First
Mana yang harus kamu pilih? Keluarga besar mu atau pria yang sudah mencuri hatimu? Rain Reeves tidak menyangka pertemuannya kembali dengan Elang, teman masa kecilnya, membuat nyawanya hampir melayang membuat keluarga besarnya menentang hubungannya dengan pria itu.
Bonchap
Arjuna, pria tampan putra Elang dan Rain harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya sudah membuat skandal yang mencoreng nama baik keluarga besarnya. Namun yang lebih dia pentingkan adalah meyakinkan wanita yang menjadi ibu sambung putranya agar mau menerimanya supaya dia bisa membawa putranya menjadi bagian keluarga besarnya.
Storynya full halunya author.
Disarankan untuk membaca semua novel author karena saling berkaitan.
Follow Ig hana_reeves_nt
Thank you SHINee buat nemenin bikin novel ini... winter Wonderland
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Just Beware
Elang menatap Rain. "Apa kamu akan menungguku?"
"Iya. Aku bisa bertahan setahun dan aku yakin akan bisa bertahan setahun lagi."
Elang kemudian menjalankan mobil hitam itu.
"Baiklah aku akan kembali ke London."
Rain tersenyum dan me*remas tangan Elang. "Terimakasih, Lang. Demi kebaikan kita."
Elang membawa tangan Rain ke bibirnya dan mulai menciumi tangan feminin itu. "I'm gonna miss you, baby."
"Me too. Oh ngomong-ngomong kamu kesini gimana? Pakai paspor apa?"
Elang hanya tersenyum. "Memakai paspor milik si tukang susu. Mana namanya aneh lagi."
"Siapa?"
"Jack Beanstalk."
Rain terbahak. "Kamu nggak bawa biji kacang yang bisa tumbuh pohon tinggi besar menuju negara raksasa kan?"
"Kalau iya, aku akan ambil angsa bertelur emas dan harpanya." Rain semakin terbahak.
***
Rain mengantarkan Elang ke bandara Soekarno Hatta untuk pulang ke London. Dia sudah kembali ke penyamarannya yang membuat Rain tertawa melihat wajah tampan Elang hilang. Elang memang hanya membawa duffle bag yang isinya ternyata alat-alat makeup untuk menyamar.
"Pihak bea cukai tidak curiga kamu membawa makeup begitu?"
Elang menggeleng. "Aku bergaya menjadi banci disana supaya tidak dicurigai."
"Astaga" kekeh Rain.
"Oh ya Rain, aku sudah mengirim orang memasang CCTV di dekat lampu yang berada di parkiran ruko. CCTV mu juga sudah aku hack jadi aku bisa melihatmu meskipun kamu tidak bisa melihat ku."
Rain hanya melongo. "CCTV mana lagi yang kamu hack?"
"Tempat mang Asep sudah. Cuma aku belum bisa menghack ruko sebelah mu yang baru dihuni itu. Dan aku mencurigai penghuni baru itu Rain."
"Pak Sam? Dia biasa saja kok Lang."
"Just be careful okay baby?" bisik Elang. "Aku harus pergi. Love you Rain."
"Love you too."
Elang Melu**mat bibir Rain lagi. "Ingat pesanku, hati-hati dengan penghuni baru di sebelah!" ucapnya penuh penekanan.
"Oke."
"Bawa terus Glockmu." Elang menunjuk laci dashboard Rain.
"Oh my... Bagaimana kau tahu?"
Elang hanya tersenyum. "Apa sih yang tidak aku ketahui tentangmu Rain."
Elang keluar dari mobil Rain. "Bye Rain."
"Bye Lang."
***
Rain tiba di toko kuenya menjelang Maghrib dan tampak tokonya sudah tutup. Rain membuka ponselnya dan tersenyum melihat pesan yang dikirimkan oleh Tini.
Mbak Rain, kue sold out dari jam tiga sore jadi kami tutup lebih awal ya.
"Alhamdulillah." Rain pun berbalik menuju mobilnya lagi sebelum mang Asep memanggilnya.
"Mbak Rain, tokonya dah tutup dari tadi sore. Kata mbak Tini sudah pada habis."
"Iya mang. Alhamdulillah."
"Hati-hati pulangnya."
"Makasih mang Asep. Rain pulang dulu."
Tanpa Rain sadari ada sepasang mata menatapnya tajam.
Biasa saja tapi Jeremy bisa tergila-gila dengannya. Harus aku dekati untuk mendapatkan kepercayaannya dan akan aku habisi seperti saat aku menghabisi kedua orangtuanya.
Orang itu kemudian masuk ke dalam warung mang Asep.
"Pak, nasi goreng sosis satu ya" ucapnya.
"Oke pak Sam."
***
Elang sudah tiba di kastilnya dengan selamat tanpa ada insiden di bandara Heathrow. Gaya bancinya yang membuat petugas bandara jijik dengannya hingga menyuruh jalan terus.
Louis pun bersyukur tuannya sampai dengan selamat. Terkadang dia gemas melihat Elang seenaknya sendiri.
Elang pun memakai gelang kakinya setelah bertukar dengan pria yang mirip dengan dirinya. Setelah memberikan kompensasi, pria itu pun pergi pada saat tengah malam.
***
Keesokan harinya Louis langsung kepo dengan petualangan Elang ke Jakarta.
"Bagaimana nona Rain tuan? Apakah baik-baik saja?"
Elang menyesap kopinya. "Masih. Bahkan dia yang menyuruhku kembali ke London agar hukumanku tidak bertambah."
"Dia wanita bijak tuan."
"Dia memang untukku Louis."
"Maksudnya nona Rain menerima tuan? Serius?"
Elang tersenyum lebar. "Dia menerimaku, Louis. Aku tinggal menghadapi keluarga besarnya. Kalau masih tidak diijinkan, aku akan bawa kabur Rain."
Louis hanya men*desah panjang. "Tuan, nona Rain itu tidak mungkin mau jika tuan melakukan hal itu."
"Itu kan opsi terakhir tapi yang jelas aku akan menghadap satu persatu keluarga Rain dan dimulai dari kedua orangtuanya setelah aku bebas hukuman."
"Dan itu masih setahun lagi tuan."
"Kami akan bisa melaluinya Louis."
"Dan aku akan selalu mendukungmu tuan."
***
Yuhuuu Up di jam Cinderella
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote n gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️
reread yang ke sekiannnnn