Perasaan yang benci lama-lama terluluhkan oleh seorang siswa yang super duper nakal yaitu Gita. Namun ia menemukan sikap dan sifat yang berbeda dari Gita yang membuat seorang guru sangat menyukainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ria Martha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ciuman Pertama
Seorang wanita cantik, putih dan tinggi itu dengan long dress warna navy menarik perhatiannya. ia pun mengajaknya berkenalan, namun wanita itu tertawa terbahak-bahak.
"Kenapa? apa ada yang salah dengan saya?" tanya Gito.
"bapak ngga kenal saya kah?" tanya Gita.
"ha?" Gito sangat tidak mengenali siapa perempuan di depannya ini yang sedang memegang gelas yang berisi Amer.
"pak. Saya lho, masak sih ngga tau? Gita lho" ucap Gita yang membuat Gito malu.
"maaf. maaf saya tidak mengenali mu, habisnya beda banget" ujar Gito sambil tertawa.
"hahahaha"
"kita jalan ke sana yuk" pinta Gito sambil menggandeng tangan Gita. Mereka seperti sepasang kekasih yang saling mencintai.
ayah Gito selalu memperhatikan mereka berdua.
"kamu jangan banyak-banyak minumnya. nanti mabuk, kamu masih di bawah umur" ujar Gito yang melihat Gita sepertinya sudah sedikit mabuk.
"ngga lah pak. lagi pula kalaupun mabuk juga ngga apa-apa lho pak. kan besok weekend" jawab Gita.
Sesekali orang melirik Gita karena Gita terlihat sangat cantik dan seksi menggunakan long dress itu. Karena ia tidak mau orang melihat Gita seperti itu, ia melepaskan jasnya dan memberikan kepada Gita.
"lain kali jangan pakai yang terbuka seperti ini, lihat orang-orang lihat kamu kayak kuntilanak" ujar Gito yang sedikit kesal.
"mana ada kuntilanak secantik aku" jawab Gita
"mas, aku mual" ucap Gito membisikan kepada Gito. Gito langsung buru-buru membawanya ke toilet perempuan.
"aku tunggu sini. kamu ke sanalah" pinta Gito.
"tadi dia bilang mas" benak Gito sambil tersenyum sendiri.
karena kepanasan Gita lalu membuka jas dan mengembalikan kepada Gito, namun Gito menjadi tidak fokus karena dada Gita sedikit terbuka. Hal itu membuat Gito menelan ludahnya dan menutupi dengan jas nya. Gita pun berjalan tidak tentu arah, karena kepalanya sangat pusing.
"pa, Gito duluan pulang ya. soalnya ada urusan" ucap Gito kepada ayah nya melalui telfon.
"oh iya iya. kamu hati-hati ya" jawab ayahnya
"iya pa, oh ya pa. sekalian bilang sama ayah Gita ya kalau Gita bareng Gito pulangnya. soalnya Gita udah pusing" ujar Gito.
"oke oke" jawab ayah Gito. Ayah Gito pun segera mencari pak Yuda dan memberitahukan bahwa Gita saat ini bersama Gito. dan tentu saja ayah Gita mengizinkannya karena ia sangat menyetujui hubungan mereka.
Saat membuka pintu mobil Gita pun berbalik arah dan langsung berhadapan dengan Gito. Gito pun tidak habis pikir dengan Gita, ia tiba-tiba langsung mencium bibir Gito yang membuat mata Gito melotot. Hampir larut dalam kesenangan Gito pun buru-buru melepaskan Gita. Lalu menyalakan mobilnya, sambil senyum sendiri.
Gita yang saat ini tertidur pulas di dalam mobil membuat Gito semakin tertarik karena Gita. ia terlihat sangat cantik, dan ia sudah benar-benar jatuh cinta kepada Gita.
Sesampainya di rumah, ia sangat terkejut melihat adegan yang tidak bisa ia bayangkan. Ternyata Istri pak Yuda sedang berciuman dengan seseorang. Karena ia tidak ingin menggangu ia pun langsung mengeluarkan handphonenya dan memfoto kelakuan ibu tiri Gita. ia pun langsung berbalik arah dan membawa Gita ke rumahnya.
Sesampainya di rumah ibu Gito sangat kaget karena Gito menggendong Gita yang sedang tertidur, dan membawa Gita ke kamar Gito.
"mama gantiin baju dialah, kasihan nanti kedinginan dianya" pinta Gito kepada ibunya
"iya iya' jawab ibunya. Dan ibunya juga minta penjelasan apa maksud semua ini.
"kenapa dia bisa di bawa ke sini? dia di culik lagi kah? atau bagaimana?" tanya ibu Gito.
