Arsyila Qiana Azzahra. Perempuan berusia 32 Tahun. Belum Menikah. Cerdas, Mandiri, Berprestasi dan Berbakti kepada kedua orang tua.
Satu yang belum Arsyila miliki diusianya yang sudah kepala tiga, SUAMI!
Kedua Orang tua Arsyila menginginkan putri satu-satunya menikah seperti anak perempuan keluarga lain seusianya bahkan telah memiliki anak.
Beberapa pria datang melamar Arsyila namun Arsyila menolak hingga disatu titik ucapan Bapaknya seolah mengetuk sanubari Arsyila.
Akankah Arsyila tetap Menanti Cintanya? atau Takdir yang akan mempertemukan Arsyila dengan jodohnya?
Semoga cerita ini bisa menjadi insprirasi dan dapat diambil pelajaran baik dan buruknya jangan diikuti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pradana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ziarah Kubur
..._________🍃🌺🍃_________...
...Assalamualaikum Wr.Wb....
...Reader jangan lupa support...
...Like dan Kembang Kopinya ya!...
...Selamat Membaca!...
..._________🍃🌺🍃_________...
Syila baru saja selesai mengisi kelas untuk mata kuliah yang sering diplesetkan mahasiswa dengan sebutan "Pengamen" alias pengantar manajemen.
Syila hendak ke ruang dosen beristirahat tentu perlu beramah tamah dengan rekan sesama dosen.
"Permisi, Bu Syila bisa bicara sebentar?"
Syila terkejut kehadiran Kamila, mahasiswi yang beberapa waktu lalu ia uji disidang skripsi.
"Mari keruangan Saya."
Syila pamit pada rekan dosen lain dan membawa Kamila ke ruangannya.
"Assalamualaikum Bu Syila." Kamila mengucap salam saat memasuki ruangan Syila.
"Waalaikumsalam Kamila. Silahkan duduk. Ada keperluan apa?"
Kamila duduk berhadapan dengan Syila.
"Bu Syila sore ini ada waktu?"
"Memangnya ada keperluan apa kamu bertanya seperti itu?"
"Saya ingin mengajak ibu ke suatu tempat."
"Mengapa harus Saya?"
"Saya hanya ingin mengenalkan Bu Syila dengan seseorang?"
"Bisakah saya tahu siapa orangnya?"
"Saya harap ibu tidak menolak. Saya tidak akan menculik Bu Syila kok!"
"Ok. Saya akan ikut. Karena kamu sudah mengatakan tidak akan menculik Saya." Syila menanggapi candaan Kamila.
"Bu Syila, ikut di mobil Saya saja ya. Nanti Saya akan antar ibu lagi ke kampus."
Syila menyetujui saran Kamila.
Syila kini duduk bersebelahan dengan Kamila di mobil milik Kamila.
Syila masih bertanya - tanya kemana Kamila mengajaknya.
Sepanjang perjalanan Kamila banyak bercerita mengenai hal-hal seputra perkuliahan dan soal revisi pasca sidang skripsi kemarin.
Syila menilai pribadi kamila yang dewasa dan memiliki visi yang sangat bagus terlebih untuk usianya yang baru 22 tahun.
"Bu Syila. Ayo Bu sudah sampai." Kamila mematikan mesin mobil mempersilahkan Syila untuk turun mengikutinya.
Syila masih tidak paham maksud dari Kamila mengajaknya kesebuah pemakaman.
"Mari Bu. Jangan bilang ibu takut. Ini masih sore loh Bu!" canda Kamila sambil menggandeng tangan Syila.
Tentu saja Syila terkejut dengan sikap Kamila.
"Assalamualaikum Mama. Kamila datang. Oh iya Ma. Kamila bawa Dosen Kamila. Namanya Bu Syila."
Syila menatap wajah tersenyum Kamila namun manik bulat itu tampak berkaca-kaca sambil meletakkan bunga anggrek dipusara yang bertuliskan "Aisyah Rahmah Binti H. Rahman."
Syila melihat Kamila duduk dipusara ibunya menatap sendu mengusap batu nisan sang bunda dengan kesedihan mendalam.
Syila mendekati Kamila menepuk bahu gadis yang kini bergetar menahan tangis.
"Kamila mari kita doakan almarhumah ibumu. Karena yang dibutuhkan ibumu saat ini salah satunya adalah doa anak yang shaleh."
Syila mengangkat kedua tangannya dengan sepenuh hati mendoakan mendiang ibu Kamila.
"Assalamu'alaìkum dara qaumìn mu'mìnîn wa atakum ma tu'adun ghadan mu'ajjalun, wa ìnna ìnsya-Allahu bìkum lahìqun."
