NovelToon NovelToon
SIBURUK RUPA AISYAH

SIBURUK RUPA AISYAH

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: popyani

💋Aisyah memutuskan untuk mengubah identitasnya. Bukan hanya itu, tapi wanita cantik itu sampai menghitamkan kulitnya. Penasaran?! Ikuti kisahnya di sini👉👉👉👉
Bukan karena cinta satu malam, atau karena terlibat pergaulan bebas, hingga membuat Aisyah hamil di luar nikah.
Tapi karena akibat salah inseminasi, saat wanita itu melakukah pemeriksaan kesehatan- di sebuah rumah sakit, di kota asalnya Surabaya.

Aisyah, begitu kaget! Saat mengetahui Ayah biologis dalam kandungannya, akan mengambil bayinya usai dia melahirkan.
Tidak ada jalan lain bagi Ibu muda itu, selain dengan mengasingkan diri, dari kota asalnya Surabaya.
Wanita berambut panjang itu, memilih untuk mengasingkan diri ke kota Jakarta. Dan Hidup dengan identitas baru, sebagai Anisa Mahardika.

Tak disangkah takdir mempertemukan Aisyah, dengan Ayah dari kedua putri kembarnya, Aditya Wirawan. Di mana pria itu adalah, Presdir tempat Aisyah bekerja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KESEDIHAN ANITA

Tamparan yang Karla layangkan pada Melinda, sangat kuat hingga membuat tubuh wanita paruh baya itu, seketika terjatuh.

Siti begitu terkejut, sebab tidak menyangkah Karla- akan melakukan ini pada Melinda. Hingga rumput yang berada di dalam genggamannya, segera dia jatuhkan.

"Nyonya! Apa yang anda lakukan? Kenapa anda tega menampar Nyonya Melinda?!" tanya Siti, dengan langsung menghampiri Melinda.

"Kau memanggil wanita tua ini, Nyonya! Ingat Siti! Akulah adalah, Nyonyamu. Bukan wanita tua itu.." Amarah masih saja membakar diri Karla, wanita itu sepertinya masih tidak puas dengan siksaan yang dia berikan pada istri tua suaminya itu.

"Mereka sendiri yang ingin memanggilku seperti itu. Padahal, aku sama sekali tidak pernah meminta mereka memanggilku dengan sebutan Nyonya. Tapi mungkin saja, menurut mereka akulah yang lebih pantas mereka panggil seperti itu, dari pada kau- yang merupakan wanita perebut suami orang."

Apa yang dikatakan Melinda, semakin meluapkan amarah dalam diri Karla. Kilatan api amarah terlihat jelas di mata wanita muda itu. Mengambil langkah panjangnya- menghampiri pada Melinda. Dan baru saja- dia akan kembali memberi tamparan pada wanita tua itu-tiba-tiba saja, ada seseorang yang memeluknya dari belakang.

"Lepaskan...! Lepaskan aku...Aku akan membunuh wanita ini... Aku akan membunuhnya..." Karla terus saja memberontakkan tubuhnya, kala pelukan itu begitu kuat memenjarakan dirinya.

"Jangan Nonya! Aku minta, jangan lakukan ini. Jangan melakukan hal bodoh ini, Nyonya!" Baron berucap, kala pelukan itua dia kuatkan.

"Tidak Baron.. Aku harus memberi wanita tua ini, pelarajan. Wanita ini, sudah sangat keterlaluan, karena sudah berani mengataiku." Karla yang sudah terkabar akan api amarah, masih saja berusaha melepaskan pelukan anak buahnya, yang memeluknya dengan begitu erat.

"Tidak! Aku tIdak akan membiarkan anda, melakukan hal bodoh itu." Dan tatapan mata itu beralih pada Siti, yang masih berada di sana.

"Siti! Cepat kau bawah Melinda ke dalam, aku tidak mau hal buruk lagi terjadi."

"Baik..." Dan menghampiri pada Melinda. Menggandeng tangan wanita tua itu. "Ayo Nyonya! Kita pergi dari sini, sebelum hal buruk terjadi." Ajaknya, yang dibalas oleh Melinda hanya dengan sebuah anggukan kecil.

