NovelToon NovelToon
Pernikahan Tak Diharapkan

Pernikahan Tak Diharapkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest
Popularitas:524k
Nilai: 5
Nama Author: ayunda siti.f

Jihan Ayudia seorang remaja cantik bertumbuh tinggi dan rambut lurus panjang dan tebal. Kehidupannya sangat menyenangkan walaupun hidup di sebuah desa yang jauh dari keramaian dia dan ke tiga sahabatnya di cap sebagai bad girl karena seringnya berkelahi baik dengan teman sebaya ataupun preman pasar. Namun kehidupannya tidak selamanya baik dia di nikahkan dengan seorang yang tidak pernah dia kenal seorang remaja tampan dari kota anak dari teman papnya saat kecil bernama Dwi Putra Suseno dan saat pernikahan pun dirinya tidak mengetahuinya. Dia mencoba untuk menerim semua keputusan yang di buat oleh orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayunda siti.f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Jodohin

"Akhirnya selesai juga buat hari ini" ucap Mona saat jam pelajaran selesai dan berjalan di koridor.

"Iya rasanya melelahkan" ucap Jihan.

"Eh Ji tuh kak Dwi udah keluar dari kelas lo pulang bareng dia kan" tanya Hana.

"Iya, kita jalan aja dulu" ucap Jihan.

"Nanti kamu ketinggalan lagi" ucap Mona.

"Biarin aja, biar dia kena marah sama kaka gue mau liat dia kalau takut" ucap Jihan tersenyum kecil.

"Gila lo" ucap Hana.

"Hahahaha" tawa Jihan

Jihan dkk terus saja bercanda walau banyak mata yang menatapnya aneh pasalnya Jihan dkk di kenal sadis tapi akhir akhir ini mereka lebih sering tertawa di tempat umum walaupun tawa mereka terdengar menyeramkan.

"Ji" panggil seseorang.

"Wah udah datang si pangeran kodok" ledek Mona.

"Ganteng gini pangeran kodok, kalau Raka pengeran apa tuh" ucap Dwi.

"Kenapa bawa Abang gue" tanya Nisa.

"Lo adeknya Raka pantes mirip" ucap Dwi.

"Mirip mempesona nya ya" ucap Nis mengedipkan srbelah matanya.

"Mirip jalannya" ucap semua temannya bersam di akhiri gelak tawa.

"Tega kalian" ucap Nisa memajukan bibirnya.

"Ji ayok, Dani udah telfon gue" ucap Dwi.

"Iya iya, kak Dani minta di beliin makanan gak" tanya Jihan.

"Gak si, katanya udah makan di warung depan kenapa" tanya Dwi.

"Gak, guys gue duluan ya" ucap Jihan.

"Iya hati hati pegangan yang erat" ledek Hana.

"Iya, Nis jangan nangis" ledek Jihan.

"Gue gak nangis cuma hati gue gak terima" ucap Nisa.

"Udah udah pergi sana" usir Mona.

Jihan pergi dengan Dwi sepanjang jalan Jihan hanya bermain ponsel. Dwi yang memperhatikannya dari sepion mencoba untuk mengajaknya berbicara walaupun jawabannya singkat namun Dwi tidak putus semangat.

"Ji kita ke minimarket dulu ya" ucao Dwi.

"Kenapa jauh tau" ucap Jihan.

"Iya makanya kita ke sana dulu" ucap Dwi.

"Ke pasar aja sekalian beli sayur tadi pagi Jihan liat gak ada sayur kalo Mama gak di rumah kan gak ada yang bisa belanja pagi" ucap Jihan.

"Pasar yakin, becek tau" ucap Dwi.

"Gak, liat aja nanti pasarnya kayak apa" ucap Jihan.

"Oke" ucap Dwi.

"Tapi Jihan boleh pinjem jaketnya gak, gak enak soalnya pake atribut sekolah ke pasar" ucap Jihan.

"Iya boleh" ucap Dwi.

Jihan dan Dwi sampai di pasar Dwi seolah aneh untuk menginjakkan kakinya di pasar passlnya setiap menemani mamanya pasar Dwi hanya menunggu di palkiran tali hari ini dia harus ikut ke dalam pasar sungguh aneh.

