Demi membalas orang-orang yang membuatnya terpaksa terpisah dengan orangtua, Nayyara telah merencanakan sebuah pembalasan.
Dia menyamarkan dirinya dengan sempurna, menyembunyikan wajah indahnya menjadi wajah buruk yang menggunakan kacamata tebal!
Namun dalam proses balas dendamnya, Nayyara berbuat salah yang fatal—— dia telah menarik perhatian CEO dingin.
""Semua wanita itu murahan"" Harry Balwis
""Kau hanya pria arogan yang haus akan cinta"" Nayyara.
Mampukah Naya mencapai tujuannya? atau dia malah jatuh cinta pada pria itu sebelum tujuannya tercapai?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom yara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 Nayyara Hartono
Rencana awal Naya akan muncul saat terakhir pembacaan warisan yang tinggal satu bulan lagi. Tapi karena keinginan Naya yang tidak ingin berlama - lama di negara ini, ia ingin segera kembali ke Australia. Setelah mengambil semua yang menjadi haknya dan balas dendam pada orang orang yang sudah mencelakai orangtuanya, ia akan kembali dan hidup normal.
"Dua hari lagi akan ada rapat bulanan pemegang saham, datanglah waktu itu, paman akan menemanimu sebagai asisten pribadimu"
"Dua hari lagi, baiklah tidak terlalu buruk, aku akan mengejutkan mereka" jawab Naya dengan tersenyum sinis.
Ia sangat menantikan reaksi mereka saat pertama kali melihatnya. Apalagi Tasya. Wanita yang telah ia rebut calon prianya.
Tunggu aku saudaraku.
Setelah cukup lama berbincang. Mereka memutuskan untuk pulang ke tempat masing - masing. Sebenarnya paman Jody mengajaknya untuk tinggal bersama, tapi ia berkilah mumpung disini ia ingin tinggal sendiri. Karena kalau sudah di Australia bibinya istri paman Jody tidak akan mengijinkannya untuk tinggal sendiri. Bibinya sangat cerewet apalagi kalau dia keluar sampai malam, bibinya selalu mengancam akan mengikutinya kemanapun. Akhirnya jam 9 tepat dia sudah harus berada dirumah.
Bukannya sedih atau marah, Naya cukup bahagia diperlakukan seperti itu, mereka menyayanginya tanpa syarat.
*
*
Mulai saat ini, ia akan menjadi Yara seutuhnya. Tidak ada yang perlu ia takuti lagi. Tinggal di apartemen, mengendarai mobil mewahnya, tak perlu menunggu di halte bis lagi. Meskipun sebenarnya ia sangat menikmati setiap hari naik bis. Ia masih bisa hidup dalam kemewahan meskipun ia diasingkan oleh orangtuanya sendiri.
Melajukan mobilnya menuju apartemen. Saat ia masuk ke parkiran ada sebuah mobil lain dibelakangnya. Kemudian ia turun dari mobil bersamaan dengan mobil yang tadi masuk dibelakangnya juga keluar seorang pria dengan stelan jas mahal. Orang kaya. Tak cuma satu pria tapi juga satu wanita, mereka berjalan bersama menuju lift, Naya pun sama ia melangkah menuju lift.
Akhirnya mereka berada dalam satu lift. Harry dan Feby adalah pria dan wanita itu. Mereka memasuki lift setelah Naya masuk. Tidak ada obrolan diantara mereka. Feby menggandeng mesra tangan prianya, Harry membiarkannya toh dia memang kekasihnya. Harry berpura - pura tak melihat Naya, karena memang dalam kenyataannya yang ia kenal bukan Yara tapi Naya.
Naya membatin. Ternyata pria di dunia ini semuanya sama saja. Penghianat, kau tidak tahu saja kekasih tersayangmu itu pernah punya sugar baby.
Naya tersenyum sinis melihat kemesraan pasangan di depannya. Ia masih teringat akan ciuman Harry, bagaimana laki - laki itu menciumnya penuh gairah, tapi yasudahlah, itu artinya kita saling memanfaatkan, aku butuh dia untuk menyakiti Tasya, dia butuh aku sebagai pengganti kekasihnya. Miris sekali pikirnya.
Pintu lift terbuka, mereka keluar bersama. Naya melangkah lurus menuju ke apartemennya. Harry melirik nya dari ekor matanya, dia tersenyum samar.
Setelah mengantar kekasihnya Harry segera keluar dari apartemen itu dengan berbagai alasan karena Feby masih ingin ia temani. Keluar dari pintu apartemen, ia melangkah berlawanan arah dengan arah menuju lift, berhenti di depan sebuah apartemen yang tadi dimasuki oleh wanita bermasker.
