NovelToon NovelToon
Transmigrasi Claudia

Transmigrasi Claudia

Status: tamat
Genre:Romantis / TimeTravel / Chicklit / Tamat
Popularitas:105.9k
Nilai: 5
Nama Author: Amelia Chisuga

Saat membuka mataku aku sudah berada didalam tubuh seorang tokoh Antagonis dalam novel yang berakhir tragis akibat mencoba mencelakai pemeran utama wanita.

sekarang aku yang berada didalam tubuh pemeran Antagonis tersebut dan mencoba membanting setir agar akhir baik untuk antagonis dan hidup bersama tokoh kedua protagonis pria kedua.

Hari-hari berganti ke Tahun aku hidup dalam novel dan berhasil merubah alur tersebut namun tidak dengan takdir, Tubuh yang ku tempati mati terkena racun dan jiwaku terlempar kembali ke masa depan.


Revisi :
Judul sebelumnya : Princess Vilainess
Judul Revisi : Transmigrasi Claudia

yuk ikutin perjalanan waktu bersama Claudia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amelia Chisuga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

Dalam buku tersebut mulai terlihat sebuah tulisan kuno tapi untung saja Claudia cepat memahami bahasa tersebut dengan bantuan sang peri.

Sebenarnya pikiran Claudia masih tak percaya akan hal-hal yang menurutnya itu tak mungkin ada namun semua ditunjukkan padanya jika ini benar-benar ada dan terjadi.

Halam pertama bertuliskan tentang terjadinya kelahiran Claudia menjelaskan jika jiwa Claudia dikirim oleh ibunya kedunia lain dengan tujuan untuk melindunginya karena pada waktu itu sedang terjadi kekacauan, para monster dan iblis mengincar Claudia bayi dan menukar jiwa Claudia dengan jiwa yang lain. tak masuk akal memang untuk pemikiran moderen pada jiwa yang saat ini.

Jadi Rosenta adalah Claudia bukan orang lain yang seperti ia pikirkan, kenapa ibunya bisa berbuat itu? karena sudah dikatakan oleh peri tadi ibunya dibantu oleh peri yang mengikutinya. Rumit sulit dicerna oleh otak Claudia.

"aku tidak paham dengan bahasa rumit ini, aku hanya paham jika aku ini memang Claudia? dan ini memang dunia ku? semakin tidak masuk aka!"

"anda akan mengerti secara perlahan yang mulia, halaman kedua akan terbuka jika anda sudah menerima kehidupan ini dan melupakan kehidupan lama"

"bagaimana bisa? yasudah aku akan berusah untuk menerima walau otakku tidak menangkap sinyalnya"

"Anda bisa meminta bantuan pada Tuan Duke dan juga penyihir itu dari magic tower"

"kau tahu semuanya?"

"tentu saja yang mulia, saya selalu berada dalam tubuhmu untuk menjaga raga mu ketika jiwa mu terpisah"

"ntahlah aku masih tidak bisa menerima cerita tak masuk akal ini" batin Claudia.

"baiklah sepertinya hari sudah mulai gelap, aku ingin istirahat" ucap Claudia segera melangkahkan kakinya masuk kedalam mansion.

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Malam sudah datang, namun hati Claudia diselimuti oleh rasa cemas. tentu saja ia cemas dengan suaminya kenapa tidak pulang padahal ia sudah berjanji padanya jika akan pulang segera pulang.

"ah iya peri tadi siapa ya namanya?" gumamnya .

"saya belum diberi nama yang mulia"

"astaga,,, kau tiba-tiba muncul" kagetnya. "bukankah ibuku sudah menamaimu?"

"tidak, aku anak dari peri yang menjaga ibu anda"

"emm... kalau begitu namamu Roxi, ya Roxi saja karna kau berasal dari bunga mawar emas"

"sebuah kehormatan untuk saya yang mulia"

"kau bisa membantuku, apa yang sedang dilakukan oleh suamiku?"

