Terdengar suara tembakan yang begitu keras, terlihat beberapa orang sedang berlari membawa senapan di tangannya, sepertinya mereka sedang mengejar seseorang.
Terlihat seorang wanita yang menggunakan masker dan juga pakaian serba hitam mencoba untuk menolong seseorang yang dikejar itu.
Dari sinilah awal kisah mereka, pertemuan antara dua orang yang sama-sama hebat, berani dan sama-sama keras kepala dimulai.
Akankah ada kisah cinta diantara dua orang ini ? Ataukah mereka tetap menjadi musuh ? Cerita selengkapnya bisa dibaca di novel ini 😊😊😊
THE NEW STORY OF KIARA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clara Sety, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20 : Memulai Hidup Seperti Di Neraka.
Masih di mansion mewah milik Nathan, terlihat di ruang makan sudah kehadiran seorang Kiara yang telah duduk sambil menikmati makan malam yang disajikan oleh para pelayan. Sebenarnya jika cacing di perut Kiara tidak berdemo untuk meminta makan, Kiara pasti tidak akan makan dan memilih untuk segera tidur.
Para pelayan mansion mewah itu menyiapkan makan malam dengan menu berupa Beef Wellington with Bearnaise Sauce, Mashed potato, and Saute Asparagus. Menu makanan itu sudah tertata rapi di piring dalam satu porsi. Selain itu juga sudah tersedia satu botol Red Wine sebagai pelengkap dalam menu makanan kali ini.
Kiara yang melihat menu makan malamnya seperti itu merasa berada di sebuah restoran mewah. Kiara benar-benar suka dengan plating makan malamnya kali ini, sangat cantik dan menggugah selera untuk makan. Kiara mengambil pisau dan garpu lalu menikmati makanan itu. Suapan pertama sudah masuk ke dalam mulut Kiara, dan rasa makanan yang tersedia ini benar-benar begitu enak tidak kalah dengan rasa di restoran. Makan malam kali ini benar-benar tidak menipu, selain plating nya yang begitu cantik, rasanya juga begitu enak.
Kiara benar-benar menyukai makan malam kali ini dan juga menyukai suasananya yang begitu tenang dan membuat nyaman karena Nathan masih belum berada di meja makan bersamanya. Tetapi keadaan berubah dengan cepat, Nathan datang menuju ke arah meja makan dan mengambil tempat duduk tepat di hadapan Kiara. Oh iya, Kiara sudah tahu sekarang siapa nama asli dari Presdir The William Company. Tadi Presdir itu memberitahu Kiara sendiri, entah apa alasannya Kiara tidak peduli yang terpenting ia sudah tahu nama aslinya. Nathan bukan Juan.
Nathan sudah bergabung dengan Kiara di meja makan. Ada sedikit perubahan dari sikap Nathan, biasanya jika ia melihat ada Kiara dihadapannya, Nathan akan menatapnya sebagai musuh dengan tatapan tajam dan mengintimidasi. Tapi saat di meja makan ini, Nathan tidak melakukannya. Nathan lebih memilih untuk menikmati makan malamnya.
Berbeda dengan Nathan, melihat kehadiran Nathan di meja makan Kiara masih saja menatap Nathan seperti musuh. Mata Kiara terus menatap Nathan yang sedang berfokus dengan makan malamnya.
"Jangan menatapku terus. Perhatikan makananmu." kata Nathan yang menyadari jika Kiara terus menatapnya.
"Aku tidak menatapmu, jangan terlalu percaya diri." ucap Kiara mengelak.
"Benarkah ?." kata Nathan yang tidak mempercayai ucapan Kiara.
"Ya. Aku tidak menatapmu. Aku hanya melihat dinding di belakangmu. Warna nya sangat cantik, aku menyukainya." kata Kiara berbohong.