"Dia kebanyakan minum waktu di acara tadi ma, Gito ngga mau mama nya lihat dia mabuk kayak gini. jadinya Gito bawa pulang aja deh, nanti bilang papa ya ma, biar bilangin om Yuda kalau Gita ada di rumah kita" pinta Gito
"iya nanti mama bilangin papa." jawab ibunya, namun ibunya tiba-tiba berbalik lagi saat Gito membelai rambut Gita.
"ehmmm ehmmmm jangan tidur bareng ya. belum sah" pinta ibunya
"iya mama ku sayang" jawab Gito. ibu Gito pun meninggalkan mereka berdua. Karena tidak ingin membuat kesalahan, ia pun tidur di sofa sambil menjaga Gita.
Selesai acara ayah Gito pun memberitahu lagi kepada Ayah Gita, jika Gita saat ini berada di rumahnya, dan besok ia akan mengantar Gita pulang.
Sesampainya di rumah ibu tiri Gita langsung kebingungan karena Gita tidak ada bersamanya.
"sayang, kok Gita ngga ada?" tanya ibu tiri Gita
"oh dia nginap di rumah temannya" ayah Gita terpaksa berbohong karena ia tidak ingin ibunya salah paham dan memaki Gita nantinya. Selama ini ia sudah tahu bagaimana sikap istrinya kepada anaknya. Namun ia masih tetap diam hingga saatnya tiba ia akan bertindak lebih kepada istrinya.
Di pagi yang cerah Gito bangun dan langsung menuju kamar mandi, dan saat Gita terbangun ia melihat di sekelilingnya ternyata ini bukanlah kamarnya ia sangat begitu kaget melihat baju yang ia kenakan bukan miliknya. Saat Gito keluar dari kamar mandi ia langsung berteriak..
"tidakkkkkkkkkkkkkkkkkkkk"
"woi mesum jadi Lo yang bawa gue ke sini. dasar Lo ya, gue bilang papa nanti. Kurang ajar banget sih lo." teriak Gita dan sambil melempar Bantar ke arah Gito.
"woi, Lo harusnya bersyukur gue bawa ke sini kalau Lo ketemu orang dan di bawa ke hotel gimana habislah perawan Lo" jawab Gito dengan tegas.
"gue ngga percaya pasti Lo udah ngambil perawan gue" ucap Gita yang kesal dengan Gito. Tiba-tiba ibu Gito pun masuk dan mendengarkan apa yang di ucapkan Gita.
"Gito, kamu ngelakuin Gito semalam?" tanya ibunya Gito.
" ngga ma, ngga ma sumpah ma Gito ngga kayak gitu" ucap Gito.
"bohong tante, lihat aja baju Gita aja udah di ganti. pasti dia ini yang gantin" ucap Gita. ibu Gito pun tersenyum lalu menjelaskan kepada Gita bahwa ibu Gito lah yang menggantikan pakaiannya semalam, karena di suruh Gito.
"oh gitu ya tan, maafin Gita lah kalau gitu" ucap Gita yang sedikit malu
"Makanya dengar dulu penjelasan bukannya nyosor aja kayak nyamuk"
"kalau tau Gitu udha aku coba semalam" ujar Gito
"ah Gito, jangan gitu. sana gih sarapan bareng papa. Kasihan papa sendiri sarapannya" pinta ibu Gito
"iya ma" Gito pun langsung menuju meja makan.
"ada drama apa tadi itu gitu?" tanya ayah Gito yang sedikit penasaran sambil tersenyum
"hahaha biasa pa." jawab Gito yang tersenyum malu kepada ayahnya.
"nanti kamu antar Gita ya ke rumahnya, soalnya papa udah janji semalam sama pak Yuda. Kalau Gita biar kita aja yang ngantarnya" ujar ayah Gito.
"oke pa" jawab Gito.
ibu Gito pun membawa Gita untuk sarapan bersama mereka,
"ayo Gita sarapan dulu, nanti Gito yang ngantar kamu pulang" ujar ayah Gito
"nanti biar supir Gita aja yang jemput om" jawab Gita
"ngga apa-apa, nanti biar Gito aja yang ngantar. soalnya om udah janji sama papa kamu." jawab ayah Gito.
"iya om" jawab Gita.
Sesekali Gito memandang Gita, ia terlihat sangat seksi ketika bangun tidur. Baginya Gita orang paling manis.
Ayah Gito tahu jika saat ini Gito sedang menyukai muridnya itu. Baginya hal yang biasa jika guru mencintai muridnya atau malah sebaliknya.
kelanjutan nya..