Karla semakin saja menggila. Melihat Melinda yang sdah berlalu pergi, membuat wanita itu, semakin memberontakkan tubuhnya agar Baron dapat melepaskannya.

"Lepaskan aku Baron...Lepaskan..."

"Tidak Nyonya... Tidak..." Dengan semakin mempererat pelukan itu, saat tubuh Karla memberontak dalam pelukannya.

Beberapa menit telah berlalu, setelah kembalinya Melinda, Baron langsung melepaskan pelukan itu.

Sepasang mata itu begitu tajam, kala sorot mata itu melempar pada anak buahnya, Baron.

"Kenapa kau mencegahku untuk memberi pelajaran pada wanita tua itu! Apakah kau tidak mendengar bagaimana dia mengataiku?" Nada penuh penekanan, akibat kekesalannya yang teramat sangat pada lelaki bertubuh atletis itu.

"Aku hanya tidak mau, anda bertindak ceroboh Nyonya! Karena tIdak ada gunanya, anda membunuhnya."

Mendecak kesal, saat sorot mata itu semakin Karla tajamkan pada pria di depannya.

Keheningan seketika keduanya, kala sama-sama tidak ada yang berbicra antara Karla, dan anak buahnya.

Baron hanya memilih diam. Pria itu sengaja membiarkan Nyonya-nya larut dalam suasana hatinya sendiri, karena dia tahu kalau Karla masih kesal, dengan dirinya.

Menghembuskan napas panjangnya, berusaha meredam emosi yang tadi begitu meluap dalam dirinya. Pandangan yang tadi beralih pada arah lain, kini berpindah pada Baron-dengan pandangan hangat.

"Kau dari mana saja, Baron? Karena aku baru mendapatimu hari ini." tanya Karla tiba-tiba, yang memecahkan kesunyian yang menyelimuti keduanya.

Baron menyeringai kecil. Dan dia sudah tahu, kalau kedatangan Karla ke vila ini, semata-mata hanya, karena menginginkan dirinya.

"Apakah kau sedang menginginkanku, Nyonya!" Tatapan liar Baron, kala dua mata itu menatap pada Karla dengan tatapan penuh arti.

Karla menampilkan senyum menggodanya. Mendapati sambutan hangat dari Baron, membuat wanita itu dilanda bahagia. Dua kakinya mengambil langkah kecilnya, yang semakin membawanya pada Baron-hingga tIdak ada jarak yang memisahkan keduanya lagi. Jemarinya menari di dada bidang pria itu, mengukir indah di sana. Tatapan mata itu-begitu menggoda, kala dua pasang mata itu saling beradu.

"Aku selalu saja merindukan kehangatanmu, Baron.. Dan hal itulah, yang membuat aku selalu datang menemuimu di vila ini."

****

SURABAYA

Dari balik tirai, sepasang mata Sarah! Menatap ke luar rumah, di depan rumahnya. Sudah bebarap tahun, sejak kepergian Aisyah- rumah mereka tak pernah sepi dari pantauan pria-pria asing, yang selalu saja mengawasi rumah mereka.

Mimik cemberut, dan kembali merapatkan tirai tranparat itu menatap pada Ibunya, yang duduk di sana.

"Dasar menyebalkan! Ini sudah melewati beberapa tahun, tapi mereka sepertinya tidak cape, untuk mengintai disekitar rumah kita terus. Padahal Kak Aisyah, sudah tidak tinggal bersama kita lagi."

Seketikan buliran bening membasahi kedua pipi- Anita, kala rasa penyesalan teramat sangat kembali menghampiri, yang saat itu tidak mempercyai ucapan putrinya.

" Ini bahkan sudah hampir enam tahun lebih, tapi Kakakmu Aisyah tidak pernah menghubungi kita. Padahal selama ini, Mama sengaja tidak menggantikan nomor Hp-Mama, karena Mama sangat mengharapkan dia dapat menghubungi kIta, suatu hari ini."

Sarah menampilkan wajahnya kesalnya, mendengar ucapan Ibunya, yang begitu membela Kakak perempuannya Aisyah.

