NovelToon NovelToon
Cermin Retak

Cermin Retak

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:975
Nilai: 5
Nama Author: glaze dark

Namanya Anya Dia baru pindah ke rumah kontrakan lama di riau. Murah banget sewanya. Cuma ada 1 yang aneh: cermin gede di kamar.

Malam pertama, Anya iseng selfie depan cermin jam 12 malam. Pas diliat hasilnya... di foto dia senyum. Tapi di pantulan cermin, dia nunduk.

Dia kira cuma efek cahaya. Besoknya dia dandan buat kerja. Ngaca biasa.
Tiba-tiba lampu kedip. Pas nyala lagi, di cermin dia udah nunduk duluan. Padahal Sari masih natap cermin....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon glaze dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 5

"Heh! Jangan ketawa kencang-kencang, makin goyang nih!" protes Tio, matanya agak melebar memandangi lantai gerbong seolah-olah lantai itu bisa jebol kapan saja.

Tawa Tari makin renyah, melihat kepanikan langka di wajah temannya. "Aduh, Tio! Logika teknik mu tolong disimpan dulu buat besok ya. Nikmatin aja pemandangannya. jarang-jarang kan kita bisa kumpul lengkap gini."

Wulan ikut menimpali sambil berusaha meredakan tawa, "Iya...Yo? Lagian wahana kayak gini pasti ada perawatan rutinnya kok. Aman, tenang aja."

Mendengar itu. Anya yang dari tadi menatap keluar jendela tiba-tiba berbalik dan menatap mereka bertiga bergantian. Senyum tulus mengembang di wajahnya. "Tapi Tari bener. Aku seneng banget malam ini. Makasih ya, kalian udah mau nemenin aku keliling alun-alun, jajan telur gulung, sampai naik bianglala segala."

Suasana di dalam gerbong yang tadinya penuh tawa mendadak berubah hangat dan sedikit sentimental saat bianglala mereka mencapai titik tertinggi. Di puncak tertinggi itu, gerakan wahana seolah melambat, memberikan mereka waktu ekstra untuk memandangi seluruh lanskap kota yang berkilauan di bawah langit malam.

Tari merangkul pundak Anya erat. "Sama-sama...Nya!. Kau kan teman kita. Kalo kau lagi butuh hiburan atau sekadar pengen kabur dari penatnya tugas, kita selalu ada kok."

"Bener...Nya!. Jangan sungkan ya," tambah Wulan lembut.

Tio yang tadinya tegang, perlahan mengendurkan cengkeramannya pada besi pembatas. Dia menatap ketiga gadis di depannya. Lalu sebuah senyuman tipis yang kali ini benar-benar tulus tanpa kesan lempeng muncul di wajahnya. "Ya...? lagian kalo dompetku lagi ramah lingkungan begini, emang paling bener diabisin bareng kalian," ucapnya pelan, memecah keheningan emosional itu dengan gayanya yang khas.

Ketiganya langsung menoleh ke arah Tio yang tersenyum lebar. Di atas ketinggian alun-alun, di dalam gerbong kayu yang terus berputar lambat, malam itu menjadi salah satu momen sederhana namun paling berkesan bagi persahabatan mereka.

Perlahan, gerbong yang mereka naiki mulai bergerak turun. Membawa mereka kembali mendekati keriuhan alun-alun yang tadinya sempat terasa jauh. Begitu roda raksasa itu benar-benar berhenti. Petugas membuka pintu gerbong, keempatnya melangkah keluar dengan perasaan yang jauh lebih segar. Angin malam yang sejuk menyambut mereka di bawah.

"Gimana, Yo? Sendi kakek-kakeknya aman kan? Nggak copot di atas tadi?" goda Tari begitu kaki mereka menapak di tanah, langsung menyikut lengan Tio.

Tio merapikan jaketnya, kembali ke mode poker face andalannya seolah ketakutannya di atas tadi tidak pernah terjadi. "Aman. Struktur kayunya ternyata masih punya toleransi beban yang cukup, untung kalian nggak berat-berat amat," sahutnya lempeng, yang langsung dibalas putaran bola mata malas oleh Tari dan Wulan.

Anya terkekeh melihat interaksi mereka. Dia melihat ke arah jam digital di ponselnya yang sudah menunjukkan pukul sembilan lewat. "Eh, udah makin malam nih. Mau langsung balik atau ada ritual penutupan dulu?" tanya Anya sambil memasukkan ponselnya ke saku.

Wulan menoleh ke sekeliling alun-alun yang masih ramai. Lalu matanya tertuju pada sebuah gerobak kaki lima di dekat pintu keluar yang dikerumuni asap tipis beraroma manis. "Sebelum pulang...? kayaknya lambungku masih punya ruang kosong buat yang hangat-hangat. Ronde jahe, yuk? Biar tidurnya makin nyenyak."

"Setuju banget! Angin di atas tadi lumayan bikin leher agak dingin," sahut Tari bersemangat.

Tio hanya menghela napas panjang, merogoh saku celananya lagi untuk memastikan sisa lembaran uang di dompetnya. "Ya udah, ayo. Tapi kali ini pesannya jangan borong kayak telur gulung tadi ya. Ingat, ramah lingkungan ada batas kuotanya," gumam Tio yang langsung memimpin jalan di depan. Membuat ketiga gadis itu tertawa kecil mengekor di belakangnya.

Saat di depan gerobak ronde jahe, aroma wangi pandan dan pedasnya jahe yang merebus di panci besar langsung menyergap indra penciuman mereka. Beruntung, ada satu meja panjang berbangku kayu yang baru saja kosong di sudut tenda. Mereka berempat langsung mengambil posisi duduk di sana.