"tentu saja yang mulia, saat ini tuan Duke sedang dalam perjalanan pulang akan tetapi dia sepertinya terluka" ..

"terluka?!" tanyanya kaget lalu merasa bersalah karena luka itu atas ulahnya. "bagaimana ini? ini salahku membiarkan dia terluka...."

Ia mengambil langkah lalu pergi ke halaman untuk menunggu kedatangan Raphael.

Hans :

"Milady, udaranya dingin anda masuk saja tuan Duke masih dalam perjalanan"

Larin :

"benar milady, saya mohon anda masuk saja, saya takut anda jatuh sakit"

Claudia :

"kalian diamlah! aku ingin menunggu suamiku, aku tahu kapan aku akan sakit"

Hans dan Larin hanya bisa diam karna mereka tidak bisa menyuruh nyonya nya itu. lalu Larin memberikan selimut pada Claudia lalu memakainya.

Dengan perasaan khawatir Claudia terus menunggu Raphael yang tak kunjung sampai. namun penantiannya pun datang, rombongan Raphael sudah memasuki halaman mansion lalu Claudia dengan segera berjalan cepat menemui Raphael.

Raphael yang terlihat lemas dipapah oleh salah satu pengawal yang menemani nya berburu.

"suamiku kau tidak apa-apa kan?" tanya cemasnya.

Raphael hanya menganggukkan kepalanya lalu dibawa kedalam mansion, lalu Hans dengan cepat memanggil dokter untuk mengobati Raphael.

Claudia duduk di kursi yang sudah disediakan oleh para maid dekat samping ranjang yang Raphael tiduri. ia terus memegang tangan Raphael yang terasa dingin karena menahan sakit pada lukanya.

Lalu dokter datang untuk mengobati luka Raphael, disitu terlihat jika tubuh Raphael banyak luka seperti luka cakaran binatang buas.

Ia merasa bersalah atas keinginan konyolnya itu, iya hanya berfikir jika suaminya sangat kuat dan lupa jika suaminya itu juga manusia biasa.

"Tuan Duke butuh istirahat untuk memulihkan lukanya, selebihnya tidak diperlu khawatir saya permisi dulu" ucap dokter lalu pergi yabg diantar oleh Larin.

Claudia masih menatap kearah Raphael yang sedang tertidur, ia terus memegang erat tangannya.

"andai saja aku bisa langsung menghilangkan luka mu dengan cepat, tapi itu tidak mungkin".

"yang mulia, kau bisa melakukannya"

"benarkah? bagaimana caranya?"

"cuku ulurkan tangan anda dekat luka tuan Duke lalu pejamkan mata anda"

"baiklah akan ku coba"

"Anda harus konsentrasi jika tidak energi anda akan terkuras"

"iya aku mengerti" lalu Claudia mengikuti arahan dari Roxi.

Claudia fokus untuk penyembuhan Raphael, ini adalah pertama kali ia menggunakan Mana yang ada pada tubuh Claudia. tidak terlalu hebat namun kini ia sedang berusaha karena dibantu oleh peri kecil tersebut.

"ahh....." ia menghentikan aktivitas nya lalu memegangi perutnya "aku tak kuat lagi, sepertinya bayiku sama sepertiku"

"yang mulia jangan dipaksakan, luka di tubuh tuan Duke sudah membaik"

Tak lama Raphael membuka mata akibat mendengar suara rintihan yang berasal dari samping kanan.

"istriku? kau sakit?" ucapnya langsung bangun dari tempat tidurnya lalu membaringkan Claudia keatas tempat tidur.

"aku akan panggilkan dokter segera!" khawatirnya, segera mengambil langkah akan tetapi tangan Raphael langsung ditahan oleh Claudia.

Claudia hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju.

"Tidak perlu, ini hanya kontraksi biasa" ucapnya. "kau tidurlah, luka mu belum sepenuhnya sembuh"

"tapi..."