"Kenapa" tanya Jihan.

"Yakin di sini" tanya Dwi.

"Iya, mau nunggu atau ikut" tanya Jihan.

"Ikut takut rindu, nih pakai dulu jaket nya " ucap Dwi memekaikan jaketnya pada Jihan.

"Udah yuk" ucap Jihan berjalan lebih dulu.

Jihan melihat Dwi yang masih mematung di belakang tanpan mau berjalan. Dengan yakin Jihan berjalan ke arah Dwi lalu menggenggam erat tangan Dwi dan menuntunnya ke dalam pasar pasalnya Dwi yang nampak ragu untuk masuk.

"Udah santai aja, biasa aja tuh muka" ucap Jihan.

"Emang kenapa muka gue" tanya Dwi

"Tegang kayak mau liat sesuatu yang sangat sangat aneh" ucap Jihan.

"Ji pegangin" ucap Dwi.

"Gak salah tuh" ucap Jihan aneh.

"Gak lah, kan ini di masa yang gak menguntungkan" ucap Dwi.

"Ya serah lo, eh ngomong ngomong mau makan sayur apa" tanya Jihan.

"Sayur" tanya Dwi.

"Iya, kenapa si nadanya gitu banget gak pernah makan sayur apa gak tau nama sayur tuh" ucap Jihan.

"Dua duanya" ucap Dwi.

"Oh" ucap Jihan.

Jihan mulai berbelanja kebutuhan pokok dan berbagai macam sayur dan bumbu yang Jihan beli. Dwi hanya memperhatikan dan melihat bagaiman Jihn berbelanja, Jihan mahir dalam tawar menawar membuat Dwi tersenyum

"Calonnya ya neng" ledek pedagang.

"Kenapa memangny bu gak cocok ya, emang si" ucap Jihan sembari memilah sayur.

"Malah cocok banget neng, kalian serasi banget semoga langgeng ya neng" ucap pedagang.

"Aamiin iya bu terima kasih doanya" ucap Jihan.

"*Tuh denger kita itu serasi" bisik Dwi.

"Diem lo" jawab Jihan.

"Kenapa gak suka kenapa lo bilang Aamiin tadi" ujar Dwi.

"Karena doa yang baik harus kita Aamiinkan" ucap Jihan*.

"Udah bu semuanya berapa ya" tanya Jihan.

"Semuanya tiga ratus lima putuh ribu neng" jawab pedagang.

"Gak salah hitung bu, sebanyak itu cuma tiga ratus lima puluh" tanya Dwi tak percaya.

"Beneran lah, gak percaya ini yang mahal itu beras minyak sama gula doang yang lain ma murah" ucap Jihan.

"Oh ini bu" ucap Dwi memberikan kartu debit.

"Maaf saya hanya menerima uang cas" ucap pedagang tersenyum.

"Ini bu" ucap Jihan memberikan uang empat ratus ribu.

"Kamu apaan si ya kali di pasar pakai debet gak bakal ada yang mau lah, sekarang bawa ini semua ke motor" ucap Angel.

"Kamu tega buat badan mas pegel pegel" ucap Dwi.

"Terus ini gue yang bawa gitu" tanya Jihan.

"Ya gak juga si" ucap Dwi bingung.

Jihqn langgung memanggil tukang panggul pasar, kemudian menyuruh tukang panggul tersebut untuk membawa belanjaannya. Dwi hanya terlihat bingung lalu mengikuti semua petunjuk Jihan mengikuti seorang tukang panggul ke tempat ojek dan menyuruh ojek untuk membawakannya.

"Mang bawain ini ya" ucap Jihan.

"Siap neng, cie si neng belanja berdua" ucap tukang ojek.

"Ya mang, sekalian soalnya mama kan lagi pergi" ucap Jihan.

"Oh, iya kemarin ibu neng bilang katanya kalau butuh apa apa suruh ke warung saya aja neng" ucapnya.

"Iya pak, makasih ya" ucap Jihan.

"Iya neng " ucapnya.

