NovelToon NovelToon
ISTRI BAYARAN CEO DINGIN

ISTRI BAYARAN CEO DINGIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Nikahkontrak / CEO / Selingkuh / Nikah Kontrak / Kaya Raya / Angst / Romansa / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kayenna

"Maaf? Setelah kau tahu kebusukan kekasihmu, kini kau meminta maaf? Apakah maafmu itu bisa menghidupkan anakku yang sudah mati?" ucap Jazira dengan derai air mata sambil menatap netra suaminya.

Wanita rapuh itu pun pergi meninggalkan suaminya, dengan jenazah sang bayi yang berada di gendongannya.
Hancur sudah semua yang sudah dia bangun. Meskipun dia hanya istri kontrak, tetapi harapannya seakan terlalu tinggi walau hanya sekedar ingin hidup lebih lama bersama suaminya.

Setelah melalui semua kerumitan ini, akankah Jazira mampu bertahan menjadi istri bayaran Albirru atau memilih jalan lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kayenna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Hayo, udah like bab sebelumnya belum?

Kalau belum scroll naik sedikit yuk, buat semangatin Kayenna😁.

Sontak Jazira pun berdiri dari duduknya dan berjalan tergesa-gesa mendekati sang suami.

"Loh, Mas. Kenapa balik lagi? Bukannya udah berangkat ya? Ada yang ketinggalan?" Ucap Jazira sambil sedikit mendongak menatap Albirru. Albirru yang melihat ada tamu pun tak menghirukannya. Jangan tamu, bahkan Jazira pun tak dihiraukan olehnya.

Zakia yang melihat hal tersebut melongo tak percaya. Karena merasa ada yang tidak benar dengan sang suami, Jazira pun mengikuti suaminya dan masuk ke kamar Albirru.

"Kamu kenapa, Mas? Kalau ada masalah, bicarakan baik-baik. Jangan gini." Ujar Jazira setelah menutup pintu kamar Albirru. Albirru sama sekali tak menjawab pertanyaan Jazira, bahka melirik pun tidak.

"Kamu kenapa sih, Mas? Aku udah berusaha baik buat kamu? Karena apa? Karena kamu adalah suami aku. Aku nggak mau di cap sebagai istri durhaka karena nggak berlaku baik sama suami." Ujar Jazira dengan menundukkan kepalanya.

"Nggak usah nutupin keburukan kamu dengan sifat sok alim mu! Karena apa? Karena aku nggak butuh perempuan sepertimu! Kau tak perlu muluk-muluk untuk bisa menjadi istri yang baik untukku! Kau tak lebih dari wanita bayaran yang kubutuhkan dalam waktu 10 bulan!" Sindir Albirru sambil menatap Jazira.

"Oh, jadi aku salah? Aku salah karena ingin berbakti pada suamiku sendiri? Baiklah, kau bilang aku tak perlu menjadi istri yang baik untukmu bukan? Oke, mulai besok nggak usah nyangkut pautin apapun itu sama aku!" Ucap Jazira sambil menekankan semua perkataannya.

Jazira masih menatap Albirru dengan tatapan kecewa lalu berjalan keluar dari kamar Albirru. Dadanya terasa sangat sesak. Jika dia tak pandai mengontrol emosinya, pasti dirinya telah menangis dihadapan Albirru.

Dengan langkah cepat dia berjalan mendekati pintu. Saat tangannya menyantuh gagang pintu, suara Albirru menghentikannya.

"Aku marah karena masalah kau dan Marcel!" Ucap Albirru dengan nada rendah yang membuat Jazira menghentikan kegiatannya. Perlahan dia mulai membalikkan badannya dan menatap Albirru yang sedang menundukkan kepalanya.

"Kau tak lebih dari srorang wanita murahan yang telah ternoda oleh lelaki tak bertanggung jawab! Entahlah, apakah dari hubungan kalian tersebut ada hasil atau tidak. Meskipun ada, pasti sudah kau hempaskan dari muka bumi ini bukan?!" Ucapan Albirru tersebut membuat jantung Jazira berdegub dengan kencang.