"aku ingin tidur bersamamu"

"baiklah..." ucapnya pasrah lalu berbaring kembali disamping Claudia.

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

Malam sudah digantikan oleh pagi, saat ini dua insan masih tertidur lelap diatas ranjang berukuran besar.

Disisi lain seseorang datang bertamu ke mansion sepagi ini, ya tentu saja di tolak oleh Hans karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

"saya ingin bertemu dengan duchess!"

"mohon maaf tuan kami tidak bisa menerima anda, Duchess masih beristirahat" ucap Hans.

"ini sangat penting sekali, kalau begitu nanti siang saya akan datang kembali" ucap Alfred sedikit kesal lalu pergi meninggalkan mansion. tepatnya bukan pergi akan tetapi bersembunyi diarea mansion.

Claudia mulai membuka matanya ketika sinar matahari menerobos jendela dan mengenai wajahnya. ia melihat pemandangan langka yang ada dihadapannya itu jarang sekali ia melihat wajah tampan suaminya itu karena Raphael sering meninggalkan dirinya karena banyak pekerjaan, maklum saja ia adalah salah satu Duke besar di negaranya.

Ia mengusap wajah tampan milik Raphael dan membuat suaminya ikut terbangun. tak menunggu basa basi Raphael segera mengecup bibir Claudia dan memecahkan lamunan nya.

"sudah puas melihat wajah tampan suamimu hm?" ucapnya dengan suara serak bangun tidur.

Claudia sedikit membulatkan matanya tak bisa mengucapkan sepatah kata. lalu Raphael mengelus perut Claudia.

"apa masih sakit?" tanyanya.

Claudia menggelengkan kepalanya cepat "sudah tidak karena obatnya itu suamiku"

"kau sudah bisa mengucapkan kata-kata manis untukku rupanya, rasanya badanku tak sesakit sebelumnya aku bisa bangun tanpa harus merasakan rasa perih disekujur tubuhku"

"mungkin Tuhan mengabulkan ku agar dirimu cepat sembuh" ucap Claudia lalu menarik senyumannya. "baiklah aku akan bangun dan melakukan rutinitas pagi, aku ingin menghirup udara segar"

"yasudah nanti aku akan menemanimu"

💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢

HAI JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA!

1
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
cerita taiiiiiiiiiiikkkkkk
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
haduhhhhh...kenapa alurnya jadi begini......saya pusing bacanya
Qur Assyifa Sutanato
ok
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
Siti Nurain
selalu tunggu cerita ni up....
Lia
akhirnya up juga❣️
Seira: Terimakasih 🙏🏻
total 1 replies
Lia
lanjoottttt
Lia
up dong thor!!!!
Seira
masih rame gak nih?
Rieanty
Nex thor
Rieanty
buat cerita ini gua sangat mendukung kaisar barat buat jadi pembinor 😂😂😂😂
Rieanty
kesel banget sama Raphael ,,,
nuke
ambil aja tuh raphael. duke kok goblok
nuke
Raphael goblok
Almira Homestore
jangan mati thor, mending cerai aja sama raphael.
vania
penuh banyak misteri
Rieanty
semoga aja ntar Duke pulang ga, bawa bini baru
Riskiya depot
yang salah itu bukan ceweknya tp cowoknya, karena gak punya pendirian.. yah gitu lah cowok 😌
vio~~~~
aku kira raphael lebih baik dari putra mahkota.. eh ternyata lebih buruk... ingatlah hubungan yg diawali dengan ketidak jujuran tidak akan berjalan dengan baik apalagi pernikahan...😔😔
aku aja kecewa sama kamu raphael palagi claudia..😣😣
☠️えぅしあ。じぇっしえ
MATI LAU J*LANG B*NGSAT!!!
AAA, SUMPAH KESAL BANGET AKU LIHATNYA!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!