Jihan berjalan menjauh menuju motor yang di bawa Dwi, Dwi hanya mengikuti sembari mengenggam tangan Jihan. Jihan hanya pasrah dengan kelakuan Dwi lalu mengajaknya pergi dari pasar karena memang sudah sangat lelah.

"Ji tadi siapa kayaknya deket banget sama kamu" tanya Dwi.

"Hm, dia pemilik warung depan rumah" ucap Jihan.

"Oh, pantesan kayak gak asing" ucap Dwi.

Jihan dan Dwi melanjutkan perjalanan pulangnya namun sebelum itu Jihan meminta Dwi untuk mencari makan pasalnya Jihan sangat lapar dengan senang hati Dwi mencari tempat makan yang romantis.

"Yakin disini" tanya Jihan.

"Iya kenapa" tanya Dwi.

"Gak, ini kan restoran yang terkenal mewah dan romantis gue gak yakin sama harganya" ucap Jihan.

"Jangan khawatirkan harga, semahal pesawat aja mas kamu ini masih mampu untuk membelinya" ucap Dwi.

"Sombong" cibir Jihan.

"Biarin sombong sama istri sendiri juga, lagian seharusnya kamu tuh seneng di ajak ke tempat mewah malah protes" ujar Dwi.

"Hm, gue masih sayang sama uang" ucap Jihan.

Dwi hanya menggelengkan kepalanya tersenyum sembari mengacak acak kepala Jihan. Anehnya Jihan malah tersenyum membuat Dwi memeluknya erat.

"Kenapa peluk" tanya Jihan saat tiba tiba Dwi memeluknya.

"Pengin aja, bolehkan" tanya Dwi masih memeluk Jihan.

"Boleh gak boleh juga harus boleh kan, tapi gak di tempat umum juga" ucap Jihan.

"Yaya, yuk masuk" ucap Dwi mengenggam tangan Jihan.

"Silahkan kaka" ucap seorang kariawan penyambut.

"Ya saya mau tanya, ruang VIP dimana" tanya Dwi.

"Mari saya antar" ucap kariawan tersebut.

"Silahkan kaka, selamat menikmati" ucapnya pergi.

"Terima kasih" ucap Jihan.

Jihan tersenyum dengan design ruangan tersebut, terlihat sangt indah dengan berbagai bunga yang ada di dinding, dan penyekat yang memperlihatkan luar namun dari luar tidak bisa melihat ke dalam membuat lebih privasi.

"Suka" tanya Dwi memeluk Jihan dari belakang.

"Iya, baru pernah gue makan di tempat ramai tapi seperti makan sendiri" ucap Jihan.

"Sukurlah kalau kamu suka, ada yang mau gue bicarakan sama kamu" ucap Dwi.

"Apa" tanya Jihan melepas pelukan Dwi kemudian duduk.

"Dua minggu lagi, Putri nikah" ucap Dwi.

"What, kok bisa si kenapa di jodohin" tanya Jihan.

"Iya, dia di jodohin kamu mau kan bujuk dia biar mau" ucap Dwi.

"Bujuk gimana, lagian siapa si yang terima kalau di jodohin udah gak tau siapa yang bakal jadi suaminya terus harus ninggalin seseorang yang spesial" ucap Jihan.

"Iya gue tau, kamu juga merasakan hal itu sekarang tapi ms liat kamu tegar dengan keadaan jadi mas harap Putri juga gitu" ucap Dwi.

"Ngomong ngomong Putri kelas berapa mau di jodohin aja" tanya Jihan.

"Kayak kamu, kelas dua belas satu minggu lagi ujian dan dua minggu lagi nikah" ucap Dwi.

"Beruntung banget tuh bocah di jodohin udah ujian tinggal tunggu pengumuman" ucap Jihan.

"Iya soalnya suaminya juga mau ujian" ucap Dwi.

"Ujian jadi mereka seumuran" tanya Jihan.

"Iya, dan hari ini dia lagi proses lamaran" ucap Dwi.

"Hari ini, kenapa kamu gak pulang" tanya Jihan.

"Gak udah mas serahin semuanya ke asisten mas" ucap Dwi.

"Oh yayaya" ucap Jihan.