Sesaat mereka masih menikmati makan malam, ada seorang pelayan perempuan dari mansion mewah itu yang menghampiri Kiara. Pelayan perempuan itu bernama Rose, dia adalah kepala pelayan di rumah ini. Jangan membayangkan jika Rose adalah seorang kepala pelayan yang sudah berumur. Rose masih berumur 25 tahun, dan ia sudah bekerja di mansion milik Nathan sejak usianya 20 tahun. Ia harus bekerja seperti ini dikarenakan untuk bertahan hidup di Milan.
"Nona, kamar nona sudah saya siapkan. Jika nona sudah selesai makan, saya akan antar kan nona ke kamar." kata Rose.
"Ah baiklah, aku sudah selesai makan. Aku akan ke kamar sekarang dan beristirahat." ucap Kiara.
Kiara sudah selesai dengan makan malamnya, ia pun diantar ke kamar oleh Rose si kepala pelayan muda itu meninggalkan Nathan sendirian di meja makan.
...****************...
Kamar yang disiapkan untuk Kiara berada di lantai dua dari mansion itu. Sesampainya mereka berdua di depan pintu kamar, Rose membuka pintu kamar itu lalu ia mempersilahkan Kiara untuk masuk dengan begitu sopan. Kamar yang dipersiapkan untuk Kiara memang begitu besar, tetapi melihat kamar seperti ini, Kiara sih biasa aja. Ini dikarenakan saat di rumah Dave, Kiara juga tinggal di kamar yang besarnya hampir sama seperti ini.
"Nona, ini kamar yang aku siapkan untuk nona atas perintah tuan Nathan." kata Rose.
"Ah baiklah. Terima kasih atas bantuan mu." ucap Kiara dengan senyuman ramah.
"Baiklah nona, saya akan keluar dulu. Jika nona perlu bantuan saya, panggil saja. Saya pasti akan membantu." ucap Rose.
"Ah sebentar, jangan terburu-buru untuk keluar. Aku ingin bertanya sesuatu kepadamu." kata Kiara melarang Rose untuk keluar dari kamarnya.
"Tanyakan saja, saya akan menjawab." ucap Rose dengan sopan.
"Berapa umur mu ?." tanya Kiara.
"25 tahun nona." jawab Rose.
"Masih begitu muda tapi kenapa kamu bekerja sebagai pelayan disini ?. Bukankah kamu bisa mendapat pekerjaan lebih baik dari seorang pelayan ?." tanya Kiara.
"Ah, saya hanya butuh uang dan hanya pekerjaan ini yang cocok untuk saya." jawab Rose.
"Baiklah. Maaf aku hanya penasaran saja. Oh iya, jangan panggil aku nona ya, panggil nama saja. Kamu lebih tua daripada aku, jangan terlalu sopan. Di mansion ini aku juga bukan siapa-siapa, aku hanya orang asing. Jadi jangan terlalu sopan okay." kata Kiara memberitahu.
"Baiklah." pungkas Rose lalu keluar meninggalkan Kiara di dalam kamar.
Kiara benar-benar tidak ingin tinggal di satu atap dengan Presdir iblis yang dia benci. Kiara benar-benar ingin kembali ke rumah sederhana yang sekarang ia tinggali. Kiara membaringkan badannya di atas kasur dan kepalanya memikirkan suatu rencana agar bisa keluar dari mansion ini tapi yang terjadi Kiara justru tertidur dengan pulas di atas kasur yang empuk itu.
...****************...
Malam yang panjang sudah berlalu, pagi yang indah pun tiba. Terlihat Kiara yang sudah mulai membuka matanya akibat terganggu oleh sinar matahari yang masuk melalui celah jendela. Kiara sudah terbangun dari tidurnya tetapi nyawanya belum benar-benar berada di tubuhnya. Setengah dari nyawanya masih berada di alam mimpi.
"Ah, aku selalu dibangunkan oleh sinar matahari." kata Kiara.
Matanya sekarang terbuka lebar, nyawanya juga sudah masuk sepenuhnya di tubuhnya. Kiara juga sudah menyadari jika ia sekarang berada di mansion milik Nathan, Presdir iblis yang begitu ia benci.