Ya, Albirru sedikit menjauhi Jazira karena kemarin malam. Dimana setelah kepergian Jazira dari kamarnya, Johan memberikan kabar yang Albirru minta.

Flashback on

Drrtt... drrtt...

Ponsel yang sedari tadi bertengger di nakas pun bergetar. Dengan malas Albirru mengambil ponselnya dan segera menggeser tombol telepon berwarna hijau kesamping.

"Bagaimana Jo?" Tanya Albirru langsung pada intinya.

"Saya sudah membawa dokumen tentang Nona Jazira. Apakah saya harus mengentarkannya kesana, sekarang?" Tawar Johan yang langsung di tolak oleh Albirru.

"Tidak usah! Mood ku sedang tidak baik. Bacakan saja yang menurutmu sangatlah penting dan tak boleh aku lewatkan." Jawab Albirru sambil menyenderkan kepalanya di sofa lalu memijat pelipisnya perlahan.

"Nona Jazira sedang menjadi incaran Marco, ketua gengster yang sangatlah terkenal itu sampai sekarang. Lantas yang paling penting adalah, apakah kau masih mengingat musuhmu ketika SMA? Namanya Marcel?" Papar Johan sambil bertanya mengenai Marcel kepada Albirru.

"Bagaimana aku bisa melupakan lelaki brengs*k itu? Ada apa dengannya? Apakah ada hubungannya dengan Maira?" Sergah Albirru sambil memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.

"Marcel adalah kakak ipar dari Nona Jazira. Dan ketika usia Nona Jazira menginjak 16 tahun, Marcel hampir melecehkan Nona Jazira. Namun-" Belum sempat Johan melanjutkan perkataannya, namun Albirru telah mematikan panggilannya.

Dengan amarahnya, Albirru melemparkan ponselnya dan mendorong sofa besar yang dia duduki. Entahlah, ada perasaan yang sangat membuncah di dadanya. Seketika potongan adegan dimana Marcel melakukan hal menjijikan tersebut kepada Jazira pun terlintas dibenaknya.

Dia berteriak frustasi sambil memukul tembok yang berada disampingnya.

"Ku kira kau masih gadis polos yang sangat menggemaskan. Tapi apa? Kau tak lebih dari wanita menjijikan!" Batin Albirru sambil mengepalkan tangannya erat-erat.

Flashback off

Sontak Jazira merasakan hantaman yang sangat keras di dadanya. Nafasnya tercekat ketika mengingat peristiwa itu. Jazira sudah berusaha setengah mati untuk melupakan hal tersebut, namun sekarang? Lelaki yang menjadi cinta pertamanya mengungkitnya lagi.

Ya entahlah, apakah ini dapat Jazira golongkan sebagai first love nya atau bukan. Baru kali ini dia merasakan enggan kehilangan seseorang dalam hidupnya, setelah almarhum sang ibu.

Perlahan namun pasti, setitik kristal bening lolos dari pelupuk matanya. Jazira menatap netra Albirru tajam lalu tersenyum miring.

"Sok alim? Wanita bayaran? Wanita murahan? It's okey, I'm not going to explain anything to you. Terserah!" Ucap Jazira tajam lalu pergi meninggalkan kamar Albirru. Dengan tangisannya, Jazira berjalan mendekati Zakia dan membawanya naik ke kamarnya.

"Loh kamu kenapa nangis, Zi? Ada masalah apa?" Ujar Zakia panik sambil mengikuti langkah cepat Jazira menuju lantai atas.

Setelah menutup pintu kamarnya dan menguncinya, Jazira menghapus air matanya dengan kasar lalu duduk dihadapan sahabatnya.

"I'm okey, Za. Cuma masalah dari intern aja. Aku nggak mau kamu tahu masalah aku lebih banyak lagi. Cukup yang tadi aja." Tukas Jazira tak enak hati kepada Zakia. Zakia hanya menggelengkan kepalanya dan memeluk erat sahabatnya itu.

