Siapa sangka bekerja di sebuah hotel akan mengantarkan kesucian yang di jaganya, Dhea harus kehilangan mahkotanya di saat seorang pria memaksanya untuk melayaninya saat mengantar minuman.
Hingga gadis itu hamil dan melahirkan anak kembar yang sangat cantik.
Arya Ghora prasida, bahkan pria itu pun tak tau siapa wanita yang sudah berhasil membuatnya puas hanya dengan satu malam, hingga rasa itu menjadi candu baginya, dan Arya tak bisa melupakannya walaupun sekejap.
Sampai lima tahun penantian yang hampa, akhirnya mereka di pertemukan kembali, meskipun tak saling mengenal, Arya merasa ada sebuah aliran listrik yang menyengat di saat ia berdekatan dengan Dhea.
apakah dunia akan mempersatukan mereka dengan hadirnya si kembar yang hebat?
ataukah Dhea memilih untuk hidup sendiri, dengan kedua putrinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadziroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dinner
Di tengah keramian kota yang indah, namun Restu sudah menyiapkan tempat yang begitu sepi, hening, hanya lantunan musik yang menghiasi salah satu ruangan mewah di sebuah restoran miliknya.
Tak hanya itu, Restu pun sudah menyiapkan dirinya serta perhiasan yang mahal yang akan di persembahkan untuk Dhea. baginya malam itu Restu ingin segera menjadi pelindung Dhea dan kedua putrinya.
Sedikit canggung, bahkan Restu sedikit gugup saat wanita itu datang dari balik pintu. Ternyata tak sesuai ekspektasinya yang akan menyambut kedatangan Dhea dengan gagah, nyatanya Restu masih saja gerogi saat wanita cantik itu mulai melangkah maju.
''Mas Restu,'' sapa Dhea, dengan perlahan mendekat Restu. Banyak tanda tanya saat Dhea mengedarkan pandangannya menyusuri setiap sudut ruangan yang di penuhi dengan hiasan lampu warna warni dan bunga yang indah.
''Ada apa ini, Mas, bukankah kita hanya makan malam biasa?'' tanya Dhea lagi, heran dengan Restu yang juga memakai jas putih senada dengan baju yang di pakainya, karena itu juga pemberian dari Restu.
''Duduk dulu!" menarik kursi untuk Dhea.
Setelah keduanya duduk, Restu mengambil kotak cincin dari saku celananya, pria itu berlutut di depan Dhea seperti drama di tv.
"Apakah kamu mau menikah denganku?" ucap Restu dengan tegasnya, pria itu membuka kotak cincinnya tepat di depan Dhea.
Bingung, Dhea diam menatap manik mata Restu, meski ia sudah menerima Restu sebagai calon suaminya, menurut Dhea ini masih terlalu cepat.
"Mas, kamu yakin, aku sudah punya anak dua, dan aku nggak mau kamu menyesal nantinya." Dhea kembali mengingatkan Restu sebelum keduanya resmi melanjutkan hubungan yang lebih serius.
Restu mengangguk meletakkan kotak cincin itu sejenak dan meraih kedua tangan Dhea lalu menggenggamnya.
"Kita memang baru saja saling kenal, tapi hati aku yakin kalau kamu adalah wanita yang aku cari selama ini, aku berjanji, aku akan menjaga kamu, Reina dan Rania, kita akan hidup sama sama, baik suka dan duka.''
Ma, Om Arya itu baik ya, aku ingin dia selalu ada bersama kita, aku ingin Om Arya melindungi mama.
Dhea kembali mengingat ucapan Reina, akan tetapi Dhea kembali berpikir, mungkin kehadiran Restu akan membuat kedua putrinya melupakan Arya yang sudah menjadi tunangan Maya.
''Baiklah, aku mau menikah sama kamu,'' ucap Dhea.
Begitu sejuk saat di dengar, Restu segera mengambil kotak cincin itu kembali dan langsung menyematkan di jari manis Dhea.
Cup
Sebuah kecupan mendarat di punggung tangan Dhea dengan lembut.
''Sekarang aku akan melindungi kamu, kita akan segera menikah, tidak baik mengulur waktu.''
Dhea mengangguk dan terssnyum, berharap ini pilihan yang tepat untuk dirinya dan kedua putrinya.
Di balik ruangan itu ada pula yang tersenyum renyah, meskipun hatinya sedikit tertancap duri.
''Ternyata ide kamu romantis juga,'' cetus Damar saat melihat Dhea dan Restu kini menikmati hidangannya.
Arya memutar tubuhnya dan melangkahkan kakinya menuju meja makan di tengah pengunjung yang lain.
''Selama ini aku tidak bisa menjadi laki laki yang lembut, aku selalu berpikir kalau wanita itu hanya sebagai barang yang bisa di beli, tapi melihat mereka, aku tau, kalau wanita itu butuh kasih sayang dan juga kelembutan, bukan paksaan dan juga bukan di rendahkan.''
