Alisha, seorang gadis cantik berumur dua puluh empat tahun. Alisha seorang yatim piatu. Kedua orang tuanya meninggal pada saat Alisha berumur dua tahun. Alisha dirawat oleh paman dan bibinya.
Paman dan bibinya Alisha, mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Amalia. Amalia tidak menyukai apapun tentang Alisha. Bahkan, terkadang Amalia mengerjai Alisha.
Suatu hari, Amalia menyuruh teman laki-lakinya untuk mengambil sesuatu yang paling berharga bagi Alisha, yaitu keperawanannya.
Akankah Alisha berakhir ditangan pria itu? Ataukah ada seseorang yang menolongnya? Mari, cari tahu takdir Alisha!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INRUMIDITAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernyataan cinta
Alisha dan Alvin memesan makanan dan minuman, setelah mendapatkan tempat untuk duduk. Alvin mengajak Alisha berbincang, selagi menunggu pesanan mereka datang. Alvin berbicara tentang banyak hal, salah satunya tentang dekorasi di resto itu.
Beberapa saat kemudian, pegawai resto datang ke meja Alvin dan Alisha, pegawai resto itu mengantarkan pesanan Alisha dan Alvin. Alisha dan Alvin menikmati pesanan mereka.
Satu jam kemudian. Kini, Alisha dan Alvin telah selesai menikmati pesanan mereka. "Sha, ini aku ada hadiah buat kamu." Alvin mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah.
"Dalam rangka apa ini, Kak, ngasih hadiah? Terima kasih ya, Kak." Alisha menerima kotak kecil berwarna merah itu.
"Hmm apa ya? Kamu lihat dulu deh isinya apa," suruh Alvin.
"Baiklah," respon Alisha.
Alisha pun membuka kotak merah itu. Cincin? Apa maksudnya ini? Apa Kak Alvin mau melamarku? batin Alisha. "Kak, ini isinya cincin. Maksud Kak Alvin apa ya, kok ngasih aku cincin?" Alisha ingin mendapatkan jawaban yang jelas dari Alvin.
"Alisha, aku suka padamu. Karena aku tidak ingin berpacaran, aku ingin langsung melamarmu," tegas Alvin.
"Alisha, mau kah kamu menjadi pendamping hidupku?" Alvin menyatakan perasaan cintanya kepada Alisha.
Hah, bener! Kak Alvin beneran suka sama aku. Duh, aku harus jawab apa ya? batin Alisha. "Emm, bisakah beri aku waktu untuk memikirkannya?" pinta Alisha.
"Tentu, tentu saja. Aku akan setia menunggu jawaban darimu," ucap Alvin sambil tersenyum kepada Alisha.
"Kalau begitu, apakah Kak Alvin bisa mengantarkanku pulang, sekarang. Eh, tapi, aku ingin menginap di kontrakkan Citra malam ini," pinta Alisha.
"Baiklah, aku akan mengantarkan kamu," respon Alvin.
"Terima kasih, Kak," ucap Alisha sambil tersenyum.
Alisha dan Alvin pun meninggalkan resto itu, tak lupa Alvin membayar pesanan dirinya dan Alisha terlebih dahulu. Kini, Alisha dan Alvin sedang dalam perjalanan menuju ke kontrakan Citra.
Saat dalam perjalanan, Alisha mengirim pesan kepada Sonya dan Citra jika dirinya akan menginap di kontrakan Citra malam ini. Beberapa saat kemudian, mobil Alvin telah sampai didepan kontrakan Citra.
"Terima kasih atas makan tadi, Kak. Dan terima kasih sudah mengantarkan aku kesini," ucap Alisha kepada Alvin.
"Iya, sama-sama," respon Alvin.
Alisha keluar dari mobil. "Sekali lagi terima kasih aku masuk dulu ya, Kak, wassalamu'alaikum," pamit Alisha.
"Wa'alaikum salam," respon Alvin.
Alvin meninggalkan tempat itu setelah melihat Alisha masuk kedalam kontrakan Citra. Semoga saja Alisha menerima pernyataan cintaku, batin Alvin.
Disisi lain. Alisha sedang berada di ruang tamu didalam kontrakan Citra. "Eh, ngomong-ngomong, kok ada Desi juga disini?" tanya Alisha heran saat melihat Desi juga berada di kontrakan Citra.
"Aku sekarang tinggal bareng Citra, Sha," jawab Desi.
"Sejak kapan?" tanya Alisha.
"Sejak beberapa menit yang lalu," jawab Desi sambil cekikikan.
"Eh, bisa gitu ya," respon Alisha.
"Sudah-sudah, sekarang kita sholat maghrib dulu. Setelah itu akan ada sesi wawancara untuk kamu, Sha. Persiapkan dirimu, Sha," ucap Citra sambil menepuk bahu kanan Alisha.
