NovelToon NovelToon
Headline 29

Headline 29

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:15.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lindra Ifana

"Kapan kamu nikah? Temen temen kamu bahkan udah ada yang punya dua anak. Ibu udah pengen gendong cucu."

Kata kata itu terdengar sederhana tapi selalu terngiang di otak Aurel. Dia hanya ingin mencari yang terbaik untuk hidupnya, karena baginya seorang suami adalah partner seumur hidupnya.

Seperti kisahnya lima tahun yang lalu, yang sudah terlalu yakin dengan pilihan hatinya. Tapi nyatanya hanya pengkhianatan yang ia dapat. Pria itu lebih memilih wanita yang lebih seksi dan bisa dibanggakan untuk di bawa.

Aurel hanya masih mencari, apa itu salah? Tapi bagaimana jika pemujanya sekarang adalah CEO kaya raya yang umurnya jauh lebih muda darinya? Apa itu akan menjadi cinta sejatinya? Atau hanya angin lalu yang akan lewat begitu saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lindra Ifana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masuk ICU!!!

SAAAHHHH...

Sarwina menangis memeluk putrinya, walau acara pernikahan putrinya bukan acara 'biasa' tapi dia sangat bahagia. Adrian sempat mengecup keningnya Aurel sekilas sebelum Wibowo mengajaknya keluar menemui tamu yang masih ada di teras rumah.

Karena lelah Aurel pamit untuk pergi ke kamar dan membersihkan diri. Sedang Sarwina dan Ratna sibuk membagikan bungkusan oleh oleh untuk para tamu. Atas perintah Ratna tadi Dion membeli kue dan berbagai macam sembako yang akan diberikan untuk para tamu.

"Capek ya Jeng? Maaf ya kalau acaranya jadi kayak tahu bulat gini, semua serba dadakan," ujar Ratna pada Sarwina, besannya.

"Bukan capek, tapi kaget..."

Keduanya tertawa kecil, mereka tak mengira jika pernikahan putra putri mereka akan seperti ini.

"Adrian bilang minggu depan akan menggelar acara resepsinya. Kalau soal.reseosi Adrian sudah menyerahkan urusannya sama kita Jeng," lanjut Ratna yang ditanggapi anggukan oleh Sarwina. Dia tahu jika besannya ingin dia ikut berpartisipasi dalam acara pernikahan putrinya.

Setengah jam kemudian Wibowo dan istrinya pamit pulang, begitupun semua tamu. Beberapa penjaga Dirgantara masih tinggal untuk membereskan rumah.

"Istirahat dulu Nak Adrian, kalau mau mandi ibu juga udah siapin air angetnya."

"Terimakasih Bu, Adrian masih nemenin mereka dulu. Ibu istirahat dulu saja, sekalian Adrian mau beresin rumah," sahut Adrian menunjuk dus dus kue dan sembako yang masih ada di ruang tengah.

"Dimas protes minta ponsel elo di aktifin, dia bilang kayak kena teror, telpon bunyi nggak berhenti berhenti" ujar Dion yang duduk melingkar dengan tiga penjaga lain. Mereka sedang main kartu.

Adrian sengaja mematikan ponselnya, malam ini dia tidak ingin diganggu siapapun. Dia tahu akan seperti keluarganya setelah perintah pemecatannya.

"Biarin, paling paling besok mereka demo di depan kantor," sahut Adrian datar. Dia yakin Dimas sudah mengerjakan tugasnya dengan baik.

"Elo ngapain masih disini? Nggak MP? Nggak belah duren?Awwsshh...."

Adrian melempar Dion dengan kotak tisu yang ada di dekatnya. Bukannya kesakitan pria itu malah tertawa. Tawa yang mengejeknya.

"Pasti takut kedengaran sama ibu mertua, kan bisa slow motion. Ya masa harus gue ajarin sih Dri!"

Adrian tak menanggapi, tapi apa yang dikatakan Dion sebagian ada benarnya. Kamar Aurel tepat ada disebelah kamar Sarwina, apapun yang mereka lakukan pasti akan seperti siaran langsung.

"Berisik, diem elo. Atau gue potong bonus elo tiga bulan kedepan!"

"Nggak ngaruh, Om Wibowo yang gaji gue," sahut Dion tertawa puas melihat kekesalan sahabatnya.

Sekitar jam dua pagi akhirnya Adrian masuk ke kamar, dia tersenyum melihat istrinya yang sudah lelap tertidur. Hari ini pasti hari yang sangat melelahkan untuk wanitanya.

Kamar sederhana berukuran 4x3m ini menjadi teman istrinya sejak puluhan tahun. Satu ranjang single, satu lemari, satu kipas angin dinding dan satu meja rias. Simple tapi mampu membuat hati Adrian hangat.

"Dri? Kamu belum tidur? Jam berapa ini?" Aurel kaget melihat Adrian yang duduk dipinggir ranjangnya. Tapi sesaat kemudian ia tutup seluruh tubuhnya dengan selimut, ia baru menyadari jika ini malam pertama mereka.

"Kok ditutupi sih sayang, masih takut? Tenang aku udah jinak."

Aurel membuka selimutnya dengan wajah memerah, dia duduk disisi suaminya.

