Namanya Kanya Amelia, gadis tangguh yang dapat menyembunyikan sakitnya dibalik senyum tulusnya.
kehidupan Kanya hampir mendekati kata sempurna, dengan satu anak yang ganteng dan suami yang begitu baik kepadanya, tapi hari itu dunianya hancur, kenyataan pahit yang ia terima membuatnya harus mencarikan suaminya istri dan ibu baru dari anaknya.
yang penasaran sama ceritanya, langsung aja dibaca, makasih.
Ig;Aininabila23
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aini nabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20
"Nizam kalau di sekolah suka nyanyi lagu apa nak?" tanya Aura sambil memangku Nizam didalam mobil, sedangkan Adit dia fokus menyetir tapi sesekali tersenyum kala terlintas dipikirannya kenangan dirinya dan Kanya dulu.
"Banyak tante, tapi yang paling Nizam suka lagu kasih bunda, soalnya itu menggambarkan betapa sayangnya bunda sama Nizam," ujar Nizam sambil tersenyum, Adit yang mendengarkan ucapan anaknya itu pun ikut tersenyum sedangkan Aura dia terdiam.
Apa bisa saya menggantikan posisi mba Kanya dihati mas Adit dan Nizam, mereka berdua sangat menyayangi mba dan tidak ada bandingannya dengan saya, batin Aura karena lagi-lagi dia mengingat kata-kata Kanya bahwa Kanya mengidam penyakit leukimia dan Kanya menyuruhnya untuk menggantikan posisi dirinya.
"Udah sampe, ayo turun," ujar Adit angkat bicara pasalnya mereka sudah tiba dua menit yang lalu diteras rumah namun Aura hanya terdiam karena melamun.
"Owh, udah sampe mas, maaf aku ngelamun tadi," ujar Aura.
Saat Kanya hendak turun tangannya ditahan oleh Adit membuat gadis itu tetap duduk.
"Nizam tidur, biar aku ambil dulu baru kamu keluar," ujar Adit membuat Aura tersadar bahwa Nizam berada dipangkuannya, lamunannya tadi benar-benar mengganggu konsentrasinya.
"Iya mas," jawab Aura, Adit pun segera mengambil alih Nizam dengan pelan membuat wajahnya sedikit dekat dengan wajah Aura dan itu membuat jantung Aura berpacu lebih cepat dari biasanya.
Kamu hampir mendekati kata sempurna mas Adit, wajah yang ganteng, hati yang baik, perlakuan yang lembut, sungguh menjadi idaman setiap wanita. Salahka jika aku sudah mulai bermain dengan hati, batin Aura.
"Aura ayo, kenapa kamu ngelamun lagi?!" ujar Adit lalu berjalan memasuki rumahnya dengan Nizam digendongannya.
"Iya mas!!" teriak Aura sambil berlari memasuki rumah untuk mengejar Adit.
Sesampainya didalam rumah, Adit langsung menuju kekamar Nizam untuk menindurkan anaknya itu diranjang, begitu pula dengan Aura yang mengikuti Adit dari belakang.
"Mas Adit mau saya buatin kopi," ujar Aura saat mereka berdua sudah keluar dari kamar Nizam.
"Boleh, makasih sebelumnya," ujar Adit berusaha menerima perhatian Aura, yah dia tidak ingin memgecewakan Aura dan dia akan berusaha untuk menerima perempuan itu sesuai keinginan Kanya.
"Ini kopinya mas," ujar Aura sambil meletakkan kopi buatannya itu diatas meja ruang tamu sebab Adit duduk disofa ruang tamu sambil membaca koran.
"Owh ya Aura, saya ingin kita bicara," ujar Adit saat Aura hendak melangkah pergi, Aura pun berbalik kala mendengar suara itu dan duduk di samping Adit.
"Tentang apa mas?" tanya Aura sedikit gugup dan dia pun menunduk, Aura tak berani menatap mata suaminya itu.
"Pernikahan kita," ujar Adit membuat Aura mengangkat kepalanya akibat terkejut dan tatapan mereka pun bertemu dan itu untuk pertama kalinya.
*Kenapa dimata kamu begitu banyak kesedihan Aura, batin Adit.
Mas Adit salahkah jika jantung ini mulai berdetak untukmu, batin Aura*.
"Saya ingin kamu menceritakan tentang diri kamu," ujar Adit sambil memutuskan kontak matanya dengan Aura sedangkan Aura dia pun menundukkan pandangannya lagi.
"Tidak ada yang menarik dan perlu saya ceritakan dari hidup saya mas Adit, semuanya terlalu buruk," ujar Aura.
"Tapi saya ingin tau masa lalu orang yang menjadi istri saya," ujar Adit membuat Aura senang karena untuk pertama kalinya pula Adit mengucapkan kata 'istri saya' untuk dirinya. "Saya dan Kanya juga sering membahas masa lalu kami dan kami berdua sangat terbuka," lanjut Adit membuat bahagia dihati Aura lenyap.
Disaat kata-kata kamu membawa ku terbang jauh mas, kenapa kata-kata kamu pula yang membuat ku jatuh lagi, batin Aura.
"Aku adalah anak sendiri, kedua orang tuaku meninggal disaat diriku masih duduk dibangku smp, dulunya kami begitu bahagia, keluarga kami sempurna mas Adit, tapi kebahagiaanku sirna kala mama dan papaku pergi," ujar Aura yang air matanya sudah jatuh kala mengingat kenangannya dengan kedua orang tuanya dan masa-masa sulitnya tanpa orang tuanya, tapi dia adalah gadis yang tangguh dengan cepat Aura pun menghapus air mata itu.
"Setelah kedua orang tua kamu pergi, kamu tinggal dimana Aura?" tanya Adit.
Deg.
Jantung Aura seakan berhenti berdetak kala Adit menanyakan itu, dia tak ingin mengingat masa lalu setelah kedua orang tuanya pergi, dia bahkan ingin melupakan hal itu.
koq bisa orang asing...
"Suami, rupa madu mulut racun."
itukan masalalu anak remaja yang labil.