"Apa yang aku lakukan?" tanyanya pada diri sendiri.
Diam. Tangannya ia naikkan kemudian diturunkan lagi, mau diketuk tapi apa yang akan dia katakan, tidak mungkin dia mengatakan 'aku tahu kalau kau adalah Naya'. Tapi tidak diketuk, ada perasaan aneh yang ia rasakan di dalam hatinya. Dan akhirnya ia berbalik arah, tidak jadi mengetuk pintu, berlalu pergi dari sana berjalan menuju lift lalu masuk kedalamnya.
Di dalam mobil ia termenung. Memandang lurus ke depan, pikirannya kosong.
"Kenapa terasa hambar, bukankah ini yang aku inginkan, bersama Feby selamanya, wanita yang selalu bertahta dihatiku, apa sekarang aku termasuk pria plin plan" tanyanya kembali pada diri sendiri.
Ia mengambil ponsel di sakunya. Mencari nomor wanita yang pernah menjadi sugar babynya. Dengan ragu ia menekan nomor itu.
Nomer yang ada hubungi sedang tidak aktif.
Suara operator menjawabnya. "Apa ia sudah tidak memakai nomer itu lagi. Shitttt" Harry memukul setirnya. " Harusnya aku tidak memecatnya. Ahhh... " menyugar rambutnya kebelakang dengan kasar. merebahkan tubuhnya pada sandaran kursi seraya memejamkan mata sejenak mencoba untuk berpikir, langkah apa yang akan dia ambil setelahnya.
*
*
Hari yang ditunggu - tunggu pun tiba, hari ini adalah hari dimana Naya bersama paman Jody akan menghadiri rapat bulanan para pemegang saham Di CM Mall, rencananya mereka juga akan membahas pembukaan cabang baru.
Beberapa orang sudah hadir disana, Tasya dan ayahnya Gilang juga sudah duduk dikursi mereka. Saat acara akan dimulai, pintu terbuka dari luar. Menampilkan seorang wanita yang sangat cantik dengan dress kerja berwarna peach melekat ditubuhnya, penampilannya modis dan elegan, siapapun yang melihatnya akan jatuh cinta, tapi mungkin bagi wanita yang melihatnya mereka akan merasa iri.
Dibelakangnya berdiri seorang pria paruh baya, paman Jody menepati janji untuk menemaninya.
Mereka melangkah masuk lebih ke dalam. Mengedarkan pandangannya pada semua orang, sekitar ada sepuluh orang disana. Dengan tersenyum manis Naya memperkenalkan dirinya.
"Maaf mengganggu waktu berharga anda semua, mungkin anda semua bertanya - tanya, siapa saya berani masuk ke ruang rapat" Naya melihat mereka satu persatu. "Perkenalkan saya Nayyara Hartono, putri tunggal Sultan Hartono, pewaris satu - satunya CM Mall" Naya memperhatikan orang orang yang sedang menatap ke arahnya termasuk Tasya dan paman Gilang. Tercetak jelas keraguan di wajah mereka. Melihat itu semua paman Jody yang berdiri tak jauh dari tempat Naya berdiri segera membagikan dokumen yang ia pegang kepada semua orang yang berada disana, Gilang dan Tasya terbelalak kaget melihat siapa yang berdiri di hadapannya. Nayyara.
Selama ini ia telah mencari keponakannya ini, tapi dia seperti hilang ditelan bumi tidak ada jejak sedikitpun, dan tiba - tiba sekarang dia muncul. Gilang nampak gelisah.
Tasya merasa tidak Terima dengan ini semua, dialah pewaris CM Mall bukan orang lain termasuk wanita yang sekarang berdiri dihadapannya ini. Tapi dia tidak bisa menentang ucapan Naya begitu saja, dia harus bersikap dingin di depan para pemegang saham.
"Saya akan mengambil alih kepemilikan CM Mall, pengacara keluarga Hartono yang akan mengurusnya, dan saya yakin paman tidak akan keberatan, bukan begitu paman? " melihat ke arah pamannya yang tampak tidak suka dengan kehadirannya.
"Tentu saja keponakanku" jawabnya setuju.
Namun lain dihati lain di mulut, dia tidak sudi membagi CM Mall dengan siapapun, termasuk pewaris aslinya. CM Mall adalah miliknya. ucapnya dalam hati. Dia bisa mengambil semua itu dari saudaranya, dan sekarang ini hanyalah anaknya. Gilang tertawa dalam hati sembari memandang lekat ke arah Naya yang masih dalam posisi berdiri.
Kau masih muda keponakan
terima kasih atas karya yg sangat menghibur ini thor.. semangat terus utk karya² baru yg lebih wow lagi.