Kini bibir yang selalu mengolok sosok wanita itu mulai bijak dan mulai memahami apa yang di inginkan kaum hawa seperti Dhea.
Arya mengingat kelakuannya enam tahun lalu, di mana ia selalu menganggap wanita itu bisa di beli dengan uang , bahkan Arya tak pernah menghargai mereka setelah tidur dengannya. Namun kehadiran Dhea mampu melunakkan hatinya dalam sekejap, dan kini Arya tau artinya kasih sayang dan cinta.
Damar terkekeh melihat sahabatnya yang akhirnya membuka pintu hatinya.
''Sekarang cintai Maya, aku yakin kamu bisa bahagia dengannya.''
Arya tersenyum kecut, karena sesungguhnya pria itu tak bisa menyelipkan nama Maya di sudut ruang hatinya.
''Kita makan yuk, aku lapar,'' Arya mengalihkan pembicaraan, tak mau membahas masalah cinta karena semakin itu di bicarakan hatinya semakin pilu, apa lagi saat Restu bersama Dengan Dhea, pasti Arya merasa iri dengan adiknya.
''Kok nggak di makan?'' tanya Damar menatap Arya yang hanya memotong sedikit steaknya.
Arya meletakkan pisau dan garpu lalu meneguk segelas minuman, entah kenapa hatinya selalu saja resah dan tak fokus dengan apa yang ada di hadapannya.
''Kamu kenapa Ar, apa kamu masih merasa bersalah sama Dhea?'' tanya Damar memastikan.
Arya menggigit bibir bawahnya.
''Bukan itu, tapi,__
Ucapan Arya terpotong saat Restu dan Dhea keluar dari ruangan tadi, sepasang kekasih itu menghampiri Arya dan Damar.
''Kak,'' Sapa Restu diiringi dengan senyuman.
Arya beranjak dan merapikan jasnya sebisa mungkin menampilkan keceriaan di wajahnya saat mengulurkan tangannya ke arah Restu.
''Selamat ya, akhirnya kamu mendapatkan calon istri yang sangat cantik dan baik.''
Dhea menunduk malu saat Arya mengatakan itu, bahkan wajah Dhea bersemu merah mendengar ucapan Arya.
''Terima kasih ya kak, ini semua juga berkat kakak.''
''Mau gabung, apa kalian langsung pulang?'' Imbuh Damar yang ada di sisi Arya.
''Gimana, kita pulang apa disini dulu?''
Baru saja Dhea ingin menjawab, ponsel di tasnya berdering, nama Yesi berkelip di layar.
''Ada apa, Yes?'' tanya Dhea.
Dhe, ini anak anak, mereka merengek, katanya minta tidur sama Om Arya.
''Apa?! aku nggak salah dengar kan?" pekik Dhea sekali lagi menatap wajah Arya.
Ya ampun, Dhe, aku belum budek, kupingku masih normal.
"Kenapa?" tanya Restu, Dhea mematikan teleponnya dan kembali menatap Arya yang juga mematung di depannya. Kini semua jadi ikut penasaran saat menatap wajah cantik Dhea.
"Kata Yesi, Reina dan Rania ingin tidur dengan tuan Arya."
Arya menunjuk ke arah dadanya yang kini berdebar debar, permintaan kedua bocah itu membuatnya tak bisa bicara, saking senangnya Arya sampai membeku.
"Reina dan Rania ingin tidur dengan Kak Arya?" ulang Restu.
Dhea mengangguk pelan.
"Gimana, apa kakak mau?"
"Aku?" akhirnya lepas juga suara yang dari tadi di tahannya.
Arya menatap Damar, ada senyuman yang tak di mengerti Arya dari sudut bibir sahabatnya itu.
"Kamu ke sana saja, biar aku nanti bilang ke tante Septi."
Akhirnya Arya mengangguk.
Masih dengan pengawalan Jojo dan Jeki, Arya keluar dari restoran milik Restu untuk ke apartemen Dhea, pria itu masih nampak tegang dan berpikir bagaimana saat berada di dekat kedua bocah itu nantinya. Apa lagi di kasur yang sama.
"Jo," panggil Arya dari belakang.
"Iya, Tuan," pengawal itu menatap wajah Arya dari spion.
"Kalian siapkan kamar yang mewah di rumah, kapan kapan aku mau ajak Reina dan Rania main." Titahnya, entah dapat ide dari mana yang pastinya Arya ingin sekali lebih dekat dengan kedua bocah itu.
typo ya thor,yg paling aneh di apartemen tapi denger klakson dan deru mobil 🙈
kok di klakson mobilnya naik keatas 🙈😛
terharu biru 💕
makasih Thor 🙏
cerita ny keren 👌👍
Arya vs Dhea wkwkwkwk
cocok nih Restu sama Yesi 🤔 akhirnya Restu menemui tambatan hatinya yaitu sahabatny Dhea c Yesi 🤔
terus Maya sama siapa nih 🤔