Kiara segera bangkit dari atas tempat tidurnya lalu keluar dari kamarnya menuju ke dapur untuk mengambil segelas air putih untuk ia minum. Sekalian ingin mencari tahu keberadaan Nathan siapa tahu dia ada kesempatan untuk kabur.
Jarak dapur dengan kamar Kiara tidak terlalu jauh, sesampainya Kiara di dapur, ia bertemu dengan Rose pelayan muda yang mengantarnya ke kamar ke kemarin malam.
"Selamat pagi nona Kiara, apa nona beristirahat dengan nyenyak ?." sapa Rose.
"Selamat pagi juga...... ehmm, aku belum tahu siapa namamu. Aku harus memanggilmu apa ?." tanya Kiara.
"Panggil saja saya kepala pelayan." jawab Rose dengan begitu sopan.
"Ah tidak. Aku tidak ingin memanggilmu seperti itu. Siapa namamu ? Aku akan memanggilmu dengan nama saja." kata Kiara.
"Nama saya Rose." ujar Rose.
"Selamat pagi juga Rose. Aku beristirahat dengan baik." kata Kiara menyapa balik Rose dengan ramah.
"Nona Kiara kenapa pagi-pagi berada di dapur ? Apa nona membutuhkan sesuatu ?." tanya Rose.
"Aku hanya ingin mengambil air. Aku sangat haus." jawab Kiara.
"Nona seharusnya memanggil saya. Saya pasti akan membawakan air ke kamar nona jika nona memanggil saya." kata Rose.
"Tidak perlu. Hanya segelas air. Aku juga masih punya kaki yang bisa digunakan." ujar Kiara.
"Biar saya ambilkan air untuk nona." kata Rose langsung mengambilkan segelas air untuk Kiara.
"Ini nona segelas air untukmu." ucap Rose sembari memberikan segelas air yang sudah ia ambil.
"Terima kasih. Sebaiknya kamu jangan terlalu melayaniku seperti ini." kata Kiara.
Kiara pun meminum segelas air yang diberikan oleh Rose untuk menghilangkan rasa hausnya di pagi hari.
"Rose, aku ingin berbicara kepadamu." panggil Kiara.
"Iya nona ada apa ? Bicara saja, saya mendengarkan." kata Rose.
"Tadi malam aku sudah bilang jangan memanggilku nona, panggil aku Kiara. Aku hanya ingin akrab denganmu. Jika bisa aku ingin berteman denganmu juga." kata Kiara.
"Tapi nona, saya tidak bisa melakukannya. Nona adalah majikan saya." ujar Rose.
"Tidak aku bukan majikan mu. Aku teman mu mulai hari ini." kata Kiara.
"Baiklah Kiara..." kata Rose yang masih canggung untuk memanggil Kiara seperti itu.
"Bagus. Rose bisakah kamu memberitahuku dimana Nathan berada ?." tanya Kiara.
"Ah, tuan Nathan sudah berangkat ke kantor. Tuan juga berpesan kepada saya untuk membuatmu tetap di rumah. Kata tuan, kamu tidak boleh keluar kemanapun." jawab Rose menyampaikan pesan yang diberikan Nathan kepadanya dan mencoba berbicara sesuai dengan keinginan Kiara.
"Ah shitttt, dia benar-benar ingin mengurungku ditempat ini." umpat Kiara dalam hati.
"Baiklah. Aku akan mandi dan akan berolahraga. Dimana tempat aku bisa berolahraga ?." tanya Kiara.
"Ada di sebelah kolam renang." jawab Rose.
"Baiklah, terima kasih atas bantuan mu." kata Kiara dengan senyum yang paling hangat.
"Kiara satu lagi, kata tuan Nathan baju untukmu belum disiapkan. Mungkin nanti siang baru datang. Kamu diminta untuk memakai pakaiannya terlebih dahulu." ucap Rose memberitahu.
"Baiklah." kata Kiara.
"Pakaian tuan ada di kamarnya. Kamar tuan tepat disebelah kanan kamar mu." ucap Rose.
"Terima kasih." pungkas Kiara lalu meninggalkan dapur dengan mimik wajah yang aneh.
Bersambung...