Ah, si Citra sama si Desi pasti bakalan kepo tentang makan bersamaku tadi dengan Kak Alvin, batin Alisha.
*
*
*
Dua jam kemudian. Kini Alisha, Desi, dan Citra sedang berkumpul di ruang tamu setelah makan malam. "Mari kita mulai sesi wawancaranya. Apakah saudari Alisha sudah siap?" tanya Citra.
"Hmm, baiklah ... silahkan ajukan pertanyaan-pertanyaan kepo Anda," jawab Alisha.
Dan benar saja, Citra dan Desi melontarkan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan makan bersama Alvin sore tadi. Alisha pun menceritakan semuanya. Tentu saja jawaban Alisha membuat Citra dan Desi kegirangan, tapi kegirangan mereka terhenti, ketika Alisha mengungkapkan jika dirinya belum memberi keputusan atas pernyataan cinta Alvin.
"Kenapa nggak langsung diterima aja, Sha. Sayang lo nanti kalau sampai diembat orang lain," goda Citra.
"Ya sudah, berarti bukan jodoh kan?" respon Alisha.
"Kau lupa, Cit? Teman kita ini kan luar biasa, jadi gampang untuk memikat yang baru. Kita beruntung lo temenan sama Alisha, siapa tahu kita ketularan dapat cowok ganteng juga. Iya, kan?" papar Desi.
"Bener juga kamu," respon Citra setelah mendengar perkataan dari Desi.
"Aih, kalian ini. Aku pergi tidur dulu ya. Good night." Alisha pergi ke kamar mandi dulu untuk menggosok giginya. Tadi diperjalanan, Alisha sempat meminta mobil Alvin untuk berhenti di sebuah mini market, ia membeli peralatan menggosok gigi disana.
*
*
*
Pagi hari. Kini Alisha, Desi, dan Citra telah siap untuk berangkat bekerja. Mereka bertiga berjalan bersama, melewati jalan setapak demi setapak ke apotek.
"Sha, gimana? Apa sudah ada jawaban dari pernyataan cinta kemarin?" tanya Citra kepo.
"Belum," jawab Alisha singkat.
"Ah, ya sudahlah. Kabar-kabar ya kalau sudah ada hilalnya," ucap Citra.
"Hilal? Emangnya penentuan hari lebaran?" respon Alisha.
"Eh, Sha, kamu sudah jadi telepon siapa itu namanya, Rey ... Rey ... siapa itu? Aku lupa," tanya Desi.
"Oh iya, belum Des. Sekarang aja lah aku telepon. Takutnya bakal lupa lagi kalau nanti-nanti." Alisha mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya, ia mencari nomor Reyhan yang sudah ia simpan didalam kontak ponselnya. Alisha pun menghubungi nomor Reyhan.
📞Alisha :" Assalamu'alaikum, ini Alisha. Ini nomor Reyhan, kan?"
📞Reyhan :"Wa'alaikum salam, iya bener aku Reyhan. Ada apa, Sha?"
📞Alisha :"Reyhan, aku berterima kasih atas bunga pemberian darimu. Dan soal pernyataan cinta kamu ... maaf aku tidak dapat membalasnya. Aku nggak bisa jadi pendamping hidup kamu, Han. Aku berdo'a, semoga dikemudian hari, kamu mendapatkan jodoh yang terbaik.
📞Reyhan :"Oh iya, maaf Alisha aku tutup dulu panggilan teleponnya ya. Aku sedang sibuk dengan pekerjaanku."
Reyhan langsung menutup panggilan teleponnya. Sepertinya dia marah, karena aku tidak bisa membalas cintanya, batin Alisha sambil menghela napas.
"Gimana?" tanya Citra.
"Sepertinya dia marah, setelah mendapat penolakan dariku, dia langsung menutup panggilan teleponnya setelah ia bilang kalau dia sedang sibuk dengan pekerjaannya," jelas Alisha.
"Ya sudah, nggak apa-apa, Sha. Mending pedih diawal, dari pada nanti perasaan dia ke kamu bakal lebih mendalam. Nantinya kamu juga yang akan repot, karena kamu nggak suka sama dia," ucap Citra.
"Iya, bener kata Citra, Sha. Sudah yuk kita jalan lagi," ajak Desi. Desi menggandeng tangan Alisha dan Citra disisi kanan dan kirinya.
Setelah beberapa saat, Alisha, Desi, dan Citra pun telah sampai didepan apotek. Mereka bertiga langsung masuk kedalam ruang apotek. Tak lama setelah itu, ada beberapa orang yang datang untuk membeli obat. Alisha dan kedua temannya pun melayani beberapa pembeli itu. Setelah itu, mereka menata obat yang kemarin belum selesai mereka tata.
Salut ama sikap Alisha
Perjuangan Ucup mampir