"Kenapa sih?! Dari dulu, Mama selalu saja membelanya. Dan kenapa juga Mama begitu polos? Sampai bisa mempercayai kebohongan, yang dikatakan oleh Kakak Aisyah. Bisa saja dia membohongi kita, dengan mengatakan kalau dia adalah Korban salah inseminasi. Karena mungkin saja, tanpa sepengatuhuan kita, dia sudah menjual dirinya pada Tuan Aditya Wirawan, hingga membuatnya hamil."

"Tutup mulutmu, Sarah! Dari dulu kamu selalu saja berpikiran buruk tentang Kakakmu. Dan Mama sangat yakin, kalau Kakakmu Aisyah! Adalah korban salah inseminasi." Dengan langsung beranjak dari duduknya, dan berlalu begitu saja meninggalkan Sarah, yang terlihat sangat marah.

"Dari dulu, selalu saja Mama membela Kak Aisyah. Selalu saja, dia. Dan kenapa juga?! Harus dia yang mengandung anak Tuan Aditya! Kenapa bukan aku?!"

JAKARTA

Matahari telah kembali menenggelamkan dirinya, kala gelap perhalan mulai menyelimuti bumi, dengan hadirnya jutaan bintang, dan bulan yang menyinari awan yang sudah tertutup gelap.

Satu persatu pakaian yang melekat pada tubuhnya, Aisyah tanggalkan, hingga tubuh polos itu ter,ekspos. Sorot matanya beralih pada cermin, yang menampilkan tubuh polosnya di sana. Dia tersenyum miris, saat lelah melanda diri yang harus terus hidup dalam penyamaran.

"Sangat melelahkan harus terus hidup seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi! Jika keadaan memaksaku, untuk harus terus seperti ini. Dan selamanya akan terus seperti ini, karena hanya ini jalan satu-satunya, agar aku bisa terus dapat bersama kedua putriku."

Tangan itu mengulur, menghidupkan kran air. Jatuhan air yang ke luar membasahi sekujur tubuh polos Aisyah-dan perlahan memudarkan hitam kulit itu, kala gesekan tangan menyapu cream yang menutup kulit aslinya.

1
Hilma Abubakar
rasa rasanya kalimat dua kaki ngga usah terlampau sering.
Eliyani Yani
tata bahasanya perlu diperbaiki deh thor, banyak sekali kata2 yg rancu apalagi kuang huruf h pd kalimat yg hrs pakai atau kelebihan huruf h pd kalimat yg semestinya tdk pakai huruf h
Sunarti Sunarti
Luar biasa
Sunarti Sunarti
penghianat rati sebagai sahabat kamu tidak setia
Nor Asikin
Luar biasa
Rya Sasmita
dr awal uda ketebak sih kalo alur ceritanya rati bakal kaya gini, berharap ada plot twist eh ternyata tidak..
Martha Amelia Susanti
Bagus juga tema cerita ini , mengangkat tema kelahiran bayi melalui inseminasi.. sukses selalu untuk Author 👍🏼🙏🏼
RossyNara
Rangga siapa thor??
RossyNara
Aisyah teledor kenapa gak di baca dulu tuh surat kontraknya nanti kamu yang rugi sendiri.
RossyNara
aki" udah bau tanah,gak sadar umur di bodohin sama rubah aja mau.
RossyNara
mohon maaf thor klo bisa kata "kau" di ganti jadi "kamu ".🙏🙏🙏
Cod Cod Dulu
Luar biasa
Cis Siu
ya
Irfan Dani
secara keseluruhan ceritanya bagus dan seru .. tapi karena penulisan agak kurang tepat. jadinya kurang masuk imajinasi.. sekedar saran sih. gimana kalo naskahnya ini diprint trus coba dikoreksi kan ke orang2 yg mumpuni dlm penulisan BHS Indonesia yang benar.. biar tau salahnya dmn trus yg bener gimana.. pasti kedepannya karya author bakal lebih keren lagi.. semangat!!!
Irfan Dani
authornya puitis bgt
Irfan Dani
part yg kurang masuk menurut saya... biasanya sekretaris/asisten pribadi selalu mendahulukan tuannya... maaf ya thor
Irfan Dani
perlahan membiasakan dgn kosakata author
qira
cerita yang menarik
Elfin Carolina Arikalang
semoga karla segera mndpat karmanya
Oktaviyanti Farcy
laptop kakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!