Artinya: "Assalamuallaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami Insya Allah akan menyusul kalian."
Syila melanjutkan memanjatkan doa dengan khusyuk diikuti Kamila yang turut mengaminkan doa Syila.
"Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu anhu wakrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bilmai was salji, wal baradi, wa naqqihi minal khathaya, kama yunaqqas saubul abyadu minad danas. Wa abdilhu daran khairan min darihi wa ahlan khairan min ahlihi, wa zaujan khairan min zaujihi, wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min adzabil qabri, wa adzabin nari."
Artinya:
“Ya Allah! Ampunilah almarhum (jenazah), berilah dia rahmat-mu, kesejahteraan, serta maafkanlah kesalahannya dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air, salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.”
Kemudian Syila pun mengajak Kamila melafazkan istigfar dilanjutkan dengan membaca Al-Fatihah, An-Nas, Al-Falaq, dan Al-Ikhlas.
Al-Fatihah dikenal sebagai surat pembuka. Maka, sebelum membaca doa yang lain, awali membaca Al-Fatihah. Setelah membaca Al-Fatihah, lanjutkan dengan membaca surat pendek.
Membaca surat-surat pendek saat ziarah kubur akan menjadikan pahala untuk almarhum yang ada dalam kubur.
Membaca surat pendek ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW yang artinya sebagai berikut :
"Dalam riwayat al-Marwazi dari Ahmad bin Hanbal, beliau pernah mengatakan bahwa: 'Bila kalian masuk ke dalam taman makam (kuburan), maka bacalah Al-Fatihah, surat Ikhlas, dan al-Muawwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas). Jadikanlah pahalanya untuk mayat-mayat kuburan tersebut, karena sungguh pahalanya sampai kepada mereka."
Kamila menaburkan bunga dan mengusap batu nisan ibunya dengan aliran air mawar.
"Ma, Mila pamit ya. Lain waktu Mila kesini lagi. Dah Ma. Assalamualaikum." Kamila mengusap nisan mendiang mamanya sebelum ia meninggalkan makan ibunda tercintanya.
Syila merangkul bahu Kamila yang masih terlihat sedih mengusap pelan menenangkan.
"Bu Syila yerima kasih sudah menemani Saya mengunjungi Mama. Maaf kalau mengejutkan ibu." Kamila menatap Syila masih dengan mata sembab.
Syila melihat sisi lain dari Kamila yang tidak biasa.
Syila menepuk bahu Kamila dengan lembut menenangkan selayaknya seorang sahabat.
"Jangan pernah putus dan lupa untuk selalu mengirimkan doa dan al fatihah untuk Mama ya Kamila. Karena hanya doa dari seorang anak yang dibutuhkan mendiang Mama saat ini."
Anggukan Kamila membenarkan nasehat Syila.
Syila melanjutkan lagi wejangannya untuk Kamila.
Nabi Muhammad SAW dari Abu Hurairah RA :
"Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh."
(HR Muslim)
Kewajiban seorang anak kepada orang tua yang sudah meninggal dunia, diceritakan dalam sebuah riwayat. Dalam hal ini, ada empat kewajiban bagi seorang anak untuk ayah atau ibunya.
Seorang sahabat bernama Malik Ibnu Rabi'ah bercerita, "Ketika kami duduk bersama Rasulullah, tiba-tiba datang seorang laki-laki dari kaum anshar dan bertanya, 'Masihkah ada kewajiban kami kepada orang tua kami yang sudah wafat?'
Rasulullah SAW menjawab, "Ada empat macam kewajiban kepada mereka, yaitu mendoakan mereka, meminta ampunan untuk mereka, melaksanakan pesan-pesan mereka, memuliakan sahabat mereka, menyambung silaturahmi teman atau sahabat orang tua. Itulah kewajiban kepada mereka sebagai bukti kamu berbuat baik kepada keduanya setelah mereka wafat."
"Terima kasih Bu Syila sudah memberikan Mila wejangan. Mila senang bisa memiliki seseorang untuk tempat berbagi seperti bu Syila."
"Sama-sama Kamila. Alhamdulillah jika kamu merasakan seperti itu." Syila tersenyum pada Kamila.
..._________🍃🌺🍃_________...
...Waalaikumsalam Wr.Wb....
...Reader jangan lupa support...
...Like dan Kembang Kopinya ya!...
...Terima Kasih sudah membaca karya Author...
...Alhamdulillah...
..._________🍃🌺🍃_________...
sementara ibu nya Dimas sudah mau memberikan Restu dan mendatangi kedua orang tua syila
tapi koq gak jadi
ya seperti flasback gitu kak biar gak penasaran aja para readers nya
akhirnya syila menemukan jodoh nya
semoga samawa