"Kamu tau nggak sih Dri rasanya kayak apa? Kemarin masih Aurel Wijaya, terus sekarang udah jadi Aurel Dirgantara. Aku kayak lagi masuk ke dalem buku dongeng, nggak nyata. Lhohh ehhh...emmppht."

Awalnya Aurel kaget dengan ciuman tiba tiba suaminya, tapi lama lama dia menikmatinya. Ciuman yang awalnya penuh tuntutan itu berubah menjadi lebih lembut. Hingga Aurel menjerit kecil karena Adrian menggigit gemas bibirnya.

"Akkhhhhh..." Aurel spontan menutup mulutnya, takut ibunya mendengar suaranya. Dia mencubit keras lengan suaminya.

"Nyata kan? Kamu nggak lagi hidup di buku dongeng."

"Kamu nggak pengen Dri" tanya Aurel malu malu. Sekarang ia adalah seorang istri, dan urusan ranjang bukan hal yang tabu lagi.

"Setengah hidup aku udah nahan dari tadi Yank. Tapi hakekat pernikahan kan bukan cuma melulu urusan ranjang. Bisa duduk berdua gini aja aku udah seneng banget."

Aurel tersenyum, diciumnya pipi suaminya.

"Ya sudah kita tidur, kamu juga udah keliatan capek banget Dri. Tapi sempit gini ranjangnya, nggak apa apa?"

"Nggak masalah, jadi bisa peluk kamu. Pegang dikit boleh Yank?"

"Jangankan pegang...dirasain juga boleh, kan udah halal."

******

Ratna dan Wibowo turun dari mobil dengan wajah yang sama sama lelah. Sepanjang perjalanan pulang ponsel mereka tidak berhenti berbunyi.

Notifikasi grup chat keluarga besar, seratus lebih pesan belum terbaca. Chat pribadi pun tak kalah banyak, lima puluh pesan belum terbaca. Panggilan tak terjawab pun tak terhitung lagi.

"Mas, mereka pasti lagi ngamuk sekarang. Anak kamu memang nggak terduga."

"Adrian punya pertimbangan sendiri. Kita bisa lihat selama ini dia sudah memimpin Kata Raya dan Dirgantara dengan sangat baik," ujar Wibowo melihat satu persatu pesan yang terkirim padanya. Luapan kemarahan keluarganya.

Baru beberapa detik ia baca pesan, ponselnya berdering. Wasis menelponnya.

Dengan tenang Wibowo mengangkatnya, sebuah teriakan membuat pria itu menjauhkan benda pipih ditangannya.

"ANAK KAMU KETERLALUAN MAS!!! Bagaimana dia bisa memecat seluruh keluarga dari perusahaan. Dirgantara bukan milik pribadi! Itu perusahaan keluarga!" teriak Wasis dari seberang sana.

"Kami tidak terima! Kami bisa laporkan Adrian ke polisi karena keputusan sepihak," ancam Wasis.

"Laporkan saja, tapi jangan salahkan aku jika anak itu membuka semua berkas kalian dan melakukan hal yang sama. Adrian bukan pria yang bisa ditantang, kamu tahu benar itu."

Wibowo hanya geleng geleng kepala ketika sambungan teleponnya langsung ditutup oleh adiknya itu. Baru lima detik berlalu, sekarang sepupunya bernama Teguh menelponnya. Sepertinya malam ini dia akan disibukkan dengan dering telponnya

"Nggak diangkat Mas?" tanya Ratna yang melihat suaminya malah menyandarkan kepalanya ke sofa.

"Halo Guh...."

"Mas, Eyang Dyah masuk ICU....kritis!!"

1
lia juliati
😍 tor update lebihin ya
lia juliati
😍
lia juliati
yah masih berputar kubangan yg sama
lia juliati
yang penting sabar.... sabar
lia juliati
cari terussss.....ampe dengkul lemes...
lia juliati
jitak sm gebukin ja kak Aisha.... ..kasih pelajaran yg berat
lia juliati
penyesalan d akhir swlalu....
Nur Ahmad
sukurin elo Adrian 🤣🤣🤣
lia juliati
klo terungkap smua.... jgn harap kasih maap aurel... cape bgt jadi kamu
Nur Ahmad
pak wibowo hajar anak mu yang bikin kesel itu
Nur Ahmad
Adrian 😡😡😡
Nur Ahmad
nah loh nenek lampir datang
Diah Anggraini
lanjut ya ka
lia juliati
aurel lanjut aja jalanin hidup.... yg toxic d jauhkan.... aurel wanita yg tegar
lia juliati
pergilah bila d usir jgn lihat k belakang.... jaga harga diri... cukup sudah
lia juliati
apakah Adrian n wibowo bisa d kadalin? mereka pinter tp klo urusan hati, tetep jd ilang nalar
lia juliati
aurel knapa smua harus kamu.....biarkan saja apapun yg mereka perbuat ckp kuat hati tp 1 hal jgn mau d tindas n bersikap tenang tp bisa menghancurkan... tp klo sudah d luar batas pergi saja tdk usah liat k bkng
Nur Ahmad
jawab Dri... ogah!!
Nur Ahmad
aurel kah?
Nur Ahmad
itu aisha tau tp nggak cemburu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!