"Apakah kau masih menganggapku sebagai sahabatmu? Bahkan kita sudah melalui semuanya bersama-sama. Kita sudah bersahabat sejak umur kita masih tujuh tahun, bukan? Kau sudah kuanggap sebagai kembaranku." Ujar Zakia meyakinkan Jazira.

"Suamiku tahu masalah Kak Marcel, Za. Dia salah paham sama kami berdua." Akhirnya Jazira membuka semuanya kepada sang sahabat. Zakia pun melepas pelukan mereka berdua sambil menatap Jazira dengan tatapan terkejut.

"Hah?! Kamu nggak jelasin sama dia? Jelasin dong, Zi. Pasti dia ngira kamu udah nggak virgin! Ayo, cepet jelasin ke dia." Bujuk Zakia sambil mendorong perlahan tubuh Jazira untuk pergi keluar.

"Aku nggak mau jelasin apa-apa Za. Aku siapanya? Dia tak butuh, apakah aku masih virgian ataupun tidak. Aku hadir disini hanya sepuluh bulan saja. Setelahnya, aku akan pergi dari sini. Meninggalkan suamiku dengan kekasihnya." Cicit Jazira yang membuat Zakia melotot.

"Kekasih?! Setelah menikahimu secara kontrak, dia juga masih memiliki kekasih?! Cepat jelaskan sebelum dia terbujuk rayuan kekasihnya!" Geram Zakia sambil menatap gemas kepada sahabatnya.

"Nggak mungkin terbujuk rayuan wanita penggoda itu lah. Orang dia udah percaya seratus persen sama si Larina. Secara dia sekelas sugar baby, pasti apapun yang Mas Birru inginkan akan dia turuti." Sesal Jazira sambil menundukkan kepalanya.

"Hmm, berarti dia seperti jal*ang ya?" Pikir Zakia sambil membawa jari telunjuknya ke dagunya.

"Begini saja, aku punya rencana!" Pekik Zakia penuh semnagat. Sontak Jazira pun menolehkan kepalanya sambil menaikkan kedua alisnya.

"Gimana kalo kamu belajar jadi JAL*NG?!" Ujar Zakia yang membuat Jazira membelalakkan matanya.

1
Lisa Halik
lagi thor
Siti Afifah
kayen...ini kok g lnjut2 ya
Helva Dianti
Kecewa
Yunita Faiz
next ya Thor dh kangen ma Zizi dan albiru
candra rahma
lanjut thor 💪🏻
Karina Na: siap kak, ditunggu notifnya yaa
total 1 replies
candra rahma
aku tuh nanti" giliran up aku br tau
Ika Rukmiati
ditunggu upnya
Sulis Sda
visual nya thor
VBEAR
welcome back 😍😁
Karita Ta
Akhirnya lanjut update lagii 😍
Ga sabar nunggu baby-nya Albirru Jazira launching lagii 🤭
Bryant Ibrahim
knp jadi kemana-mana Thor... bikin bingung aja
Bryant Ibrahim
pasti jari otorny kepeleset...
Krn byk typo ny 🤭
Karina Na: astaghfirullah, authornya malah baru nyadar Bun 🫣 dulu kan kalau nulis pakai google voice, belum lagi waktunya yang mepet jadi langsung setor tanpa baca dulu 😂
total 1 replies
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
baalveer??
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
Maira??
Muliahati Ziliwu
up y jgn lm dunk.....
Ryanti Yanti
nyesek jadi zizi
candra rahma
semoga akan lbh baik lg ya jazira
Yunita Faiz
aduh baper Thor, dh di nanti lama nonggol juga next ya?
Carlos Tuka
semngat tulisnya...dinantikan cerita selanjutnya..🙏🙏
Karina Na: Siap bun, ditunggu bab selanjutnya ya. Terimakasih banyak bundaa
total 1 replies
Slamet Sri Rahayu
akhirnyaaa setelah sekian purnama kk othor kayenna balik jugaa😍😍😘😘 selalu aku tunggu2 lanjutan love story zizi sma albi thor☺sehat2 ya kk othor dan semoga bisa up setiap hari/mggu🤗😊
Karina Na: Alhamdulillah, terimakasih banyak bundaa. Salam hangat dari Kayenna bun
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!