pengaktifan paksa.
*BZZZZT—!!!*
Seketika itu juga, seberkas cahaya merah darah yang teramat pekat melesat dari reruntuhan token, menembus lurus ke langit lembah dan memicu pusaran awan hitam yang mengerikan. Sebuah tekanan energi yang luar biasa liar, haus darah, dan berada di tingkat yang sepenuhnya berbeda mendadak jatuh menimpa area tersebut.
*ROOOAAARRR!!!*
Sebuah raungan yang sanggup menggetarkan jiwa menggema dari kedalaman bumi bawah lembah, membuat pepohonan hitam di sekitarnya tumbang bergandengan. Dari balik tirai kabut darah yang pekat, sepasang mata raksasa berwarna merah menyala sebesar roda kereta muncul, menatap penuh amarah ke arah mereka.
Itu adalah **Beruang Iblis Mata Darah**, seekor *Beast* Peringkat 3 Tingkat Tinggi yang kekuatannya setara dengan praktisi Ranah Fondasi Jiwa fase akhir!
"Hahaha! Binatang suci ini terkunci di bawah formasi lembah, dan token ini membebaskannya!"
Zhao Feng terlempar mundur oleh tekanan angin dari raungan monster tersebut, namun wajahnya dipenuhi senyum kegilaan.
"Ranah Fondasi Jiwa Akhir! Tak peduli seberapa jeniusnya kamu, Lin Tian, di hadapan kekuatan mutlak ini, kamu hanyalah semut yang akan diinjak hingga hancur!"
Beruang raksasa setinggi sepuluh meter dengan bulu hitam sekeras baja dan dilapisi aura merah darah itu melangkah maju. Setiap langkahnya membuat tanah bergetar hebat. Binatang itu tidak memiliki rasionalitas; begitu terbebas, insting pertamanya adalah membantai segala makhluk hidup di sekitarnya.
Lin Tian mendongak, menatap sosok raksasa yang membawa tekanan udara yang sangat berat tersebut. Di bawah tekanan yang sanggup membuat praktisi Pemurnian Meridian biasa berlutut hingga tulangnya hancur, ekspresi wajah Lin Tian justru tidak menunjukkan kepanikan sedikit pun.
Sebaliknya, cahaya keemasan di dalam pupil matanya berputar dengan kecepatan tinggi, dan gurat pola perunggu di bawah kulit lengannya mulai memancarkan binar keemasan yang kian pekat.
"Binatang Peringkat 3 fase akhir..."
Lin Tian menggenggam gagang pedang besarnya dengan kedua tangan, membiarkan auranya beresonansi penuh dengan bumi. Semburan kegembiraan yang murni muncul di dalam dadanya.
"Sempurna. Tekanan dari makhluk ini... adalah apa yang kubutuhkan untuk menempa ulang tulangku!"