"Pak, ronde jahenya empat porsi ya. Yang satu kuahnya agak manisin dikit, buat Tio biar mukanya nggak lempeng-lempeng amat," seru Tari bersemangat kepada penjualnya. Yang hanya dibalas acungan jempol hangat oleh si bapak tua berbaju lurik.

Tio yang duduk di ujung meja hanya mendengus pelan. "Kuah jahe itu esensinya di rasa hangatnya...Tar! bukan di manisnya. Kalo mau manis, mending kau ngemil gula jawa aja sekalian," sahut Tio, tangannya sibuk mengelap permukaan meja yang sedikit basah dengan selembar tisu.

"Dih, dibilangin malah protes," cibir Tari sambil menjulurkan lidah.

Tak butuh waktu lama, empat mangkuk keramik kecil berisi bola-bola ronde warna-warni yang tenggelam dalam kuah jahe kecokelatan yang mengepul langsung dihidangkan di depan mereka. Taburan kacang tanah sangrai di atasnya memberikan aroma gurih yang menggugah selera.

"Selamat makan!" ucap Anya. Langsung menyendok kuah hangat tersebut dan meniupnya perlahan sebelum mencicipinya. "Wah...?pas banget. Hangatnya langsung berasa sampai ke perut."

Wulan mengangguk setuju, menikmati tekstur kenyal dari bola ronde yang berisi pasta kacang manis di dalamnya. "Bener...Nya? Apalagi setelah kena angin malam di atas bianglala tadi. Kombinasi yang sempurna buat menutup malam ini."

Suasana di tenda ronde jahe itu terasa begitu syahdu. Di sela-sela riuhnya suara kendaraan yang melintas di tepi alun-alun dan sayup-sayup musik dari pengamen jalanan di kejauhan, mereka berempat tenggelam dalam obrolan santai, membicarakan hal-hal acak mulai dari tugas kuliah yang menumpuk hingga rencana liburan semester depan.

Tanpa terasa, mangkuk-mangkuk di depan mereka mulai kosong. Rasa lelah setelah seharian beraktivitas perlahan tergantikan oleh rasa hangat yang menjalar di dada—bukan hanya karena kuah jahe yang mereka minum, melainkan karena kehadiran satu sama lain yang selalu berhasil menjadi tempat pulang terbaik dari segala penat.

Setelah Tio menyelesaikan pembayaran di gerobak ronde jahe. Tentu saja diiringi keluhan pelannya tentang sisa lembaran uang di dompet. Mereka berempat akhirnya berjalan perlahan menuju area parkiran motor di tepi alun-alun. Malam udah semakin larut. Hilir mudik pengunjung mulai berkurang, menyisakan lampu-lampu jalanan yang memantulkan bayangan mereka di atas aspal.

"Duh, kenyang banget. Paket lengkap malam ini: gurihnya telur gulung, paniknya naik bianglala, ditutup yang hangat-hangat," ujar Tari sambil meregangkan kedua tangannya ke atas, menghirup napas dalam-dalam.

"Makasih ya semuanya, terutama Tio si donatur malam ini," sahut Anya tulus sambil melirik Tio yang sedang sibuk memakai helmnya.

1
Teh Euis Tea
makin penasaran
Teh Euis Tea
syukurlah mereka sampe jg ke rumah ustadz
Teh Euis Tea
hadeuhhh aku tegang bacanya tp penasaran
Teh Euis Tea
mungkin mahluk itu diamnya dipohon beringin
Teh Euis Tea
tegang aku bacanya, kasian loh Anya yg di incer trs sm setan
Teh Euis Tea
setannya kuat, apa lg Anya sering kosong pikirannya
Alissia
apa dulu itu hantunya kekasihnya tio 🤔🤔🤔🤔
Alissia
hai thor🤭🤭🤭
Sarah Bagan
mntap kak, lanjutkan
Teh Euis Tea
jujur aku baru kali ini baca novel horor, takut tp penasaran
Teh Euis Tea: sama2 tetap semangat berkarya thor
total 2 replies
Teh Euis Tea
Anya sepertinya mahkluk itu ga bakal berenti ganggu km, klu kmnya sering Ng gelamun, pikiranmu sering kosong jd setan gampang masuk
Teh Euis Tea
si Anya pikirannya selalu kosong jd gampang setan masuk ke badannya
Teh Euis Tea
Anya Serra kalian banyakin istiqfar biar hati tenang dan pikiran ga diganggu mahkluk halus lg
glaze dark
nanti akan terbongkar ya kak, masih panjang ko🤭🤭🤭
Teh Euis Tea: di tunggu
total 1 replies
Teh Euis Tea
aku ikutan tegang bacanya, dan penasaran kenapa si Minar terobsesi sm Anya, ada apa ya dgn Minar dulunya?
Teh Euis Tea
duhhh deg degan aku bacanya, mudah2 an Anya dan yg lainnya selamat
Teh Euis Tea
duhhh deg degan aku tkt Anya dan Bibah knapa napa
Teh Euis Tea
loh thor, bkn nya Anya kerja ya bkn kuliah?
atau Anya kerja sambil kuliah thor?
Teh Euis Tea
setan ko siang bolong msh gentayangan, lagian Bu kos udah tau kamar serem msh aj di sewain aturan rombak aj biar ganti suasana
Teh Euis Tea: betul ka
total 4 replies
Sarah Bagan
mungkin dibunuh kali, kita lihat aja endingnya. tamat atau Ndak, biasanya banyak novel ga tamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!