Sembari berbincang untuk menunggu makanan datang. Namun beberapa menit kemudian makanan yang mereka tunggu datang Jihan langsung menyantapnya walaupun bingung dengan cara makannya Jihan memperhatikan Dwi lalu mempraktekannya.

"Kenapa makannya gitu gak enak ya" tanya Jihan.

"Gak, ini enak kok gimana punya kamu enak gak" tanya Dwi.

"Enak kok tenang aja, kamu mikirin Putri ya gue yakin dia bisa melewati ini semua dengan baik" ucap Jihan.

"Kamu gak tau dia, dia bisa berbuat nekad" ucap Dwi.

"Senekad nekadnya orang kalau mau nyakitin diri sendiri tuh mikir berkali kali" ucap Jihan.

"Semoga aja gitu" ucap Dwi.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Jangan lupa vote like dan komennya ya....

1
Ricky Rang Guccy
bisa gk, Jihan nya kalau ngomong gk pakai lu gue
Tina Martina
kapan up lg thor
Tina Martina
senangnya liat Jihan dan bs bersatu kembali jgn pisahkan lg mereka thor
Fitri Muaidah
ko gc up lagi ka
Tina Martina
jangan pisahkan lagi Jihan SM Dwi Thor satukan mereka sudah cukup lm Mereke menderita dlm hubungan mereka biar kan Mereke bersatu
Lutfie Wachad
status Dwi mau dibikin apa Thor..?
Lutfie Wachad
kenapa Dwi ga ambil sikap apakah mempertahankan pernikannya dengan Klara atau menyudahinya setelah Jihan kembali.bersama anak-anaknya.
Lutfie Wachad
Jihan kembali ke perusahaannya dengan tujuan mau tau apa yang sedang terjadi disini
Lutfie Wachad
rumit juga percintaan Jihan dengan Dwi kapan bahagianya mereka...🤔
Tina Martina
Tolong Thor satukan kembali keluarga Dwi SM Jihan sudah lama mereka menderita aku ingin melihat mereka hidup bahagia tanpa ada yg mengganggu lg
Lutfie Wachad
lanjut Thor...
Tina Martina
Maaf ya Thor,dr pertama aku baca novel ini aku kok kurang mengerti ya jln ceritanya SM ceritanya kok berbelit2 sekali
Nora Delfina
dwi gak tegas tinggalin aja
Nora Delfina
tegas dwi jangan plinplan kalau kayak gitu mendingan jihan sama ray aja tor
Nora Delfina
dwi cerai kan saja klara kan bukan tanggung jawab kamungurusin mereka sementara anak kandung samaistri lu sakit hati dan terluka
Fitri: Assalamualaikum... maaf mbak kemarin2 saya jg uda minta d revisi, emang uda ada yg d revisi... tp saya kn minta klara m dwi pisahan.... yg bnyk salahkn klara jd dia harus bertanggung jawab, buatlah tokoh dwi itu tegas... dan buatlah mereka jd keluarga yg sakinah mawwadah warromah... semoga d terima y mbak usul saya,... dan jgn bnyk cerita yg kemarin2 buatlah tokoh jihan itu jd ibu yg menjadi contoh yg baik.. buat jd dewasa lg, lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT... buatlah perubahan seperti itu... biar tambah menarik ceritanya... 😘😘😘😘🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Lutfie Wachad
semoga Jihan bisa kembali hidup bahagia dengan Dwi dan anak-anaknya
Lutfie Wachad
dilanjut Thor..
Lutfie Wachad
syukurlah Jihan mulai bisa menerima Dwi....karena anak-anaknya membutuhkan ayahnya.
Lutfie Wachad
gimana tuh perasaan Jihan setelah berpisah lama dengan Dwi semenjak hamil hingga anak-anaknya lahir dan saat ini udah sekolah tahu-tahu suaminya udah punya istri lagi...apakah Jihan akan bersama dengan Dwi apa memilih hidup dengan anak kembarnya...
Fitri
Assalamualaikum... mbak, klo bisa dwi uda cerai dr clara biar bersatu jihan dwi dan anak2ny... masih ku tunggu revisimu mbak...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!